Ticker

6/recent/ticker-posts

Siti Homestay Kelana Jaya, Penginapan Nyaman untuk Muslim

2 hari pertama kami berada di Malaysia, menginap di Siti Homestay Kelana Jaya. Penginapan ini dipilih oleh suami sepupu saya karena dekat dengan lokasi resepsi pernikahan.

siti homestay kelana jaya malaysia

Siti Homestay Kelana Jaya, Penginapan Nyaman untuk Muslim


Dari KLIA 2 ke homestay jarak tempuhnya sekitar 53 km. Memakan waktu sekitar 45 menit menggunakan mobil tanpa macet. Lumayan jauh juga, sih. Kami menggunakan 1 mobil pribadi dan 1 mobil online (Grab).

siti homestay ss5
Kamar tidur utama dengan kamar mandi di dalam

Siti homestay memiliki 4 kamar tidur. Seluruh kamarnya ber-AC, kecuali di kamar atas. Ruang tamu dan makan juga pakai AC. Meskipun hampir di semua ruangan, jumlah kipas angin besar di langit-langit juga sama banyaknya.

Sepertinya langit-langit rumah-rumah di sana banyak menggunakan kipas angin. Waktu main ke rumah keluarga dan flat suami sepupu saya, semua menggunakannya. Sepupu saya sendiri yang bilang kalau kipas angin besar di langit-langit memang bukan hal aneh di sana.

Buat saya yang gak kuat dengan kipas, apalagi di langit-langit, berpotensi mengundang sakit kepala hehehe. Untungnya di homestay ada AC. Jadi mending nyalain AC aja, deh.


penginapan di malaysia

Saya sekeluarga lebih memilih tidur di ruang tamu. Biar bisa sekalian nonton tv. Disediakan beberapa extra bed di sana. Tetapi, sofanya juga bisa dijadikan tempat tidur.  

siti homestay
Kamar di lantai atas
Lumayan curam tangganya

Kalau untuk lantai atas, saya tidak menyarankan anak-anak tidur di sana. Tangganya lumayan curam. Kayaknya ngeri ya kalau anak kecil harus turun naik tangga.

siti homestay malaysia

Pemilik Siti Homestay sepertinya suka dengan nuansa bunga-bunga. Gordyn, kursi, sprei, semuanya bermotif bunga. Suami saya sampai ngakak begitu kami masuk ke dalam, kerudung saya hampir mirip ma gordyn.

penginapan di kelana jaya malaysia
Bagian belakang rumah tidak menempel dengan tembok tetangga. Ada gang kecil yang bersih dan asri. Bahkan paritnya pun bersih.

Homestaynya lumayan besar. Bentuk bangunannya seperti rumah zaman dulu. Memang katanya di sana itu termasuk perumahan tua. Beberapa perlengkapan rumah juga terlihat klasik, termasuk toilet di kamar mandi luar.

Ada banyak tulisan-tulisan seperti ini di beberapa ruangan

Toiletnya itu masih jadul. Sebetulnya bentuk toiletnya sama aja kayak yang modern, Tapi, posisi tuasnya berbeda, terpisah dari toilet. Ini kalau ngeflush, tuasnya harus ditarik ke bawah. Suara saat diflush juga kenceng banget. Berasa kayak kita mau ikut kesedot ke dalam lubang. Tante saya sampai ngibrit ke luar saat menjelang Subuh ke toilet hehehe.

Sabun dan shampoo yang disediakan homestay, kecuali yang Pantene dan Sensodyne.

Sudah disediakan beberapa perlengkapan memasak, makan, dan mandi. Setrikaan dan mejanya pun ada. Jadi paling kami hanya tinggal membeli bahan-bahan masakan aja kalau memang gak ingin jajan di luar.

Dilarang parkir sembarangan!

Kami suka dengan homestay ini. Meskipun rumah jadul, tetapi bersih dan terawat. Suasana di luar juga cukup asri dan tertib. Contohnya kayak parkiran mobil. Jalanan di depan rumah ukurannya lumayan lebar. Tetapi, bukan berarti kita parkir seenaknya, lho. Setiap rumah ada area serta jatah maksimal masing-masing untuk kendaraan. Bila lebih, silakan parkir di tempat lain yang sudah disediakan.

homestay di kelana jaya
Kalau mau ke Hero, Giant, Sevel, atau ke tempat lain, tinggal nyebrang.

Gak sulit kalau mau belanja bahan makanan di sini. Hanya jalan kaki sekitar 5 menit saja ada Giant dan Hero Supermarket. Gak pakai jauh untuk kalau mau belanja. Tetapi, kayaknya lain kali kalau keluarga besar saya mau ke Malaysia bakal bawa beras sendiri wkwkwkwk.

Di Malaysia, beras yang harganya bagus pun teksturnya pera. Mau dikasih air banyak juga tetap aja pera. Kalau kata suami sepupu saya, itu karena orang Malaysia senangnya makan yang berkuah. Makanya tekstur berasnya seperti itu. 

Triknya, begitu nasi matang di rice cooker harus segera dimakan. Lumayan agak pulen kalau masih basah karena baru matang. Kelaman dikit ya pera lagi hehehe.

Kebalikannya waktu mertua sepupu saya ke Indonesia. Merasa beras di Indonesia itu lembek. Ya karena di Indonesia kan beras yang pulen justru yang dianggap enak. Tetapi, bagi mereka tektur pulen justru kurang cocok hehehe.

fasilitas siti homestay kelana jaya
Disediakan rice cooker juga. Tetep dooong beli Indomie goreng, tapi versi Malaysia hihihi

Ya memang urusan enak dan gak enak itu kembali ke selera. Keke malah lebih suka dengan nasi pera meskipun dimakan tanpa kuah. Pulang dari Malaysia, dia minta nasinya seperti itu. Mungkin karena dia terbiasa makan nasi merah.

Kalau Indomie goreng di sana, masih lebih enak yang di Indonesia. Kayaknya kalau yang versi Malaysia kurang berasa micinnya hahaha.

Jalan-jalan sore di hari kedua
Gak ada Slurpee. Hiks!

Kalau Keke dan Nai seringnya bolak-balik ke Sevel. Tadinya saya juga seneng pas lihat Sevel. Kangen ma Slurpee. Etapi, pas ke sana lagi gak ada. Mesinnya lagi rusak. 

Duuuuhh! Kenapa sih di Indonesia udah gak ada Sevel lagiiii? Padahal favorit kami sekeluarga, tuh! Meskipun sekarang mulai banyak minimarket yang konsepnya kayak Sevel. Tetapi, tetap aja buat kami belum tergantikan. Ihiiiyy!

Semakin malam, suasana semakin ramai. Banyak tenda kaki lima yang berjualan. Begitupun di pagi hari. Kayaknya di sini kuliner tradisional hingga kekinian ada. Dari kaki lima hingga resto. Gak akan kesulitan kalau mau cari makan.

Di dekat homestay juga ada tempat makan durian yang udah terkenal. Namanya Durian SS2. Sayangnya saat ke sana lagi gak musim durian. Makanya harganya jadi mahal. Tetapi, kalau lagi musimnya harganya bisa murah banget karena penjualnya banting harga.

Jalan-jalan malam di hari pertama

Gak hanya kuliner, sih. Kayaknya di sana apapun ada, deh. Kalau di Indonesia, ini mirip Bintaro. Perumahan yang sudah tua dengan fasilitas komplit. Ada juga sekolah, bengkel, dan masih banyak lagi. Mertua sepupu saya juga tinggal di perumahan ini. Memang enak sih lokasinya.

Lupa ini namanya nasi apa. Tapi, kayaknya bukan nasi lemak. Kalau di kita semacam nasi uduk dengan berbagai macam pilihan lauk, lah hehehe.
kulineran di kelana jaya

Tetapi, gak 24 jam juga keramaiannya. Kami terbiasa bangun pukul 4 subuh. Di sana pukul segitu masih gelap. Gak kelihatan aktivitas sama sekali. Pukul 6 aja masih kayak subuh. Pedagang makanan kaki lima juga baru berjualan sekitar pukul 8. 

Udah kenyang sama nasi, beli teh tarik dan roti canai. Bubar diet lah pokoknya.

Kami yang sudah pada bangun dari pukul 4, gak bisa tidur lagi. Mau cari makanan masih belum pada jualan. Jadi bikin makanan sendiri aja deh di dapur. Tetapi, tetap cari sarapan juga begitu mulai ramai.

Burung gagak ada di mana-mana! Sesekali suaranya terdengan keras. Saya pernah membaca beberapa artikel kalau burung gagak memang sengaja dikembangbiakan di Kuala Lumpur untuk membantu menjaga kebersihan kota. 

"Di kita, biasanya di kampung, kalau denger suara burung gagak suka horor, ya. Di sini mah kayaknya pada biasa aja," ujar tante saya.

Hmmm ... Untungnya lagu yang liriknya 'entah apa yang merasuki mu' dengan backsound gagak saat itu belum viral, ya. Kalau enggak saya bisa auto nyanyi melulu 😂

Kulineran malam

Sebelum berangkat ke Malaysia, papah saya bilang kalau lokasi penginapannya agak susah transportasi umum. Saya cek lewat moovit memang agak ribet, sih. Dari KLIA 2 bisa lebih dari 1x berganti transportasi umum.

Sebetulnya ada yang cuma sekali. Dari KLIA2 naik ke bus AERO3 dan turun di Paradigm Mall. Lokasi mallnya gak jauh dari homestay. Sekitar 15 menit jalan kaki. Agak ribet kalau pakai kendaraan pribadi. Postingan berikutnya saya ceritakan tentang mall ini, ya.

[Silakan baca: Pengalaman Terbang Bersama AirAsia]

15 menit jalan kaki sambil bawa ransel dan dorong trolley ya lumayan juga. Makanya memang bener juga kata papah. Enakan naik taxi atau sewa mobil online kalau gak dijemput dengan kendaraan pribadi.

Saya membaca tulisan di salah satu tembok kalau homestay ini hanya disewakan untuk muslim. Gak tau alasannya apa. Karena yang mengurus semuanya keluarga dari suami sepupu saya. Jadi kami memang tinggal datang dan menikmati penginapannya.

Saya juga tidak bertanya kenapa memilih homestay ini dan apakah ada penginapan lain di sekitarnya. Kalau hotel sih ada di dekat sana. Tebakan saya memilih Siti Homestay karena lokasinya berdekatan dengan tempat resepsi pernikahan dan juga rumah mertua sepupu saya.

Kalau ada kesempatan ke Malaysia lagi, pengen juga menginap di Siti Homestay meskipun lokasinya memang agak jauh dari Petronas atau lainnya. Saya suka dengan suasana di sana. Rasanya belum puas ngubek-ngubek daerah sana.

Tapi, kayaknya kalau hanya kami sekeluarga, penginapannya kegedean. Memang menginap di Siti Homestay ini cocoknya kalau sama rombongan. Ya mudah-mudahan aja keluarga besar kami bisa ke sana lagi. Aamiin.

Siti Homestay SS5 Kelana Jaya


119, Jalan SS 5d/2, Ss 5, 47301
Petaling Jaya, Selangor, Malaysia

Phone: +60 17-331 9056

Posting Komentar

69 Komentar

  1. Wahhhh jalan jalannm... aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kapan ak bisa jalannn, banyak laporan numpukkkk aa!!

    BalasHapus
  2. Harap maaf mesin rosak hahahahaha, lucu bahasanya :D
    Dan lebih ngakak juga liat kerudung ama gordyn yang mirip hahahaha.

    Asyik banget tuh Mba, nginap di homestay gitu, lengkap ada dapurnya, bisa masak-masak tipis-tipis, jadi nggak bakal kelaparan.

    BalasHapus
  3. kalo jalan bareng keluarga besar, baiknya memang nginap di homestay yaa, Mba, jadi gak tercerai berai dan tentu biaya yang dikeluarkan juga lebih murah dibanding hotel atau apartemen :)

    BalasHapus
  4. Wah besar juga Home Stay ini mbak, kalau rombongan bisa menyenangkan ini. Sudah lama enggak ke Malaysia, nanti kalau ada kesempatan lagi mau coba check home stay ini mbak.

    BalasHapus
  5. Nginap di home stay enak ya, privacy kejaga dan bebas. Karena sekeluarga butuh ruang lebih leluasa.

    BalasHapus
  6. Enaknya home stay siti kelana jaya adalah kita bisa kumpul keluarga dan lebih hemat bila di bandingkan nginep di hotel. Mpo ikutan ngakak waktu mba cerita tante kabur pas flush wc kenceng banget.

    BalasHapus
  7. Lingkungan di Selangor ternyata terlihat damai. Burung gagak itu bikin saya takut juga gara-gara film zaman masih ABG nonton film Bird di TVRI, sejauh ini saya belum lihat langsung burung gagak di kampung padahal di luar rumah berkeliaran banyak burung. Tapi menurut saya bagus jika kota jadikan pasukan burung gagak sebagai pemebrsih asal jangan jadi monster seperti dalam film Bird.
    Baca ini bisa tahu suasana malam keseharian penduduk Malaysia plus kebiasaan mereka. Kulineran di sekitar homestay asyik banget, mudah dan beragam.
    Jadi referensi bagi banyak orang yang ingin berkunjung ke Malaysia berombongan.

    BalasHapus
  8. Per malamnya brp? Kalo rame2 sama keluarga memang seru yg model homestay gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua udah diurus sama keluarga dari Malaysia. Tapi, pernah lihat di internet harganya RM350 per malam

      Hapus
    2. 350 Ringgit kalau di rupiahkan sekitar 1 jutaan lebih juga ya Mbak. Tapi kalau rame² gini memang worth sih.

      Hapus
  9. Berasa kayak lagi berkunjung ke rumah nenek ya mak Chi hehehe..

    Eh liat roti canai, jadi inget sama Prata juga nih. Kangen deh sama makanan itu, apalagi minumnya teh tarek juga. Ah sedap

    BalasHapus
  10. karena homestay itu model rumah jadi nyamannya beda ya mbak, ya berasa rumah sendiri aja wkkw terlebih pasti kesananya kan rame,, jadi makin seru, btw bersh ya homestaynya

    BalasHapus
  11. Homestay yg nyaman dan strategis ya mbak. Pasti sangat menikmati acara jalan-jalan di Malaysia nih. Semua serba tersedia, mulai perlengkapan mandi sampai dapur, sudah gak bingung deh menginap di homestay kalau lengkap begini ya mbak.

    BalasHapus
  12. Di kl kayaknya banyak tpt yg menyenangkan buat nginep ya..aku jg dpt tpr asyik tapi murmer hehe sayang ga kepikiran buat ditulis dulu itu..

    BalasHapus
  13. Homestay-nya hampir sama kayak yang ada di Indonesia ya, keliatan nyaman.
    Meskipun di luar negeri, makanan favorit seperti indomie goreng pasti selalu tersedia ya hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pedagang makanan kaki lima baru ada jam 8 pagi, saya pasti udah kelaperan tuh hihihi
      Jadi mending masak indomie goreng aja dulu, meski mienya tetap lebih enak yang di Indonesia ya..

      Hapus
  14. Kalau keluarga besar kayaknya emang cocok deh homestay ini mba. KLiatan nyaman dan homy juga. Asik ya disedian shampo dan sabun ukuran gede gitu

    BalasHapus
  15. Homestaynya besar dan kelihatan nyaman ya. Fasilitasnya juga oke tuh cocok banget ditempati kalau liburannya bareng keluarga besar. Tapi kalau cuma berdua sama pasangan emang kebesaran ya.

    BalasHapus
  16. Mbak ngakak banget heheh gorden sama kerudungnya sama tapi bagus senada ada bunga-bunga. Homesstay kayak gini nih bikin betah kayak dirumah sendiri.

    BalasHapus
  17. Huaa cukup nyaman ya tempat home staynya ada microwave juga lagi. Kalau boleh tahu permalamnya berapa kak Myra, siapa tahu kalau ke Malaysia bisa nginep di sini hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernah lihat di internet, harganya RM350. Tapi, gak tau deh itu update atau enggak

      Hapus
  18. Iya, kalau kamarnya banyak gitu emang lebih enak kalau rombongan ya menginap di homestay. Apalagi letaknya dekat dari mana-mana ya. Gampang kalau pengin beli segala macam keperluan.

    BalasHapus
  19. Haha ikut ngakak aku liat jilbabnya sama kaya gorden. Pasti ownernya yg namanya siti pasti romantis. Eelaah sotoy aku haha

    BalasHapus
  20. Guest housenya hommiee banget ya, Mbak, serasa di rumah sendiri. Kalo ada acara keluarga yang rombongan besar gitu memang mendingan cari guest house aja ya.. bisa kumpul2 bebas :D

    BalasHapus
  21. Kalo bawa keluarga kayanya emang lebih enak tinggal di home stay ya kak daripada di hotel, jadi berasa pindahan gitu saking lengkapnya fasilitas di home stay

    BalasHapus
  22. Kalau bawa keluarga besar memang enaknya nginep di homestay ya. Saya kalau ke malaysia cuma berdua sih, jadi pasti nginepnya di hotel, hehe

    BalasHapus
  23. Asyik, makasi referensinya ya, Mbak. Aku udah ngantongin sih tiket ke KL untuk Februari tahun depan, cuma belum punya bayangan mau nginap di mana. Apa nanti coba nginapnya di Siti Homestay ini aja kali ya. Sepertinya nyaman nih

    BalasHapus
  24. Ngakak juga pas liat foto yang jilbab mirip gordyn
    Untung cuma jilbab ya hehe
    Dari luar sudah nyaman liatnya. Pas liat foto foto di dalam makin suka

    BalasHapus
  25. Tentang gordin yang mirip kerudung, aku juga numpang ngakak ya Chi, hihihi.

    Wah cocok banget nih Siti homestay buat keluarga besar.
    Letaknya lumayan strategis ya


    BalasHapus
  26. ngakak bagian flushnya kenceng banget serasa ketarik mba Chi :p pastinya sih aku juga bakalan ngacir kayak tantenta wkwk

    BalasHapus
  27. Huwaaa kalian udah sampai Malay aja ini
    bawain oleh-oleh apa nih dari sana. Oleh-oleh konten yang bergizi ini ya mba
    aduh semoga kapan2 aku bisa main ke Malay juga nih seru bersama keluarga

    BalasHapus
  28. Dari namanya aja udah berasa nuansa melayunya ya. Nuansanya kayak lagi di rumah aja deh

    BalasHapus
  29. Malaysia itu kan dekat dengan Sumatera, Mba Chi. Jadi wajar kalau berasnya mereka memang suka dengan beras pera. Keluarga suamiku sebagian besar ga cocok sama beras Jawa. Mereka bilang lengket dan lembek. Makanya suamiku tuh paling seneng kalau diajak ke Malaysia. Makanannya cocok semua.

    Ooo berarti ini di daerah Kelana Jaya ya. Kalau rombongan emang enak pilih yg homstay ya. Drpd di hotel. Sip sip.. jadi ada rekomendasi nih.

    BalasHapus
  30. di homestay emang enak karena kan besar dan bebas masak memasak ya Chi. Aku lebih suka hotel sih so far yang di dekat little India itu, tapi diperingatkan jangan keluar terlalu malam

    BalasHapus
  31. Hihi, matching ya kerudung sama gordynnya :D
    Kalau di indonesia, nasi pera itu yang enak dibikin nasi goreng ya?

    BalasHapus
  32. Lokasinya strategisss amaattt
    Duh, kapan yaaa aku bisa plesir bareng kluarga besar kayak giniii


    Mupeng buanget aselik

    BalasHapus
  33. Kalau untuk rombongan menginap di homestay begini worth banget sih menurutku Mbak. Soal kendaraan atau transportasi bisa naik grab rame-rame.

    BalasHapus
  34. Ngomong2 soal sevel, akupun bahagia pas ketemu sevel di KL, soalnya di kalimantan gak pernah ada hihihi. Lokasinya strategis bgt ya mbak

    BalasHapus
  35. Itu sewanya mesti model se-rumah, atau itugannya kamar mba?
    aku lebih suka di homestay juga klo butuh yag nginep2 gitu mba, soalnya serasa di rumah sendiri... lebih bebas misal mau masak-masak indomie... :-D

    BalasHapus
  36. Ya ampuunn slurpeeee... aku jadi kangen juga nih. Tapi emang ya mba, klo perginya ramean tu paling enak nginep di homestay gini. Jadi gak kepencar-pencar kamarnya dan klo malam bisa ngeriung

    BalasHapus
  37. Pengen banget sekeluarga besar jalan jalan kluar negeri yang nggak jauh jauh gitu. Asik nemu tempat yang pas buat sekeluarga dan muslim ya

    BalasHapus
  38. Home staynya memang terlihat nyaman ya..suka saya dengan rumah lama yang ruangannya luas-luas. Btw baru tahu kalau gagak sengaja dikembangkan buat menjaga kebersihan lingkungan. Ini untuk mencegah tikus berkembang mungkin ya..

    BalasHapus
  39. Ternyata suasana resepsi pernikahan Malaysia sama disini gk jauh beda ya. Mayan buat nambah wawasan nih. 👍🏼

    (DENY OEY)

    BalasHapus
  40. Oh ini di Petaling ya mbak? Aku kalau main ke daerah sini buat street photography. Bulan November kemarin aku balik ke KL dan main ke Petaling, iya disini agak susah transportasinya, makanya kemarin selama disana banyakan jalan kaki.

    BalasHapus
  41. Ya ampun aku baca ini jadi dapet info tentang beras Malaysia haha. Baru tau aku mba, waktu ke Malaysia kemarin sih aku nggak banyak makan nasi. Btw homestaynya nyaman meskipun bangunannya jadul. Strategis juga ya mba banyak tempat jajan.

    BalasHapus
  42. Roti canai dan teh tariknya menggoda, nampak enak banget tuuh.

    BalasHapus
  43. Jadi bisa Ada acuan nih ya klo travellingan bareng keluarga stay rombongan temen2 d siti homestay Pasti lbih murah, bersih lg,, next bisa explore Malaysia

    BalasHapus
  44. Whahaha. Jd masih lebih enak indomie goreng Indonesia ya mba. Kita mah generasi micin tau banget kadar micin yg pas ya.. Haha

    BalasHapus
  45. Hahaha itu yang gordennya samaan ma kwrudung ya :D
    Wah gede ya itu satu rumah disewa gtu ya mbak?
    Malaysia tu bersih ya mbak, nyenengin kalau ke sana :D
    Soal nasi tu kalau org Kalimantan sukanya pera juga mbak, aku sama suamiku beda selera, kalau aku sbg org Jawa suka pulen, untungnya dia yang mau nyesuaiin wkwwkk

    BalasHapus
  46. Enak banget homestay ini dekat sama hipermart dan mall. Banyak penjual makanan yang sudah matang pula. Enak nih tinggal beli saja. Saya kalau cari tempat menginap selalu yang banyak penjual makanan di sekitarnya. Recommend banget nih mbak. Khusus buat muslim pula.

    BalasHapus
  47. Kalau nginep dengan banyak orang ataupun anggota keluarga, paling enak kayaknya milih homestay gini ya. Bisa masak-masak, bisa seseruan di ruang tamu, asyik deh pokoknya.

    BalasHapus
  48. Jadi sama ya motif kerudungnya ekwkwkwk

    Btw mba ini seperti rumah biasa disewakan gt ya. Homey sih. Kan biasanya kalau pergi traveling milih hotel dll ini bedaaa yaaa

    BalasHapus
  49. Rejeki banget dapet penginepan yang sehati sama penyewanya, hehhee...
    Dan yang pasti, semua keluarga bahagiaaa...travelling bersama.

    BalasHapus
  50. Gagak yang dibiarin di mana-mana tuh kalo buat orang Jawa langsung bikin parno banget sih Mak. Hahahahahaha. Cuma negara tetangga doang udah culture shock xD

    BalasHapus
  51. Nyenengin bgt ya home stay nya. Aku malah jd inget homestay Atok Dalang, kira2 gini jg ga ya? Jd kebayang2

    BalasHapus
  52. Kalau liburan bareng keluarga, memang lebih enak nyewa homestay. Pertama kali tinggal di Malaysia, saya juga kaget dengan banyaknya gagak di mana-mana, apalagi kalau sore hari, suasana kota seperti diserang ratusan gagak yang pulang kandang.

    BalasHapus
  53. Sebagai generasi micin aku langsung ngikik pas bagian baca masalah perbandingan Indomie. Tapi, emang indomie Indonesia itu tiada duanya

    BalasHapus
  54. Wkwkwkwk...akutu jadi inget 4 hari conference di Malaysia. Delegasi dari Jepang sampai ngeluh sembelit gegara makan nasi lemak mulu dan jarang ketemu sayur. Untuk nasi, mungkin aku termasuk fleksibel, rasanya enak-enak aja selama makan di sana. Baru nyadar, iyaya ya rada pera, ya pas baca tulisan mbak chi ini. Qiqiqi.

    Btw Homestaynya oke ya. Lokasinya enak banget itu.

    BalasHapus
  55. Wah lumayan 45 menit disana, jalanannya ga macet yaa. TApi nyaman gitu tempatnya Chi, cucok buat rombongan. Jadi kek di rumah sendiri.
    Atulaah ku kangen nasi lemak, truus makannya nongkrong di sana.

    BalasHapus
  56. homestay nya terlihat bersih dan terawat ya mbak, aku suka ke Malaysia karena makananya banyak yang halal dan porsinya besar. Seminggu disana naik 3kg hahaha

    BalasHapus
  57. Tempatnya terlihat nyaman ya, Teh. Terlebih bisa menginap bersama keluarga..
    Biasanya penjual bubur atau sejenis makanan yang cocok untuk sarapan buka sedari pagi, jam 5 di Indonesia sendiri biasanya udah banyak yang buka, Teh..he

    Masak aja dulu, Teh kalau gitu, sembari nunggu pukul 8 untuk bisa cari makanan..he

    BalasHapus
  58. Nyaman sekali ya homestay nya, kalo lagi di negeri orang dikasih tempat kaya gini serasa tidak sedang bertamu ya apalagi rame-rame bareng keluarga.

    BalasHapus
  59. Tapi saya rasa sih memang sebaiknya yang namanya penginapan itu dekat dengan tujuan utama kita pergi ke kota itu. Supaya mengurangi kemungkinan kekacauan akibat lalu lintas pada hari pernikahannya.

    BalasHapus
  60. Nak juga nak juga... Awak nak pigi ke Malaysia, hehehe. Bikin penasaran aja sama Indomie yang kurang banyak micinnya di Malaysia. Homestay nya strategis, pilihannya tepat nih. Udah gitu fasilitas lumayan komplit

    BalasHapus
  61. Luas yaaa. Aku malah penasaran, seseru apa rasanya menginap di homestay.

    DUH SEVEL DI SINI UDAH BYE BYE DAN AKU KANGEN JUGA. Sama Teh, walaupun banyak yang mirip mirip konsepnya sama Sevel, tapi rasanya nggak terganti. Makanan yang banting harga jelang Sevel tutup yang bikin aku kangen. Maklum dulu anak kosan, maunya makan enak tapi harga juga enak.

    BalasHapus
  62. Masya Allah itu Lokasinya strategisss amat yak.
    Duh, kapan yaaa bisa plesir bareng kluarga besar kayak gini hehehe... Oh iya doa buat pengantin semoga samara yaa 😘 😘


    Mupeng buanget maaaak

    BalasHapus
  63. tetep carinya indomie, dan katanya memang yg untuk eksport bumbunya dikurangi. orang LN kan gak betah micin gak kayak kita2. wkwkwk... duh enak yaaa homestay dekat tempat belanja

    BalasHapus
  64. Kelihatan nyaman banget homestay nya dan luas juga jadi kalau bawa keluarga besar bisa muat di homestay tersebut

    Selain itu lokasinya pun juga strategis mau kemana-mana dekat

    BalasHapus
  65. Info yang menarik jadi bisa buat pertimbangan jika ingin traveling bersama keluarga ke Malaysia terima kasih

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)