"Teh, hati-hati kalau ke Alor."
"Teh, kalau nanti copet, jangan dilawan, ya. Serahin aja barangnya. Kalau ngelawan, nanti mereka suka main kasar."

kuliner jalan alor

Wisata Kuliner Malam di Jalan Alor Kuala Lumpur



Begitu tau kalau kami akan makan malam di jalan Alor, sepupu saya gak henti-hentinya kirim Whatsapp. Sebetulnya sepupu saya belum pernah ke Alor. Tapi, ibu mertuanya sangat khawatir begitu mengetahui kami akan makan malam di sana. Makanya meminta sepupu saya untuk kirim WA ke kami.

Saya hanya menjawab 'oke!', 'siap!', dan semacamnya. Bukan bermaksud menyepelekan. Tetapi, saya juga bingung mau jawab apa. Saya tetap ingin makan malam di jalan Alor, meskipun belum tau mau makan apa.

Kami hanya jalan berlima ke jalan Alor. Kami sekeluarga ditambah 1 orang sepupu. Orang tua saya memilih istirahat karena Fabian sedang demam. Sedangkan sisanya, ikut sepupu saya kembali mengunjungi rumah mertuanya.

[Silakan baca: "Pah, Maaf Ya Gak Jadi Jalan-Jalan ke Batu Caves"]

Back to Content ⇧

Suasana di Jalan Alor


belanja di bukt bintang malaysia
Sepanjang sore jalan-jalan dari satu mall ke mall lain di Bukit Bintang

Dari Gold3 Boutique Hotel, tempat kami menginap, jalan Alor hanya berjarak 700 meter. Kira-kira 10 menitan lah jalan ke sana.

Bukit Bintang Kuala Lumpur memang kota yang selalu hidup selama 24 jam. Meskipun untuk mall dan beberapa toko atau resto tuh ada open hoursnya. Tetapi, daerah ini tetap saja ramai di jam berapapun.

[Silakan baca: Menyimpan Memori di Gold3 Boutique Hotel, Bukit Bintang]

aneka kuliner di jalan alor bukit bintang
Aneka gorengan dari mulai nanas, durian, hingga gurita. Tetapi, gak ada bakwan atau singkong goreng, apalagi cireng 😂

Suasana di jalan Alor pun ramai.  Dari mulai gerobakan kaki lima hingga resto yang menggelar meja dan kursi hingga ke jalanan.

Saya langsung teringat lagi dengan WA dari sepupu. Memang suasana jalan Alor berasa ramai. Ya mirip-mirip kayak wisata kuliner malam di beberapa tempat di Indonesia, lah. Tetapi, rasanya masih cukup aman. Saya lihat beberapa wisatawan ada yang dengan santainya berfoto sana-sini.

Kalau melihat info dari Google Maps, kulineran di sini buka 24 jam setiap hari. Sedangkan, dari beberapa artikel yang saya baca, bukanya dari sore hingga dinihari sekitar pukul 2 atau 3. Entah mana yang benar karena kami tidak ke sana saat siang hari.Tetapi, sepertinya jalan Alor memang lebih dikenal sebagai wisata kuliner malam.

wisata kuliner di bukit bintang

Tentu saya tidak bermaksud takabur. Merasa benar sendiri dan mengabaikan peringatan sepupu. Saya memang tetap motret, tetapi lihat suasana juga. Juga jangan sampai asik motret sendiri dan gak sadar kalau udah terpisah dari rombongan.

Selain itu, bawaan penting lainnya tentu juga jangan sampai luput dari perhatian. Misalnya, membawa tas di bagian depan. Supaya lebih mudah diawasi dan dipegang. Alhamdulillah, kami tetap merasa aman dan nyaman selama kulineran di sana.

Back to Content ⇧

Makanan Thailand Menjadi Pilihan


makanan thailand di jalan alor

Di Alor juga ada beberapa zona makanan. Ada zona makanan China, Thailand, dan lain sebagainya. Jadi enak juga kalau udah tau mau makan apa.

Akan ada banyak pramusaji yang menawarkan untuk mampir ke resto mereka sambil menyodorkan buku menu. Tolak halus aja kalau memang masih belum menentukan pilihan. Kalau enggak, disenyumin aja pun udah cukup.

crispy giant squad jalan alor bukit bintang
Crispy Giant Squid, RM10

Di antara kami, hanya Nai yang udah tau mau beli apa. Nai pengen gurita goreng. Di jalan Alor ada beberapa penjualnya. Gak hanya gurita, tetapi ada aneka gorengan lainnya.

Setelah mencari-cari pilihan kami jatuh ke salah satu resto yang menjual makanan Thailand. Nama restonya Dino's Thai Food Restoran. Kami pilih daripada resto Thailand lainnya karena kebetulan mejanya lagi sepi.

"Kapan-kapan kita jalan-jalan ke Thailand aja, yuk!" ujar saya.

Saya berseru seperti itu karena rasanya selama di Malaysia, kami lebih banyak makan makanan Thailand. Bahkan saat menginap di flat sepupu pun disuguhkannya makanan khas negeri gajah putih. Kayaknya hanya di resepsi pernikahan saja, kami benar-benar makan makanan khas Melayu.

[Silakan baca: Resepsi Pernikahan di Malaysia]

wisata kuliner malam jalan alor bukit bintang
Tomyum Seafood, RM20
kuliner malam di malaysia
Chicken Fried Rice, RM10

Semua makanan yang kami pesan rasanya enak! Porsinya pun besar. Makanya mendingan makan ramai-ramai aja. Jangan 1 orang makan 1 porsi. Kecuali, sepupu saya yang  khusus pesan nasi goreng. Dia memang agak milih-milih kalau makanan.

kuliner 24 jam di malaysia
Pandan Chicken, RM20
Lupa nama menu dan harganya. Udah keburu dibuang struknya hehehe. Tetapi, ini juga enak banget

Kami agak ngos-ngosan ngabisinnya. Beneran gede aja porsinya. Bahkan nasi goreng porsinya banyak. Makanya tomyum juga dikasih beberapa mangkok kecil lagi. Kayaknya gak mungkin deh makan langsung dari wadahnya.

makanan halal di jalan alor
Berarti di resto ini makanannya halal, ya

Alhamdulillah tetap habis juga. Tetapi, jadi gak pengen kulineran lain. Udah gak ada ruang lagi di dalam perut. Harga di sini semuanya jelas. Gak ada yang nembak. Jadi tenang deh kalau makan dengan harga yang jelas kan, ya.

cangkaya jalan alor

Padahal saya penasaran dengan Sangkaya. Waktu di homestay juga gak sempat makan di sini. Padahal ada juga kedainya dekat homestay. Kata suami sepupu saya, Sangkaya lagi banyak yang suka.

[Silakan baca: Siti Homestay Kelana Jaya, Penginapan Nyaman untuk Muslim]

suasana malam di bukit bintang

Ya, karena sudah sangat kekenyangan, kami sudah gak tertarik ke mana-mana lagi. Udah langsung pengen ke hotel aja. Pengen langsung tidur. Padahal kayaknya asik ya jalan-jalan di Bukit Bintang sampai lewat tengah malam. Kayaknya lain kali gak bisa hanya 1 malam kalau menginap di Bukit Bintang.

[Silakan baca: Table Service di McDonald's Bukit Bintang, Malaysia]

Back to Content ⇧

Jalan Alor Night Food Court


Jalan Alor, Bukit Bintang
Malaysia