Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Menu nasi goreng spesial Meeting Point Bandung dengan udang goreng, telur mata sapi, kerupuk, dan acar segar.

Salah satu resto favorit kami sekeluarga di Bandung adalah Meeting Point Cafe & Resto. Beberapa kali makan di sana, rasanya belum ada satu pun menu yan rasanya gagal. 
 
Poster pengumuman perubahan nama dari Meeting Point Coffee menjadi Umanusa setelah satu dekade.
Screenshot dari IG Umanusa

 

Saya baru tau kalau resto favorit kami ini baru aja rebranding. Ya mungkin sekitar Juli 2025. Namanya menjadi Umanusa resto. Kemudian saya juga jadi ingat, ada 2 kunjungan ke Meeting Point Cafe & Resto yang belum diulas di blog ini.

Silakan baca: Mayasari Meeting Point Bandung Menjelang Akhir Tahun

 

Makan Siang di Meeting Point, Sebelum Rebranding


Interior cafe Meeting Point Rebranding Umanusa Bandung dengan dekorasi tanaman gantung dan sekat kayu estetik.

Umanusa menawarkan berbagai menu nusantara. Kalau lihat buku menu onlinenya, sepertinya ada beberapa menu yang masih dipertahankan. Dan, kalau lihat profil IG Umanusa tertulis 'by Meeting Point Coffee", tebakan saya kemungkinan rasanya masih sama. Berarti kemungkinan masih sama-sama enak.

Rak display pusat oleh-oleh Mayasari Bakery Bandung yang menjual berbagai camilan dan snack tradisional.
Mayasari Bakery di lantai 1


Juni 2024, kami makan siang di Meeting Point Cafe & Resto yang di jalan Pasteur. Restonya ada di lantai 2. Sedangkan bagian bawah adalah Mayasari Bakery, toko yang menjual aneka kue, roti, dan snack. Bila dibandingkan dengan cabang di dekat stasiun, di sini lebih luas dan nyaman. Tapi, ini saya bicara sebelum rebranding, ya. Saya gak tau setelah mengubah namanya, ada perubahan luas dan suasana atau enggak.

Pastinya yang berubah ada di menunya. Saya sempat melihat buku menu online Umanusa, udah gak ada menu western dan Asia lainnya. Fokus ke makanan nusantara sesuai namanya. Dan, sepertinya menambah beberapa menu nusantara.

Ada beberapa alasan kenapa saya tetap memilih menuliskan pengalaman makan siang di Meeting Point, yaitu:

  1. Mencatat kenangan. Ya, meskipun restonya sudah berganti nama, kenangan tetap ada. Tujuan utama blog ini kan mencatat kenangan. Gak sekadar mereview kuliner atau tempat wisata.
  2. Beberapa menu masih sama. Seperti yang saya bilang di atas, sepertinya masih dalam manajemen yang sama. Bebarapa menu lama masih ada, kemungkinan rasanya pun masih sama. 

 

Nasi Hainam yang Tinggal Kenangan

 
Menu makan siang Nasi Goreng Seafood Meeting Point Bandung lengkap dengan udang goreng, telur, dan kerupuk
Nasi Goreng Seafood


Saya memesan Nasi Goreng Seafood. Rasanya enak, meskipun bukan yang paling istimewa. Seperti yang saya katakan di awal, semua menu yang pernah kami pesan di Meeting Point belum ada yang gagal. Tapi, tentunya ada beberapa menu yang menurut kami memang paling enak.

Porsi Nasi Goreng Jawa Meeting Point Bandung dengan ayam goreng, acar segar, irisan tomat, dan kerupuk putih.
Nasi Goreng Jawa


Suami pesan Nasi Goreng Jawa. Aromanya aja udah enak banget! Kami pun sibuk menerka-nerka. Apakah yang bikin aromanya enak ini pakai salah satu merk kecap lokal? Kami menyukai salah satu merk kecap lokal di Bandung yang rasa dan aromanya memang enak.
 
Rasanya juga enak. Nasi gorengnya terlihat coklat pekat, tapi gak kemanisan. Semuanya terasa pas bumbunya. Alhamdulillah. Kalau dibandingkan dengan nasi goreng seafood, nasi goreng jawa pilihan suami ternyata lebih enak.

Menu Nasi Hainam Meeting Point Bandung lengkap dengan ayam rebus lembut, kuah kaldu, dan sambal.
Nasi Hainam


Nai pesan Nasi Hainam. Nah, ini udah gak ada lagi di menu Umanusa. Padahal enak, lho. Hiks! Yatapi, mungkin, karena nasi hainam bukan termasuk menu nusantara.

Saya lupa untuk kisaran harga makanan dan minuman di Meeting Point. Seingat saya, sekitar Rp35 ribu s/d Rp50 ribu lah. Kalau pun ada yang di atas Rp75 ribu, seingat saya menu sop buntut dan semacamnya. Itu kalau gak salah ingat. Pokoknya masih standard, lah. Porsinya juga saya suka karena bikin kenyang. 
 
Segelas Lychee Tea dingin dengan buah leci utuh, Dilmah earl grey tea, dan air mineral Ron 88 di meja kayu Meeting Point Bandung.
Air Mineral Ron88, Lychee Tea, dan Dilmah Earl Grey Tea

 

Minumannya, saya pesan air mineral (air putih). Di sana dikasih Ron88 unruk air putihnya. Nai memilih Lychee Tea, dan suami pesan Dilmah earl grey tea. Kayaknya suami saat itu lagi seneng teh Dilmah earl grey. Beberapa kali makan di beberapa resto, pesannya teh jenis ini kalau memang ada di menu.
 
Nah, earl grey tea sepertinya juga udah gak ada di menu Umanusa. Mungkin karena bukan teh khas Indonesia? Tapi, untuk varian minum kopinya sepertinya masih sama. Affogato yang pernah saya pesan, masih jadi salah satu menu kopi di Umanusa.
 
Dessert Affogato Meeting Point Bandung berupa es krim vanilla dengan siraman espresso dan topping stick cokelat.
Affogato

 

Untuk Affogatonya bisa memilih es krimnya. Kalau saya sih udah pasti vanilla, deh. Udah paling klop itu vanilla es krim ketemu kopi.


Fasilitas di Meeting Point 


Suasana pintu masuk Meeting Point Rebranding Umanusa Bandung dengan lampu neon "Coffee" dan tangga estetik.

Meeting Point selalu berdampingan dengan Mayasari Bakery. Kalau yang dekat stasiun, posisinya di lantai yang sama. Sedangkan di jalan Setiabudi ini, toko roti dan kue di lantai bawah. Sedangkan restonya di lantai atas.

Fasilitas toilet bersih dan terpisah untuk pria dan wanita di cafe Meeting Point Umanusa Bandung.

Sayangnya, toilet hanya ada di lantai bawah. Toiletnya bersih, terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Tapi, jadinya agak sedikit merepotkan untuk saya yang terkadang lututnya suka rewel. Untung aja selama makan di sana, gak kebelet pipis.

Area tempat wudhu dan mushola nyaman untuk pengunjung di Meeting Point Rebranding Umanusa Bandung

Mushola juga disediakan di lantai satu. Gak besar, hanya bisa satu orang. Tapi, lumayan lah ya. Bersih dan tenang juga karena gak ribet cari tempat buat sholat. Terlihat ada 2 mukena digantung di mushola. Mungkin untuk pengunjung yang lupa bawa mukena. Sepintas terlihat bersih. Tapi, saya gak mengecek lebih detil karena tidak menggunakan.

Area merokok (smoking area) semi-outdoor yang luas dan nyaman di Meeting Point Cafe Bandung

Disediakan juga sedikit area merokok di lantai 2. Ada tangga di dekat area tersebut. Itu menuju ke dapur resto.

Lokasinya gak sulit dicari. Kalau Sahabat KeNai naik travel Baraya dari Pasteur Bandung, ini masih satu area. Atau pulang ke Jakarta lewat tol Pasteur, kemungkinan besar akan melewati Meeting Point.


Umanusa Resto & Cafe


Jl. Dr. Djunjunan No.155
Kota Bandung, Jawa Barat 40171

Jam operasional: 07.00 - 21.00 WIB

Post a Comment

29 Comments

  1. Sebagai pecinta makanan tradisonal dan lidah juga tradisional, aku kalo jadi orang Bandung juga akan jadikan meeting point ini sebagai salah satu rujukan kalo mau makan di luar.
    udah pasti ngga bingung milih menunya.
    Tempatnya juga tampak nyaman dan bersih, dan paling penting ada musolahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, enak makanan di sini. Makanya saya beberapa kali ke sini

      Delete
  2. Wah nasi Hainan nya tinggal kenangan ya secara menu luar sudah mulai diganti menu Nusantara
    Saya suka nasi Hainan tapi pas buat sendiri selalu gagal di masak ayam. Khususnya kulit ayam yang selalu pecah. Belum tahu bagaimana rahasianya nih supaya ayam di nasi Hainan itu mulus tidak pecah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ternyata perlu teknik sendiri untuk memasak ayamnya, ya

      Delete
  3. Oh pantesan. Dari tadi nginget-nginget Meeting Point di Pasteur ini sebelah mana ya? Ternyata di atasnya Mayasari Bakery. Saya malah inget nya si toko kue ini aja karena pernah beli camilan kering-kering di sini. Pasteur ini memang jalur yang sering banget dilewati kalau mau main ke Bandung. Jadi selalu lewat. Meski sibuknya nauzubillah, tapi inilah jalur - yang menurut keyakinan ku - paling gampang aku kenali. Kudu diinget nih namanya dah ganti jadi UMANUSA. Biar gak bingung nanti kalau nyari lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mbak. Ini jalur yang ramai. Banyak travel juga di sini.

      Delete
  4. Langkah keren yang dilakukan untuk Rebranding ya, Mbak. Apalagi fokus pada menu nusantaraa. Dan ini keren juga karena semakin mengenalkan kuliner nusantara. walau Nasi Hainan yang jadi favorit sudah tidak ada. Tapai menu lainnya jaadi pilihan juga. Saya suka karena lantai 1 ada toko untuk membeli oleh-oleh juga. sayangnya toilet hanya ada di lantai 1 ya. Jaadi lumayan juga naik turun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, minusnya di toilet aja yang cuma ada di lantai 1. Etapi, gak tau deh setelah re-branding

      Delete
  5. Wah malah baru ngeh ada Meeting Point Cafe & Resto di atas Mayasari Bakery dan sekarang rebranding

    sesudah searching baru tau bahwa Meeting Point Cafe & Resto dan Mayasari Bakery berada dalam satu perusahaan yang sama.

    Dulu saya penggemar peuyeum molennya Mayasari Bakery, raos pisan ^^

    ReplyDelete
  6. Kalau udah pernah sempat ke sana, terus tiba² berubah menu-menu makanannya (karena ada pergantian managemen di restonya) jadi memang disayangkan ya dari segi pengunjung. Walau dari sisi restonya buat mencoba branding baru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga aja rasanya tetap sama enak. Karena masih satu manajemen kelihatannya

      Delete
  7. Kalau nemu tempat spesial yang cocok buat keluarga seperti Umanusa ini pastilah kenangan banget. Rebranding-nya lebih cocok sekarang ya, namanya bagus, Umanusa. Pengen deh nyobain nasi goreng Jawa sama nasi hainam dan earl grey-nya. Harga segitu dengan porsi mengenyangkan rasanya masih worth it.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga suka sih nama umanusa. Kayak pas aja gitu kedengerannya. semoga rasanya tetap sama enaknya

      Delete
  8. Tempatnya luas juga ya, Kak. Wajar sih kalau nasi Hainam nggak tersedia saat rebranding. Wong, mereka kan mau branding makanan tradisional gitu. Lha nasi Hainam kan bukan makanan INdonesia. Hehehe

    ReplyDelete
  9. Selain rebranding nama jadi lebih melokal ternyata pilihan menunya pun disesuaikan selera Nusantara sekarang ya mbak.
    Sebenarnya buat langganan lama jadi sedih juga ga bisa menikmati kelezatan ayam Hainannya lagi

    ReplyDelete
  10. Aku inget Meeting Point yang di Jalan Dr. Djundjunan ini karena dekat kost dulu di Jl. Babakan Jeruk. Waktu itu, belum banyak cafe dengan menu beragam yang cocok buat WFC di daerah sana.

    Padahal namanya bagus lho Meeting Point, dan nggak ada keterikatan harus menu nusantara atau apa.

    ReplyDelete
  11. Makanannya menggoda selera. Jadi pengin nyobain nasgor jawa dan es lecinya, mbak. Kalo desain restonya bikin betah yaa. Jadi pengin mampir ke sana juga.

    ReplyDelete
  12. Sepakat mbak, blog untuk menuliskan kenangan. Jadi walau meeting point udah ganti nama jadi Umanusa, pengalaman makan di sana tetap bisa dituliskan di sini.

    ReplyDelete
  13. Akupun batu tahu ini Umanusa ternyata rebranding yaa sekarang
    Kalo ke pasteur banyak sekali tempat yang dijadiin meeting poin di lantai 2 nya dan di lantai satunya area market kaya mayasari..
    Bahkan terlahir aku di bawahnya bakso heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bakso kuah atau batagor? Seingat saya adanya batagor abuy di bawahnya. Kalau gak salah ingat ya hehehe

      Delete
  14. belum pernah cobain, tapi kalau melihat dekorasinya yg cakeeep, juga plating makanan yg kliatan enak, jd kepengiiiiin :D.

    rebranding tapi ga mengubah rasa, okelah yaaa.. walau sayang aja ada beberapa menu yg udah ga dijual

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya saya pengen cobain ke Umanusa. Mudah-mudahan beneran masih sama enaknya

      Delete
  15. Meeting Point Cafe & Resto di Bandung yang kini rebranding menjadi Umanusa menyimpan banyak kenangan kuliner yang tak terlupakan. Meski beberapa menu favorit seperti Nasi Hainam sudah tidak tersedia, pilihan menu nusantara yang kini menjadi fokus utama tetap menggugah selera dengan harga yang sangat terjangkau. Tempatnya nyaman, estetik, dan strategis di kawasan Pasteur — cocok untuk makan siang bersama keluarga!

    ReplyDelete
  16. Aduh nasi hainan udah lama gak makan satu ini. Jadi pengen makan nasi hainan ini. Terakhir pas tahun kemaren. Jadi kangen makan nasi hainan ini, hheehe

    ReplyDelete
  17. Berarti dia mau fokus hanya ke makanan Nusantara saja ya, sejalan dengan nama saat rebranding.
    Memang sih kalau kebanyakan menu pun jadi besar di biaya operasional. Maka pilih rebranding dan memilih fokus di satu jenis menu saja, masakan Indonesia

    ReplyDelete
  18. Salfok sama nasi goreng seafood nya dengan udang utuh yang lumayan besar. Saya juga kalau pesen itu pasti kesenengan banget, secara suka sekali dengan udang, apalagi utuh dan jadi topping nasi goreng. Kebayang nikmatnya.
    Desain dari Meeting Point atau Umanusa ini vibe nya bikin betah. Adem sepertinya.

    ReplyDelete
  19. Jadi ikut nostalgia ya, Mbak. Memang sayang banget kalau menu favorit seperti Nasi Hainam atau Earl Grey harus hilang karena penyesuaian konsep Nusantara di Umanusa.
    Tapi di sisi lain, perubahan ini justru bikin penasaran, apalagi kalau rasa otentik khas Meeting Point tetap terjaga.
    Setuju banget, blog memang tempat terbaik untuk mengabadikan kenangan kuliner keluarga sebelum tempatnya berubah wajah. Semoga meskipun sudah rebranding, rasa Nasi Goreng Jawa-nya tetap juara dan bikin nagih!

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)