Jumat, 05 Februari 2016

Special Menu di Pia Apple Pie

Pia Apple Pie, rumah Apel, Kuliner Bogor
Apa saja special menu di Pia Apple Pie? Yang pasti, rasanya enak :)

Ini cerita tentang perjalanan kami ke Tanakita, awal bulan Oktober 2015. Menginap di Rumamera dalam rangka ingin melihat migrasi burung raptor. (Baca: Rumamera Tanakita - Camping di Atas Awan). Awalnya, hanya berencana menginap selama 2 hari, 1 malam saja. Tapi mendadak ditambah karena Keke dan Nai libur sekolah hampir 1 minggu.

Kami pun pulang hari Senin pagi dari Tanakita. Naik kereta yang berangkat pukul 10.00 wib dari Cisaat. Sengaja pulang pagi *padahal sebetulnya masih betah di Tanakita* karena gak ingin kena macet Jakarta saat jam pulang kantor.

Kereta pun tiba di stasiun Paledang, Bogor sekitar pukul 12.00 wib. Kami putuskan untuk makan siang dulu di Bogor sebelum lanjut naik commuter lain menuju Jakarta. Ketika masih di kereta, kami sempat berdiskusi mau makan siang di mana. Kalau saya, mau makan di mana saja asalkan jangan fast food. Saat itu, lagi males aja makan fast food. Tapi masalahnya makan di mana? Kami jarang sekali ke Bogor. Tempat makan yang pernah kami datangi di sekitar stasiun adalah KFC dan warung di yang lokasinya di seberang stasiun Paledang.

Saya lagi gak mau fast food, Nai lagi gak mau makan di warung yang dekat stasiun. Kami pun kebingungan mau makan di mana. Sampai kemudian saya menyarankan untuk naik angkot ke tempat the flash mangkal aja. (Baca: Kalau Roker The Flash ke Tanakita). Seingat saya, di daerah sana banyak resto. Nanti tinggal pilih, lah, mau makan di resto mana kalau udah sampai di sana.

Turun dari kereta, kami pun melanjutkan naik angkot untuk mencari makan siang ...

Pia Apple Pie, rumah Apel, Kuliner Bogor

Di daerah jalan Pangrango, berjejer beberapa resto. Kami pun memutuskan untuk turun dari angkot. Sesudah turun, kami bingung lagi mau pilih resto yang mana hahaha *banyakan bingungnya :p*

Akhirnya, kami memilih Pia Apple Pie atau ada juga yang mengenalnya dengan sebutan Rumah Apel. Gak tau juga kenapa kami akhinya milih Pia Apple Pie. Pokoknya begitu salah satu udah memilih, yang lain pun setuju. Efek udah lapar kayaknya, jadi setuju aja :D

Apa special menu di Pia Apple Pie?

Pia Apple Pie, rumah Apel, Kuliner Bogor 
Pia Apple Pie, rumah Apel, Kuliner Bogor

Sebuah rumah bergaya klasik dengan cat berwarna putih yang berlokasi di jalan Pangrango menjadi tempat Pia Apple Pie. Interiornya di dominasi warna coklat dan orange. Kesan adem dan segar yang saya rasakan ketika masuk ke Pia Apple Pie. Sahabat Jalan-Jalan KeNai bisa memilih makan di dalam ruangan atau di halaman samping. Kami memilih untuk lesehan di halaman samping. Lesehan menjadi tempat favorit Nai. Kalau datang ke resto yang ada lesehannya, pasti dia akan memilih lesehan daripada duduk di kursi.

Pia Apple Pie, rumah Apel, Kuliner Bogor

Sesuai dengan namanya, Pia Apple Pie lebih dikenal sebagai toko kue yang menjual pie atau sejenisnya. Tapi, di sini juga ada restonya yag menjual beraneka menu. Saya tidak tau apakah restonya sudah ada sejak dulu atau enggak. Karena pertama kali, saya ke Pia Apple Pie adalah saat Nai masih bayi (sekitar  tahun yang lalu). Saat itu cuma beli pie-nya yang memang sudah terkenal sejak dulu. Saya gak perhatiin apakah dulu sudah ada restonya atau belum. Setelah sekitar 9 tahun kemudian, kami baru ke sini lagi ...

4 buah buku menu diberikan kepada kami. Buku menunya lucu banget, deh. Kebiasaan suami, apabila datang ke resto yang belum pernah didatangi adalah selalu menanyakan special menu. Kalau kira-kira special menunya terlihat menggiurkan, biasanya akan dipilih.

Keke dan suami memilih special menu hari itu. Keke memilih tongseng, sedangkan suami memilih gepuk komplit. Saya dan Nai memilih iga bakar dengan saus apel. Yang membuat saya memilih menu itu bukan karena iganya, walaupun saya termasuk penggemar iga. Tapi, saus apelnya yang bikin saya penasaran. Seperti apa rasanya apel bila disajikan bersama daging. Saya belum pernah mencoba.

Pia Apple Pie, rumah Apel, Kuliner Bogor 
Blueberry Slurpee, IDR17K
Jus Melon, IDR22K
Aqua Botol, IDR5K
Lemon Squash, IDR19K

Yang pertama kali datang adalah minuman. Suami pilih air putih, Keke memilih lemon squash, dan saya memilih blueberry slurpee. Saya lupa Nai pilih apa. Sepertinya jus melon. Dari 4 pilihan itu, rasanya minuman saya yang kurang memuaskan, deh. Di luar dari perkiraan banget.

Kenapa saya pilih blueberry slurpee? Karena ada kata slurpee-nya. Seriusan memang itu alasannya hehehe. Dalam bayangan saya, akan disajikan segelas minuman rasa blueberry dengan serutan es batu yang banyak. Kalau Sahabat Jalan-Jalan KeNai pernah cobain slurpee yang dijual di salah satu minimarket, pasti bisa bayangin, deh. Atau googling aja kalau penasaran apa itu slurpee hehehe. Saya membayangkan, di hari yang panas terik ini bakalan seger banget menyeruput slurpee.

Ternyata ...

Slurpeenya hanya segelas cocktail *padahal saya berharap segelas besar hahaha*. Tapi, gak apa-apa, deh, yang penting rasanya menyegarkan. Eh, gak taunya rasanya luar biasa manis. Seperti minum sirop blueberry yang gak dikasih air sama sekali. Kental dan sangat manis. Memang dikasih sedikit es batu, sih. Tapi tetep aja masih terlalu manis. Supaya saya tetap bisa meminumnya, akhirnya blueberry slurpee dibagi ke dalam 2 minuman. Minuman lain yang kami order (air putih dan lemon squash) dikasih blueberry slurpee hehehe.

Pia Apple Pie, rumah Apel, Kuliner Bogor 
Tongseng + Nasi, IDR35K

Pia Apple Pie, rumah Apel, Kuliner Bogor 
Gepuk komplit, IDR 37K

Kemudian satu per satu makanan mulai berdatangan. Tongseng pilihan Keke rasanya enak. Gurih tapi gak bikin blenger. Komposisi daging dan sayurnya pas. Rasanya juga pedas. Enak, deh pokoknya. Begitu juga dengan gepuk komplit pesanan suami. Daging gepuknya berasa bumbunya serta empuk. Pelengkap lainnya seperti sayur asam dan sambal, semuanya terasa pas.

Lagi-lagi, pilihan saya yang kurang berhasil ...

Lucu banget, deh, sajian iga bakar saus apelnya. Iganya diletakkan di tungku kecil yang di dalamnya masih ada arang yang menyala. Mungkin maksudnya supaya iga yang disajikan tetap hangat hingga santapan terakhir. Masalah, ketika baru disajikan saja daging iganya sudah sangat kering dan alot. Suami lalu menyarankan supaya saya dan Nai meletakkan iganya di atas piring saja. Karena kalau terus diletakkan di atas tungku, khawatir akan semakin kering dagingnya mengingat arangnya masih menyala. Rasa iganya pun cenderung plain.

 
Iga bakar saus apel + Nasi, IDR27K

Saus apel yang saya pikir akan kaya rasa dan menambah kelezatan untuk iganya, ternyata biasa aja. Saus apelnya hanya seperti apel yang dihaluskan tanpa ada bumbu apapun. Jadi, saya hanya makan daging iga yang sangat kering, saus apel yang biasa aja, dan nasi putih. :D

Suami: "Makanya, lain kali pilih special menu. Itu, kan, jelas di special menu gak ada iga."
Bunda: "Bunda, kan, tertarik order karena penasaran sama saus apelnya, Yah. Apalagi ini resto, kan, udah dikenal dengan pie apelnya. Ya, kali aja terbiasa mengolah apel, rasa sausnya pun spesial."

Pia Apple Pie, rumah Apel, Kuliner Bogor

Suami menunjuk ke arah papan tulis hitam yang bertuliskan special menu. Saya yang tadinya agak kecewa dengan pilihan makanan dan juga minuman, jadi ngikik. Bener juga kata suami, lain kali pilih sepcial menu aja, deh. Etapi bukan berarti semua special menu atau menu yang direkomendasikan resto pasti cocok di lidah, ya. Cuma untuk Pia Apple Pie kayaknya saya sarankan pilih special menu aja, deh. Setidaknya 2 menu yang kami pilih dari beberapa menu special yang ada, memuaskan rasanya. Apalagi tongsengnya. Lumayan enak, lah.

Usai makan berat, Nai ingin ice cream. Dia order ice cream vanilla. Kalau untuk ice cream. Kalau untuk rasa ice creamnya, sepertinya Sahabat Jalan-Jalan KeNai sudah bisa membayangkan. Karena ice cream yang disajikan bukan homemade, tapi ice cream bermerk yang biasa dimakan banyak orang dan tersedia di pasaran.


Gak afdol kalau gak order andalan Pia Apple Pie. Tapi, saya gak ingin order pienya. Walaupun sudah bertahun-tahun lalu, saya masih ingat kalau rasa pienya kurang memuaskan. Entah apa saat ini rasanya masih sama dengan yang dulu atau tidak. Saya masih belum tertarik untuk order pie.

Pilihan saya jatuh kepada Apple Crumble. Pilih yang mini aja karena suami keberatan kalau dibawa pulang. Alasannya ribet bawa oleh-oleh kalau naik kendaraan umum. Jadi aja pilih yang mini karena khawatir gak bakal habis kalau pilih size lebih besar.

Lumayan enak rasa apple crumble-nya. Perpaduan apple dan cinnamonnya berasa. Trus, saya iseng dikasih ice cream vanilla, makin enak, deh. Kayaknya kalau ke Bogor lagi, saya mau order apple crumblenya.

Pia Apple Pie, rumah Apel, Kuliner Bogor
Mini Apple Crumble, IDR9K
Ice cream, IDR9K/scoop

Pertanyaan selanjutnya adalah kapan ke Bogor lagi? :D

Pia Apple Pie









31 komentar:

  1. Aku udh lama banget nih ga ke bogor. Dulu suka mampir jg sih beli apple pienya. Jadi pengen ke bogor lagi deh..

    BalasHapus
  2. samaaa mba, aku jg kurang cocok tuh ama pie apel di sana... pernh coba jg dulu... apelnya asem... jd ga nikmat makannya... tp ga tau ya kalo apple crumblenya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya apel crumblenya lebih enak :D

      Hapus
  3. Wah kalo di mini market slurpee itu kaya kola. Ga enak banget ya kalo kaya sirop :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kayak minum sirop tanpa air. Terlalu manis dan sangat kental :D

      Hapus
  4. Restonya relatif baru dibanding cake shopnya. Aku kalo ke situ cuma beli pie aja, ga pernah coba menu resto. Kalo dine-in, menu favorit aku cuma cream soup+slice pie. Jadi kapan kita nongkrong cantik di sini? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh. Nanti kalau ke Bogor lagi, hubungi Mbak Ratna, ah :)

      Hapus
  5. wah sama mak... suami saya juga selalu pilih menu spesial kalo mampir ke resto baru, dan... saya yang selalu gagal pilih menu ahaha

    BalasHapus
  6. Iya bener kata mbak Rita, desain restonya bikin betah banget... nggak mau pulang klo lagi di sana. hehehe.. betewe ulasannya keren, Mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. restonya memang lumayan bikin nyaman :)

      Hapus
  7. waaahhh aq blom pernh makan di tempat mak hehe

    BalasHapus
  8. Dulu pas masih di Bogor saya sering lewat di depannya kalo pas naik angkot. Tapi seriusan, gak tau kalo ada menu lain selain pie... >_<

    BalasHapus
  9. Tengah malam baca postingan ini dan lihat foto gepuk itu rasanyaaaa.. laper! :)) Jadi pengen ke Bogor nih mbaaa xD

    BalasHapus
  10. Bogor banyak ya tempat buat wiskulnya

    BalasHapus
  11. Restorannya sih oke tapi makanan-makanannya sepertinya kurang spesial :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. pilih yang special menu, Mbak. Makanannya enak-enak kalau special menu

      Hapus
  12. Hahaha,,,, kalau di resto ada lesehan pasti milih yang lesehan ya mbak?? terus itu, aku sepaham tuh mbak, suami mbak menerapkan hidup sehat dengan meminum air putih,,, keren!!!. Eh jadi penasaran sama Pie Apple Pienya... biasa - biasa saja apa enak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak saya lebih suka makan lesehan daripada duduk di kursi :)

      Air putih selalu kami order, walaupun ada juga minuman lain. Kalau buat saya biasa aja hehehe

      Hapus
  13. Pas dikantong ya harganya... penasaran pie apelnya... bikin ngiler...

    BalasHapus
  14. Kalo gw suka makan di depan nya yaitu kedai kita
    pesen pizza kayu bakar + mie hot plate ceker lada hitam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akhirnya nyobain. Dan, ternyata melelahkan hahaha. Tapi nanti aja deh ceritanya

      Hapus
  15. Pia Apple Pie enak juga buat sarapan. Menu favoritku, corn soup with slice of apple pie and hot tea. Enyakkkk!

    BalasHapus
  16. Gepuk.... saya bru tahu ada makanan bernama gepuk ini...

    BalasHapus
  17. Hadeuh.. aku yang orang Bogor aja belum (me)sempet(kan diri) mampir ke sini ><
    Cuma nyampe Makaroni Panggang, terus pulang. Padahal deket ya sama MP.

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...