Suami: "Bukannya blog yang utama udah ada label jalan-jalan? Ngapain bikin blog lagi?"

Pertanyaan suami saya beberapa minggu lalu ketika saya meminta izinnya supaya blog jalan-jalan KeNai ini menjadi [dot]com. Memang benar apa yang suami saya bilang kalau blog saya yang www.kekenaima.com itu sudah ada label jalan-jalannya.

Trus, kenapa saya bikin blog khusus jalan-jalan lagi karena merasa sekarang lagi masanya nyaman untuk jalan-jalan bersama keluarga. Dalam artian, anak-anak udah semakin bisa diajak berdiskusi mau jalan kemana. Udah lebih banyak pilihan destinasi, gak cuma ke playground melulu. Udah bisa dan mau bawa barang masing-masing. Pokoknya udah gak serempong kayak waktu mereka masih balita hehe.

Nah, blog ini nantinya akan menceritakan tempat yang kami kunjungi, bagaimana kesananya, keseruan yang dialami, dan lain-lain. Kalau di blog yang satunya, tetap akan ada label jalan-jalan tapi lebih membahas sisi parenting yang kami dapat setelah berjalan-jalan.


Memilih Niche Blogging atau General Blogging?


Seringkali, saya mendengar pertanyaan dari sahabat-sahabat blogger yang blognya masih 'gado-gado', "Perlukah blog itu ber-niche?"

Pertanyaan itu memang gak selalu ditujukan ke saya. Seringkali juga, saya hanya mendengar. Tapi untuk saya, jawabannya itu kembali ke masing-masing. Kebutuhan kita apa? Nyamannya gimana? Seringkali untuk mendapatkan jawabannya butuh proses.

Sejak awal ngeblog (sekitar tahun 2007), niat saya memang ingin menulis tentang cerita sehari-hari anak-anak saya. Tapi tetep aja diawal ngeblog, tulisan saya banyak campur-campur. Gak melulu tentang anak. Pelan-pelan, semakin sering meulis, saya mulai fokus ke cerita tentang anak-anak saya. Untuk hal-hal di luar anak-anak, saya mulai menulis di blog lain. Berbeda, dengan cerita yang blog parenting. Kalau blog ini dari awal memang khusus untuk jalan-jalan. Sudah dibuat sejak Juli 2013, tapi baru aktif beberapa bulan terakhir ini :D


Untuk saat ini, blog ber-niche memang jadi pilihan saya. Kalau mau nulis tentang jalan-jalan di blog ini, blog menulis parenting di blog itu, menulis resep di blog lainnya. Di blog general juga sebetulnya bisa. Karena setiap palform blog kan mempunyai widget label. Kita bisa membuat label untuk setiap tulisan. Tapi, saya merasa menulis di blog berniche membuat saya lebih fokus menulisnya.

Suka duka ketika ngeblog jelas ada, lah. Dukanya itu kalau udah lama gak nulis (biasanya abis jalan-jalan atau sakit) untuk membangkitkan semangat menulis itu yang rada susah. Kalau untuk ide sih, alhamdulillah sejauh ini, saya belum pernah mentok ide kalau untuk menulis di blog. Sukanya tentu lebih banyak. Punya tempat untuk menyimpan kenangan, menambah teman, bahkan dari kegiatan ngeblog sudah mulai bisa nambah-nambah uang jajan hehe.Apalagi kalau dapet hadiah dari berbagai lomba besar maupun GA, saya suka mendadak 'norak-norak' bergembira *langsung pengen koprol*. Tapi, kalah dari sebuah lomba atau GA juga mengajarkan saya untuk berbesar hati dan tetap menjaga semangat :D


Dari beberapa banyak pengalaman ngeblog, salah satu yang paling berkesan adalah ketika Keke di wawancara tabloid Nakita. Saat itu saya baru setahun ngeblog. Taunya itu cuma menulis dan sesekali blogwalkin. Sama sekali gak tau kalau blog ada komunitasnya. Apalagi yang namanya SEO *mungkin dulu saya akan berpikir, makanan apa itu? hihihi* Makanya gak nyangka banget ketika dari tabloid Nakita nelpon, katanya baca salah satu postingan saya, dan tertarik ingin mewawancarai Keke.

Tip yang bisa saya kasih dari pengalaman itu adalah ngeblog memang butuh proses. Tapi, walopun kita blogger pemula sekalipun, sebaiknya content harus diperhatikan. Usahakan menulis content yang berkualitas. Paling gak jangan menulis yang menyinggung SARA, berbahasa kasar, ngalay, atau mengharu-biru terus menerus. Kita gak pernah tau suatu saat tulisan kita akan dibaca sama siapapun termasuk dari media atau brand besar :)

Ada, sih, keinginan untuk merambah ke area lain tapi tetap di dunia tulis-menulis, misalnya menulis di media bahkan kalau perlu menulis buku. Ini merupakan tantangan terbesar saya. Setiap kali ingin menulis untuk media lain, mendadak saya seperti gak tau ingin menulis apa. Kalaupun akhirnya tau, saya (lagi-lagi) lebih suka menuangkannya di blog. Sudah terlalu nyaman di blog. Rasanya sesekali saya perlu keluar dari zona nyaman dengan menulis di media lain.


Pernah bikin buku antologi bersama teman-teman Warung Blogger. Semoga setelah ini, akan banyak karya saya di media lain selain di blog, ya :)


Jadi, niche blogging vs general blogging, lebih baik mana? Kalau kata saya, sih, kembali ke niat penulisnya. Dimana nyamannya? Nyaman dari segalanya, ya. Termasuk dari segi waktu. Karena blog, kan, juga perlu diurus hehe.

Walopun ada juga yang berpendapat kalau niche blogging itu lebih mudah buat personal branding. Tapi, buat saya yang penting itu bagaimana kita rutin menulis dulu. Gak perlu setiap hari menulis, yang penting konsisten. Kalau udah konsisten, nanti akan tau sendiri mau pilih yang mana. Pokoknya jangan kebanyakan mikir, langsung praktekan aja. Dan, bisa jadi dari mulai ngeblog adalah awal langkah untuk menulis buku. Semangat! :)