Senin, 24 November 2014

Jalan Jalan Kenai Naik Sepeda Onthel Di Kota Tua

 Kalau berkunjung ke Kota Tua, cobalah menyewa sepeda onthel

Kalau kita bermain ke Taman Fatahillah, Kota Tua - Jakarta, jangan heran kalau banyak sepeda onthel bersliweran. Tidak ada sepeda jenis lain, selain sepeda onthel. Dan keberadaan sepeda onthel ini justru menambah keantikan suasana di Kota Tua.
Sepeda Onthel atau juga disebut sebagai sepeda unta, sepeda kebo, atau pit pancal adalah sepeda standar dengan ban ukuran 28 inchi yang biasa digunakan oleh masyarakat perkotaan sampai tahun 1970-an. Sepeda onthel mengacu pada sepeda desain Belanda yang bercirikan posisi duduk tegak dan memiliki reputasi yang sangat kuat dan berkualitas tinggi. Karakteristik adalah rumah rantai tertutup. Dengan gigi yang tidak bisa diubah dan biasanya terdapat dinamo di bagian roda depan untuk menyalakan lampu. Sepeda ini juga dilengkapi rem drum untuk pengereman. - sumber -
Sepeda onthel ini tentunya disewakan untuk pengunjung. Rp20.000,00 per setengah jam. 30 menit itu waktu yang cukup lama untuk berkeliling Taman Fatahillah. Saya, suami, dan anak-anak bergantian memakainya. Tentu saja, Nai, belum bisa ngegowes sendiri karena masih sangat ketinggian sepedanya. Dia dibonceng ayahnya.

Sambil menunggu Keke main sepeda onthel saya pun bertanya-tanya ke abang yang menyewakan sepeda. Sayan, saya lupa menanyakan namanya (maaf, Bang!).

Saya: "Bang, taunya kita udah pakai sepeda selama 30 menit gimana?"
Abang penyewa: "Nanti kita panggil, Bu."

Rasanya saya tidak melihat abang tersebut membawa stop watch atau apapun untuk menghitung waktu. Mungkin pakai feeling menghitungnya? Entahlah... Kalau kita memang kurang percaya, sebaiknya ikutan menghitung aja. Pakai smartphone, nyalakan alarmnya juga bisa :)

Saya: "Gimana cara manggilnya, Bang? Ini kan tamannya luas banget. Orang yang ada di sini juga segini banyaknya."
Abang penyewa:  "Pokoknya kalau waktunya sudah habis, kita akan keliling taman ini untuk mencari, Bu."
Saya: "Ketemu tuh, Bang?"

Saya sih udah puyeng aja ngelihat segini banyak orang. Mencari orang yang menyewa sepeda, bagi saya mungkin seperti mencari jarum di dalam jerami atau seperti main game "Where's Wally?" hahaha. Ya, tapi kalau buat abang penyewa memang udah biasa kayaknya daripada sepedanya hilang.

Menurut abang penyewa lagi, sejak dia berjualan tahun 2008, baru 2 kali mengalami kehilangan sepeda. Sepasang suami-istri menyewa sepeda kepadanya dan gak balik. Dicari juga gak ketemu, sepasang suami-istri itu menghilang sama sepeda sewaan.

Dari tahun 2008 sampai sekarang, berarti sudah 6 tahun. Baru kehilangan 2 sepeda, alhamdulillah ternyata jumlah orang jujur masih lebih banyak. Semoga jangan sampe abang penyewa sepeda dimanapun mengalami kehilangan lagi. Aamiin.


Gak puas cuma main sepeda onthel keliling Taman Fatahillah? Kenapa gak sewa sepeda onthel keliling tempat wisata di Kota Tua aja? Cukup bayar Rp50.000,00 per sepeda udah plus tour guide, lho. Jalan-jalan KeNai di Kota Tua wiken lalu memang belum ngerasai sewa sepeda onthel. Tapi, melihat pengunjung yang berjalan didampingi tour guide, rasanya asik juga. Kita jadi bisa lebih banyak mendapatkan info tentang sejarah Kota Tua.

Ada 5 tempat wisata yang akan dipandu oleh tour guide kalau kita menyewa sepeda onthel, yaitu
  1. Toko Merah
  2. Jembatan Kota Intan
  3. Menara Syahbandar
  4. Museum Bahari
  5. Pelabuhan Sunda Kelapa
Dari kelima tempat tersebut, cuma toko merah dan museum bahari aja yang belum Jalan-Jalan KeNai kunjungi. Kapan-kapan kesana, ah :)

Saya: "Bang, saya kan berempat, nih. Saya kurang bisa gowes sepeda, anak saya yang bungsu masih terlalu kecil untuk gowes sepeda onthel. Kira-kira butuh berapa sepeda onthel untuk keliling Kota Tua?"
Abang penyewa: "Sewa 2 aja, Bu."
Saya: "Guidenya gimana, Bang?"
Abang penyewa: "Ibu sama anak ibu yang paling kecil dibonceng sama guide. Anak ibu yang satu lagi dibonceng sama bapak. Jadi, cukup sewa 2 aja, Bu. Tarifnya Rp100.000,00 untuk 2 sepeda."
Saya: "Gitu, ya, Bang. Kapan-kapan, deh. Sekarang udah terlalu sore. Terima kasih infonya, Bang."
Abang penyewa: "Sama-sama, Bu."

Selesai ngobrol-ngobrol, kami pun pulang. Lagipula waktu sewa sepeda kami sudah selesai :)


Baca juga:
  1. Jalan-Jalan KeNai Di Kota Tua
  2. Jalan-Jalan KeNai Batal Naik Commuter Line
  3. Jalan-Jalan KeNai Di Pelabuhan Sunda Kelapa
  4. Jalan-Jalan KeNai Di Museum Bank Mandiri 
  5. Jalan-Jalan KeNai Di Jembatan Kota Intan
  6. Jalan-Jalan KeNai Di Menara Syahbandar
  7. 6 Tips Jalan-Jalan KeNai Ke Kota Tua

2 komentar:

  1. Wah asik jalan jalan kekota tua, btw artikelnya nyangkut di log viva ya. great...

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...