Featured Post

Tanakita Rain Forest Festival, Hari ke-3 dan 4

  Tanakita Rain Forest Festival

Jumat, 05 Mei 2017

Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah

Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah 

Sejujurnya, dulu wisata ke museum bersama anak-anak tidak pernah ada dalam rencana saya. Kenangan saya tentang museum, tidak terlalu bagus. Bagi saya, museum kesannya kumuh, kusam, dan gak ada menariknya sama sekali. Waktu masih sekolah, study tour ke museum rasanya membosankan kecuali bagian ngobrol sama teman-teman.

Kunjungan pertama kami sekeluarga ke museum adalah ke museum Geologi. Lupa banget alasannya kenapa sampe akhirnya tertarik ke museum. Kesan pertama, lumayan lah. Museumnya ternyata bersih. Anak-anak, terutama Keke, seneng banget diajak ke sana.  

Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah

Yang berikutnya adalah ke Museum Nasional. Itupun tertarik ke sana karena lagi ada event craft. Kalau gak ada event craft kayaknya Chi gak bakal tertarik ke Museum Nasional. Bukan karena ketika masih sekolah paling sering mengunjungi museum ini. Tapi memang dulu museum nasional juga agak suram dan spooky. Entah apakah ingatan Chi ini benar atau tidak. Tapi Chi merasanya begitu, makanya males banget ngajak anak-anak ke museum nasional.

Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah

Karena minggu pagi adalah car free day, mobil diparkir di Sarinah Thamrin kemudian lanjut naik Trans Jakarta hingga halte Monas. Halte Sarinah dan Monas cuma berjarak 2 halte aja. Deket banget tapi kalau jalan kaki bakal pegel juga. Turun di halte Monas tinggal nyebrang ke Museum Nasional.

Setelah Chi sampai sana, ternyata museumnya terlihat cantik dan bersih. Bentuk bangunannya memang tidak berubah tapi jelas lebih terawat. Akhirnya setelah lihat pameran craft, kami pun beli tiket masuk museum.

Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah

Sahabat Jalan-Jalan KeNai mungkin ada yang bingung dimana itu Museum Nasional. Apakah di Monas? Bukan. Museum Nasional bukan Monas. Kalau Monas itu singkatan dari Monumen Nasional. Memang terdengar beda tipis, sih. Apalagi berada di area yang berdekatan.

Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah 
4 tahun lalu harga tiket untuk dewasa IDR5K dan anak-anak IDR2K. Murah meriah, ya. Untuk wisatawan mancanegara htm-nya sedikit lebih tinggi

Museum Nasional lebih dikenal dengan nama Museum Gajah. Di bagian depan museum ada patung gajah perunggu yang merupakan hadiah dari raja Thailand, yaitu Raja Chulalongkorn (Rama V)saat berkunjung ke museum ini pada tahun 1871. Mengelilingi museum ini seperti mempelajari sejarah bangsa Indonesia dari zaman pra sejarah. Banyak sekali koleksi berharga dari Sabang hingga Merauke dan juga benda berharga dari mancanegara.

Meskipun pengunjung event craft lumayan ramai, tapi yang mengunjungi museum di pagi itu tidak begitu banyak. Kami jadi bisa menikmati suasana museum dengan tenang. Keke yang saat itu sedang tinggi rasa ingin tahunya, bisa membaca banyak informasi yang tertulis di setiap benda museum dengan tenang.

Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah 
Hanek Matan atau piring bertutup sebagai wadah makanan yang terbuat dari daun lontar ini berasal dari NTT. Kira-kira sekarang di NTT masih ada yang pakai ini gak, ya?

Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah

Ramai di area event tapi lumayan sepi di dalam museum. Hanya kami dan beberapa rombongan kecil yang ditemani guide. Pastinya bukan rombongan anak sekolahan. Tapi rombongan seperti turis lokas atau mancanegara. Mereka khusyuk mendengarkan setiap penjelasan guide. Kami memilih tidak pakai guide tapi anak-anak termasuk tertib dan Keke lagi senang belajar sejarah. Hampir semua keterangan di setiap benda yang dipamerkan dibacanya.

Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah

Menjelang siang hari, museum mulai ramai dengan rombongan anak sekolah. Mereka berisik sekali. Semuanya memegang papan jalan dengan lembaran kertas di atasnya. Saya yakin kertas itu supaya mereka mencatat kunjungan ke museum. *Pernah ngalamin 😊* Tapi rasanya saya gak melihat ada satupun yang mencatat. Ada yang asik foto-foto hingga berbicara dan tertawa dengan keras.

Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah

Mungkin dulu saya pun begitu saat kunjungan ke museum bersama sekolah. Tapi sekarang kalau melihat pemandangan seperti itu malah merasa terganggu. Yang tadinya bisa menikmati museum dengan tenang langsung buyar karena keriuhan mereka. Untung udah mau pulang. Saya pun langsung berpesan kepada Keke dan Nai kalau suatu saat nanti ada study tour ke museum tidak boleh berisik. Ya walaupun mungkin saja dulu saya pernah melakukan hal seberisik itu bukan berarti gak boleh menyarankan anak-anak sebaliknya, kan. Namanya juga belajar dari pengalaman.

Ini cerita pengalaman pertama kali museum Gajah. Pengalaman tahun 2013. Udah lama aja, ya. Dan sejak itu belum pernah ke sini lagi untuk menikmati museumnya. Padahal saya follow akun socmed Museum Nasional Dan museum ini sering ada event bagus. Kapan-kapan ke sini lagi, ah.

Museum Nasional









32 komentar:

  1. idealnya emang bawa anak jalan2 ke museum ya. tapi kiga juga udah lama gak bawa anak2 ke museum. bukan museum person sih kita. hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga sebetulnya juga bukan museum person, sih. Tapi kalau memang bagus suka tertarik untuk didatangi juga

      Hapus
  2. Ishh museum gajah, aku pikir ada peninggalan apaaa gitu tentang Gajah ternyata nggak ya mbak wkwkkw. Itu topi nya bisa dipakai pepotoan ya *ups salah ding itu kan wadah makanan unik ahayyyy.Hooh sama banget mbak, akupun dari jaman sekolah dulu ga suka kunjung ke museum. Berarti sekarang harus sering-sering nih sekalian ngajarin bocah ya. Btw salam kenal mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan-jangan banyak juga yang menyangka di dalamnya adalah tentang gajah? hehehe.

      Saya pun kalau gak baca keterangannya sempat menyangka kalau itu topi :D

      Hapus
  3. kalau di jogja lumayan kerap ada kunjungan anak SD ke museum, ankku beberapa kali ikut kunjungan bersama teman2 sekolahnya, gratis dan difasilitasi, orang tua cuma dimintai izin. Tuh program asyik juga, anak jadi tahu museum ...hal mana, yang sejujurnya kurang terpikirkan pula olehku untuk ngajak anak ke museum2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dulu pun kalau bukan karena acara sekolah, orang tua gak pernah ajak saya ke museum :D

      Hapus
  4. saya belum pernah masuk ke sana mbak, ke tugu monasnya aja belum hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. serius? Wah ternyata, sesekali ngebolangnya ke Jakarta :D

      Hapus
  5. OMG, harga tiketnya murah banget ya Mbak! Seriusan, cuma 2k, kayak bayar parkir aja. Btw, itu foto yang di depan museum, so artsy deh. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tapi itu beberapa tahun lalu. Tapi kayaknya sekarang pun masih tetep murah

      Hapus
  6. Belum pernah kesana, hehe. Anak-anak kalo diajak ke museum kok males2an ya (apa anakku doang, ya). Di Semarang juga ada museum tapi blm pernah sekalipun kesana *terlalu bgt ini mah :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trus anak-anak sukanya jalan-jalan kemana, Mbak? :)

      Hapus
  7. Bagus banget lho mengajak anak ke Museum, anak jadi bisa menghargai sejarah dan merasakan kehidupan masa lalu yang jadi evaluasi untuk kehidupannya sekarang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bener cuma ya gitu deh suka malas kalau udah kumuh dan spooky hehehe

      Hapus
  8. Aku dari kapan tau kok ya gak jadi - jadi mulu mau kesini ya ampun padahal dari kantor tinggal ngesot doang T___T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu sih biasa, Put. Kalau deket biasanya suka ditunda-tunda. Saya pun suka begitu :D

      Hapus
  9. Kegiatannya sudah makin banyak yah di museum.. Babam juga mau akh ke museum, tampilannya makin rapi dan terawat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang kelihatannya banyak museum mulai bebenah. Semoga makin bikin pengunjung merasa nyaman

      Hapus
  10. Museum Gajaaaaahh!!!
    Sejak Salsa masih TK-SD kami senang jalan2 ke situ setelah bosan main2 di Monas.

    Tahun 2008 tiketnya cuma 700 perak pula. Makanya betah karena murah. Hahaha ...
    Entah sekarang berapaan tiketnya. Bagus lho mbak di sana. Diorama manusia purbanya juga hidup banget!

    Love love Museum Gajah!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya sekarang masih murah. Kali, ya. Saya juga udah lama gak ke sana :D

      Hapus
  11. sepertinya aku harus segera kesitu, selama ini liwat2 doangan masa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dimampirin, Sekarang udah bagus museumnya :)

      Hapus
  12. Wah jadi ingat bbrp tahun lalu aku ajak anak2 ke Museum Gajah. Memang sepiiii sih di dalam..agak spooky haha emang aku dasarnya penakut sih. Murce ya htm museum rata2 2-5rb aja. Sama dg museum2 pd umumnya Hari Senin tutup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi sekarang udah gak spooky. Udah bagus dan bersih. Mungkin Senin untuk perawatan kali, ya :)

      Hapus
  13. Duh saya entah sudah berapa lama gak jalan2 ke museum. Saya belum pernah sih ke museum gajah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun termasuk yang jarang banget ke museum :)

      Hapus
  14. museum sekarang sudah banyak yg bagus
    tiketnya juga murah
    cuma sayang beberapa museum di kota saya masih belum bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga semakin merata museum yang bagus, ya

      Hapus
  15. Kirain ada banyak gajah nya

    BalasHapus
  16. Bagus ya mba Myra museum Gajah...semoga suatu saat ada hari gratis masuk museum seperti di negara-negara luar..sehingga semakin banyak animo sadar museum...

    BalasHapus
  17. Waaaah hari ini tk nya anakku mau kesana :D. Hihihi aku malah blum prnh mba.. Udh brp lama coba di jkt. Tp jujurnya muaeum di indo memang rada membosankan.. Mungkin itu aih yg bikin bnyk org ga tertarij utk dtg ato belajar dr museum . Aku pribadi suka ama museum, tapiiiiii yg aku dtgin biasanya museum2 yg punya latar sejarah kelam.. Kyk museum ahmad yani, museum jend nasution, museum forensik di bangkok, museum killing field dan s21 di kamboja.. Semuanya bekas pembantaian... Yg bgitu tuh yg bikin aku semangat utk dtg.. Krn lbh menarik emosi :)

    BalasHapus
  18. Keren ini tempatnya, Mbak Myra.
    kemarin saya ajak Krucil. Ke Monas dulu, baru ke Museum Gajah. Habis itu, naik busway gratis keliling Jakarta hehehe.

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...