Minggu, 12 Juli 2015

Sang Fajar Suite

sang fajar suite
 Sang Fajar Suite, salah satu kamar yang bernuansa sejarah di hotel Tugu Sri Lestari Blitar

Seperti apa rasanya tidur di ranjang presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno? Andai ranjang tersebut bisa bicara, sepertinya akan banyak sejarah yang bisa diceritakan. *kebanyakan mengkhayal nih saya :D

Ketika masuk ke hotel Tugu Sri Lestari, mobil kami parkir di depan sebuah bangunan tua yang terlihat sangat cantik. Awalnya, saya berpikir kalau bangunan tersebut adalah sebuah gedung pertemuan. Apalagi kemudian yang saya tau hotelnya ada di bagian belakang.

Seusai sarapan, esok paginya, saya mengajak Nai untuk berkeliling area hotel. Niat awalnya sebenarnya cuma ingin foto-foto karena banyak spot yang menarik di sana. Termasuk berfoto di depan bangunan tua yang terlihat cantik tersebut.


Ketika saya dan Nai sedang berfoto, tau-tau ada salah seorang karyawan hotel bernama mas Teguh yang menyapa kami. Awalnya mas Teguh bertanya apakah kami tamu di hotel Tugu Sri Lestari. Ketika kami bilang iya dan meminta izin untuk dibolehkan berfoto-foto, eh mas Teguh malah menawarkan untuk mengajak ke dalam.

Perkiraan saya ternyata salah. Di dalam bangunan tersebut bukanlah gedung pertemuan, melainkan ada beberapa kamar type suite. Seperti bangunannya yang bergaya kolonial, kamar-kamarnya pun bernuansa tempo dulu. Semua furniture berbahan jati tua yang sangat bagus kualitasnya.


sang fajar suite
Meja Kerja Bung Karno
Berbagai kliping tentang perjalanan Bung Karno


Tapi yang paling istimewa adalah ketika kami diajak masuk ke dalam Sang Fajar Suite. Suite termahal yang ada di hotel ini dan hanya ada 1 kamar. Kenapa mahal? Karena di dalamnya banyak peninggal Bung Karno. Bahkan ranjangnya pun katanya milik alm Bung Karno. Berada di kamar tersebut kita tidak hanya merasakan berbagai furniture yang berkualitas tinggi. Tapi seperti menikmati perjalanan sebuah sejarah bangsa Indonesia, khususnya tentang Bung Karno.  *Untuk rate Sang Fajar Suite, silakan tanyakan langsung ke hotel Tugu Sri Lestari, ya*

Sang Fajar Suite boleh dipakai untuk tamu umum. Menurut mas Teguh, keluarga bung Karno kalau sedang ke Blitar selalu menginap di hotel ini. Dan, pastinya berada di Sang Fajar Suite. Ketika kami di sana, biasanya keluarga bung Karno juga sedang di Blitar. Tapi karena saat itu bapak Taufik Kemas baru saja wafat, sepertinya keluarga bung Karno tidak ke Blitar dulu.

Tempat tidurnya tinggi ajah :D

Yah, saya merasa beruntung sekali karena saat ke sana, Sang Fajar Suite sedang kosong. Kalau tidak tentunya saya gak bisa menikmati Sang Fajar walopun sesaat *eh, aak lama juga, ding karena banyak yang diobrolin :D* Saya sangat berterima kasih dengan mas Teguh yang sudah dengan sangat ramah mau menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan saya. Tidak hanya seputar Bung Karno dan sejarahnya tapi juga tentang kota Blitar plus tempat wisatanya.

Keterangan:
  1. Saya pernah menulis tentang Sang Fajar Suite di blog parenting dengan judul yang sama
  2. Foto yang paling atas milik website hotel Tugu Sri Lestari. Tapi selebihnya foto milik pribadi blog ini

Info lebih lanjut

Hotel Tugu Sri Lestari

Address: Jalan Merdeka, Blitar - Jawa Timur
Phone: +62 342 801 766 / +62 342 801 687
Email: blitar@tuguhotels.com

Website: http://www.tuguhotels.com/hotels/blitar/
Twitter: @Tuguhotels
FB: tuguhotels
IG: tuguhotels
Pinterest: Tuguhotels
Blog: http://blog.tuguhotels.com/

19 komentar:

  1. Bangunan tua memang menarik untuk dikunjungi ya mbak... kalau dijadikan hotel nuansa antiknya juga kelihatan cakep. beruntung ya mbak bisa msuk ke Sang Fajar Suite.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kebetulan pas menginap di sana lagi sepi :)

      Hapus
  2. Keren banget ya mbak. Beruntung banget nih disapa dan akhirnya diajak (wisata) istimewa. Ini kesempatan unik yg jarang terjadi loh.

    BalasHapus
  3. Wah, sungguh beruntung ya... saat itu Sang Fajar Suite room sedang kosong.
    Betul-betul peninggalan sejarah yang harus dijaga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Pak. Kami beruntung sekali saat itu

      Hapus
  4. kalau diperbolehkan menginap disana mau gak myr?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menginap sih diperbolehkan asal mau bayar aja hehehe. Tapi saya tetep gak mau, Lid. Selain mahal, kayaknya agak spooky buat saya :D

      Hapus
  5. Dari dulu kalau liat bangunan atau benda-benda bersejarah gitu suka kagum sendiri. Nenek aku juga dirumahnya banyak benda-benda jaman dulu yang sampai sekarang dijadiin hiasan rumah. Jadinya antik gitu ya, bun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. barang-barang peninggalan jaman dulu sekarang bisa dijadikan pajangan, ya :)

      Hapus
  6. Wuihhhh asyik ya mbak Chi jadi serasa tour ke museum :)

    BalasHapus
  7. wah pengen berkunjung ke sana deh mba, hanya kalau untuk nginap, aku takut kalau bangunan lama hihihi parno ya...maaf lahir batiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. ambil yang kamar biasa aja, Mbak. Bangunan baru. Jadi gak serem

      Hapus
  8. cakeeep///selalu suka dengan bangunan bersejarah mba..apalagi Sang Fajar :)

    BalasHapus
  9. wajar sih mahal, historis banget soalnya. presiden pertama men.....

    BalasHapus
  10. bangunan tua emang selalu menarik ya hehe

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...