Sabtu, 26 Desember 2015

Travel Blog yang Komplit Lebih Disukai

Travel blog yang komplit lebih disukai oleh saya. Sahabat Jalan-Jalan KeNai lebih suka yang bagaimana?

Ketika akan melakukan perjalanan atau hanya sekadar makan di salah satu resto, seringkali saya mengandalkan catatan perjalanan para travel blogger. Hingga saat ini, saya belum memiliki satupun travel blogger andalan dimana setiap kali kami ingin melakukan perjalanan pasti akan membaca dulu blog tersebut. Karena belum tentu blogger tersebut memiliki informasi yang saya butuhkan. *Tentu ini berbeda jawabannya kalau ditanya tulisan travel blogger yangdisukai. Tentu saja saya akan menjawab ada beberapa travel blogger andalan yang saya sukai tulisannya.* Lagipula yang pertama kali saya lakukan biasanya memang dengan mencari melalui google dengan memasukkan kata kunci. Setelah memasukkan kata kunci, kemudian biasanya didapatlah beberapa informasi yang saya butuhkan.

Nah, travel blog yang komplit lebih disukai oleh saya dibandingkan dengan yang hanya memberikan informasi seadanya. Seperti apa, sih, travel blog yang saya sukai?

Foto yang Bikin Mupeng

Yang pertama kali saya lihat kalau mencari info perjalanan adalah foto. Saya menyukai travel blog dengan foto yang bertaburan. Tapi, bertaburan saja tidak cukup. Buat saya, foto yang bagus yang sampai bikin saya mupeng pengen ke sana itu menarik. Bikin saya sembangat membaca catatan perjalanan blogger tersebut. Selfie, welfie, atau hanya pemandangan itu terserah aja. Yang penting wajib bikin foto yang bagus.

Memang ada beberapa yang bilang kalau foto kadang 'menipu'. Di foto terlihat bagus, ternyata begitu tempatnya disamperin terlihat biasa aja. Kalau saya, sih, gak mau langsung serta-merta menyalahkan si pemilik foto. Yang namanya bagus itu, kan, relatif. Buat saya bagus, belum tentu buat yang lain. Lagipula kalau si pemilik foto berhasil membuat foto bagus yang berhasil menarik orang lain berkunjung ke sana padahal tempatnya biasa aja, berarti yang motret jago. Kecuali kalau pakai foto comotan, ya, Seolah-olah udah pergi ke sana. Hmmm ... Enggak, deh, kalau kayak gitu.

Cerita yang Komplit

Saya suka baca travel blog yang komplit. Kalau toko mungkin semacam one stop shopping, ya. Segala info yang saya butuhkan dapat. Tidak hanya menampilkan foto trus ceritanya cuma seadanya. Cuma cerita kapan perginya dan dengan siapa aja, abis itu selesai. Trus info yang saya dapat apa?

Ceritakan Keseruanmu

Ketinggalan kereta? Kena macet? Telat bangun? Restonya udah tutup? Ditegur petugas kemanan? Dan lain sebagainya. Pernah baca cerita heboh seperti itu? Saya sering. Dan, suka membaca kehebihan itu, Bukan karena kepo tapi mungkin siapa tau saya akan mengalami hal yang sama. Jadi gak akan kaget. Atau justru saya jadi tau supaya tidak mengalami hal yang sama. Kasih tip di postingan juga oke :D

Menggambarkan Suasana 

Dinginkah udara di sana? Harus pakai pakaian apa kalau ke sana? Jangan sampai salah berpakaian, nih. Udah pakai baju tipis ternyata di sana lagi dingin. Alas kaki gimana? Asik, gak, kalau cuma pakai sandal jepit?

Apakah ada cerita bersejarah di lokasi yang dikunjungi? Suasana di sana bagaimana? Ramai saat hari apa saja? Apa aja yang bisa dilihat di sana? Kalau udah sampai sana, sebaiknya apa dulu yang harus dilakukan? Kalau datang ke resto, makanan atau minuman apa yang paling enak? Saya suka membaca info yang lengkap seperti itu.

Rute dan Transportasinya Bagaimana?

"Ada tamu kebablasan sampai Sukabumi, Pak. Katanya di kereta gak ada petugas yang memberi tau."

Salah satu crew Tanakita memberi tahu suami saya kalau ada tamu yang kebablasan hingga Sukabumi. Untuk para tamu Tanakita yang naik kereta memang harus turun di stasiun Cisaat. Kalau tidak, maka stasiun berikutnya adalah pemberhentian terakhir yaitu stasiun Sukabumi. Sayangnya, gak di setiap stasiun ada pemberitahuan kepada penumpang.

Itulah kenapa penting bagi saya untuk mencari tau terlebih dahulu. Saya googling nama-nama stasiun dimana kereta akan berhenti. Pokoknya setelah masuk stasiun Cibadak itu berarti sudah tanda-tanda kalau kami siap untuk turun.

Gak cuma saat naik kereta menuju Cisaat aja, sih. Saat naik commuter line atau Trans Jakarta pun begitu. Gak selalu ada woro-woro kalau kendaraan akan memasuki stasiun atau halte tertentu. Saya tetap harus aktif mencari tahu. Kalau gak sempat googling, maka harus bertanya. Pepatah "Malu bertanya, sesat di jalan" itu maish berlaku, kok :)

Perjalanan saya sekeluarga sebetulnya lebih banyak dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi, karena mobil kami jenis city car, jadi seringkali harus dipertimbangkan juga. Contohnya ketika akan ke Gunung Padang (Baca: Ke Gunung Padang Naik Sedan). Informasi yang saya dapatkan adalah akses ke sana jalannya sangat jelek. Saya pun sempat kepikiran naik kereta api. Tapi kemudian menjelang keberangkatan, Suami mendapat info dari temannya kalau sudah ada salah satu akses jalan yang cukup bagus. Akhirnya, kami pun tetap menggunakan mobil. Alhamdulillah jalanannya memang sudah cukup bagus.

Harganya Berapa?

Saya malah senang kalau setiap tulisan travel blog dicantumin harganya. Misalnya makan di resto mana, ada keterangan harga makanan dan minuman yang diorder. Begitu juga dengan catatan perjalanan lainnya. Berapa harga tiket kereta, tarif kamar hotel, dan lain sebagainya.

Saya gak pernah menilai itu sebagai pamer. Justru informasi seperti ini juga menguntungkan buat saya. Kan, jadi bisa mengukur diri. Kalau dirasa masih kemahalan buat saya, mendingan nikmati tulisan orang lain dulu hehehe.

Kalau Fashion Blog, mungkin cukup dengan foto plus keterangan brand yang dipakai dari ujung kepala hingga kaki plus harganya, masih oke lah buat saya. Tapi untuk Travel Blog, saya lebih suka tulisan yang komplit sekomplit-komplitnya. Bagaimana dengan Sahabat Jalan-Jalan KeNai? Lebih suka tulisan travel yang seperti apa? :)

74 komentar:

  1. Kalo satu artikel udah lengkap emang enak banget Mba. Tapi tetap musti koscek lg dg yg lain, sapa tau ada alternatif.
    Btw, makasih ya Mba artikel ini jd smacam panduan menulis catatan perjalanan.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, makanya saya gak pernah terpaku sama satu artikel aja. Selalu cari artikel pembanding :)

      Hapus
  2. Menurut aku, ilmu nanya pake mulut paling mantep. Biar aja deh dibilang cerewet. Browsing hanya berfungsi sebagai informasi tambahan atau referensi aja. Pertanyaan tambahan, itu yang paling penting ^_^
    *ketahuan bawel*

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi ada kalanya saya suka malas bertanya hehehe. Lagipula kadang lebih cepat dapat infonya kalau googling. :D

      Hapus
  3. Tulisan ini membantu saya siapa tahu suatu saat saya bisa piknik kemana gitu jadi tahu yang harus ditulis secara detil apa saja... :)

    Meskipun saya hampir nggak pernah travelling tapi suka juga pada tulisan ttg travelling terutama membandingkan tempat dan harga, siapa tahu pas ada kesempatan dan rejeki bisa nyamperin yang murah meriah..aamiin.. :)

    ** eh nyambung nggak sih sama pertanyaannya..? :))

    BalasHapus
  4. Iya bener, makanya aku kalau abis jalan2 sama keluarga pasti sharing gimana caranya pelesiran berkualitas dengan dana terbatas.. thanks sharingnya ya mak

    BalasHapus
  5. Iya aku Juga suka cari panduan begitu tapi kalau mepet waktu nya misalnya di jalan terus mau cari tempat suka yang praktis sih mba, misalnya nama jalan apa alamatnya akses kesana jarak mungkin

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya disesuaikan aja. Kalau bisa googling dulu. Kalau enggak tanya orang di jalan hehe

      Hapus
  6. yang komplit bikin ngiler, jadi tau refresnsi nya sewaktu2 mau ke sana juga

    BalasHapus
  7. yuppp benar. dan saya lagi berlatih kayak gitu. hehehe..
    yang masih krang adalah soal 'foto' entahlah belum punya kamera kece kayak para travel blogger gitu mbak. ngandelin camdig atau kamera hape

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat saya hasil foto itu lebih karena faktor Man Behind The Gun, Mbak. Mas Teguh Sudarisman, Travel writer kondang itu masih mengandalkan kamera hape, lho. Tapi fotonya banyak yang cetar :)

      Hapus
  8. Keren, mau dong di ajak traveling. *ehhh gagal fokus, akibat butuh piknik 😂😂

    BalasHapus
  9. Travel blogger kalau diminta nulis komplit gitu mending buat dikirim ke majalah atau koran mak. Qiqi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak juga, ah. Banyak, kok, travel blogger yang masih mau memberikan informasi komplit lewat blognya. :)

      Hapus
  10. Emang asyik sih kalau nulisnya lengkap begitu. Terutama akses jalan menuju kesana dan harga. Heheheh. Makasih panduannya, mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. penting, ya. Biar gak kaget kalau lihat harganya :D

      Hapus
  11. Titel Travel Blogger kayaknya emang berat yaa haha.. karena untuk menjadi referensi banyak orang, baaaanyak yang harus dipelajari supaya enak dibaca, ga hanya dibaca sekilas kemudian diskip2 haha.
    Thanks sharingnya bunchi, aku jadi belajar nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aya juga banyak belajar, Cha. Tapi memang kayaknya butuh passion juga, ya. Biar gak terasa berat hehehe

      Hapus
  12. samaaaaa, akupun suka baca blog yg komplit gitu.. memang sih mba, ada beberapa blogger yg sengaja ga nyantumin detil sekomplit mungkin, karena dia pgn si pembaca jd lbh pensaran, dan menghubungi dia langsung :).. tapi ada` juga blogger yg ga mw komplit2 bgt, krn dia pgn pembacanya usaha nyari sndiri ;p Tapi ya sudahlah ya... masing2 org beda cara pemikirannya :D..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, betul. Tetep terserah aja, sih, travel blogger mau nulisnya kayak apa. Mau irit atau komplit, gimana masing-masing aja. Tapi teteuupp, saya lebih suka baca yang komplit hehehe

      Hapus
  13. Sama dg Riski..semacam panduan menulis... Btw, soal ini gw pernah baca yg lengkap tp gw lupa haha.. Gw pun hny
    Pny 1 favorite travel blogger itu pun dia juga travel writer dan ini scr penulisan

    BalasHapus
  14. Sama mbak...poin harga itu malah yang kadang saya liat pertama kali mbak...:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau saya yang pertama adalah fotonya :D

      Hapus
  15. kasih tahu dong mak.. travel blogger favoritnya siapa aja..biar kita2 juga dpt inspirasi mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau untuk mencari info perjalanan, saya tidak memfavoritkan travel blogger tertentu, Mbak. Karena biasanya saya lebih dahulu mencari info melalui google :)

      Hapus
  16. Oke, catet mak besok kalau nulis mau di komplitin :D

    BalasHapus
  17. Noted Mak meskipun bukan traveller blogger. Ya siapa tahu suatu hari diberi kesempatan jalan-jalan, jadi tahu apa saja yang harus ditulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, siapa tau saya butuh info trus mampir ke blog Mbak Ety hehe

      Hapus
  18. Catatannya sip. Ilmunya pas sekali. Ini yang lagi saya butuhin :-)

    BalasHapus
  19. Iya mak chi..mmg lbh enak baca yg komplit. Bs jd bahan referensi. Tp sayangmya klo nulis ttg traveling di blog sy blm nulis sekomplit catatan mak chi ini. Pdhal bajal jd lebih bermanfaat ya bagi pembaca klo kita ngulasnya komplit. Tfs mak chi

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi tetap ada info yang bisa dibagikan. Iya, kan? :)

      Hapus
  20. tapi kadang klao ceritanya komplit tapi minim foto juga nggak menarik sih menurutku. Kadang, foto yang unik, tengil, bagus itu malah bikin penasaran. kayak lagi minum kopi diisengin anak di belakang ini misalnya (hahaha)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha ...

      Nah, itulah kenapa di postingan ini foto yang saya tulis duluan, Mbak. Memang iya, sih. Foto itu berpengaruh banget buat saya. Kalau fotonya bagus, saya baca postingannya pun semangat :)

      Hapus
  21. Aku juga suka membaca catper yang detail Mbak, lengkap dengan ancer ancernya

    BalasHapus
    Balasan
    1. membantu kita kalau mau melakukan perjalanan ke tempat yang sama, ya :)

      Hapus
  22. ohhh begitu ya.. oke deh, noted!

    BalasHapus
  23. aku jg suka yg komplit.. tp mgkn ada yg gak nyantumin harga krn seolah privasi tdk utk umum

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, kalau itu memang kembali ke penulis. Maus nulis singkat juga gak apa-apa. Tapi saya menulis ini dari sisi seorang pembaca :)

      Hapus
  24. aku kalo nulis perjalanan, gak komplit amaat... mesti belajar lbh lagi buat nulis cerita perjalanan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi yang penting asik dibaca, Mbak. Komplit juga kalau bikin ngantuk jaid malas bacanya :D

      Hapus
  25. Memang susah ya mbak kalau kita musti menampilkan info selengkap-lengkapnya. Tapi musti dicoba semaksimal mungkin...

    BalasHapus
  26. kalau travel blogger nggak komplit isinya, ya belum beneran jadi travel blogger namanya, mbak. kan travel blogger secara tidak langsung juga disebut "digital guide" dadakan. heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. begitu ya, Mas? Ya, kalau saya, sih, dari sisi pembaca. Terumata kalau sedang membutuhkan info biar gak nyasar hahaha

      Hapus
  27. iiih itu anak imut di belakang ceria amat :D hehehehh
    iya lah ya namanya jalan-jalan :|

    yang sulit itu saat ngurutin apa yang harus difoto. Pasti ada yang kelewatan.. :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe kadang saya juga suka gitu. Perasaan udah banyak foto tapi begitu sampe rumah, berasa masih kurang. Jadi aja pengen balik lagi :D

      Hapus
  28. Tapi kenapa sebagian besar yang katanya travel blogger (kecuali di media) jarang menulis selengkap itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, buat saya itu terserah kepada masing-masing penulis, Teh :)

      Hapus
  29. wah iya bgt ini, aku juga klo baca seneng yg lengkap, fotonya bkin mupeng :)

    BalasHapus
  30. Yang lengkap tentu lebih memberi info jelas tentang tujuan, tips atau hal2 penting ttg objek traveling ya mbak. Jelas membantu pembaca yg ingin pergi kesana.
    Tapi yg hanya menulis tentang beberapa hal seru semacam diary aku juga suka sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, Mbak. Yang utama memang enak dibaca. Tapi kalau untuk mencari info, saya butuh tulisan yang komplit :)

      Hapus
  31. Travel blogger favoritnya siapa aja Mak? Siapa tahu bs jd referensi jugaakk..:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapa, ya. Kalau untuk cari info perjalanan, syaa lebih sering nge-Googling tujuannya

      Hapus
  32. Iya, kadang kurang nihh saya beritanya, pokoknya saya terapkan 5W1H ehehhehe, thanks mak for sharing :D

    BalasHapus
  33. benar juga, apalagi kalau ditulis dengan narasi yang bagus, jadi betah berlama lama mantengin, hehe

    tapi kalau yang pertamama saya baca mungkin adalah rute menuju tempat tersebut, estimasi biaya, dan hal2 teknis

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah komplit trus enak dibaca, memang mantap :D

      Hapus
  34. Dengan adanya tulisan Travel Blogger yang komplit, para calon pengunjung yang akan menuju destinasi wisata impian bakalan terbantu banyak. Tapi ilmu banyak bertanya saat di lokasi juga perlu di terapkan biar semakin komplit lagi.

    BalasHapus
  35. itu memang tantangannya ya mba..aku masih suka sekenanya kalau nulis hehehe...tapi semangaaat untuk terus memperbaiki tulisan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju banget.
      ayo terus berusaha dan jangan malu bertanya.

      sekarang jamannya MAU BERTANYA NGGAK SESAT DI JALAN
      http://alvinatorum.blogspot.co.id/2016/01/mau-bertanya-nggak-sesat-di-jalan.html

      Hapus
    2. @indah: biar nanti kalau saya ada rezeki ke US tinggal baca blog Mbak Indah hahaha

      @Alvin: yoss! ^_^

      Hapus
  36. yang komplit emang asik mbak hehe

    BalasHapus
  37. Belum bisa menuliskan pengalaman jalan-jalan versi komplit seperti yang diuraikan di atas walau sudah punya blog yang khusus bercerita tentang jalan-jalan. Semoga berproses ke arah sana. Thanks ya, Mbak. :)

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...