Mencari hotel di Bukit Bintang yang tidak hanya strategis tapi juga punya karakter unik itu gampang-gampang susah. Namun, pengalaman saya menginap di Gold3 Boutique Hotel benar-benar memberikan kesan berbeda. Terletak tepat di jantung keriuhan Kuala Lumpur, hotel estetik bertema kamera ini menjadi jawaban bagi saya yang mencari kenyamanan tanpa harus kehilangan akses mudah ke Pavilion atau Jalan Alor. Melalui artikel ini, saya akan membagikan review jujur Gold3 Boutique Hotel, mulai dari suasana kamarnya yang instagenic hingga alasan mengapa hotel ini layak masuk dalam bucket list perjalanan Sahabat KeNai ke Malaysia.
Begitu melangkah masuk ke lobi, atmosfer vintage yang kental langsung terasa, seolah membawa kita kembali ke masa kejayaan fotografi analog. Salah satu daya tarik utama yang membuat Gold3 Boutique Hotel begitu istimewa adalah keberadaan Camera Museum di dalamnya, fasilitas langka yang jarang ditemukan di penginapan mana pun. Bagi Sahabat KeNai yang menggemari dunia visual fotografi, setiap sudut hotel ini adalah surga untuk berfoto. Selain nyaman untuk beristirahat setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan di Bukit Bintang, setiap sudutnya memang dirancang untuk menjadi bagian dari memori perjalanan yang tak terlupakan.
Contents
Berawal dari permintaan papah yang meminta saya mengurus penginapan
selama kami di Malaysia. Saya udah googling sana-sini dan tanya ke
sepupu, tetapi belum juga dapat penginapan yang pas.
Tadinya sudah memutuskan untuk sewa apartmen. Udah ketemu yang saya mau, tapi lupa di mana lokasinya. Sewanya di AirBnB.
Tadinya sudah memutuskan untuk sewa apartmen. Udah ketemu yang saya mau, tapi lupa di mana lokasinya. Sewanya di AirBnB.
Pastinya saya suka banget kalau lihat dari foto-fotonya. Reviewnya pun positif semua. Ukurannya lumayan luas. Di dalamnya ada beberapa kamar. Cukup banget lah untuk menampung keluarga besar kami. Jadinya gak harus pisah-pisah.
Selain ukurannya luas, fasilitasnya pun komplit. Desain interior serta perabot rumahnya modern dan instagramable. Bikin saya langsung membayangkan bakal bikin banyak foto kalau menginap di sana. Ada kolam renang juga di rooftoop. Bisa lihat KL Tower dari kolam renang.
Pokoknya cakep banget deh apartmennya. Saya bahkan sudah menghubungi pengelolanya lewat email. Dan sudah terjadi beberapa percakapan. Papah pun sudah setuju. Hingga suami bilang ....
"Hati-hati aja sama Fabian kalau menginap di sini."
Fabian, keponakan kecil kami yang lincah. Bisa segala dipegang dan dimainin. Peringatan dari suami memang ada benarnya juga dan bikin saya langsung was-was. Mana dendanya gede juga kalau terjadi kerusakan. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk kembali mencari hotel. Bukan berarti saat menginap di hotel jadi tanpa risiko. Tetapi, setidaknya tidak sebesar di apartment yang saya inginkan itu.
Review Gold3 Boutique Hotel: Uniknya Menginap di Dalam "Museum Kamera
Jujur saja, menemukan hotel estetik di Bukit Bintang yang pas di hati itu prosesnya cukup panjang. Awalnya, saya tidak sengaja melihat unggahan di Instagram melalui hashtag #HotelKualaLumpur, dan seketika pandangan saya tertuju pada desain fasad Gold3 Boutique Hotel yang sangat mencolok. Penasaran, saya pun mulai mencari tau lebih dalam lewat Google dan platform medsos. Mencari tau tentang fasilitas hingga membandingkan harga di berbagai aplikasi booking hotel. Sampai akhirnya saya benar-benar yakin bahwa inilah tempat yang paling tepat untuk menginap di Malaysia.
Back to Content ⇧
Mengintip Koleksi Kamera Jadul: Rahasia "Golden Memories" Pemilik Gold3 Boutique Hotel
Begitu melangkah masuk ke Gold3 Boutique Hotel, Sahabat KeNai akan langsung disambut dengan koleksi kamera di mana-mana! Mulai dari meja resepsionis hingga tembok yang dipenuhi pajangan kamera jadul, atmosfernya benar-benar unik. Saya sendiri sampai betah berlama-lama mengamati lemari besar berisi deretan kamera vintage yang masih terawat apik di area lobby.

Ternyata, konsep hotel bertema fotografi ini lahir dari pengalaman pribadi sang pemilik (owner). Beliau dan keluarga adalah traveler sejati yang sangat menghargai keberagaman budaya. Baginya, kamera bukan sekadar alat, melainkan perangkat krusial untuk mengabadikan golden memories. Saya sangat setuju dengan prinsipnya. Salah satu penyesalan terbesar saat jalan-jalan adalah ketika momen berharga hanya tersisa dalam ingatan tanpa ada potret yang bisa diputar kembali.
Back to Content ⇧
Menjelajahi Camera Museum: Fasilitas "Hidden Gem" di Gold3 Boutique Hotel
Tidak hanya di area lobi, kejutan sebenarnya ada di lantai atas. Camera Museum di Gold3 Boutique Hotel ini benar-benar tertata apik. Sahabat KeNai bisa melihat evolusi teknologi fotografi, mulai dari kamera analog klasik hingga model yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya. Bagi saya, keberadaan museum di dalam hotel ini bukan sekadar pajangan, tapi sebuah narasi visual yang membuat pengalaman menginap di Bukit Bintang jadi jauh lebih berkesan.
Pintu masuknya selalu terkunci
Saya tidak bertanya apakah museum ini terbuka untuk umum atau tidak.
Tetapi, tebakan saya sih tidak. Hanya tamu hotel yang bisa ke museum
ini. Saya menganggap seperti itu karena pintu masuk hotel selalu
terkunci. Untuk bisa masuk ke dalam, tamu menggunakan kartu kamar.
Bila Sahabat KeNai baru mau booking, tinggal pencet bel. Nanti akan
ada staff yang bukain pintu dan menanyakan ada keperluan apa.
Ini ruang gelap yang biasa buat nyuci dan nyetak foto pada masanya.
Sayang blur uy hasil fotonya
Kebanyakan benda-benda yang ada di museum ini adalah barang-barang jadul. Memang sebagian sudah ada jauh sebelum saya lahir. Tetapi, sebagian lagi bikin saya ikut bernostalgia. Misalnya, melihat roll film aja udha bikin saya nyengir. Ada yang dulu rajin beli roll film juga kayak saya? Nyesek ya kalau hasil fotonya banyak yang kebakar hahaha.
Back to Content ⇧
Fasilitas Lengkap & Update Harga Menginap di Gold3 Boutique Hotel, Bukit Bintang
Berapa Harga Menginap di Gold3 Boutique Hotel? Review Sesuai Budget Wisatawan
Ada beberapa tipe kamar di hotel ini. Harganya bervariasi mulai dari IDR476K s/d IDR1.200K. Ini harga di Traveloka. Kami memang booking lewat OTA ini.Kamar yang saya pilih tipe Superior Triple Room with Window. Harganya IDR770K per malam. Sahabat KeNai bisa memilih apakah mau kamar yang berjendela atau tidak. Tentu harganya berbeda-beda.
Harga yang tertera belum termasuk tourism tax. Saat itu, saya bayarnya menggunakan uang tunai. Karena hanya menginap semalam, jadi tinggal dikalikan dengan jumlah kamar yang kami booking.
Per September 2017, berlaku tourism tax untuk wisatawan mancanegara. Biayanya sebesar RM10 per malam per kamar. Tarifnya flat untuk semua kelas hotel di Malaysia.
Back to Content ⇧
Review Fasilitas Kamar Gold3 Boutique Hotel: Apa Saja yang Didapat?
Superior Triple Room ini bisa diisi untuk 3 tamu. Kamar seluas 11m2 diisi oleh 2 kasur yaitu 1 double bed dan 1 single bed. Kamarnya memang gak luas, tetapi nyaman.
Fasilitas lainnya di dalam kamar mirip lah dengan kebanyakan hotel. Ada 2 botol air minum. Teko air panas beserta teh dan kopi. Hanya saja tidak ada lemari baju, tetapi diganti dengan tempat untuk menggantung pakaian. Buat saya gak masalah. Kami memang jarang banget menggunakan lemari. Bagusnya lagi di kamar disediakan setrika dan mejanya.
Back to Content ⇧
Review Kamar Mandi Gold3 Boutique Hotel: Bersih dan Estetik!
Kamar mandinya juga gak luas, tetapi tetap nyaman. Disediakan juga hair dryer. Kacanya unik karena sekelilingnya ada lampu. Estetik! Kalau selfie di sana kayaknya bagus cahayanya, ya hehehe.
Back to Content ⇧
Intip Ruang Makan Gold3 Boutique Hotel: Area Kumpul yang Cozy dan Instagenic


Lokasi ruang makan Gold3 Boutique ada di lantai 2. Persis di samping Camera Museum. Tetapi, saya gak tau apakah disediakan breakfast atau tidak. Pastinya saya tidak melihat ada dapur sama sekali di sana atau meja-meja yang berisi makanan prasmanan.

Saya hanya melihat microwave dan tempat untuk mencuci peralatan
makan/minum. Seingat saya ada mesin berisi mie cup gitu, deh. Jadi kayaknya
memang gak disediakan makanan dan minuman seperti kayak fasilitas sarapan di
hotel.

Lampunya unik banget!
Back to Content ⇧
Lokasi Strategis Gold3 Boutique Hotel: Selangkah ke Pavilion & Fahrenheit88!
Gold3 Boutique Hotel berlokasi di Bukit Bintang. Buat yang suka ngemall bisa jejingkrakan karena lokasinya dikelilingi mall. Dari mulai pusat perbelanjaan kayak ITC sampai premium, semuanya sangat dekat.
Hotel ini tepat di samping mall Fahrenheit 88. Mau ke Pavillion tinggal nyebrang. Starhill Gallery, Lot 10, Sungei Wang Plaza, Time Square KL, dan Low Yat Plaza semuanya tinggal ngegelundung. Saking dekatnya hehehe.
Setelah puas foto-foto di Camera Museum, kami mencari makan siang dulu. Pilihannya jatuh ke salah satu resto fast food. Papah yang gak begitu suka makanan fast food sempat agak protes. Tetapi, waktu kami memang terbatas. Daripada cari-cari lagi, mendingan yang kelihatan di depan mata dan dekat dengan hotel aja.
Bukit Bintang Pedestrian Walkway
Silakan baca: Jalan-Jalan Seharian di Kuala Lumpur
Dari McDonald's ke stasiun tinggal nyebrang
Silakan baca: Siti Homestay Kelana Jaya, Penginapan Nyaman untuk Muslim
Kami yang tidak ikut kembali berubah pikiran. Papah pengen ngemall di Bukit Bintang aja. Jadilah kami berjalan dari satu mall ke mall lain. Beli baju di Pavillion, sepatu di Lot 10, dan belanja coklat serta ke money changer di Sungei Wang.
Kami berjalan sampai agak malam. Itu pun papah dan mamah terpaksa pulang karena Fabian rewel. Badannya demam karena lagi sariawan berat.
Sebelum pulang, papah dan mamah beli makan malam dulu. Mudah banget cari makanan di sini. Mulai dari kaki lima hingga mall. Dari yang murah meriah hingga mahal. Semua ada di sana.
Orang tua saya memilih beli di salah resto dekat hotel. Ternyata pemilik restonya orang Madura. Jadi bisa menggunakan bahasa Indonesia. Saya lupa berapa harganya, tetapi yang pasti termasuk murah dan porsinya banyak.
Sebelumnya sempat beli juga camilan seperti roti dan minuman jus di kedai-kedai yang ada di sepanjang trotoar Bukit Bintang. Tapi, yang paling sering dibeli tuh popcorn Garrett. Udah gak tau deh berapa banyak yang kami beli sejak di Malaysia. Dan di Bukit Bintang juga ada tokonya.
Kami juga ikut pulang ke hotel. Tetapi, sekadar istirahat sejenak sambil menunggu sepupu saya yang sedang jalan lagi ke Sungei Wang karena ada titipan oleh-oleh yang lupa dibeli. Setelah itu kami akan lanjut cari makan di jalan Alor. Saya ceritakan di postingan berikutnya aja ya tentang kulineran di sini. Lokasinya juga gak jauh dari hotel. Hanya sekitar 700 meteran.
Silakan baca: Rekomendasi Resto Thailand Halal Terbaik untuk Wisata Kuliner Malam di Jalan Alor
Besok paginya, kami mencari sarapan. Makan malam yang orang tua saya beli juga masih bersisa cukup banyak dan masih enak. Kami pun makan barengan. Lumayan lah untuk sedikit mengisi perut. Sebelum mencari sarapan di luar.
Tadinya mau beli makanan di seberang hotel aja. Ada penjual sarapan kaki lima. Eh, ternyata kami kehabisan. Memang lumayan ramai pembelinya.
Menu sarapan paginya udah berat 😁
Sekitar 450 meter dari hotel ada resto Chee Meng. Kalau baca beberapa review, katanya nasi ayam hainan di sini salah satu yang terenak. Kalau lihat keterangan di Google Maps, restonya buka pukul 10 pagi. Tetapi, ada review yang menulis kalau bukanya pukul 8.30 pagi.
Meskipun perut masih kenyang, saya dan suami berjalan kaki menuju resto Chee Meng untuk beli nasi ayam hainan. Tentunya bukan untuk dimakan saat itu juga. Tetapi, mau dibungkus untuk bekal makan siang.
Ternyata sampai sana belum buka, dong! Saya sampai baca lagi review yang menulis buka pukul 08.30 itu. Saya gak salah baca. Ya anggap aja deh reviewnya belum diupdate.
Gak mungkin juga kami nungguin restonya buka. Kami harus segera packing, check out, dan berangkat ke bandara. Sebelum balik ke hotel, kami beli beberapa bungkus Garrett dulu buat oleh-oleh.
Kalau untuk saya, menginap di Gold3 Boutique ini recommended banget. Harga masih bisa diterima, lokasi strategis, mau kulineran banyak pilihan, dan ada camera museum. Kalau ke Kuala Lumpur lagi, kayaknya mau menginap di sini aja. Lagipula di sini juga ada kamar tipe family. Di mana 1 kamar bisa untuk 4 orang. Pas lah buat saya sekeluarga. Bisa sekamar tanpa harus sewa extra bed.
Secara keseluruhan, Gold3 Boutique Hotel adalah pilihan cerdas bagi Sahabat KeNai yang mencari penginapan unik dan strategis di tengah hiruk pikuk Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Dengan harga yang relatif terjangkau, fasilitas yang bersih, dan konsep galeri kamera yang Instagrammable, hotel ini memberikan pengalaman menginap yang lebih dari sekadar tempat beristirahat. Jadi, kalau berencana liburan ke Malaysia dalam waktu dekat, apakah Gold3 akan masuk ke dalam bucket list Sahabat KeNai?
Back to Content ⇧
Gold3 Boutique Hotel
179, Bukit Bintang Street
55100 Kuala Lumpur, Malaysia
gold3hotel.com
Telp: +60 3-2141 7753
IG: @gold3boutiquehotel
Back to Content ⇧



46 Comments
wahhh keren sekaliiii ini tempatnyaa
ReplyDeleteAku pribadi gak pernah menghabiskan waktu lama saat memilih hotel. Mungkin karena aku sendiri, ya. Pertimbangan pertamanya harga, lalu lokasi, kebersihan/kerapihan, dan fasilitas. Tapi hasil pilihan kamu oke kok, mbak. Lokasinya enak banget.
ReplyDeleteBerarti mbak gak pesan dengan sarapan ya. Aku selalu pesen sarapan karena pagi-pagi itu mager ke mana-mana haha. Lobinya instagrammable apalagi ada museum kamera, cuma memang iya kamarnya sempit, lebih sempit dari jaringan hotel budget di Indonesia.
Bahkan di lampunya juga bergelantungan aneka kameraaa!Ya ampuuun se-passionate itu yaaa, luar biasa nih owner hotelnyaaa
ReplyDeleteAku juga mau laahh, kapan2 nginep di sini :)
Kok sama sih kalau booking hotel sesuai yang aku mau, kadang aku lihat foto2 yg ada di internet, ih ini serem aku gak mau dll hehehe.
ReplyDeleteWaktu naik MRT di sana aku lihat pertokoan ISETAN itu anak2 langsung ketawa loh aneh namanya katanya.
Gold3 Boutique Hotel sip..sip aku catat nih siapa tau ke sana lagi bisa menginap di sana juga kalau dilihat foto2nya bagus & bersih
Hotel plus camera museum, menarik banget ini. .Coba nemu tulisan ini duluan pas thn lalu ke KL pastinya nyoba goldboutique ini dan kayaknya lokasinya juga strategis banget ya Mba. . Ada triple room juga, cocok buat keluarga nih
ReplyDeleteUnik banget ya hotel butiknya, konsepnya benar-benar sesuai selera pemiliknya. Emang begitulah konsep boutique hotel yang ga pake pakem kayak hotel pada umumnya. Seneng euy lihat foto-foto di sini.
ReplyDeleteselalu suka sama konsep-konsepnya Boutique Hotel. pasti bakal bawa kota ke lorong waktu yang berbeda. Belum lagi experiences yang didapat juga nggak bakal mengecewakan. jadi pengen staycation di sini.
ReplyDeletehotelnya bagus banget. ada museumnya pula. jadi bisa nostalgia.
ReplyDeleteseneng bisa ajak liburan bareng keluarga besar. aku kok mupeng pengen begini juga kalo udah tua nanti, diajak jalan2 sama anak ke luar negeri... aamiin
Wwah, suka aku suasananya. Ada museumnya, dan kembali ke masa lalu...Suatu saat nanti kalau aku mau ke KL, kudu kepoin blog mbak Mira lagi buat refrensi, hehehe....
ReplyDeleteAku salfok sama dinding yang ada kameranya itu, btw ini hotelnya bagus ya dan strategis pula tempatnya. Mau ku catat dulu ah, siapa tau nanti butuh rekomendasi tempat nginap disana.
ReplyDeleteLihat benda-benda lawasnya, jadi inget almarhum bapak. beliau suka motret. Dan itu yg digantung di lampu, sepertinya bekas roll film ya, Mbak Chi? Wkwkwk memori banget. Zaman dulu kalo mo poto diatur banget posenya, jangan sampai fail. Soalnya filmnya mehong. Haha
ReplyDeleteGagal fokus sama lampunya, itu dr rol film yang untuk kamerakanya, sudah lama nggak liat benda itu
ReplyDeleteDuh beneran aku naksir ama kamera kamera yang dipajang itu mba. Hahhaa. Kok keren banget. Dan disini juga tempat unik klasik ya mba :)
ReplyDeleteWah lokasinya deket sama lokasi hotel tempat ade nginep pas ke Malaysia kmrn ya, Mba. Kayaknya nanti kalau pas saya kesana lagi, saya mau coba deh hotel ini. Unik banget ada museum kamera gitu ya. Aah jadi mau balik lagi kaan.
ReplyDeleteSelain keren dan nyaman hotelnya bisa mengedukasi pengunjung juga soal kamera dan fotografi ya Mbak. Worth banget nginapnya di sini.
ReplyDeleteButik hotel ini emang paling enak ternyata ya mba. Rata2 ramah di kantong sama ramah buat keluarga. Sekalian bisa wisata sejarah ya mba
ReplyDeleteHahaha Fabiaan bikin pindah hotel deh xixixi. Tapi akhirnya nemu pengantinya yang oke ya. Bahkan ada museum kamera jadul dan banyak spot buat poto2 gtu :D
ReplyDeleteYg owner restonya org Madura resto Garet itu mbak Myr?
Bukan, Pril. Garrett itu merk popcorn. Kami beli popcorn itu melulu selama di sana :D
DeleteWah kalo pecah ada dendanya ya? Lumayan juga ya klo bawa anak ternyata mecahin barang, bayar deh :))
ReplyDeleteIya hotelnya unik bgt, jd nilai plus tersendiri ya. Intagrammable juga. Worth it sama harganya.
Denda kalau ada kerusakan, Lin. Itu penginapan yang di apartemen. Bukan yang di hotel Gold3 ini. Tapi, kayaknya di manapun kalau ada kerusakan memang harus ganti. Cuma mungkin beda-beda aja bagaimana penggantiannya
DeleteKamarnya memang kelihatan bersih dan nyaman. Dua itu penting banget ketimbang yang luas, banyak furniture tapi kurang bersih. Apalagi urusan kamar mandi. Yang utama bersih, fasilitas lainnya nomor kedua aja buatky.
ReplyDeleteWah.. Kamera2nya baguss.. Kok unik ada museum kamera yaa.. Aku naksir nih salah satunya.
ReplyDeleteJalan-jalan terus ketemu tempat tinggal yang asik dan penuh nostalgia, terus kuliner di sekitar hotel.
ReplyDeleteUwaaa~
Syurga banget, kak Myr.
Alhamdulillah,
Keke dan Nai gak rewel kalo masalah makanan yaa...jadi dimana aja, hayyuuk~
Aku suka barang2 yang vintage, tipii koleksi kamera lama dimana mana. Suasananya enaak ya Chi. Ah seru banget yang jalan2 nih, itu mekdi meni menggoda, lapeer..
ReplyDeleteduu tempatnya isstagram worthy ya mba, dengan harga yang gak mahal, apalagi ada musium kamera & deket sama banyak tempat makan, cucok buat nginep kalau ke malay
ReplyDeleteKok kayak suami saya sih, Mak, nyari hotel buat nginep tu lihat instagramnya dulu, baru pesan lewat OTA. Hihi.. Biar lebih mantep yak? Ini keren sih konsepnya. Mungkin ownernya suka fotografi. Xixixi...
ReplyDeleteWah asiknya nginep di hotel yang antik begini. Ada museum kamera pula dan keamanan serta kenyamanannya terjaga ya. Itu ada televisi jadoel, zaman dulu aku juga punya merk ITT hahaha. Betah nih mbak Myra sekeluarga di sana ya. Makan Mc. D nya seru amat rame2 :)
ReplyDeleteboleh juga referensinya, tigngal sesuaikan dengan bujet aja, karena mesti itung2an juga yak dgn kondisi bujet keuangan, tp krn kayaknya dkat kemana2 lumayan juga ya
ReplyDeleteWah, unik banget penginapannya. Terkonsep banget. Berapa banyak kamera ya kira-kira di sana?
ReplyDeleteSaya suka banget penggunaan rollbfilm sebagai pembungkus kabel lampu. Brilian idenya :)
Kamera museumnya vintage banget ya. Untung hotelnya nggak ikut vintage. Agak nyeremin kalo hotel vintage
ReplyDeleteSeru banget, ada museum camera di dalam hotel. Belum lagi lampunya yang dihias begitu. Ditambah dekat banget sama beberapa mall. Asik sekali..
ReplyDeleteAku langsung salgok sama deretan kamera yang dipajang di dinding mbak, bagus banget euuuy.
ReplyDeleteWah makasih banyak Mba ulasannya, aku kebetulan ada rencana ke KL bulan mei dan memang lagi cari cari hotel juga.lansaung cek traveloka tadi untuk tau ratemya
ReplyDeleteIni namanya nginap sembari refresing mengenang masa lalu bagi yg udah usia matang, dan pengalaman seru melihat bukti perubahan teknologi kamera bagi anggota keluarga yg muda. Keren hotelnya.
ReplyDeleteAsik nih kalo dapet hotel di sekitar Bukit Bintang. Kalo mau jalan ke Alor jadi deket. Aku catet nama hotelnya mba, mupeng lihat museum nya. Terus kalo bisa sekamar berempat enak ya, nggak tidur terpisah sekeluarga
ReplyDeleteWah aku juga pasti bakalan puas banget kalau ke sini dan menikmati museumnya mba :). Dekorasinya emang unik :)
ReplyDeleteUnik bangeet tempatnya mbaa.. Love all those vintage and retro cameras. Pasti banyaak kenangaaan ya mba.. seru jalan - jalannya
ReplyDeleteKeren dan unik ya Gold3 Boutique ini. Kamarnya juga bagus. Paling suka memang museum kameranya. Ini tukang poto pasti nyaman banget ada di sana
ReplyDeleteKonsep hotelnya lucu ya dengan desain dinding yang artistik gitu. Mana ada museumnya juga ya jadi satu. Bakal betah aku kalau nginap di hotel begini. Wis pokoknya kalau cari referensi tempat liburan asyik juga hotel, carinya ke blog ini aja
ReplyDeleteWah iya, hotelnya unik ya. Dari penampakan depannya yang kayak toko aja udah kelihatan uniknya. Masuk ke dalam makin kerasa uniknya ini. Ada museum kamera. Kamarnya juga nyaman. Recommended deh kayaknya ya.
ReplyDeleteMenarik banget hotelnya mba. Cucoknya buat penggemar kamera. Bukit Bintang menurutku cukup strategis untuk menginap. Dekat dengan kuliner dan wisata kota. Ingin rasanya jalan-jalan lagi ke KL tapi sikon kurang mendukung. Thanks for sharing mba ❤️
ReplyDeleteDan aku pun langsung mencatat ini di journal travelingku loh mbak, karena mau aku jadiin referensi nanti kalau main ke Kuala Lumpur.
ReplyDeleteAku suka bangets lihat koleksi kamera bertebaran dimana-mana dan museum kameranya..wah, unik bener, bisa jadi pembeda dengan hotel lainnya. Dan ada family roomnya. Semoga berkesempatan juga nginep di Gold3 Boutique Hotel nanti
ReplyDeleteTakjub banget lihat koleksi kameranya itu mba. Dan tempatnya juga cakep dan nyaman ya.
ReplyDeleteWow bener bener full kamera everywhere yah Mbaak. Unik banget. Ala aka vintage juga, pastinya instagramable hehe. Ngga nyangka ada yang begini di KL 😍
ReplyDeleteSaya terpesona dengan konsep hotelnya, apalagi ada museum yg menyimpan produk2 jadul yang bisa dikatakan sudah agak sulit ditemukan sekarang ini
ReplyDeleteFasilitas nya juga cukup bikin nyaman keliatannya
Bisa jadi rekomendasi menyenangkan saat bertandang di kawasan Bukit Bintang
Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)