Featured Post

Piknik Lagi di RRREC Fest In The Valley 2017 - Hari Pertama

  Piknik Lagi di RRREC Fest In The Valley 2017 - Hari Pertama

Selasa, 26 September 2017

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk

Harusnya kami sekeluarga traveling ke Singapore. Tapi karena sepupu menikah di Gombong, gak mungkin dong kami malah jalan-jalan. Jadilah rencana jalan-jalannya dimundurin seminggu setelah dari Gombong.

Kabar menikah sepupu saya ini memang temasuk cepat karena ta'aruf. Singkat cerita, salah seorang dosen sepupu saya ini tertarik untuk menjadikannya mantu. Dari obrolan singkat kemudian saling tukeran cv antara sepupu dan calonnya *kayak cv lamaran kerja gitu*, lamaran, dan tidak lama kemudian menikah. Ya kira-kira seperti itulah prosesnya. Kayaknya ketemu langsung ma calonnya aja baru pada saat lamaran.

[Silakan baca: Cerita Sebelum Berangkat ke Singapore]

Namanya juga jalan-jalan, meskipun tujuan utamanya mau datang ke resepsi pernikahan tapi sayang aja dong kalau gak lanjut kemana-mana. Rencananya kami berangkat Jum'at malam dari Bandung, Sabtu pagi hingga siang di acara resepsi, trus lanjut menginap di Semarang hingga Minggu. Dan baru kembali ke Bandung hari Minggu sore.

Tadinya sih mau ke Jogja, tapi saya usulin ke Semarang aja. Abis tiap main ke Gombong seringnya main ke Jogja. Sesekali lah jalan-jalan ke Semarang. Atau kalau gak mau jauh-jauh, wisaa di daerah Purwokerto, lah.

Menjelang hari H, kami mendapatkan kabar kalau pernikahannya hari Minggu. Ya gak mungkinlah jalan-jalan dulu ke Jogja atau Semarang. Udah terlalu cape nanti saat resepsi. Jadi cari destinasi di Gombong aja. Tapi enaknya ke mana, ya?

Hotel Grafika Gombong

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk

Selama ini kalau ke Gombong, kami menginap di salah satu rumah keluarga di sana. Kali ini kami memutuskan mencari hotel saja. Sempat ngobrol-ngobrol ma keluarga besar kalau jadi ke Gombong enaknya menginap di hotel mana. Tapi gak ada satupun yang tau. Sempat googling juga tapi kayaknya agak minim infonya. Akhirnya mamah saya minta tolong salah seorang keponakannya yang orang Gombong untuk booking hotel yang sekiranya nyaman.

Kami berangkat dari Bandung sekitar pukul 10 malam. Cukup melelahkan perjalanan dari Bekasi menuju Bandung. Abis sekarang perjalanan ke Bandung seringnya maceeeettt! Untungnya dari Bandung, kami sewa bis. Jadi lumayan bisa beristirahat sepanjang perjalanan. Apalagi buat suami yang nyetir sampai Bandung kan bisa istirahat saat di bis.

Sepanjang perjalanan nyaris tanpa macet. Mungkin karena bukan musim libur. Tapi ya gitu, deh. Jalan provinsi di Jawa Barat tuh mulus. Begitu masuk Jawa Tengah langsung berasa beda banget karena rusak dan lubang di mana-mana. Gak heran kalau beberapa portal berita juga menyebutnya jalan seribu lubang. Nah yang bikin perjalanan jadi lama tuh karena jalanannya rusak.

Pagi hari kami tiba di hotel Grafika. Sahabat Jalan-Jalan KeNai pernah mendengar terminal wisata Grafika Cikole Lembang? Tempat wisata sekaligus penginapan di daerah Lembang, Jawa Barat. Nah, Hotel Grafika Cikole Gombong ini masih satu group.

[Silakan baca: Menginap di rumah Hobbit, Grafika Cikole]

Meskipun satu group tapi memiliki konsep yang berbeda. Kalau di Gombong hanya hotel tanpa ada wisata alamnya sedikitpun. Sama-sama memiliki area parkir yang luas. Di Gombong, selain hotel juga ada ruang serba guna di area yang sama.


Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Ini bangunan baru di lantai bawah dekat parkiran. Lebih terlihat modern, bersih, dan terang. 

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Kamar di lantai bawah

Bangunannya terlihat agak suram dan tua. Ada juga bangunan baru di salah satu sayap di lantai 3 dan juga di dekat area parkir. Tadinya mamah memilih yang di bawah. Harganya sama dengan kamar di lantai 3 yang kami tempati. Tapi kalau di bawah, kamar mandinya menggunakan bath tub. Mengingat ada beberapa anak kecil yang ikut, mamah merasa kamar mandi dengan bath tub akan bikin anak-anak betah di kamar mandi dan susah diajak kemana pun. Makanya kami memilih beberapa kamar di lantai 3.

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Deretan kamar di lantai 3 untuk bangunan yang baru. Hanya ada 6 kamar 

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Ini di lantai 3 juga tapi bangunan lama. Terlihat gelap dan ornamen di semua pintu terkesan berat

Kamarnya cukup bersih. Sayangnya ada 1 kamar yang ACnya bermasalah dan tingkat hunian di hotel tersebut untuk tipe kamar yang kami inginkan sedang penuh. *Jumlah kamar di hotel Grafika memang gak terlalu banyak* Untung aja ukuran kamarnya cukup luas. Jadi ketika 2 orang sepupu ngungsi ke kamar saya karena kegerahan masih cukup banget.

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk

Satu hal lagi, listriknya sering 'ngejeglek' *bahasa ilmiahnya ngejeglek itu apa, ya? 😅*. Udah berasa kayak di rumah sendiri kalau lagi kelebihan beban, listriknya langsung 'jeglek' hehehe. Mana saat itu lagi ada pertandingan sepakbola Persib vs 'saya lupa lagi hehehe'. Saya sekeluarga gak begitu suka nonton sepakbola. Tapi bagi mayoritas orang Sunda, termasuk keluarga besar saya, Persib itu pentiiiiiinggg! Sampe bela-belain pulang cepat dari pantai juga buat nonton pertandingan Persib. Kebayang kan lagi seru-serunya nonton trus listriknya 'ngejeglek'? 😂

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk

Di hari pertama, kami sempat makan siang di sana. Gak semua keluarga, sih. Sebagian ada yang udah jalan duluan ke rumah yang punya hajat. Setelah makan siang mampir sebentar ke rumah yang punya hajat abis itu yang muda-muda, termasuk saya *uhuk!* memilih untuk jalan-jalan.

Pantai Suwuk

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Semacam kewajiban apa ya kalau di temoat wisata ada tulisan segede gaban berwarna merah kayak gini? 😜

Sempat bingung mau jalan-jalan ke mana saat di Gombong. Pastinya pantai Ayah dan waduk Sempor saya coret dari list. Meskipun udah bertahun lamanya gak ke Gombong, tapi tiap kali ke sana pasti wisatanya hanya ke dua tempat itu melulu 😂

Karena waktunya juga gak banyak, kami pun memutuskan pilih satu tempat wisata aja. Mayoritas pengennya main ke pantai. Di Gombong dan sekitarnya ada beberapa pantai. Setelah cari beberapa artikel di Google *thank you, bloggers!* kami memutuskan untuk main di pantai Suwuk. Dari segi waktu dan lokasi kayaknya yang paling memungkinkan ya ke pantai Suwuk.

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Padahal udah bayar parkir resmi, lho

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
 
Kayaknya sekitar 45 menit kami sudah tiba di pantai. Harga tiket masuk dan parkirnya gak mahal tapi ya gitu deh begitu bis masuk parkiran masih dimintain duit lagi sama tukang parkir liar. Padahal kan udah bayar parkir. Rahasia umum di beberapa kawasan wisata sepertinya begini, ya?

Gak mahal sih mita bayarannya tapi bikin keki. Dimintain IDR15K kayaknya. Kalau aja gak bawa rombongan, saya sih mendingan puter balik, deh! Tapi lihat anak-anak yang udah pada hepi mau main di pantai jadi gak tega juga. Apalagi waktu kami memang minim, males juga cari tempat wisata lain. Jadi tetep bayar meskipun hati gak rela banget.

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Yang ada pesawatnya itu area kolam renang

Pantainya cukup bersih. Entah karena sedang tidak ramai sehingga tidak banyak sampah yang terlihat atau memang selalu dijaga kebersihannya. Di pantai juga ada kolam renang tapi saya tidak melihat ada satupun yang berenang. Sepertinya pengunjung lebih suka main di pantai. Atau memang sedang tutup kolam renangnya? Saya juga gak tau karena hanya mengamati dari luar.

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk

Agak ngeri sebetulnya saya main di pantai ini dengan membawa beberapa anak kecil yang lincah-lincah. Ombak pantai selatan besar-besar.  Saya diam aja masih bisa agak keseret, apalagi anak kecil. Beberapa kali keponakan agak keseret untung cepat ditarik. Suara saya pun sampai hampir habis karena terlalu sering berteriak. Ya namanya anak-anak kadang kan kalau lagi seru suka lupa. Pokoknya saya mengandalkan Keke dan beberapa sepupu yang sudah besar untuk bantuin jaga krucil. Suami, bibi, dan mamang juga ikut bantu ngejaga tapi memang riweuh kalau segerombolan krucil pada pecicilan hahaha. *Saya gak melihat satupun petugas pantai di sana. Atau petugasnya tanpa seragam? Gak tau juga, lah.

Saat kami di sana, beberapa kali kami ditawarkan untuk naik kuda atau naik perahu. Tapi kami tolak karena memang niatnya cuma ingin bermain di pinggir pantai. Iya tadinya cuma ingin menikmati pantai dan sunsetnya. Tapi namanya anak-anak emang kegirangan deh kalau lihat air. Langsung pada main air. Kalau Chi sih udah hapal makanya Keke dan Nai dibawain baju ganti meskipun lupa bawa handuk hehehe. Tapi beberapa krucil akhirnya ada yang beli baju di salah satu penjual. Ya daripada basah-basahan di bis.

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Ini namanya Yutuk

Sebelum pulang, kami beli Yutuk alias undur-undur goreng dulu. Harganya IDR10K per mangkok. Murah meriah dan banyak. Tapi memang rasanya gak sama di setiap penjual. Ada yang renyah dan pas rasanya. Seandainya ada nasi hangat pasti bisa makan banyak hehehe. Ada juga yang keasinan serta aneh gitu rasanya meskipun renyah.

Dari pantai kami langsung ke hotel. Langsung mandi karena badan rasanya udah lengket banget. Cuaca yang panas, air pantai, dan pasir bikin badan terasa semakin lengket. Selesai mandi, kami langsung makan malam nasi kotak dari sepupu sama dibeliin juga nasi goreng. Setelah itu langsung tidur.

Resepsi Pernikahan dan Mencari Oleh-Oleh Sirup Jahe

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Gak kelihatan kayak emak beranak 2 kan ya kalau udah sama para sepupu yang masih kinyis-kinyis gini? 😜

Sebagian keluarga sudah jalan duluan dari pagi untuk menyaksikan akad nikah. Sebagian lagi datang saat resepsi saja. Saya termasuk yang datang saat resepsi. Sempat sarapan dulu di hotel yang ternyata hanya menyediakan nasi goreng.

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Dibawain nasi kotak dari hajatan buat di perjalanan. Sate tempenya enak banget 😋

Setelah semua beres, kami pun check out. Rencananya memang setelah dari resepsi mau langsung pulang ke Bandung. Sempat mampir sebentar di rumah salah seorang sepupu setelah dari resepsi.

Dalam perjalanan pulang, kami sempat mampir di beberapa toko oleh-oleh di Purwokerto. Saya dan suami pengen beli srup jahe. Terakhir jalan-jalan dan melintasi Purwokerto kami sempat memborong sirup jahe. Tapi ternyata kali ini semua toko oleh-oleh yang didatangi tidak ada satupun yang jual sirup jahe. Salah seorang penjual bilang kalau udah gak jual sirup jahe lagi karena udah gak produksi. Kebanyakan jualnya getuk goreng dengan berbagai varian rasa. Kami gak suka getuk goreng jadi gagal bawa oleh-oleh.

Hotel Grafika Gombong dan Pantai Suwuk
Gagal beli oleh-oleh sirup jahe, makan duren dulu aja lah.

Perjalanan cukup lancar hingga Bandung. Kami pun memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Sekalian cape biar istirahatnya di rumah saja. 😊

Hotel Grafika Gombong





35 komentar:

  1. Wah bru kmaren ku posting gombong sekarang teh chi posting suwuk hihi, aku blom pernah ke sini #pdhl warga bumen asli
    Yutuk blom pernah nyobain
    Dan dureeeeeeen pengen ngeduren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi di Kebumen dan sekitarnya banyak pantai ya :)

      Hapus
  2. ruangan hotelnya klasik sekali ya. Itu pesawat sebagai maskot kah di kolam renang mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang udah tua hotelnya. Kayaknya itu perosotan, deh. Tapi saya cuma ngintip sepintas, sih

      Hapus
  3. Balasan
    1. Seingat saya waktu itu pertimbangannya kalau Menganti gak bisa main di pantai. Sedangkan bawa anak-anak pasti mereka merengek pengen main air :)

      Hapus
  4. Dari hotel Grafika ada hotel Permata, Mbak Mira. Dekat pasar Wonokriyo ada Hotel Dunia. Dari Grafika bisa ke Benteng atau Roemah Martha Tilaar, Mbak. Hanya memang anak-anak sukanya ke Pantai. Dan selain Suwuk. Bisa ke Pantai Jetis atau goa Jatijajar.
    Di suwuk ada kolam renang juga. Pasti sempat nyoba mendoan dengan cocolan kecap cabe kan, Mbak? Hehehe.
    Banyak juga ikan asin. Sirup Jahe memang sudah ga ada, Mbak. Yang terkenal di sini sirup Nikisari hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah komplit kayaknya kalau saya ke Kebumen lagi bisa tanya mas Bambang, nih :)

      Hapus
  5. Yutuk iya, wah aka baru tau, kepengen nyoba,?

    Dari lihat photo kolam renang sama pesawatnya kayaknya bagus tu iya mbak, jadi pengen lihat langsung

    BalasHapus
  6. Gampang banget ya bikin anak2 happy, lepas aja di pantai. Hehehee... Kalau di kota kecil memang susah cari hotel standar & kesadaran wisatanya juga kurang. Gampang banget itu ya jodohnya, sungguh beruntung. Makchi masih muda jg kinyis2

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, anak-anak mah asal lihat air udah seneng hehehe.

      Hapus
  7. penasaran dengan yutuk..., seperti udang ngak rasanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agak mirip, Mbak. Tapi ada juga yang rasanya kayak gak seger gitu

      Hapus
  8. Baru lihat yutuk. Kalo gak biasa makan, geli ya Mbak, padahal enak :)

    Hotelnya kelihatannya luas. Kelihatannya nyaman juga. Baguslah sekarang Mbak Chi bikin tulisan ttg hotel ini karena minim informasi di internet ya. Semoga bisa jadi referensi banyak orang yang cari hotel di daerah Gombong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya enak kok kalau segar.

      Hotelnya lumayan luas tapi memang sudah tua

      Hapus
  9. wah hotelnya kok desainnya berasau hommy banget ya. kayak gak di hotel, tapi di rumah.
    tempat mainnya juga enak buat ngebebasin anak lari sana sini
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang di lantai bawa yang ruang baru memang kelihatannya nyaman :)

      Hapus
  10. Aku tau tuh kolam renang yg ada pesawatnya... Pernah baca ulasan blogger siapaa gitu.. Bikin tertarik juga utk ksana mba. Kalo pantainya, aku jg ga berani mba main2 di situ.. Pokoknya pantai yg msh bagian laut selatan, mending utk diliat2 aja deh :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pantai selatan memang gede-gede ombaknya. Tapi susahya kalau bawa anak kecil kan gitu :D

      Hapus
  11. Aku pas ke Pantai Suwuk, ombaknya juga lmyn besar mba.. Jadi cuma bisa lihat, nggak berani mendekat.

    Grafika hotel, jaringannya kayaknya lmyn banyak ya. Di Jogja juga ada. Tapi posisi di pinggiran juga..

    Btw, kok nggak nambah daya listrik aja ya, klo njeglak njeglek kan ga nyaman juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. pantai selatan memang begitu ombaknya. Iya, Grafika hotelnya lumayan banyak.

      Hapus
  12. pantai itu selalu menyenagkan bagi anak2 ya

    BalasHapus
  13. Itu tempe dibikin kayak sate ya. Orang Jawa memang kreatif. keliatan kayak sate ayam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kayak sate ayam, ya? Padahal itu tempe dan rasanya enak banget :)

      Hapus
  14. Keren banget mbak, di area kolam renang ada pesawatnya...

    BalasHapus
  15. mba aku salfok bukan sama hotel atau pantainya yg bayarannya mayan 15k hahaha tapi itu Yutuk undur3 goreng alamak ko akupenasaran itu enakkah?geli kenyal kah makannya??hahaha soalnya baru liat banget ini 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. enak, Mbak. Renyah dan gurih gitu :D

      Hapus
  16. Waaaah durennya bikin jadi pengen.... hahhaha Gombong ini aku sering lewat tapi gak pernah mampir, nanti coba mampir sekali kali hehe

    BalasHapus
  17. Wah aku yang orang Purworejo yang notabene deket sama Kebumen malah belum pernah ke Pantai Suwuk. Nah, kalau yutuknya malah pernah nyobain tapi yutuk yang jadi toping di atas rempeyek gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pernah denger juga katanya enak dibikin rempeyek :)

      Hapus
  18. Kufokus sama biaya masuk pantai yang murah plus pesawat di kolam renang itu. Unik :D seriusan baru tahu kalau undur-undur bisa di makan hihihi kukira itu udang sebelum baca deskripsinya

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...