Rabu, 24 Februari 2016

Yu Sheng - Hidangan Spesial Imlek yang Sarat Harapan

yu sheng, imlek 
Yu Sheng, hidangan spesial Imlek yang sarat harapan ini terdiri dari irisan lobak, wortel, dan daun jeruk di bagian tengah. Lalu mengelilinginya ada pepaya 3 warna, irisan bawang merah, ubur-ubur, jahe, kulit jeruk bali, daun ketumbar, kacang tanah, wijen, dan kerupuk.

Barongsai, vihara, merah, liong, petasan, dan angpao adalah beberapa hal yang langsung teringat oleh saya ketika mengingat Imlek. Bagaimana dengan kuliner khas Imlek? Biasanya, saya langsung teringat kue keranjang. Penganan yang terbuat dari tepung gandum, beras ketan, garam, air, dan gula. Rasanya legit seperti dodol.

Ya, hanya sebatas itu saja saya tahu tentang Imlek. Tapi tidak mengurangi rasa antusias saya untuk ikut mengetahui perayaan Imlek. Terlebih sejak perayaan Imlek di Indonesia lebih terbuka dan dijadikan hari libur nasional.

Dulu, saya taunya Imlek adalah acara keagamaan bagi etnis Tionghoa. Tapi saat ini, perayaan Imlek sudah menjadi sebuah perayaan universal yang bisa dinikmati kemeriahannya oleh berbagai kalangan tanpa harus ikut ritual keagamannya. Tidak hanya di Tiongkok, tapi di berbagai belahan dunia ikut merayakan Imlek termasuk di Indonesia.

Sahabat Jalan-Jalan KeNai pernah dengar yang namanya Yu Sheng?

Saya baru mendengar nama Yu Sheng beberapa hari yang lalu. Yu Sheng ternyata salah satu makanan khas yang ada di hari ke-7 setelah Imlek. Yu Sheng adalah salad yang terdiri dari ikan laut segar dan berbagai sayuran yang diiris halus. Karena termasuk jenis salad, Yu Sheng biasanya dijadikan makanan pembuka (appetizer).

Sejarah Yu Sheng

Yu Sheng berasal dari Tiongkok. Alkisah, setiap tahun nelayan di pesisir Guangzhou merayakan hasil panen ikan. Perayaan yang dirayakan setiap hari ke-7 setelah Imlek itu disebut Renri. Pada masa penjajahan Inggris di Malaya, pendatang asal Tiongkong membawa tradisi Renri. Seorang tukang bubur selalu menyediakan hidangan ikan mentah, lengkap dengan bahan makanan lainnya seperti irisan lobak, wortel, dan lain sebagainya. Saus yang sudah diberi campuran minyak, cuka, dan gula pun disediakan. Pembeli yang nantinya mencampur sendiri saus ke hidangan.

Pada tahun 1964, Yu Sheng versi modern diciptakan oleh rumah makan Lai Wah. Lau Yeok Pui, Tham Yui Kai (koki kepala), Sin Leong, dan Hooi Kok Wai adalah 4 juru masak yang pernah bekerja sama di dapur rumah makan Cathay di Gedung Cathay, Singapura. Keempat juru masak inilah yang kemudian menciptakan Yu Sheng versi modern

Sarat Harapan dalam Sepiring Yu Sheng
Yu Sheng artinya keberuntungan (kelimpahan). Biasanya Yu Sheng disantap bersama-sama. Karena dipercaya yang namanya keberhasilan harus dirayakan bersama. Begitu juga diyakini kalau seseorang tidak bisa mencapai keberhasilan seorang diri. Biasanya ada faktor dari orang lain yang membantu/mendukung agar berhasil
Menarik memahami arti kebersamaan dari Yu Sheng. Saat ini, dimana masyarakat semakin heterogen, tapi hubungan sosial antar masyarakat seperti semakin banyak saja yang egois. Merasa hebat sendiri atau merasa bisa sendiri seperti menjadi hal yang lumrah. Lupa kalau setiap langkah yang dicapai bisa ada andil dari masyarakat lain. Yu Sheng kembali mengingatkan saya tentang penting dan nikmatnya nilai kebersamaan.

yu sheng, imlek 
 Sepiring besar Yu Sheng disajikan di tengah meja. Ya, karena kebersamaan, Yu Sheng biasanya tidak disantap oleh 1-2 orang saja. Selalu disantap beramai-ramai. Serta ada beberapa harapan yang dipanjatkan sebelum menyantap Yu Sheng.

"Gong Xi Fa Cai, selamat tahun baru Imlek 2016," ujar mbak yang akan menyajikan Yu Sheng sambil memanjatkan berbagai do'a dan harapan. Yu Sheng tidak bisa langsung disantap. Di setiap elemen mengandung makna. Sehingga setiap tahap yang dilakukan akan diiringi dengan do'a.

Tahap-tahap yang dilakukan adalah adalah memberi perasaan air jeruk (semoga semakin banyak rezeki), ikan salmon (semoga mendapatkan berbagai kelebihan di tahun baru seperti rezeki dan lainnya), kayu manis dan lada (semoga selalu beruntung), minyak (semoga bisnis selalu lancar), saus plum (semoga rumah tangga langgeng selalu. Untuk yang masih single semoga segera mendapatkan jodoh), dan kerupuk (semoga selalu dilimpahkan emas dan uang).


"AAMIIN." Sepertinya di meja yang saya tempati hanya saya yang sudah menikah. Karena yang berada satu meja dengan saya seluruhnya kompak berseru 'aamiin' ketika do'a berharap mendapatkan jodoh di tahun ini diucapkan. Ya, semoga saja harapannya terkabul. Aamiin.


yu sheng, imlek 
Yu Sheng mulai diaduk bersama-sama. Angkat Yu Sheng setinggi mungkin menggunakan sumpit.

Setelah seluruh bumbu dimasukkan ke salad, kami semua diminta memegang sumpit untuk bersama-sama mengaduk Yu Sheng. Cara mengaduknya adalah mengangkat Yu Sheng setinggi-tingginya dengan sumpit. Semakin tinggi Yu sheng diangkat, semakin tinggi pula rasa percaya bahwa rezeki dan kemakmuran akan tercapai. 


yu sheng, imlek
Jangan khawatir dengan tampilan Yu Sheng yang menjadi campur-aduk dan berantakan hingga ke meja. Nikmati saja kebersamaan. Sambil berharap agar do'a akan dikabulkan. Lagipula rasanya memang enak, kok.

Yu Sheng pun siap disantap. Rasanya mirip seperti asinan betawi. Ada rasa segar dari jeruk, gurih dari kacang, 'kres' dari sayur, dan 'kriuk' dari krupuk. Ada rasa khas dari wijen. Ternyata ikan salmon kalau dicampur dengan salad yang menggunakan kacang juga nikmat. Tidak ada rasa amis sama sekali. Jangan lupakan jahenya. Jahe memberikan rasa lain di mulut.

Menyantap Yu Sheng tidak boleh pilih-pilih. Misalnya tidak suka dengan jahe, Sahabat Jalan-Jalan KeNai harus tetap menyantapnya. Karena setiap elemen Yu Sheng ada simbol harapan. Kalau saya gak masalah sama jahe. Saya termasuk yang rutin konsumsi jahe, sih.

Usai menyantap Yu Sheng yang merupakan makanan pembuka dilanjutkan dengan makanan utama lalu diakhiri dengan dessert. Untuk makanan utama dan dessert tidak berbeda seperti makanan istimewa saat hari raya agama manapun. Berbagai hidangan spesial disajikan. 

Dari berbagai do'a yang terucap saat menghidangkan Yu Sheng, yang paling langsung saya rasakan adalah kebersamaan. Semoga sampai kapanpun kebersamaan selalu ada. Selalu mengingatkan saya untuk tidak menjadi manusia yang egois.

Selamat tahun baru Imlek, ya :)

 “Tulisan ini diikutsertakan dalam Telisik Imlek Blog Competition Jakarta Corners
yang di Sponsori oleh Batiqa Hotels"

62 komentar:

  1. Aku belum pernah makan Yu Sheng..
    Pgn juga nyoba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cobain, Lin. Rasanya enak :)

      Hapus
    2. Mau juga mbak nyicipin, enak kayaknya...

      Hapus
  2. walau tampilan berantakan rasanya pasti gak berantakan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasanya enak dan segar. Sepintas mirip asinan. Yah pokoknya enak, lah :)

      Hapus
  3. jadi kayak salad ya... pasti seru pas mengangkat sumpit bersama2 (kalau saya pasti makanannya jatuh semua... hadeh)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Mirip salad dan rasanya segar. Nah, serunya di situ. Gak usah pake kalem ngaduknya biar seru hehehe. Nanti pas makannya pake sendok aja kalau susah pakai sumpit :D

      Hapus
  4. jadi kangen sama keluarga besar hiks :( biasanya aku kalau sinchia makan banyakan sama keluarga besar

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru kalau lihat kebersamaannya, ya :)

      Hapus
  5. Waah...jadi cara makannya begitu ya.., ternyata ada filosofinya ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasanya enak. Filosofinya banyak :)

      Hapus
  6. Mungkin ini gado-gado khas Imlek. Hahahaaa...

    Tapi ko jadi penasaran ya sama rasanya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha bisa juga dibilang begitu. Cobain, deh. Mudah-mudahan suka :)

      Hapus
  7. Waktu lihat tampilannya, aku mikir, "Porsinya gede banget." Ternyata dimakannya bareng-bareng. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kalau ada nilai kebersamaan :)

      Hapus
  8. Halal berarti ya mak sukses lombanya:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tidak melihat label halal di restonya. Tapi kalau melihat ingredients yu sheng, kelihatannya semua halal :)

      Hapus
  9. waaa mbak..
    penasaran banget pengen nyoba..
    selalu pengen eksplor makanan unik kayak gini nih.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama, dong, Saya juga senang nyobain berbagai makanan baru :)

      Hapus
  10. Ahhh aku tau ini, tp g tau namanya. Pas kuliah dulukan aku di malaysia dan kos ama keluarga cina mba. Jd tiap imlek dan bbrp hr stlh imlek ya aku ikutan ngerayain ama keluarga kos ku.. Ihhh kgn kalo inget itu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya di Singapore dan Malaysia menu ini sudah familiar. Di Indonesia yang memang belum, ya

      Hapus
  11. Moga-moga menang lomba blog nya ya.
    Saya sendiri menikmati Yu Sheng cuma waktu makan-makan bersama di H-1 Sincia waktu di Malaysia. Kalo keluarga saya di Indo kok kayaknya tidak pernah ada menu Yu Sheng waktu dinner sincia. Mungkin ribet ya ngumpulin sekeluarga besar ngelilingi satu meja gede buat obrak abrik Yu Sheng nya. Hahahahah....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah menag :D

      Di Indonesia sepertinya memang masih asing. Padahal kalau soal ngumpul bersama kayaknya Indonesia juga jagonya hehehe

      Hapus
  12. Jadi penasaran rasanya Yusheng kayak gimana? Semoga menang ya Mbak Myra.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mirip asinan yang pakai bumbu kacang :)

      Hapus
  13. saya belum pernah nyoba tapi itu ada beberapa yang ada sewaktu di beijing dulu mbak, yang warnanya coklat namun gak berani nyoba, kalau makan di Indonsia sudah dipastikan halal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau di sini yang coklat, merah, dan hijau adalah pepaya, Mbak

      Hapus
  14. Seger ni keliatannya..jd pengen nyobain hee

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk, coba santap makanan ini saat imlek :)

      Hapus
  15. belom pernah makan ini, sepertinya enak ya mbak ;)

    BalasHapus
  16. Dulu, waktu kecilku di Tawau, sering banget ngerayain sinchia. Jadi terlontar ke masa silam!

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang kalau sekarang udah gak ngerayain?

      Hapus
  17. Wah komplet bener itu kak ada wijennya segala,,,, walaupun nggak bisa pilih - pilih untuk makan ini, nggak apa - apa, kalau lapar mah hajar aja apa yang ada di depan, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. betuuul ... syaa juga begitu hehehe

      Hapus
  18. Thanks sudah berpartispasi, Myra. Good Luck!

    BalasHapus
  19. Nah ini yang saya cari2 Mba hehehe, info tentang Yu Seng :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. asiiikk ... semoga bermanfaat, ya :)

      Hapus
  20. menggiurkan bingiiit yu seng...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebagai makanan pembuka, ini bikin segar :D

      Hapus
  21. Wah baru tau mak chi sm jenis makanan yg satu ini.seger sih keliatannya yaa

    BalasHapus
  22. Uuuuiihh, mantep makannya rame-rame..
    bikin ngeces nih :D ahahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, karena memang maknanya kebersamaan

      Hapus
  23. Baru tau ttg salad yu sheng jd keberhasilan harus bersama2 ajak2 yg lain yaaa. Jangan saling sikutttt hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, sayang sikutnya kalau dipake buat sikut-sikutan melulu :D

      Hapus
  24. Saladnya menarik ya Mbak, malah baru tahu kalo ada sajian seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Indonesia sepertinya memang belum banyak yang menyajikan menu ini

      Hapus
  25. wah kaya akan filosofi ya, memang keren deh para masyarakat tiongwa

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Filosofinya bis akita praktekan, ya :)

      Hapus
  26. Oh... ini namanya Yu-Sheng to.... baru tahu. TFS mbak. semoga menang ya

    BalasHapus
  27. Baru denger makanan ini dan jadi penasaran. Belom kebayang seperti apa rasanya, pengen nyobain jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti kalau imlek, cobain ke ming dining, ya :)

      Hapus
  28. Trusss... engggg...ubur-ubur ituh rasanya kek gimana mbaaak.*takjub

    BalasHapus
  29. aku kemarin nonton juga nih Mbak, Yu Sheng dtabur-tabur gitu ya, katanya lebih tinggi menaburnya lebih baik, heheee

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...