Menonton Film Na Willa dan Ketoprak Wing Cipinang - Cerita Kencan di Akhir Pekan

Suasana pintu masuk dan tangga bioskop Arion XXI dengan logo emas yang khas.

Setelah lebih dari satu bulan hanya bisa berdiam diri di rumah karena alergi kambuh dan bikin kondisi badan serta mood lumayan ngedrop, rasanya rindu banget menghirup udara luar. Selama masa pemulihan, linimasa media sosial saya terus "merayu" dengan cuplikan film Na Willa yang terlihat begitu hangat dan nostalgik. Begitu badan mulai terasa bugar, saya langsung mengajak suami kencan untuk menontonnya. Gak menyangka, ajakan saya langsung disetujui saat itu juga. Kirain suami bakal bilang tunggu sampai sehat banget.

"Serius nonton hari ini juga?"
"Iya. Coba aja Bunda lihat jadwal nonton trus beli online aja tiketnya."


Gerobak Ketoprak Cirebon Wing Cipinang di malam hari.

Suami juga mengusulkan pulangnya kami mampir makan ketoprak atau nasi uduk kaki lima favorit. Sejujurnya, masih ada sedikit rasa was-was di hati, khawatir kondisi fisik kembali menurun jika terlalu lama di luar rumah. Makanya rencana awal saya sebenarnya langsung pulang sehabis menonton. Tapi, siapa yang bisa menolak godaan kulineran di pinggir jalan, apalagi setelah berminggu-minggu kami absen menikmati quality time di akhir pekan? Akhirnya, janji makan ketoprak pun resmi menjadi penutup agenda kencan kami malam itu.


Ekspektasi Outfit Ceria ala Na Willa, Realitanya Malah Pakai Training Seperti Habis Olahraga


Saking antusiasnya menyambut momen kencan perdana setelah sakit, saya sudah berniat menyiapkan outfit sejak siang hari. Gamis warna pastel dan outer warna-warna ceria seperti karakter Na Willa. Namun, saking asyiknya bersantai, saya sampai tidak menyadari hari sudah beranjak sore. Gak ada waktu untuk berdandan. Alhasil, ambisi tampil modis pun luntur.

Pilihan saya jatuh pada kaos, jaket, celana training, kaos kaki, dan sepatu kets, bahkan tanpa pulasan make-up sedikit pun. Jilbab juga pakai yang instan. Penampilan saya sore itu benar-benar mirip orang yang baru pulang olahraga dari Velodrome. Tapi dipikir-pikir, ini justru pilihan paling tepat. Badan saya tetap terasa hangat dan nyaman di dalam studio bioskop yang dingin.


Mengira Bakal Sepi Penonton, Ternyata Strategi "Go-Show" Nyaris Berujung Gagal Nonton


Papan pengumuman jadwal film di bioskop Arion XXI Jakarta Timur pada Minggu sore.

Awalnya, saya sudah membuka aplikasi untuk pesan tiket online, namun niat itu diurungkan karena melihat baru empat kursi yang terisi. Saya membatin, "Ah, kelihatannya bakal sepi penonton, beli langsung di loket. Santai." Namun, begitu sampai di bioskop, dugaan saya meleset. Ternyata kursi yang tadinya kosong sudah hampir penuh terisi oleh penonton yang tak kalah antusias ingin melihat kisah Na Willa. Alhasil, strategi go-show saya gagal. Kursi incaran kami sudah dikuasai orang lain dan terpaksa menerima deretan kursi agak depan. Pelajaran berharga buat saya, nih, lebih baik langsung amankan tiket secara online, apalagi untuk film yang memang sedang hangat dibicarakan seperti ini.

"Bun! Gak ada film Na Willa di sini."

Sebelum beli tiket, saya sempat kaget ketika suami bilang gak ada film Na Willa di bioskop XXI Arion Mall yang kami datangi. Lha, gimana bisa gak ada? Tiket onlinenya masih dijual, kok.

Suami menunjuk layar tv di tempat pembelian tiket. Eyaampun! Itu infonya kan ganti-ganti terus, ya. Udah gitu untuk Na Willa, penayangan akhir pukul 7 malam. Nah, pas suami lihat memang lagi gak ada keterangan Na Willa. Itu pun tadinya dia masih agak ngotot. Sampe saya bilang, "ayah gak dipake sih kacamatanya!" Ih! Bikin kaget aja! Hehehe.

Kebanyakan penonton Na Willa malam itu adalah keluarga muda yang masih memiliki anak kecil. Rasanya hanya kami sepasang jelita-lolita yang menonton tanpa membawa anak. Ya, gak apa-apa, kan, filmnya untuk semua umur. Lagipula film lainnya yang tayang adalah film horror. Saya gak suka genre horror.

Ulasan tentang film Na Willa sudah saya tulis di blog www.kekenaima.com, ya. Di sini, saya lebih bercerita tentang pengalaman kencan kami di akhir pekan.


Niatnya Cuma Nonton Na Willa, Akhirnya Jajan Juga Gara-Gara Voucher XXI


Voucher paket makanan XXI Cafe seharga 100 ribu yang berisi popcorn, minuman, dan hotdog.

Sebelum berangkat, saya dan suami membuat kesepakatan kecil, "Kita nonton aja, ya. Gak usah jajan, kan, rencananya nanti mau makan ketoprak." Saya pun mengangguk mantap. Sebagai antisipasi, saya sempatkan menyantap sepotong kecil banana cake di rumah agar perut tidak keroncongan di tengah film.

Camilan hotdog XXI Cafe untuk teman menonton film.

Namun, pertahanan suami langsung runtuh begitu saja ketika mendapatkan voucher makanan dan minuman di XXI saat membeli tiket. Dengan alasan sudah memasuki jam makan malam dan perut mulai terasa lapar, suami memutuskan untuk menukarkan voucher tersebut. Hmmm ... padahal di rumah udah ditawarin makan sepotong kue dulu, tapi ditolak. Jadinya, lapar kan begitu sampai bioskop hehehe.

Memang, jajan popcorn dan minuman seolah sudah jadi ritual wajib kami setiap menonton di XXI. Tapi, kali ini sempat ada perasaan dilema yang muncul. Di satu sisi ada godaan camilan bioskop, di sisi lain ada janji makan ketoprak yang sudah menanti. Dalam hati saya membatin, "Duh, kira-kira nanti perut masih muat gak ya untuk makan ketoprak?"


Dua gelas minuman dingin dari XXI Cafe siap menemani waktu menonton film.
Dua kotak popcorn XXI varian manis dan asin sebagai camilan menonton film Na Willa.

Cukup membayar Rp100 ribu, kami mendapatkan 2 popcorn, 2 minuman dingin, dan 1 hot dog. Popcornnya dapat 2 macam yaitu caramel dan asin. Untuk minumannya bisa memilih. Saya memilih java tea, sedangkan suami memilih lemon tea. Hot dognya bisa memilih level pedas. Buat suami aja hot dog-nya karena dia, kan, yang kelihatannya lebih lapar hehehe.


Menutup Kencan dengan Ketoprak Wing Cipinang


Proses penyiapan piring ketoprak di gerobak Wing Cipinang.

Meski perut sudah sedikit terisi camilan bioskop, kami tetap ingin jajan di ketoprak Wing Cipinang. Sering beli ketoprak di sini, tapi gak pernah makan di tempat. Bagi saya, bahkan suami, ketoprak langganan kami itu porsinya besar. Masih ditambah dengan telur dadar. Makanya, kami selalu minta dibungkus dan makan di rumah, biar lebih santai menikmatinya.

Kalau Sahabat KeNai mau jajan ketoprak Wing Cipinang, sebaiknya datang selepas Isya. Baru buka pukul 19.30 hingga tengah malam.


Sepiring ketoprak lezat dengan tambahan telur dadar dan kerupuk melimpah di Wing Cipinang.

Bener aja, saya gak sanggup menghabiskannya! Padahal perut baru diisi ma popcorn untuk makan malam. Tapi, memang biasanya, saya gak makan apapun dulu kalau udah diniatin makan ketoprak ini. Akhirnya suami yang menghabiskan hehehe.

Ya setidaknya malam itu seneng dan bersyukur banget bisa jalan-jalan berdua lagi ma suami. Setelah sebulanan di rumah aja. Alhamdulillah.

Post a Comment

0 Comments