Selasa, 10 Februari 2015

Seperti di Negeri Dongeng di Istana Anak-Anak TMII

istana anak-anak tmii
 Para badut 'siap' menyambut anak yang ingin bermain di istana anak-anak

Seperti di Negeri Dongeng di Istana Anak-Anak TMII, setiap kali saya melihat tempat tersebut. Ingatan masa kecil tersebut masih melekat kuat hingga sekarang. Tapi, ketika kecil, gak pernah sekalipun mampir ke Istana Anak-Anak. Orang tua saya lebih sering mengajak anak-anak mengunjungi berbagai rumah adat dan kemudian berpiknik (kalau kata orang sunda, mah botram) setiap kali berkunjung ke TMII. Beberapa tahun kemudian (saya lupa pastinya, kalau gak salah anak-anak masih pada balita), keinginan saya untuk bisa berkunjung ke tempat ini baru tercapai. Pake alasan pengen ajak anak-anak *modus* hahaha.

Desember 2014 ...

Kami berkesempata untuk datang ke Istana Anak-Anak TMII lagi. Kali ini buka karena modus. Tapi Nai ikut lomba mewarnai di CnS Junior Grand Competition 2014. Acaranya diselenggarakan di Istana Anak-Anak. Sambil menunggu Nai selesai lomba yang berlangsung sekitar 1,5 jam, saya dan Keke pun berkeliling tempat ini.

Saya: "Jalan terus, jangan foto-foto, Ke!"

Saya memperingati Keke yang dari tadi asik foto area istana anak-anak. Saya mulai memperingati Keke ketika dia kelihatan pengen foto salah satu badut kelinci yang sudah siap berpose.

Sempat ketangkap kamera juga, nih :) Difoto dari agak jauh, jadi gak bakal bisa ngejar haha

Saya teringat waktu kunjungan pertama kali ke tempat ini. Ada beberapa badut kelinci berjalan-jalan. Namanya juga anak-anak, melihat badut lucu, mereka pengen difoto bareng, dong. Saya, anak-anak, dan salah satu badut pun mulai berpose. Suami yang fotoin.

Apa yang terjadi kemudian? Ketika selesai berfoto, kami dikejar-kejar badut kelinci tersebut untuk dimintai bayaran! Kami pun terpaksa membayar Rp5.000,00 untuk badut tersebut. Sebetulnya buka nominalnya yang bikin kami jadi merasa terpaksa membayar. Tapi, sama sekali gak ada pembicaraan tentang harus membayar sebelum berfoto.

Seperti banyak badut di berbagai tempat, para badut yang ada di istana anak-anak itu pun bertingkah biasa. Menyapa anak-anak dengan gerakan tubuh. Ketika kami meminta foto, badut tersebut langsung bersedia tanpa ada pembicaraan tentang uang. Jadi kami benar-benar berpikir seperti banyak badut yang pernah kami temui di banyak tempat yang dengan sukarela berfoto bersama. Sama sekali gak nyangka kalau kemudian kami akan dikejar-kejar karena katanya belom bayar. Itupun tarifnya terserah, katanya. Ya, udah, kami kasih aja Rp5.000,00.

Caranya sama sekali gak ngenakin. Makanya karena kejadian tersebut, saya meminta Keke untuk tidak sekalipun foto para badut tersebut. Daripada nanti terpaksa bayar. Males deh kalau sampe ngalamin kejadian dua kali.

Istana Anak-Anak diresmikan pada tanggal 20 April 1986. Tujuan didirikannya istana seluar hampir 4Ha ini adalah pendidikan bagi anak sama pentingnya dengan bermain. Di dalam istana anak ini ada berbagai permainan tradisional, wayang, dan dongeng anak Indonesia yang dipamerkan.

Lagi ada pameran foto ketika kami kesana

Bagian dalam istananya sendiri tidak terlalu luas. Lebih luas area terbuka. Di halaman dalam, ada pendopo besar dengan panggung. Sedangkan di halaman luar ada berbagai permainan. Ada permainan yang gratis, seperti perosotan. Tapi, ada juga yang harus bayar. Untuk makan, kita bisa bawa makanan sendiri atau beli di sana.

Di halaman dalam ada pendopo yang lumayan besar. Katanya sih bisa menampung 1000 orang. Tepat di samping pendopo ada kolam renang. Harus bayar lagi kalau mau berenang.

Tepat di samping Istana Anak-Anak ada kolam renang. Saya gak tau berapa harga tiketnya. Kelihatannya agak jadul kolam renangnya. Kalau siang, saya melihat banyak rombongan anak sekolah yang berenang di sana.

Kalau yang ini gratis. Tapi ada juga permainan yang berbayar seperti mandi bola, kereta mini, dan lainnya

Kalau ke Istana Anak-Anak, anak-anak senang bermain di playgroundnya. Kalau saya, suka foto-foto di bagian atas istanya hehehe. Tapi, buat kami tempat ini, cukup dikunjungi sekali saja. Kecuali kalau ada event tertentu yang mengharuskan kami kesini, mungkin kami akan datang lagi

HTMnya Rp10.000,00 dan berlaku untuk anak umur 3 tahun ke atas. Jalan-jalan kesini bisa dibilang murah dan enggak juga. Kalau kita cuma pengen lihat-lihat barang yang dipamerin, main di playground, dan makan bawa sendiri berarti termasuk murah. Tapi, kalau main berbagai permainan yang berbayar trus makan di kantin yang ada di sana, totalnya mungkin bisa jadi gak murah juga. Jadi, tergantung masing-masing pengunjung, sih :)

Foto di atas istana, sambil nikmati angin yang bertiup hehe

Istana Anak-Anak TMII

Lokasi: Taman Mini Indonesia Indah
HTM: Rp10.000,00 (berlaku untuk anak usia 3 tahun ke atas)

32 komentar:

  1. Saya sejak kecil suka dongeng mak, jadi baca ini kaya kembali jadi anak-anaknya , infonya cukup detail. saya ke TMII tapi tak bisa ke banyak wahana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kata saya, ke TMII mending nyicil-nyicil. Jangan sekaligus ke banyak wahana :D

      Hapus
  2. Blog mak Myra cakeep, blog aku masih sederhana sekalee

    BalasHapus
  3. daya tariknya itu ada di istana anaknya... bolak balik ke sana dua anak ku gak osen2.. serasa jadi princess hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi anak-anak memang daya khayalnya tinggi, ya hehe

      Hapus
  4. Waahhh badutnya kog maksa gitu ya. Ga berkah tuh kalau ga ada perjanjian akadnya *kata anakku*

    BalasHapus
  5. ngeceeng poto bareng badut aahh :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. asal siapin uang lima ribu, Teh hehe

      Hapus
  6. Tempat main waktu kecil sering ke taman mini, berkali2 masuk istana juga..pas smp lebih sering lagi sebab nama smpnya aja 259 TMII hehehee...

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, pantesan sering main ke TMII, ya :)

      Hapus
  7. Aku jg belom pernah ke tmii... bener2 istana anak2 yah... seruuu dan ga mahal...

    BalasHapus
  8. kapan ya TMII buka cabang di Semarang ;)

    BalasHapus
  9. Dulu pernah ke tmii, tp nggak kesempet ke sini mak, wktu berkunjung keburi abisss..hadeehhh..

    BalasHapus
  10. Sering ke lokasi ini tapi selalu gagal ambil foto kece seperti di Blog ini Mba :D
    Saya juga jadi inget masa SD, suka lihat gedung ini di majalah Bobo, berkhayal ingin ke sana eh kesampaian udah punya anak , alhamdulillah bisa mondar mandir ke sana sekarang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. assiikk.. kita kesana lagi, yuk! foto-foto bareng :)

      Hapus
  11. samaa. dulu pernah ke TMII tapi sampai sekarang belum kesampaian buat ke istananya, cuma mandangin dari atas gondola. karena waktu itu udah sore dan rombongan mau pulang.. hihi

    BalasHapus
  12. Dulu zaman smu, sempet study tour ke TMII dan kesini. Sekarang dah tinggal di jakarta malah ngak perna main kesini ataupun monas hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cumi mah jalan-jalan ke luar kota melulu :D

      Hapus
  13. saya belum pernah loh ke tmii huhu...
    badutnya bikin males ya...

    BalasHapus
  14. aku terakhir kesini pas SD hehehe..pingin banget ke sini lagi^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau Mak Hanna ke Jakarta, harus kontakan, yaa! Biar kopdar :D

      Hapus
  15. Wah.... tmii cuma selemparan batu dari rumah, sekolah vania juga temboknya nempel sm tmii hehehehe..
    dan karena deket, jadi jarang ke tmii

    faktor apa yah yg spt ini...? padahal orang dari mana2 jauh2 datang ke tmii yak... :-P

    kalo tentang badut emang gitu mak... peraturan tak tertulis.. hihihi..
    hari biasa malah badut2 itu "meluber" sampe keluar area tmii dan mangkal di lampu2 merah seberang pintu masuk tmii..

    dadah-dadah kalo di motor/mobil ada anak kecil... biasanya kalo lagi berenti bnyk juga yg kasih... hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasa itu, Mbak. Kalau deket malah jarang dimampirin :D

      Hapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...