Minggu, 19 Januari 2014

Take Nothing But Pictures

Take Nothing But Pictures
sumber foto: http://izquotes.com/quote/290035

Take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time, katanya merupakan semboyan bagi para pecinta alam di seluruh dunia. Sayangnya, seringkali semboyan itu tinggal semboyan. Banyak dari mereka yang mengaku pecinta alam, hanya karena pernah melakukan pendakian gunung, tapi tidak bisa menjaga kelestarian alam itu sendiri.

Predikat pecinta alam memang seharusnya tidak lagi hanya diperuntukkan bagi para pendaki gunung saja. Yang tidak pernah melakukan pendakian tapi selalu menjaga kelestarian alam pun pantas disebut pecinta alam. Semboyan bagi para pecinta alam pun bisa kita terapkan termasuk ketika melakukan kegiatan outdoor.

Take Nothing But Pictures

Jangan ambil apapun selain foto. Kadang, ketika kita melihat sesuatu yang unik di alam bebas, baik itu tumbuhan ataupun hewan, rasanya ingin dibawa pulang. Sebaiknya jangan lakukan itu. Gak semua yang kita lihat harus dibawa pulang. Cukup foto-foto saja sebagai bukti kalau kita pernah ada di tempat tersebut. Membawa pulang sesuatu yang ada di hutan, terutama makhluk hidup justru bisa menyiksa mereka.

Sebagai contoh, ketika melihat kunang-kunang, pernah ada seorang anak ABG merengek minta di bawa pulang kunang-kunangnya. Untuk apa? Kunang-kunang hanya bisa hidup diudara bersih. Membawa pulang kunang-kunang hanya akan menyiksa mereka.

Leave Nothing But Footprints

Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki. Membuang sampah sembarangan, itu BIG NO buat saya! Saya juga miris, ketika mendatangi suatu tempat dengan pemandangan yang luar biasa indah, kemudian ketika melihat bebatuan atau batang pohon ada tulisan pylox atau benda tajam (untuk batang pohon) tertulis nama seseorang atau kelompok kalau mereka pernah ada di sana. Untuk apa melakukan perusakan itu! Biarkan alam tetap alami tanpa perlu Anda menorehkan nama di manapun.

Kill Nothing But Time

Jangan bunuh apapun selain waktu. Sama seperti take nothing but pictures, kadang tangan kita suka usil ingin membawa pulang binatang atau tumbuhan yang kita temui. Dan, untuk membawanya kita membunuh binatang tersebut. Tolong, jangan kotori tangan Sahabat Jalan-Jalan KeNai untuk hal seperti itu, ya.

Jadi, kita siap menjadi travellers yang bertanggung jawab, kan?

8 komentar:

  1. Heeem Pencinta alam sepertinya Orang Dayak lebih mencintai Alam dan mengetahui Seluk beluk alam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak cuma orang Dayak, kok. Di daerah lain juga masih banyak penduduknya yang menjaga alamnya :)

      Hapus
  2. Yup, agreeed. Yuk lestarikan alam dengan hati ikhlas. Terkadang, pada point take nothing itu lho sulit, kalo ada yang indah dan unik, pengen aja dibawa pulang. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mak. Alasannya buat kenang-kenang. Padahal sebenarnya merusak :)

      Hapus
  3. Setujuuuuu.....cukup foto2,menikmati keindahan saja aplge buang sampah suka2...oh no!!

    BalasHapus
  4. sebaiknya ditempel di jidat para travellers.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan, lah. Cukup tancapkan di hati ajah hihihi

      Hapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...