Senin, 01 Desember 2014

Jalan-Jalan KeNai Di Jembatan Kota Intan

Jalan-Jalan KeNai, Jembatan Kota Intan
Jembatan Kota Intan - jembatan yang tersisa
VOC membangun jembatan ini tahun 1628 sebagai penghubung antara benteng Belanda dan benteng Inggris yang berseberangan dibatasi Kali Besar. Karena itulah jembatan ini disebut Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Tak lama usianya, jembatan ini rusak ketika Banten dan Mataram menyerang Benteng Batavia tahun 1628 dan 1629. Setahun kemudian dibangun kembali oleh Belanda, saat itu dikenal dengan nama de Hoenderpasar Brug (Jembatan Pasar Ayam), karena lokasi sekitarnya jadi tempat perdagangan ayam. Jembatan kota Intan adalah nama terakhir yang diberikan, karena letaknya dekat dengan salah satu bastion Kastil Batavia yang bernama Bastion Diamant (=intan). Kastil batavia yang merupakan Kota Tua Batavia disebut juga sebagai Kota Intan.
Pada zaman dulu, jembatan tradisional gaya Belanda banyak terdapat di Batavia. Tujuannya sebagai jembatan penghubung karena Belanda pada masa itu banyak membuat kanal untuk tata kelola air sekaligus transportasi air. Nama jembatan kota Intan pun sempat mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada April 1938 juga diubah menjadi jembatan gantung tanpa mengubah bentuk dan gayanya. Menjadi jembatan gantung agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan ketika banjir.

Pada 7 September 1972, Jembatan Kota Intan ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Gubernur DKI Jakarta. Jembatan Kota Intan juga merupakan satu-satunya jembatan yang masih tersisa dari jembatan sejenis yang pernah dibangun oleh Belanda.

Ada juga terminal mikrolet, tepat di depan jembatan Kota Intan

Tidak sulit mencari lokasi Jembatan Kota Intan ini. Karena Jalan-Jalan KeNai dari arah taman Fatahilah, kami berjalan kaki menuju pelabuhan Sunda Kelapa, di tengah perjalanan akan menemui jembatan ini. Jembatan berukuran panjang 30m dan lebar 4,43 m ini terlihat cantik dengan warna merah. Di samping jembatan terlihat lampu sorot. Sepertinya jembatan ini akan semakin terlihat cantik di malam hari.

Ada lampu sorot di samping jembatan. Untuk mempercantik jembatan di malam hari.

Fungsi jembatan saat ini hanyalah sebagai objek wisata. Sudah tidak bisa dilalui kendaraan apapun. Sudah ada jembatan besar yang modern disamping Jembatan Kota Intan. Tapi, sebagai wisatawan bebas berfoto-foto di sana tanpa dikenai tarif alias gratis. Saya jadi bisa sedikit membayangkan kalau para juragan dan noni Belanda di zaman itu mengenakan sepeda melintas jembatan ini ;)

Lokasi Jembatan Kota Intan
Antara Jl. Kalibesar Timur dan Jl. Kalibesar Barat, Roa Malaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...