Yuk! Ramaikan Festival Dongeng International Indonesia 2016 - Sahabat KeNai, akrab gak dengan cerita rakyat Nusantara seperti Bawang Merah dan Bawang Putih, Malin Kundang, atau Timun Mas? Bagaimana dengan cerita rakyat asal Bali yaitu I Ceker Cipak? Cerita rakyat Nusantara sangat banyak jumlahnya. Ada yang mungkin semua orang tau seperti kisah Bawang Merah Bawang Putih. Tetapi ada juga yang hanya di area tertentu saja yang tau.

Sebetulnya, masa kecil saya jarang didongengi oleh orang tua. Ya, mungkin karena kesibukan mereka. Tapi, bukan berarti saya gak mengenal dongeng. Alhamdulillah, mamah rajin membelikan saya berbagai buku. Sayapun termasuk yang kutu buku.😃

Mendengarkan dongeng dengan membaca buku dongeng tentu memiliki rasa yang berbeda. Dulu, saya mungkin tidak tau perbedaannya. Tetapi, setelah memiliki anak dan mendongeng adalah aktivitas rutin ketika mereka masih kecil, saya jadi tau perbedaannya. Manfaat melakukan aktivitas dongeng memang besar dan berpengaruh positif kepada anak-anak.

Orang tua berperan penting di masa tumbuh kembang anak. Baik dari sisi pendidikan dan asupan nutrisi. Dongeng sebelum tidur yang rutin dilakukan juga bisa bermanfaat untuk mengatasi masalah makan pada anak, lho.

[Silakan baca: Seperti di Negeri Dongeng di Istana Anak TMII]


"Asupan gizi di awal kehidupan hingga anak berusia 2 tahun berperan penting untuk membantu tumbuh kembang anak bahkan hingga dewasa," ujar bapak Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia pada acara Press Conference Bintang Nutricia Dukung Festival Dongeng Internasional Indonesia di Kembang Goela Resto, Jakarta Selatan (26/10)

Lebih lanjut, bapak Arif Mujahidin mengatakan walaupun perekonomian Indonesia terus bertumbuh tetapi untuk urusan gizi mengalami 2 masalah besar, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi. Jika tidak segera diatasi, kelak ketika anak menjadi dewasa beresiko terkena penyakit tidak menular seperti jantung. Salah satu cara mengatasi permasalahan gizi ini adalah dengan mendongeng.

“Anak yang biasa didongengi, terutama di periode emas, akan mengingat kebiasaan baik ini hingga dewasa. Hal inilah yang ingin kami dukung dan wujudkan melalui partisipasi kami di FDII 2016. Melalui dongeng, orang tua dapat memberikan edukasi mengenai nutrisi kepada anaknya dengan cara yang lebih menarik, seperti melalui ilustrasi dan gambar diikuti dengan suara yang berirama,” ujar Fauziah Syafarina Nasution.

Mbak Najelaa Shihab, M.Psi pun mengatakan bahwa berdongeng tidak perlu memakan waktu lama. Sehari 3-5 menit saja menjelang tidur pun sudah cukup. Alat peraga untuk mendongeng pun tidak perlu yang mahal. Bisa memanfaatkan benda-benda di sekitar.


Tema Festival Dongeng International Indonesia (FDII) 2016 adalah Cerita Indonesiaku. Selain berujuan untuk mengangkat berbagai dongeng di Indonesia. Festival yang digagas oleh komunitas Ayo Dongeng Indonesia dan didukung oleh Bintang Nutricia ini juga ingin menghidupkan kembali tradisi mendongeng serta menimbulkan rasa cinta terhadap Indonesia dan sadar untuk pola hidup sehat dalam diri anak. Dalam press conference ini menghadirkan 4 narasumber, yaitu Ariyo Zidni - Ketua Penyelenggara FDII 2016, Fauziah Syafarina Nasution - Head of External Communication ELN – Indonesia,  Najelaa Shihab, M.Psi, dan Agus PM Toh.

[Silakan baca: 7 Etika Saat Berwisata ke Museum]

Tidak hanya pendongeng lokal, para pendongeng mancanegara pun akan turut berpartisipasi memeriahkan FDII 2016. Sahabat Jalan-Jalan KeNai tidak perlu khawatir anak-anak tidak akan mengerti jalan ceritanya bila pendongeng mancanegara sedang tampil. Akan ada penerjemah yang mengiringi, kok.


 
Pak Agus PM Toh juga akan tampil di Festival Dongeng International Indonesia 2016. Pada conference ini pak Agus mendongeng tentang asal usul Cianjur

 

Selain melihat performance para pendongeng lokal dan mancanegara, juga dibuka berbagai kelas. Ada 8 kelas yang akan dibuka selama event berlangsung. Sahabat Jalan-Jalan KeNai ingin belajar membuat cerita untuk anak-anak, mendongeng ala budaya Korea dengan nyanyian 'Arirang', mendongeng dengan permainan jari, belajar teknik pertunjukkan dongeng yang menyenangkan, atau lainnya? Yuk, datang aja ke Museum Nasional pada tanggal 5-6 November 2015.

[Silakan baca: Piknik Lagi di RRREC Fest In The Valley 2017 - Hari Pertama]

Ingat ya, lokasinya di Museum Nasional alias Museum Gajah. JANGAN NYASAR ke Monas. Karena menurut kak Ario Zidni masih ada aja yang menyangka Museum Nasional itu Monas. Padahal Monas kan Monumen Nasional. Jadi, jangan sampe nyasar, ya. Walaupun Museum Nasional dan Monas deketan jaraknya.

Untuk Sahabat Jalan-Jalan KeNai yang tidak bisa ke Jakarta juga jangan kecewa. FDII 2016 akan digelar di beberapa kota, yaitu Bogor (12 November 2016 ), Bandung (13 November), Malang (18 November 2016), Surabaya, (20 November 2016), Poso (18-19 November 2016), Yogyakarta (26 November 2016) dan Maluku (27-28 November 2016). Catat tanggalnya, ya ^_^

Yuk! Ramaikan Festival Dongeng International Indonesia 2016.


Festival Dongeng International Indonesia 2016


Museum Nasional (Museum Gajah)