Ke Warpopski Wajib Laper, Jangan Baper!

Dua piring nasi rempah dengan topping sei sapi, acar segar, dan sambal di atas meja kayu cokelat.

Akhirnya ke Warpopski! Kayaknya baru ini kulineran ke warung makan yang bikin kami gigih bolak-balik dan baru berhasil setelah 4x balik hehehe. Kedatangan pertama, restonya tutup, katanya lagi ikut event kuliner. Kedatangan kedua, kami baru tau kalau Minggu tuh Warpopski tutup. Yang ketiga lupa kenapa, pokoknya tutup juga wkwkwkwk! Padahal udah datang dengan perut laper, tapi memang jangan baper kalau ke sana.

"Coba cek dulu di medsos atau Google, Bun. Buka gak hari ini?"

Saya lihat di Gmaps, infonya kalau Jumat buka mulai pukul 1 siang. Pas deh ya, abis suami Jumatan, kami jalan ke Warpopski.

Segitu pengennya makan di Warpopski sampe rela 4x bolak-balik? Iyeees! Udah viral sejak lama kan ini resto. Tapi, bukan karena viralnya sih. Suami duluan malah yang ngajak ke sini dan dia gak begitu update sama yang serba viral hehehe.

Suasana area makan outdoor Warpopski dengan meja kayu panjang dan kursi bar besi.

Ukuran restonya gak luas, seperti di halaman rumah gitu. Untungnya saat kami ke sana belum ramai. Baru ada 2 sekelompok kecil karyawan kantoran yang sedang istirahat. Jadi, kami masih leluasa memilih temoat duduk dan gak antre panjang saat memesan makanan.

Papan menu Warpopski menampilkan pilihan Nasi Siram Rempah, Lodeh Puree, Kare Minang, Sobet, dan Cabe Ijo.
Daftar menunya bisa lihat di board kuning itu


Kalau lihat berbagai konten, kelihatannya Cumi Sambal Ijo menjadi menu yang paling digemari. Tapi, saya lagi pengen banget Se'i Sapi. Udah kangen sama kuliner daging sapi yang diiris tipis dengan aroma dan rasa smokeynya yang khas. Makanya, saya pesan Se'i Sapi Siram Rempah, sedangkan suami pilih yang cabe ijo.

Tangan memegang alat pager nomor antrean digital dengan angka 7 di Warpopski.

Setelah pesan dan bayar, kami diberi guest pager. Kalau berbunyi artinya makanan sudah siap untuk diambil. "Setelah makan, semua peralatan makannya dibawa ke sini, ya." Ya, staff Warpopski dengan ramah mengingatkan semua customernya untuk mengembalikan piring, gelas, hingga tray. Jadi, gak ada cerita ya abis makan langsung cabut. Beresin meja dan kembaliin dulu peralatan makannya.

Seorang pelanggan berdiri di depan meja kasir dan papan menu Warpopski yang memiliki dekorasi banyak stiker pada tiangnya.
Suami memesan makanan untuk kami. Setelah makan, kembaliin lagi tray dan peralatan makannya ke sini.


Seporsi makanan di Warpopski terlihat banyak. Tapi, kami sanggup menghabiskannya. Menurut kami, kedua makanan yang kami pesan tipe comfort food. Rela deh makan berkali-kali tanpa bosan.

Tampilan dekat (close-up) sepiring nasi sei sapi dengan bumbu cabe ijo melimpah, disajikan dengan acar dan sambal.
Se'i Sapi Cabe Ijo, IDR55K


Untuk yang cabe ijo, saya membayangkannya kayak menu lado hijau padang. Tapi, setelah nyobain sendiri, rasa cabe ijonya 'kalah' ma se'i sapinya. Bukan berarti gak enak lho, ya. Enak banget malah. Tapi, rasa khas se'i sapinya memang lebih dominan. Saran saya, kalau memang ingin menikmati cabe ijonya kayaknya pesen yang pake cumi atau ayam.

Close up nasi siram rempah dengan topping potongan daging sei sapi yang empuk dan kuah gurih.
Se'i Sapi Nasi Siram Rempah, IDR55K


Yang siram rempah juga sama enaknya. Sampe bingung nih enakan pesanan saya atau suami hehehe. Tinggal selera aja kayaknya. Kalau lagi pengen berkuah, pilih yang siram rempah.

Detail telur mata sapi setengah matang sebagai topping tambahan untuk nasi rempah sei sapi.

Selain rasa se'inya yang khas, potongan dagingnya juga lumayan gede. Melimpah pula. Seporsi nasinya termasuk banyak, tapi dagingnya lebih banyak lagi. Sampe nasi udah habis, masih ada beberapa potong daging tersisa. Ditambah lagi, masing-masing porsi juga dapat 1 telur ceplok. Makin banyak kan tuh lauknya. Tentu aja kami habiskan. Biar gak dimarahin admin Warpopski wkwkwk!

Stiker berlogo Halal MUI bersanding dengan stiker plesetan bertuliskan "Mahal" di kaca jendela.

Sahabat KeNai pernah lihat konten dan promo Warpopski di IG atau X? Atau coba deh perhatiin komen adminnya di Gmaps. Terkesan nyeleneh. Unik banget memang hehehe. 
 
Itulah makanya saya katakan jangan baper. Pernah ada yang gak habisin sambel, langsung diviralin piringnya di X. Dicari yang gak ngabisin sambel wkwkwk! Udah bener deh harus laper aja kalau ke Warpopski biar makanannya bisa dinikmati sampai tandas hingga ke butir nasi terakhir. Daripada nanti adminnya ngomel di medsos hehehe.
 
Spanduk besar bertuliskan kutipan ayat Al-Qur'an QS Ibrahim 7 tentang bersyukur di dinding Warpopski.
 
Oiya, saya pernah baca beberapa komen di medsos yang katanya boleh minta porsi nasinya ditambah dan gak ada biaya tambahan lagi. Syaratnya 1 aja yaitu harus habis. Entah bener atau enggak karena kami belum pernah mencoba. Lagipula memang buat kami, porsinya udah banyak. Kalau minta nambah lagi khawatir malah gak habis.

Toples kaca berisi acar timun wortel segar dan mangkuk logam di meja kayu Warpopski Tebet.

Ngomongin tentang sambel, ini juga enak, lho. Sepintas saya menyangkanya sambal luat. Tapi, karena udah lama banget gak makan sambal luat, jadi agak lupa. Pastinya cocok banget ma se'i sapinya. Menurut saya, nasi hangat ditambah se'i sapi dan sambal pun udah cocok banget. 

Jangan langsung banyak ambil sambalnya, ya. Karena rasanya lumayan pedas. Daripada gak habis. Saya pribadi juga bakal gedek sih kalau sambal gak dihabisin. Cabe sering mahal uy sekarang! Tambahin juga deh ma acar. Ini juga pas racikannya. Gak terlalu asam dan ada manisnya. Bikin rasa makin kaya rasa makanannya.
 
Wadah plastik besar berisi kerupuk udang, emping, dan bawang dengan tulisan harga 5.000 per bungkus.
Satu bungkus kerupuk bawang dalam plastik bening dengan label gambar bawang di atas meja kayu Warpopski.
Kerupuk Bawang, IDR5K


Disediakan juga aneka kerupuk yang dijual terpisah. Kami memilih kerupuk bawang. Jadi makin enak deh makanan yang kami pilih hari itu.
 
Barisan minuman botol Badak, air mineral, dan teh pandan berjejer di samping gelas penuh es batu.
Botol plastik minuman Teh Pandan dingin di samping gelas berisi es batu di atas meja kayu.
 
Untuk minumannya, suami memilih badak, saya pesan teh pandan. Ditambah juga dengan sebotol air putih. Badak ini minuman soda legendaris, ya. Untuk teh pandannya, tipe teh yang gak pahit dan berasa pandannya. Manisnya tipis aja. Paling pas memang ditambah dengan es batu meskipun minumannya udah dingin. 

Area wastafel dan toilet di Warpopski dengan dekorasi bendera Portugal dan kipas angin besar.

Warung makannya semi outdoor gitu. Hanya sebagian yang tertutup kanopi. Alhamdulillah saat kami ke sana, hujan baru saja reda. Jadi, cuaca masih lumayan adem. Fasilitas lainnya ada toilet. Saya gak tau bersih atau enggak. Karena gak ngecek toiletnya.

Tampilan depan bangunan Warpopski Tebet dengan tanaman merambat di dinding dan parkiran mobil di depannya.
Fasilitas lahan parkir sepeda motor yang cukup luas di area depan kedai Warpopski.

Bagi Sahabat KeNai yang bawa mobil kalau ke Warpopski mungkin akan kesulitan cari parkir bila suasana Tebet lagi ramai. Di depan Warpopski paling cuma bisa 4 mobil. Motor bisa masuk ke dalam. Tapi, hitungan saya gak lebih dari 10 motor maksimal.

Seperti yang saya katakan di atas. Menu-menu Warpopski tuh tipe comfort food. Masih pengen banget balik lagi. Pengen banget cobain menu cumi cabe hijau yang kelihatannya paling banyak disukai. Pengen juga cobain lodeh dan lainnya. Banyak maunya ya! Tapi, kayaknya berikutnya gak bakal sampai beberapa kali bolak-balik. Udah mulai hapal jam bukanya. Hehehe.

Baidewei, Sahabat KeNai tau kepanjangan Warpopski?

Warung Popo Sedap Sekali


Warpopski


Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.6a
Jakarta Selatan 12820

Jam buka
  • Senin s/d Kamis dan Sabtu - 12.00-21.00 wib
  • Jumat - 13.00-21.30 wib
  • Minggu - libur
 

Post a Comment

0 Comments