Saya agak sedikit pusing mengubah rencana perjalanan ketika akhirnya memutuskan batal jalan-jalan ke Melaka. Rasanya gak mungkin mengajak orang tua untuk jalan-jalan ke sana karena rencana kami kan memang akan seharian jalan. Mereka bisa sangat kecapean. Apalagi sehari sebelumnya baru aja hadir di acara resepsi pernikahan.

jalan-jalan seharian di kuala lumpur malaysia

Jalan-Jalan Seharian di Kuala Lumpur



Saya sudah memutuskan untuk jalan-jalan di Kuala Lumpur saja. Kemana?

Berkali-kali googling, masih saja belum dapat destinasi yang menurut saya menarik. Kebanyakan menulis ke Petronas, KL Tower, Batu Caves, dan beberapa destinasi umum lainnya. Saya tau, menarik atau tidak itu urusan selera. Setiap orang bisa berbeda-beda.

Nah, kalau buat saya Petronas dan KL Tower ini gak ada sama sekali dalam rencana destinasi yang ingin dikunjungi. Begitupun dengan Batu Caves. Tetapi, khusus Batu Caves, saya ada alasan lain yang akan saya ceritakan lain kali. *Ada cerita sedihnya. Mudah-mudahan saya bisa menulisnya.

[Silakan baca: Resepsi Pernikahan di Malaysia]

5 Tempat Wisata Menarik di Kuala Lumpur


destinasi menarik di kuala lumpur
Lokasi: Sentul, Malaysia

Saya terus mencari tempat wisata menarik di KL. Tidak hanya yang ada di page one Google, tetapi sampai page sekian pun saya baca. Saya cari juga di Instagram dengan berbagai hashtag yang berkaitan dengan destinasi wisata Kuala Lumpur.

Saya ingin tempat bernuansa alam. Kalaupun tidak ada, pengennya jalan-jalan ke kota dengan suasana yang unik. Pada saat itu, saya membayangkannya Kuala Lumpur sama seperti kota metropolitan lainnya. Kalau hanya gedung pencakar langit di mana-mana, sama aja dengan Jakarta. Makanya pengen banget ke Melaka. Nai malah pengennya ke Penang.

Back to Content ⇧

KL Forest Eco Park, Hutan Kota yang Rimbun

kl forest eco park, taman eko rimba,

Lot 240, Jalan Raja ChulanKuala
50250 Kuala Lumpur, Malaysia

Saya memang benar-benar gak tertarik main ke KL Tower sebelum menemukan info tentang tempat ini. Saya lupa dapat informasi ini pertama kali dari mana. Tetapi, bila Sahabat KeNai pernah membaca tentang Taman Eko Rimba atau Hutan Simpan Bukit Nanas itu nama lain dari KL Eco Forest Park.

hutan simpan bukit nanas

"Pokoknya wajib ke sini!" ujar saya.

Saya langsung meniatkan banget untuk datang ke tempat ini. Dari homestay, kami naik Grab ke sini. Alhamdulillah, tempatnya memang asyik. Hutan kota yang rimbun di antara gedung pencakar langit. Sayangnya kami kurang lama aja karena masih ada beberapa tempat lain yang ingin dituju.

KL Forest Eco Park ini masih satu area dengan KL Tower. Di area yang sama juga ada Upside Down dan beberapa restoran/cafe. Jadi, lumayan komplit lah wisata di area ini. Tapi, saya gak tau apakah di sana ada toko yang menjual merchandise. Sepertinya saya tidak melihatnya. 

[Silakan baca: KL Forest Eco Park]

Back to Content ⇧

Mencari Sparepart Motor di Sentul

beli spare part motor di sentul malaysia

Dari KL Forest Eco Park, kami lanjut ke Sentul naik Grab. Menempuh perjalanan sekitar 20 menit untuk sampai lokasi yang kedua. Tujuan yang kedua ini keinginan Keke dan ayahnya.

Di Kuala Lumpur, Malaysia, juga ada daerah namanya Sentul. Persamaan dengan di Indonesia adalah sama-sama ada hubungannya dengan dunia otomotif. Kalau di Indonesia, kami lumayan sering ke Sentul untuk menemani Keke pertandingan balap motor. Sedangkan di Sentul, Malaysia, Keke dan ayahnya mencari beberapa sparepart untuk motor balap.

mencari spare part motor di sentul malaysia
Nungguin yang lagi cari sparepart motor

Di Sentul Malaysia, berderet bengkel dan toko yang menjual sparepart kendaraan. Kami datangi beberapa toko sampai dapat barang yang diinginkan. Jangan tanya sparepart apa yang dicari. Saya gak pernah ingat hehehe. Itu 'mainannya' Keke dan ayahnya. Saya hanya ingat, katanya di sini harganya lebih murah dibandingkan beli di Indonesia. Lumayan lah selisih harganya. Makanya mumpung lagi di KL, mereka berdua niatin banget ke sini.

Back to Content ⇧

Merchant's Lane, Hidden Gem Cafe in Chinatown

merchants lane malaysia

150, Jalan Petaling, City Centre
50000 Kuala Lumpur, Malaysia

Setelah mendapatkan sparepart motor yang dicari, kami pun lanjut untuk makan siang. Kembali kami naik Grab menuju lokasi ini.

Cafe yang sedang hits di Kuala Lumpur ini termasuk hidden gem. Saya pernah baca beberapa tulisan yang katanya agak susah dicari. Sebetulnya, lokasinya gak berada di tempat tersembunyi. Ada di depan jalan besar. Tetapi, memang nyaris gak ada tanda keberadaan cafe ini. Malah bisa-bisa disangka toko peralatan tulis. 

Suasana di depan toko pun sepi. Nyaris gak terlihat kendaraan banyak parkir. Begitu masuk ke dalam, baru deh suasana terlihat ramai. Sampai kami pun harus menunggu meja kosong.

hidden gem cahe in chinatown

Saya seneng banget bisa menemukan tempat ini meskipun harus antre karena di dalamnya sedang penuh. Selain suka dengan suasananya, semua makanan yang kami order rasanya enak.

Harga makananya kurang lebih sama lah kayak cafe-cafe di Jakarta. Tetapi, di sini porsinya besar-besar. Seporsi berdua juga masih bikin kenyang.

[Silakan baca: Merchant's Lane, Kafe Tersembunyi di Chinatown, Kuala Lumpur]

Back to Content ⇧

Belanja Oleh-Oleh Coklat di Mydin

belanja coklat di mydin kuala lumpur
Pilihan coklat dan permennya banyaaaakkk!

Kuala Lumpur City Centre
50050 Kuala Lumpur, Malaysia

Saya masih penasaran di mana tempat mencari coklat di Kuala Lumpur. Masih gak puas cari coklat di Tesco, Paradigm Mall, karena pilihannya sedikit. Saya tuh pengennya kayak belanja coklat di Mustafa Centre, Singapore.

Kebanyakan menyarankan mencari coklat di Central Market. Tetapi, ada juga artikel yang menulis kalau mencari oleh-oleh coklat itu di Mydin. Bahkan Mydin ini dibilang kayak Mustafa Centre. Nah, persis seperti yang saya mau.

[Silakan baca: Bermain di Gardens by The Bay dan Mencari Oleh-Oleh di Mustafa Centre]

Mydin adalah salah satu hypermarket di Malaysia. Tokonya ada banyak. Tetapi, kami memilih yang terdekat dari Merchant's Lane. Tinggal jalan kaki sekitar 10 menit.

mydin kuala lumpur malaysia
Harus titip tas dulu kalau mau masuk ke Mydin

Seperti hypermarket pada umumnya, tentu saja yang dijual beragam. Tetapi, begitu masuk ke dalam, saya langsung menuju area coklat dan permen. Seneng banget hampir satu lantai itu isinya beraneka camilan, terutama coklat dan permen. Nah ini yang memang saya mau!

Pilih ini, pilih itu, rasanya banyak yang banget yang ingin dibeli. Tetapi, kami harus kira-kira juga karena masih ada 1 tujuan lagi. Jangan sampai nanti jadi bikin ribet karena kebanyakan belanja. Bahkan kami tidak melihat area lainnya. Tujuan kami memang hanya ingin beli coklat

Saya sudah membandingkan harga coklat di Mydin dengan Tesco, Central Market, dan 2 supermarket yang dekat homestay. Di Mydin selain banyak pilihan, harganya juga paling murah.

Suasananya juga lumayan mirip dengan Mustafa Centre. Suasananya lumayan crowded. Didominasi dengan wajah-wajah India. Toko-toko di sekitarnya juga penjualnya kebanyakan berwajah India. Sepertinya memang di sana tuh daerah little India. Hanya tebakan saya aja, sih. Karena saya juga gak terlalu memperhatikan lebih detil.

Terminal bus ada tepat di depan Mydin. Tetapi, saya gak tau apakah bis yang ada di sana untuk rute dalam atau luar kota. Kami memilih melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.

[Silakan baca: Siti Homestay Kelana Jaya, Penginapan Nyaman untuk Muslim]

Back to Content ⇧

KLCC Park dan Menara Kembar Petronas

klcc park

Jalan Ampang,
50088 Kuala Lumpur, Malaysia

Lho, katanya gak tertarik ke Menara Petronas? Tetapi, kenapa malah ke sini juga?

Awalnya untuk menyenangkan hati papah yang pengen banget ke sini. Meskipun, saya gak tertarik, tentunya gak boleh egois. Namanya juga jalan bersama-sama.

Tetapi, di hari ketiga itu, kami gak jadi jalan bareng juga. Papah, mamah, para tante, serta om harus silaturahmi dulu ke rumah mertua sepupu saya. Sedangkan rombongan saya memilih jalan duluan sejak pagi.

sore hari di klcc park

Meskipun gak jadi jalan bareng, saya tetap memutuskan ke Menara Petronas. Tetapi, sempat googling lagi. Siapa tau ada sisi yang menarik daripada sekadar foto di depan Twin Tower. Dapat deh info tentang KLCC Park.

Dari Mydin kami memilih jalan kaki. Lumayan deh hampir 3 km jalannya. Kalau berdasarkan prediksi Google Maps, harusnya sekitar 30 menit aja. Tetapi, karena Fabian, keponakan saya, ikut jadinya agak lama. Dia gak biasa jalan jauh. Makanya sempat agak rewel. Mana cuaca saat itu, meskipun udah menjelang sore, masih berasa panas.

[Silakan baca: Nyasar ke Paradigm Mall Gara-Gara Google Maps]

suasana sore di klcc park

Seneng banget begitu sampai KLCC Park yang kami lihat ada tempat untuk minum. Sebetulnya kami selalu bawa botol minum. Tetapi, jalan kaki saat itu lumayan bikin haus. Dan entah karena kami kehausan atau gimana, rasanya air yang kami minum saat itu dingin dan sejuk di tenggorokan hehehe.

taman bermain di klcc park

Fabian yang tadinya rewel dan lemes, langsung full lagi energinya ketika melihat taman bermain. Asiknya taman bermain di sini luas. Tempat bermainnya pun banyak. Meskipun suasana sore itu ramai, tetapi gak terlihat antrean anak bermain di salah satu permainan.

Ketika dia bermain, kami memilih duduk di salah satu bangku. Di setiap mejanya ada papan catur. Kalau Sahabat KeNai mau duduk sambil main catur juga bisa, nih.

Paling enak kalau ke KLCC Park tuh sore hari. Meskipun tempatnya lumayan teduh karena banyak pohon. Tetapi, cuaca sore hari semakin bikin suasana adem. Selain itu, melihat Twin Tower dari KLCC Park ternyata bagus juga.

kolam renang klcc park malaysia
Pool yang luas ini sedang direnovasi

Sebetulnya, tujuan saya ke KLCC Park tuh pengen ajak Fabian main di pool. Makanya dia udah bawa baju ganti. Poolnya juga cukup puas. Sayangnya saat kami ke sana sedang ditutup karena renovasi.

klcc park kuala lumpur malaysia
Pool dengan pemandangan Twin Tower Petronas

Etapi, saya agak lega juga ding pool-nya ditutup. Gara-gara jalan kaki dari Mydin ke KLCC Park, lumayan bikin badan pegel. Udah gak ada tenaga buat nemenin Fabian main air. Apalagi kalau udah ketemu air, suka susah ajak Fabian pulang. Jadi mendingan dia main di tamannya aja sampai puas hehehe.

suria klcc

Setelah puas bermain, kami lanjut ke Suria KLCC. Foto-foto sebentar deh di depan Twin Tower mumpung lewat. Ke mall Suria karena Keke dapat WA dapat salah seorang teman sekelasnya. Nitip beliin beberapa skincare di Watsons. Alasannya di Watsons Indonesia belum ada produk yang diinginkan.

Sore itu suasana lumayan ramai, termasuk yang ingin foto dengan background Twin Tower. Kalau yang ingin foto dengan latar belakang menara kembar ini kebanyakan turis. Dari Indonesia termasuk yang paling banyak, lah.

berfoto di menara petronas

Perlu diperhatikan, motret dan jalan kakinya juga harus tertib. Wisatawan tidak boleh berdiri di area yang berwarna merah. Seingat saya itu jalur untuk sepeda. Akan ada petugas yang mondar-mandir untuk mengingatkan bila ada yang berdiri di area tersebut.

Back to Content ⇧

Mampir ke Central Market, Petaling Street, dan Kasturi Walk


petaling street
kasturi walk
central market kuala lumpur

Sebetulnya masih ada 3 tempat lagi yang kami kunjungi meskipun gak lama yaitu Central Market, Petaling Street, dan Kasturi Walk. Kami memang jarang banget beli oleh-oleh kalau pergi ke manapun. Kecuali beli coklat atau makanan lainnya. Itu juga gak selalu beli.

Makanya saat ke sana pun sekadar lewat. Gak tertarik untuk beli ini itu. Paling sesekali bandingin harga coklat aja. Mau kulineran juga perut masih kenyang banget.

3 tempat ini lokasinya saling berdekatan. Bisa ditempuh dengan jalan kaki. Kalau mau beli oleh-oleh seperti kaos, gantungan kunci, coklat, dll juga bisa di sini. Kulineran pun banyak pilihannya. Tetapi, saya gak tau mana yang paling murah. Saya hanya membandingkan harga coklat.

Back to Content ⇧

Beneran Jalan Kaki di Kuala Lumpur


jalan-jalan sehari di kuala lumpur
Sampai masuk ke dalam pasar tradisional

Penyebab kenapa kami memilih jalan kaki dari Mydin ke KLCC Park karena travel WiFi yang kami sewa pada hari itu gak bisa dipakai. Gak connect sama sekali ke hp mana pun.

Udah malas banget deh untuk googling naik kendaraan apa aja. Kami pun gak nanya-nanya ke warga sekitar. Mendingan mengandalkan google maps aja untuk mengarahkan kami berjalan kaki sampai KLCC Park. Untung kali ini gak dibikin nyasar hehehe.

[Silakan baca: Pengalaman Menggunakan Travel WiFi Wi2Fly Selama di Malaysia]

muzium telekom kuala lumpur malaysia

Kami melewati Muzium Telekom. Kalau dari luar kelihatan bagus. Tetapi, kami memang gak tertarik untuk mampir. Saya pun ngikik saat melewati KL Forest Eco Park. Muter-muter aja kami di situ, ya hehehe.

jembatan pejalan kaki terpanjang di malaysia

Kami gak selalu panas-panasan saat berjalan kaki. Di sana ada jembatan yang lumayan panjang dan ber-AC. Kalau mau dilanjutkan, kami bisa lewat jembatan ini sampai Bukit Bintang. Tetapi, kami memilih turun di KLCC Park.

Jembatannya tidak hanya nyaman bagi pejalan kaki, juga child friendly. Disarankan banget deh kalau memilih jalan kaki bersama anak, apalagi bawa stroller, mending lewat jembatan ini. Biar gak ribet harus menyebrang jalan dan lain sebagainya.

[Silakan baca: Table Service di McDonald's Bukit Bintang, Malaysia]

makan di fuel shack malaysia
menu fuel shack

Setelah jalan-jalan seharian di Kuala Lumpur, kami lanjut ke salah satu stasiun kereta yang terdekat dengan Suria KLCC. Sebelum ke stasiun, kami makan dulu di Fuel Shack. Hot dognya enaaaak! Biar seharian jalan-jalan di Kuala Lumpur dan bikin seluruh badan pegel, tapi saya senang karena ketemu makanan enak terus hehehe.


Saya lupa nama stasiunnya. Tetapi, kami sempat sekali naik kereta semacam MRT sampai di salah satu stasiun yang lumayan luas. Di sana kami janjian untuk ketemu dengan keluarga besar. Kemudian, sama-sama pulang ke flat sepupu saya naik kereta yang berangkat terakhir.

naik lrt di malaysia
Masih ada sedikit semangat untuk foto, meskipun muka udah kucel dan tenaga udah tipis hehehe

Back to Content ⇧