Ticker

6/recent/ticker-posts

Niche Blogging vs General Blogging

Niche blogging vs general blogging


Suami: "Bukannya blog yang utama udah ada label jalan-jalan? Ngapain bikin blog lagi?"

Pertanyaan suami saya beberapa minggu lalu ketika saya meminta izinnya supaya blog jalan-jalan KeNai ini menjadi [dot]com. Memang benar apa yang suami saya bilang kalau blog saya yang www.kekenaima.com itu sudah ada label jalan-jalannya.

Trus, kenapa saya bikin blog khusus jalan-jalan lagi karena merasa sekarang lagi masanya nyaman untuk jalan-jalan bersama keluarga. Dalam artian, anak-anak udah semakin bisa diajak berdiskusi mau jalan kemana. Udah lebih banyak pilihan destinasi, gak cuma ke playground melulu. Udah bisa dan mau bawa barang masing-masing. Pokoknya udah gak serempong kayak waktu mereka masih balita hehe.

Nah, blog ini nantinya akan menceritakan tempat yang kami kunjungi, bagaimana kesananya, keseruan yang dialami, dan lain-lain. Kalau di blog yang satunya, tetap akan ada label jalan-jalan tapi lebih membahas sisi parenting yang kami dapat setelah berjalan-jalan.

Niche Blogging vs General Blogging


Seringkali, saya mendengar pertanyaan dari sahabat-sahabat blogger yang blognya masih 'gado-gado', "Perlukah blog itu ber-niche?"

Pertanyaan itu memang gak selalu ditujukan ke saya. Seringkali juga, saya hanya mendengar. Tapi untuk saya, jawabannya itu kembali ke masing-masing. Kebutuhan kita apa? Nyamannya gimana? Seringkali untuk mendapatkan jawabannya butuh proses.

Sejak awal ngeblog (sekitar tahun 2007), niat saya memang ingin menulis tentang cerita sehari-hari anak-anak saya. Tapi tetep aja diawal ngeblog, tulisan saya banyak campur-campur. Gak melulu tentang anak. Pelan-pelan, semakin sering meulis, saya mulai fokus ke cerita tentang anak-anak saya. Untuk hal-hal di luar anak-anak, saya mulai menulis di blog lain. Berbeda, dengan cerita yang blog parenting. Kalau blog ini dari awal memang khusus untuk jalan-jalan. Sudah dibuat sejak Juli 2013, tapi baru aktif beberapa bulan terakhir ini :D


Untuk saat ini, blog ber-niche memang jadi pilihan saya. Kalau mau nulis tentang jalan-jalan di blog ini, blog menulis parenting di blog itu, menulis resep di blog lainnya. Di blog general juga sebetulnya bisa. Karena setiap palform blog kan mempunyai widget label. Kita bisa membuat label untuk setiap tulisan. Tapi, saya merasa menulis di blog berniche membuat saya lebih fokus menulisnya.

Suka duka ketika ngeblog jelas ada, lah. Dukanya itu kalau udah lama gak nulis (biasanya abis jalan-jalan atau sakit) untuk membangkitkan semangat menulis itu yang rada susah. Kalau untuk ide sih, alhamdulillah sejauh ini, saya belum pernah mentok ide kalau untuk menulis di blog. Sukanya tentu lebih banyak. Punya tempat untuk menyimpan kenangan, menambah teman, bahkan dari kegiatan ngeblog sudah mulai bisa nambah-nambah uang jajan hehe.Apalagi kalau dapet hadiah dari berbagai lomba besar maupun GA, saya suka mendadak 'norak-norak' bergembira *langsung pengen koprol*. Tapi, kalah dari sebuah lomba atau GA juga mengajarkan saya untuk berbesar hati dan tetap menjaga semangat :D

Dari beberapa banyak pengalaman ngeblog, salah satu yang paling berkesan adalah ketika Keke di wawancara tabloid Nakita. Saat itu saya baru setahun ngeblog. Taunya itu cuma menulis dan sesekali blogwalkin. Sama sekali gak tau kalau blog ada komunitasnya. Apalagi yang namanya SEO *mungkin dulu saya akan berpikir, makanan apa itu? hihihi* Makanya gak nyangka banget ketika dari tabloid Nakita nelpon, katanya baca salah satu postingan saya, dan tertarik ingin mewawancarai Keke.

Tip yang bisa saya kasih dari pengalaman itu adalah ngeblog memang butuh proses. Tapi, walopun kita blogger pemula sekalipun, sebaiknya content harus diperhatikan. Usahakan menulis content yang berkualitas. Paling gak jangan menulis yang menyinggung SARA, berbahasa kasar, ngalay, atau mengharu-biru terus menerus. Kita gak pernah tau suatu saat tulisan kita akan dibaca sama siapapun termasuk dari media atau brand besar :)

Ada, sih, keinginan untuk merambah ke area lain tapi tetap di dunia tulis-menulis, misalnya menulis di media bahkan kalau perlu menulis buku. Ini merupakan tantangan terbesar saya. Setiap kali ingin menulis untuk media lain, mendadak saya seperti gak tau ingin menulis apa. Kalaupun akhirnya tau, saya (lagi-lagi) lebih suka menuangkannya di blog. Sudah terlalu nyaman di blog. Rasanya sesekali saya perlu keluar dari zona nyaman dengan menulis di media lain.

Pernah bikin buku antologi bersama teman-teman Warung Blogger. Semoga setelah ini, akan banyak karya saya di media lain selain di blog, ya :)

Jadi, niche blogging vs general blogging, lebih baik mana? Kalau kata saya, sih, kembali ke niat penulisnya. Dimana nyamannya? Nyaman dari segalanya, ya. Termasuk dari segi waktu. Karena blog, kan, juga perlu diurus hehe.

Walopun ada juga yang berpendapat kalau niche blogging itu lebih mudah buat personal branding. Tapi, buat saya yang penting itu bagaimana kita rutin menulis dulu. Gak perlu setiap hari menulis, yang penting konsisten. Kalau udah konsisten, nanti akan tau sendiri mau pilih yang mana. Pokoknya jangan kebanyakan mikir, langsung praktekan aja. Dan, bisa jadi dari mulai ngeblog adalah awal langkah untuk menulis buku. Semangat! :)

Posting Komentar

40 Komentar

  1. Saya masih suka gado-gado mba :)

    BalasHapus
  2. Terdaftar! Terima kasih sudah berpartisipasi ^^

    Wah.. niche itu masih jadi PR besar buat saya. Namun meski blog-ku general, selalu ada hal yang jadi dominan. Semoga itu udah bisa membranding personal diri saya. :)

    BalasHapus
  3. Jika sudah ada label memang mendingan optimasikan di satu blog itu aja Mba, bener kata suamimu hehehe.....
    Tapi kalau waktu longgar, bisa bikin Blog niche.
    Sama2 Oke.... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. di blg utama yang parenting udah saya optimasikan. Cuma memang dengan beberapa alasan, saya butuh blog baru lagi. Semoga semuanya bisa konsisten :)

      Hapus
  4. sampai saat ini belum menemukan niche blog hehehe

    BalasHapus
  5. Saya itu ya Mak, punya satu nulis konsisten sudah bersyukur hehehe, tp kalo byk wktu luang mgkn ya merambah ke mana-mana. Punya ternak blog mgkn hehehe

    BalasHapus
  6. aku sekarang udah punya blog lain baru myr :) isisnya review fim yang aku tonton sama buku. tapi yang buku nih belum ada isinya :)

    BalasHapus
  7. Chi, keren euy, Bunda sampe sekarang belum ngerti tuh apa artinya niche.(mau googling ah!) trus tentang kontent yang gado-gado emang sekarang jadi bikin bingung. Pengen cari doku, blognya gado-gado, menurut Bunda gak ada yang bisa menarik pihak lain tuh, hehe... Jadi sekarang kudu belajar deh lebih keras dan ulet. Nice posting, Chi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan ada label di setiap blog. Kalau masih gado-gado optimalkan labelnya, Bunda

      Hapus
  8. Saya juga punya blog gado-gado, di persobal blog lebih luas ulasannya. Trus juga lagi fokus membangun blog berniche berita jogja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saya suka baca blognya yang tentang Jogja :)

      Hapus
  9. sy juga masih 1 blog...mau beranak pinak n fokus...lah ini saja susah diurus....sukses mak untuk niche blognya

    BalasHapus
  10. Aku juga Ci..makin kesini makin ngerasa bahwa passionku nulis blog lebih ke arah ttg keluargaku

    BalasHapus
  11. Sama mak Chi, aku juga sekarang akhirnya mikir-mikir buat bikin blog lain untuk craft. Karena memang gak bisa digabungin. Secara untuk craft, itu jg jd portofolioku juga ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau memang dirasa perlu, ternak blog pun gak apa-apa, ya, Mak :)

      Hapus
  12. Awalnya aku ngeblog sampai sekarang, isinya general niche yang aku alami sehari-hari. Tapi, sampai suatu saat saya buat 1 niche isinya tentang sulap semua. Hehehe.. Semua ada waktunya untuk membuat niche khusus diblog :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas Aldy sekarang memang mulai identik dengan sulap :D

      Hapus
  13. wah, saya cukup sering kayaknya main ke blog coklat gosong.
    tapi baru tau itu blog ada GA nya. goodluck ya :)

    BalasHapus
  14. saya baru berani bikin blog buku... kepingin juga sih blog lain2, tp nanti yg blog utama isinya apa dong hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak usah banyak-banyak kalau memang gak diperlukan, Mak

      Hapus
  15. Saya nih contoh yg bingung mau ber-niche apa hihihii...blognya gado2 nggak jelas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha, kan Mbak Uniek punya juga blog berniche. Itu yang postcard :)

      Hapus
  16. iya mak, yg penting adalah rutin menulis :)

    BalasHapus
  17. dari awal aku menulis blog, tujuanku udh bulat cuma menulis ttg traveling dan kuliner mba :) Kuliner aku anggab ga bisa dipisahinkan ama traveling. masa pas traveling ga makan samasekali ;p makanya waktu ada yg minta aku utk menuliskan sesuatu diluar konteks traveling ato kuliner, aku lgs tolak dgn halus. kecuali kalo suatu saat nanti aku bikin blog yg berkisah ttg hal lain, di luar traveling dan kuliner, bolehlah aku trima tawarannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga kalau terlalu jauh dari apa yang biasa saya tulis, selalu menolak, Mak

      Hapus
  18. Kalau saya pengennya punya blog ber niche ria, tetapi ternyata saya belum bisa konsisten dan sesabar Mak Myra :)

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)