Senin, 01 Februari 2016

Review Buku - 3 Emak Gaul Keliling Kota

Review Buku, 3 Emak Gaul Keliling Kota, Museum

Judul: 3 Emak Gaul Keliling Kota
Penulis: Fenny Ferawati, Ika Koentjoro, dan Muna Sungkar
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia)
Cetakan: 2015
Tebal: 192 hal

Blurp

Liburan di Yogyakarta, Semarang, dan Solo pasti gak jauh-jauh dari Malioboro, Lawang Sewu, atau Keraton Surakarta. Bosan gak sih kesana terus? Masih banyak loh tempat-tempat wisata seru lainnya di kawasan tersebut. Kepikiran enggak sih untuk berkunjung ke museum-museum yang ada di sana? Ada banyak museum menarik yang bisa dijadikan tujuan wisata  di sana. Dan, pastinya, gak kalah keren. ASLI!!!

Gak percaya? Yuk, ikuti petualang 3 emak gaul meyusuri museum-museum di Yogyakarta, Semarang, dan Solo dalam buku ini. Dijamin bikin kamu ngiri!

Ke museum itu ... KEREEENN!!!!

Review

Review Buku, 3 Emak Gaul Keliling Kota, Museum

Ketika berwisata, museum mungkin belum menjadi tujuan utama banyak wisatawan. Biasanya yang banyak dituju adalah tempat kuliner atau area bermain. Saya pun awalnya bukan yang termasuk tertarik mengajak anak-anak untuk berwisata ke museum. Keinginan, sih, ada. Tapi, tau sendiri, lah, bagaimana kondisi kebanyakan museum di sini. Banyak yang kumuh, jadinya suka berasa spooky. Padahal berkunjung ke museum harusnya menjadi sebuah wisata yang baik bagi anak-anak.

Membaca lembar demi lembar cerita perjalanan 3 emak di kawasan JogLo Semar (Jogja, Solo, dan Semarang) membuat saya berpikir, 'Duh, kudet banget saya, nih. Ternyata sudah mulai banyak museum keren yang bakal asik kalau mengajak anak-anak.' Ya, emak-emak memang umumnya identik dengan anak. Berbagai museum yang ada di buku 3 Emak Gaul Keliling Kota ini adalah museum yang ramah terhadap anak. Layak bila dikunjungi oleh anak.
Panasnya kota Yogyakarta langsung menguar ketika saya menjejakkan kaki di Museum Affandi. Museum yang terletak di tengah kota Yogyakarta ini seolah menyedot habis hawa panas kota ini dan menampungnya dalam sebuah tempat bak vacuum cleaner.

Panduan konsep green building dan cita rasa seni yang tinggi membuat museum ini tidak hanya terasa sejuk tapi juga sangat artistik. Berkunjung ke museum ini cocok menjadi tempat mengusir penat di akhir pekan setelah disibukkan dengan rutinitas harian yang melelahkan, yang terkadang menumbuhkan benih kebosanan. Penggunaan unsur-unsur alam di beberapa bangunan, juga minimnya penggunaan energi listrik dengan memperbanyak ruang terbuka serta pepohonan rimbun yang menaunginya membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati sajian Sang Maestro.
2 paragraf di atas adalah pembuka tulisan perjalan ke Museum Affandi yang juga menjadi catatan perjalanan pertama di  buku 3 Emak Gaul Keliling Kota. Sahabat Jalan-Jalan KeNai penasaran dengan cerita selanjutnya? Beli, dong bukunya hehehe.

Buku 3 Emak Gaul Keliling Kota bisa juga disebut sebagai buku panduan wisata. Karena isinya, tuh, komplit. Tidak hanya menceritakan isi dari setiap museum tapi juga ada info alamat, rute, open hours, serta nomor telpon masing-masing museum. Sahabat Jalan-Jalan KeNai gak perlu khawatir membaca buku ini seperti membaca brosur atau buku panduan wisata yang kaku. Coba saja baca 2 paragraf tentang Museum Affandi tersebut. Gaya tulisannya bercerita, kan? Baru baca 2 paragraf pembuka saja, saya sudah bisa langsung membayangkan seperti apa sejuknya Museum Affandi. Kalau deket sama rumah saya, kayaknya pengen langsung ke sana, deh.

Dari segi fisik, buku 3 Emak Gaul Keliling Kota ini cukup nyaman, lah. Tidak terlalu besar dan tidak juga terlalu berat. Disimpan di dalam ransel untuk jadi teman bacaan selama perjalanan bakalan asik. Dijadikan buku panduan selama berwisata ke JogLo Semar juga tepat.

Review Buku, 3 Emak Gaul Keliling Kota, Museum

Cuma satu, sih, kritik dari saya. Di bagian dalam ada beberapa highlight tulisan atau foto yang diberi background berwarna (ada yang pink, hijau, dan ungu). Secara umum, saya gak masalah. Paling cuma sedikit masukan pada halaman 81 dan 82 saja. Highlight dengan latar belakang berwarna pink tapi tulisannya berwarna hitam. Saya jadi agak kesulitan membacanya. Untungnya cuma seuprit yang dihighlight seperti itu. Entahlah, mungkin kesalahan yang tidak disengaja. Karena saya perhatikan untuk halaman lainnya, ketika ada highlight berwarna tulisannya dikasih warna putih. Kalau highlight berwarna dan tulisannya putih, jadi lebih nyaman dibacanya

Tahun 2016 baru saja dimulai, nih. Bakal banyak libur panjang. Malah awal Februari akan ada long weekend. Sahabat Jalan-Jalan KeNai yang berencana traveling ke JogLoSemar dan tertarik untuk berkunjung ke museum coba baca dulu buku 3 Emak Gaul Keliling Kota. Setelah itu, mulai tentukan museum mana saja yang ingin dikunjungi.

Saatnya jalan-jalan ke museum, yuk! :)

32 komentar:

  1. terima kasih mak sudah meluangkan wakt mereview buku kami. Yuk jalan2 ke Museum :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk! Apalagi sekarang museum udah banyak yang bagus :)

      Hapus
  2. long weekend bulan ini gak bisa kemana-mana, eh emangbiasnaya gak kemana-maa juga jhehehe.

    BalasHapus
  3. Akukok kurang tertarik kalo ke museum2 peninggalan masa lalu #CepetMoveOn
    Mau nya ke situ gunung #Kode

    BalasHapus
  4. Wah suka banget mbak aku ama yang namanya museum.... keren dah, dulu memang berkunjung ke museum kurang mengasyikkan dan membosankan. Tapi sekarang jadi mengasyikkan. Eh pembukaannya keren euw,,, Museum Affandi depan Perpustakaan UIN itu , dekat kost saya pula.,,, Keren dah buat bukunya yang mengulas ttg museum,,, semakin penasaran saja sama bukunya mbak :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo cari di toko buku terdekat. Apalagi tinggal di JogLo Semar, kayaknya memang wajib punya buku ini, deh :)

      Hapus
  5. jadi penasaran sma museum affandi,kaan hari juga pernah baca di blogny mak lusi...

    BalasHapus
  6. Belum pernah ke museum di Yogya. Ntar kapan-kapan kalau ke sana deh.

    BalasHapus
  7. Yuk yukkk ke museum, tapi baca dulu bukunya ya, hihii... Aku belum bikin reviewnya nih

    BalasHapus
  8. kalo anak saya emang doyan banget diajak ke museum2 gitu. katanya serasa berada di mesin waktu kembali ke masa lalu, hahaha... lebay banget ya :D kayaknya seru nih bukunya... mesti beli nih. makasih infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang bener, sih. Beberapa museum bikin kita berasa kayak berada di mesin waktu :D

      Hapus
  9. hayuu ke museum!!
    aku dah lama liat buku ini, oh ternyata dalemannya jalan2 ke museum.
    senengnya, jadi kapan kita keliling2 lagi eehh

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuuuk! Kalau di Bandung, museum apa yang asik dikunjungi :)

      Hapus
  10. mak, bukunya sampai keriting saking semangat bacanya ya hehe. wisata museum itu murah dan mendidik :)

    BalasHapus
  11. Buku ini bisa jadi referensi jalan-jalan ya. Saya mau dong ke museum juga *mari membuat perencanaan liburan*

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk! Kayaknya banyak tanggal merah, nih :)

      Hapus
  12. asyik sekali ya, bisa jadi referensi jalan-jalan ke tiga kota tersebut nich

    BalasHapus
  13. Iiiiiiih aku baru tahu ada buku ini! Noted! Mesti baca ~~~

    BalasHapus
  14. semarang dan solo, saya cuma numpang lewat doang. pengen gitu liburan di sana 3 hari minimalnya heuheuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya memang gak bisa cuma numpang lewat. Gak puas :D

      Hapus
  15. Ketiga emak ini memang keren banget, meski lebih keren penulis blog ini.

    Aduh saya pengen punya bukunya. Mungkin perlu meluangkan waktu, kapan2, jalan2 ke Semarang untuk beli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini buku rekomen, deh, kalau mau jalan-jalan ke museum :)

      Hapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...