Setelah lebih dari satu bulan hanya bisa berdiam diri di rumah karena alergi kambuh dan bikin kondisi badan serta mood lumayan ngedrop, rasanya rindu banget menghirup udara luar. Selama masa pemulihan, linimasa media sosial saya terus "merayu" dengan cuplikan film Na Willa yang terlihat begitu hangat dan nostalgik. Begitu badan mulai terasa bugar, saya langsung mengajak suami kencan untuk menontonnya. Gak menyangka, ajakan saya langsung disetujui saat itu juga. Kirain suami bakal bilang tunggu sampai sehat banget.
"Serius nonton hari ini juga?"
"Iya. Coba aja Bunda lihat jadwal nonton trus beli online aja tiketnya."
Suami juga mengusulkan pulangnya kami mampir makan ketoprak atau
nasi uduk
kaki lima favorit. Sejujurnya, masih ada sedikit rasa was-was di hati,
khawatir kondisi fisik kembali menurun jika terlalu lama di luar rumah.
Makanya rencana awal saya sebenarnya langsung pulang sehabis menonton.
Tapi, siapa yang bisa menolak godaan kulineran di pinggir jalan, apalagi
setelah berminggu-minggu kami absen menikmati quality time di akhir
pekan? Akhirnya, janji makan ketoprak pun resmi menjadi penutup agenda
kencan kami malam itu.
Ekspektasi Outfit Ceria ala Na Willa, Realitanya Malah Pakai Training Seperti Habis Olahraga
Saking antusiasnya menyambut momen kencan perdana setelah sakit, saya
sudah berniat menyiapkan
outfit sejak siang
hari. Gamis warna pastel dan outer
warna-warna ceria
seperti karakter
Na Willa. Namun,
saking asyiknya bersantai, saya sampai tidak menyadari hari sudah beranjak
sore. Gak ada waktu untuk berdandan. Alhasil, ambisi tampil modis pun
luntur.
Pilihan saya jatuh pada kaos, jaket, celana training, kaos kaki, dan sepatu kets, bahkan tanpa pulasan make-up sedikit pun. Jilbab juga pakai yang instan. Penampilan saya sore itu benar-benar mirip orang yang baru pulang olahraga dari Velodrome. Tapi dipikir-pikir, ini justru pilihan paling tepat. Badan saya tetap terasa hangat dan nyaman di dalam studio bioskop yang dingin.
Pilihan saya jatuh pada kaos, jaket, celana training, kaos kaki, dan sepatu kets, bahkan tanpa pulasan make-up sedikit pun. Jilbab juga pakai yang instan. Penampilan saya sore itu benar-benar mirip orang yang baru pulang olahraga dari Velodrome. Tapi dipikir-pikir, ini justru pilihan paling tepat. Badan saya tetap terasa hangat dan nyaman di dalam studio bioskop yang dingin.
Mengira Bakal Sepi Penonton, Ternyata Strategi "Go-Show" Nyaris Berujung Gagal Nonton
Awalnya, saya sudah membuka aplikasi untuk pesan tiket online, namun niat itu diurungkan karena melihat baru empat kursi yang terisi. Saya membatin, "Ah, kelihatannya bakal sepi penonton, beli langsung di loket. Santai." Namun, begitu sampai di bioskop, dugaan saya meleset. Ternyata kursi yang tadinya kosong sudah hampir penuh terisi oleh penonton yang tak kalah antusias ingin melihat kisah Na Willa. Alhasil, strategi go-show saya gagal. Kursi incaran kami sudah dikuasai orang lain dan terpaksa menerima deretan kursi agak depan. Pelajaran berharga buat saya, nih, lebih baik langsung amankan tiket secara online, apalagi untuk film yang memang sedang hangat dibicarakan seperti ini.
"Bun! Gak ada film Na Willa di sini."
Sebelum beli tiket, saya sempat kaget ketika suami bilang gak ada film Na Willa di bioskop XXI Arion Mall yang kami datangi. Lha, gimana bisa gak ada? Tiket onlinenya masih dijual, kok.
Suami menunjuk layar tv di tempat pembelian tiket. Eyaampun! Itu infonya kan ganti-ganti terus, ya. Udah gitu untuk Na Willa, penayangan akhir pukul 7 malam. Nah, pas suami lihat memang lagi gak ada keterangan Na Willa. Itu pun tadinya dia masih agak ngotot. Sampe saya bilang, "ayah gak dipake sih kacamatanya!" Ih! Bikin kaget aja! Hehehe.
Kebanyakan penonton Na Willa malam itu adalah keluarga muda yang masih memiliki anak kecil. Rasanya hanya kami sepasang jelita-lolita yang menonton tanpa membawa anak. Ya, gak apa-apa, kan, filmnya untuk semua umur. Lagipula film lainnya yang tayang adalah film horror. Saya gak suka genre horror.
Ulasan tentang film Na Willa sudah saya tulis di blog www.kekenaima.com, ya. Di sini, saya lebih bercerita tentang pengalaman kencan kami di akhir pekan.
Niatnya Cuma Nonton Na Willa, Akhirnya Jajan Juga Gara-Gara Voucher XXI
Sebelum berangkat, saya dan suami membuat kesepakatan kecil, "Kita nonton
aja, ya. Gak usah jajan, kan, rencananya nanti mau makan ketoprak." Saya
pun mengangguk mantap. Sebagai antisipasi, saya sempatkan menyantap
sepotong kecil banana cake di rumah agar perut tidak keroncongan di tengah
film.
Namun, pertahanan suami langsung runtuh begitu saja ketika mendapatkan
voucher makanan dan minuman di XXI saat membeli tiket. Dengan alasan sudah
memasuki jam makan malam dan perut mulai terasa lapar, suami memutuskan
untuk menukarkan voucher tersebut. Hmmm ... padahal di rumah udah
ditawarin makan sepotong kue dulu, tapi ditolak. Jadinya, lapar kan begitu
sampai bioskop hehehe.
Memang, jajan popcorn dan minuman seolah sudah jadi ritual wajib kami setiap menonton di XXI. Tapi, kali ini sempat ada perasaan dilema yang muncul. Di satu sisi ada godaan camilan bioskop, di sisi lain ada janji makan ketoprak yang sudah menanti. Dalam hati saya membatin, "Duh, kira-kira nanti perut masih muat gak ya untuk makan ketoprak?"
Memang, jajan popcorn dan minuman seolah sudah jadi ritual wajib kami setiap menonton di XXI. Tapi, kali ini sempat ada perasaan dilema yang muncul. Di satu sisi ada godaan camilan bioskop, di sisi lain ada janji makan ketoprak yang sudah menanti. Dalam hati saya membatin, "Duh, kira-kira nanti perut masih muat gak ya untuk makan ketoprak?"
Cukup membayar Rp100 ribu, kami mendapatkan 2 popcorn, 2 minuman dingin,
dan 1 hot dog. Popcornnya dapat 2 macam yaitu caramel dan asin. Untuk
minumannya bisa memilih. Saya memilih java tea, sedangkan suami memilih
lemon tea. Hot dognya bisa memilih level pedas. Buat suami aja hot dog-nya
karena dia, kan, yang kelihatannya lebih lapar hehehe.
Menutup Kencan dengan Ketoprak Wing Cipinang
Menutup Kencan dengan Ketoprak Wing Cipinang
Meski perut sudah sedikit terisi camilan bioskop, kami tetap ingin jajan
di ketoprak Wing Cipinang. Sering beli ketoprak di sini, tapi gak pernah
makan di tempat. Bagi saya, bahkan suami, ketoprak langganan kami itu
porsinya besar. Masih ditambah dengan telur dadar. Makanya, kami selalu
minta dibungkus dan makan di rumah, biar lebih santai menikmatinya.
Kalau Sahabat KeNai mau jajan ketoprak Wing Cipinang, sebaiknya datang selepas Isya. Baru buka pukul 19.30 hingga tengah malam.
Kalau Sahabat KeNai mau jajan ketoprak Wing Cipinang, sebaiknya datang selepas Isya. Baru buka pukul 19.30 hingga tengah malam.
Bener aja, saya gak sanggup menghabiskannya! Padahal perut baru diisi ma
popcorn untuk makan malam. Tapi, memang biasanya, saya gak makan apapun
dulu kalau udah diniatin makan ketoprak ini. Akhirnya suami yang
menghabiskan hehehe.
Ya setidaknya malam itu seneng dan bersyukur banget bisa jalan-jalan berdua lagi ma suami. Setelah sebulanan di rumah aja. Alhamdulillah.
Ya setidaknya malam itu seneng dan bersyukur banget bisa jalan-jalan berdua lagi ma suami. Setelah sebulanan di rumah aja. Alhamdulillah.



0 Comments
Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)