Featured Post

Universal Studio Singapore vs Imbiah Lookout

Universal Studio Singapore vs Imbiah Lookout

Sabtu, 03 Juni 2017

Seventh Heaven at Samsara

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant 

Sahabat Jalan-Jalan KeNai percaya dengan yang namanya kebetulan? Menurut mr. James dr Rave, Communication & Marketing Director Samsara, tidak ada yang kebetulan di dunia. Jadi kalau kita mengatakan kebetulan begini, kebetulan begitu, sebetulnya tidak ada karena semua sudah ada jalannya.

Bukan suatu kebetulan kalau kita datang ke tempat baru kemudian langsung merasa suka. Atau bahkan ketemu orang baru dan kita langsung merasa 'klik' untuk mengobrol dengannya seperti bertemu sahabat. Semua bisa terjadi dan semua sudah ada jalannya.

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant

Saat bulan Ramadan, biasanya saya sangat selektif menerima undangan berbuka puasa. Lebih suka berbuka puasa di rumah daripada di luar. Tapi saat menerima undangan dari Samsara, hati saya langsung tertarik. Undangan yang dikirim lewat email, didominasi warna hitam dan kuning keemasan itu terkesan wah.

Kuliner di kota besar Indonesia, terutama Jakarta, sangat beragam. Lokal atau mancanegara dengan mudah bisa dicari. Tetep aja sih saya paling tertarik dengan kuliner Indonesia. Apalagi ketika kemudian saya membaca kalimat 'Modern Interpretation of Nusantara Culinary Classic." Masakan Indonesia tuh banyak banget yang enak. Tapi kadang tampilannya masih kurang Instagenic. Saya termasuk yang percaya kalau tampilan suatu kuliner bisa menggugah selera.

Ada resto baru di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan bernama Samsara. Saat saya ke sana, pembangunannya baru sekitar 70% tetapi dijamin gak akan mengganggu tamu yang hendak bersantap di sana. Resto ini khusus menjual kuliner Indonesia klasik dengan tampilan yang modern.

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant

Bangunan putih dengan canopy merah, sudah langsung menarik perhatian. Bila malam hari, tulisan Samsara tidak terlalu kelihatan. Tapi canopy merahnya memang menjadi ciri khas. Saya datang kecepetan, undangan pukul 7 malam tapi pukul 5 sore udah datang. Pengalaman yang udah-udah sih, kalau baru jalan mendekati waktunya berbuka biasanya gak dapat kendaraan atau terkena macet parah. Untunglah di dalam Samsara nyaman banget, gak terlalu berasa juga menunggu hingga 2 jam apalagi sambil ngobrol dengan mr. James, mas Munkee, dan Imawan.

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant 
 Aneka ta'jil untuk berbuka puasa

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant

Saatnya berbuka puasa diawali dengan minum segelas teh manis hangat. Ada 3 takjil yang disediakan yaitu manisan kolang-kaling, fruit cake, dan kolak. Saya hanya memilih kolang-kaling karena gak ingin terlalu kekenyangan pada saat makan menu utama. Rasa kolang-kalingnya agak kemanisan *saya memang tidak begitu menyukai rasa manis*. Rasa manisannya diperkaya dengan nougat dan buah pala. Jadi meskipun agak kemanisan, saya tetap menyukainya. Rasanya jadi unik karena nougat dan buah palanya.

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant

Sekitar pukul 7 malam, kami mulai berkumpul. Meja panjang dengan penataan yang sangat cantik sudah menanti. Ini memang jamuan istimewa. Aslinya penataan mejanya gak seperti itu. Bisa direquest bilang ingin mengadakan jamuan spesial. Tentunya akan ada charge.

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant 
Deconstructed Traditional Beverage
and
Mineral Water Infused with Berries

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant

Sambil menunggu menu starter, kami disajikan rangginang dan krupuk gendar. Bener-bener camilan klasik, ya. Makanan rumahan banget tapi nikmat.

Starter: Lemper Cakalang Fufu

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant 
Lemper Cakalan Fufu, IDR55K
Sticky rice cakes filled with lumber jack tuna ragout and green tomato salsa

Menu starter adalah Lemper Cakalang Fufu. Tidak seperti lemper pada umumnya, lemper ini tidak dibungkus dengan daun. Sahabat Jalan-Jalan KeNai bisa langsung menyantapnya. Isi lempernya padat dengan ragout ikan tuna. Kemudian ada rasa asin manis dari ikan yang disajikan di samping lemper. Green tomato salsanya tidak pedas. Cobain juga bunga kecombrangnya sehingga rasa lepernya semakin komplit.

Entree: Pangsit Panggang Udang Ronggeng

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant
Pangsit Panggang Udang Ronggeng, IDR65K
Pan grilled chicken and shrimp ravioli with sweet and sour chili vinaigrette

Saya suka banget menu satu ini. Pangsit panggang dengan isian udang dan ayam yang padat. Kuahnya itu yang bikin saya langsung suka. Asam, manis, pedas bikin segar. Tapi banyak yang merasa kepedesan juga. Kalau saya sih enggak, malah rasa pedasnya pas banget. Mungkin karena saya suka banget dengan rasa pedas.

Soup: Sop Buntut Jadoel

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant 
Sop Buntut Jadoel, IDR110K
Classic Indonesian oxtail soup served with bone marrow, pickled vegetable, and sambal ijo. 

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant

Biasanya sop buntu disajikan dengan tulang tapi di Samsara tidak. Saya tidak tahu bagaimana prosesnya tapi yang pasti dagingnya lembut. Selain buntut juga diberi sumsum yang tinggal disendokin bila ingin dimakan. Ketika disajikan belum bersama kuah. Sesaat sebelum disantap baru kuahnya dituangkan ke setiap piring. Lalu ada kentang yang dibentuk bola. Rasanya enak dan segar bila ditambahkan jeruk nipis. Sambalnya tidak pedas, mirip seperti sambal ijo di rumah makan padang. Sahabat Jalan-Jalan KeNai juga bisa minta kecap bila ingin.

Granita: Rujak Sorbet

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant
Rujak Sorbet, IDR55K

Sorbet buat kedondong ini terasa dingin di mulut. Ada sedikit rasa pedas juga tapi agak kemanisan. Jadi saya tidak menghabiskannya karena rasanya yang lumayan manis di lidah.

Main Course: Nasi Jagung Seruling Bambu

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant
Nasi Jagung Seruling Bambu, IDR85K
Corn rice cooked in green bamboo with lumber jack tuna, green chili, stinky bean, anchovy, casava leaf, and Indonesian basil

Tidak hanya enak, api kuliner yang satu ini juga rasanya komplit. Nasinya menggunakan nasi jagung yang dimasak menggunakan bambu. Isi di dalam nasinya komplit ada sayur, tuna, anchovy, hingga pete. Iya ada petenya tapi cuma 1. Kalau Sahabat Jalan-Jalan KeNai gak suka pete, mending diurek-urek dulu nasinya buat menyingkirkan petenya. Masih ada tambahan urap, acar, serta rengginang.

Dessert: Celestial Pearl

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant 
Celestial Pearl, IDR55K
An amazingly creative interpretation of es podeng that is designed to impress. Traditional handmade Indonesian durian ice cream hidden like a precious celestial pearl inside a chocolate orb which can only be opened wuth the delicate flow or hot caramel sauce. Served with avocado, diced bread, black rice pudding, and crushed peanuts.

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant

Es podeng terindah yang pernah saya lihat. Di dalam bola coklatnya ada es krim durian. Bola coklatnya akan langsung meleleh ketika disiram dengan saus karame panas. Bola coklat yang meleleh saat disiram kemudian terlihat es krim di dalamnya merupakan satu pertunjukan yang menarik.

Rasanya enak tapi cukup berat. Es krim durian dipadukan dengan coklat terasa berat untuk makanan penutup. Chef Sambas menjelaskan bahwa esnya seharusnya menggunakan es puter rasa durian. Tetapi karena mesinnya belum jadi sehingga untuk sementara menggunakan es krim. Sepertinya memang akan jadi terasa lebih ringan kalau pakai es puter.

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant 
Samsara Excecutive Chef Sambas Herman

Semua makanan yang saya makan rasanya enak, terutama kuliner yang rasanya tidak terlalu manis. Menu-menunya memang masakan Indonesia klasik. Selain yang saya coba, menu lainnya ada bakmi goreng jawa, asinan sayur rawamangun, tahu telur surabaya,  klapper taart, lontong cap gomeh udang bakar, dan masih banyak lagi. Semua nama menunya gak asing bagi saya tapi sajiannya yang membuat menu di Samsara terlihat berbeda. Salut dengan Executive Chef Sambas Herman yang berhasil menyajikan kuliner Indonesia dengan sangat cantik seperti karya seni. Sehingga tidak hanya rasanya yang enak tapi juga penampilannya nikmat dipandang.

Samsara Indonesian Cuisine Restaurant

Mr. James menceritakan tentang lukisan besar yang ada di salah satu ruangan. Lukisan itu tadinya ada di salah satu museum di Bali dan bukan untuk diperjualbelikan. Owner Samsara sudah jatuh cinta dengan lukisan ini sejak pandangan pertama. Dan memang sudah jalannya, akhirnya lukisan tersebut bisa dimiliki.

Tema undangan pada malam itu adalah Seventh Heaven. Surga adalah suatu kenikmatan. Seventh Heaven atau surga ketujuh merujuk kepada kenikmatan tertinggi. Begitulah yang ingin dirasakan bila Sahabat Jalan-Jalan KeNai ke Samsara. Seperti owner Samsara yang langsung jatuh cinta saat melihat lukisan tersebut. Dan menjadi kenikmatan tertinggi ketika lukisan tersebut berhasil dimiliki. Saya pun langsung merasa nyaman dengan suasana yang hangat dan terkesan romantis. Musik yang terdengar tidak biasa tapi rasanya seperti menenangkan dan menyatu dengan suasana. Service dan tentu saja hidangannya turut menambah kenikmatan.

Samsara adalah suatu siklus yang tidak berakhir. Apabila mati maka akan hidup kembali. Spirit Samsara itulah yang akan diwujudkan di resto ini. Salah satunya adalah dengan menghadirkan kembali Rijsttafel.

Dulu, Rijstaffel menjadi sajian andalan di restoran Oasis, Jakarta. Menyajikan Rijstaffel tentu gak sembarangan hanya membawa sederet makanan lalu disajikan begitu saja. Tetapi akan ada seninya. Beberapa presiden Indonesia kerap mengundang tamu negara untuk bersantap di restoran Oasis.

[Silakan baca: Menjadi Indonesia di Oasis Restaurant]

Restoran legendaris ini sekarang sudah tutup. Samsara ingin menghadirkan kembali Rijstaffel yang pernah berjaya di Oasis. Mr James De Rave yang pernah menjadi Cultural Liason Oasis sekian lama tentu sangat paham bagaimana menghadirkan kembali Risjtaffel.

Pada saat saya ke sana, menu ini belum ada. Tapi Sahabat Jalan-Jalan KeNai sama penasarannya seperti saya? Bila sesuai rencana, tepat pada tanggal 17 Agustus, Samsara akan grand launching. Tentu saja dengan menu Risjtaffel. Kita tunggu, ya 😊

Samsara Indonesian Cuisine

Jl. Gunawarman no 16
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110

Open hours: 11.00 s/d 23.00 wib

 

22 komentar:

  1. Wah restonya menyajikan menu ala master chef gitu ya mak, mewah dan unik..

    BalasHapus
  2. Wuii makanannya menarik menarik banget ya... Resto nya juga bagus...

    Anyway deconstructed infused water itu deconstructed nya dimana nya ya? Hehehe bukannya kalo infused water ya selalu begitu? :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada 2 minuman yang disajikan. Yang deconstructed bukan infused waternya tapi yang traditional beverage

      Hapus
  3. agak nyesel buka postingan ini..... padahal dah kenyang Ya Allah.. cobaan macam apa inihhh

    BalasHapus
  4. bikin ngiler dah bulan puasa nii :D

    BalasHapus
  5. Menu2 makanan lama, tapi ditata dan di sajikan sedemikan rupa hingga tampilannya menggoda selera ya mba

    BalasHapus
  6. Ini deket banget sama kantor dan tempat tinggalkuu, pricingnya gmn Mba? Masih affordable apa agak high? Hihi

    BalasHapus
  7. Kayaknya endeuuss yahh..

    BalasHapus
  8. astaga makanannya enak sekali, mantap

    BalasHapus
  9. Enak beud, jadi pengen nyicipin...

    BalasHapus
  10. Sop buntut jadoel kliatan enak nih mba. Eh semua enak-enak sih, mba. Hiihii. Sama seperti yang lain, kayaknya keliru nih buka postingan ini pagi pagi. Hhahaa

    BalasHapus
  11. senang dgn menu dan suasananya... tentram rasanya

    BalasHapus
  12. menu menu sederhana kalau disajikan dengan cara luar biasa jadi wahh banget ya mba Myra. Bahkan jadi bikin ngiler.. hihi untung lagi ga puasa, ga batal deh... Lukisan besar di dindingnya epik banget...

    BalasHapus
  13. nasi jagung seruling bambu, namanya aja dah bikin perut berdendang ya, Chi. Eh,

    Asik ya buat keluarga atau meeting kantor ngobrol santai atau bisnis

    BalasHapus
  14. Menunya bikin semangat ngelibas kalau pas buka puasa hehehheh

    BalasHapus
  15. Pengalaman yang seru ya Mba Myra makan di sini, makan enak dan tempatnya romantiis bingit heheheh

    BalasHapus
  16. Aaaw.. Sop buntut segitu aja 100k glegek banget

    BalasHapus
  17. Aku jd prnasaran pgn dtg pas udh opening mba :).. Namanya juga aku suka sih, samsara, mirip nama parfum yg dulu dipake mama :p.. Btw, porsinya memamng kecil, ato itu hanya efek foto?

    BalasHapus
  18. Weeh ini keren banget mba, duuh ngiler terus kalau liat makanan

    BalasHapus
  19. Wah, tempat dan makanannya kayanya enak-enak. Semoga ada pilihan menu vegan juga, hehehe :D

    BalasHapus
  20. Saya suka sop buntut jadul, karena sop adalah kesukaan saya. Tempatnya begitu lux. jadi keder dan minder jika makan disana nih. Nuansanya megah.

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...