Ticker

6/recent/ticker-posts

Nyasar ke Paradigm Mall Gara-Gara Google Maps

Nyasar ke Paradigm Mall Gara-Gara Google Maps - Buat saya yang kadang-kadang suka gak mudah menghapal jalan, Google Maps itu andalan. Tetapi, gak bisa 100% juga diandalkan. Bukan karena fitur ini membutuhkan koneksi internet. Hanya saja, kami juga pernah nyasar gara-gara Google Maps.

nyasar karena google maps, paradigm mall


Kesasar Gara-Gara Google Maps


Kejadian pertama 3 tahun lalu, tanggal 17 Agustus. Pagi-pagi, suami udah ngajak ke Asemka. Anak-anak gak ada yang mau ikut. Jadi kami putuskan untuk naik motor.

Di salah satu jalan (lupa di daerah mana), suami masuk ke dalam gang. Masuk ke dalam pemukiman padat penduduk. Maksudnya mau motong jalan supaya cepat. Eh, ternyata malah kayak terjebak ke dalam labirin yang gak tau jalan keluarnya di mana. Dari mulai gang yang masih nyaman dilalui motor, sampai yang lebih sempit pun kami lewati.

Gara-gara banyak gang ditutup karena mau diadakan lomba Agustusan. Google Maps sama sekali gak ngebantu. Kami malah semakin diputer-puter di dalam gang. Mungkin karena banyak akses yang ditutup, makanya maps pun bingung hehehe. Akhirnya, kami pun beberapa kali bertanya ke warga di sana. Bisa ketemu juga jalan besar πŸ˜‚.

Kejadian lagi 2 tahun lalu saat mau makan siang di Gastromaquia. Restoran Spanyol yang berlokasi di jalan Ciniru, Kebayoran Baru ini sebetulnya gak berada di jalan sempit. Tetapi, karena kami sempat salah keluar pintu tol, jadi agak malas buat cari-cari lagi. Langsung aja minta diarahin ma Google Maps.

[Silakan baca: Buka Puasa Bersama di Gastromaquia dengan Menu Spesial Ramadhan]

Kami pun diarahkan ke portal yang tertutup. Untung ada satpam yang jaga. Ternyata, kami harus sedikit memutar. Ya, memang gak seribet kejadian pertama. Tapi, tetap aja kesasar gara-gara Google Maps hehehe.


Nyasar Lagi di Malaysia


jalan-jalan ke paradigm mall malaysia

"Teteh mau naik apa ke Paradigm Mall?"
"Jalan kaki."
"Hah? Jalan kaki? Bukannya jauh ya, Teh?"
"Masa', sih? Di Google Maps katanya cuma sekiloan. Gak sampai 15 menit juga udah sampe."
"Iya, ya? Ghea belum pernah sih ke sana. Cuma adeknya Hadi pernah bilang kalau Paradigm mall tuh jauh. Makanya suka pakai mobil."

Kami hanya 3 hari 2 malam menginap di Siti Homestay. Di malam terakhir, saya ingin mencari coklat buat oleh-oleh. Kalau dari hasil browsing, ada beberapa yang menyarankan belanja di Tesco. Dan di Paradigm Mall ada Tesco.

[Silakan baca: Siti Homestay Kelana Jaya, Penginapan Nyaman untuk Muslim]

Rencana awalnya, kami hanya akan jalan sekeluarga. Gak taunya semuanya pengen ikutan, kecuali sepupu saya dan suaminya. Kami pun jalan-jalan sore ke mall. Pokoknya kami masih yakin Google Maps bilang dekat itu benar.

"Perasaan bukan ke sini jalannya."

Beberapa kali papah saya mengucapkan kalimat tersebut. Tetapi, nadanya terdengar kurang meyakinkan. Makanya kami terus berjalan.


paradigm mall malaysia
Tenda-tenda makannya memang serendah itu. Itu yang makan sampai gak kelihatan wajahnya hehehe


Lumayan lama juga kami berjalan. Melewati beberapa gedung. Ketemu resto dengan tenda makan di luar yang rendah banget. Lebih dari setengah jam kami berjalan, gak juga ada tanda-tanda sampai ke mall. 

Padahal katanya dekat. Saya jadi mulai agak ragu dengan maps. Mulai teringat lagi ucapan sepupu saya yang bilang kalau mallnya jauh. Google Maps terus memberi arah ke mana kami harus berjalan.

Padahal, gak jauh dari homestay, gedungnya udah kelihatan. Tetapi, kok kami gak juga sampai ke sana. Hingga kemudian ...


Mallnya di seberang jalan tol


Kami ketemu dengan jalan tol. Mallnya tepat berada di seberang. Tetapi, sejauh mata memandang, kami gak melihat ada jembatan penyebrangan.

"Tuh, kan, bener kata Papah! Ayo pada balik dulu ke homestay. Papah tau jalannya. Tadi pagi 'kan Papah lari pagi ke arah sana."


mall di malaysia

Ternyata, dari homestay kami hanya perlu menyebrang ke tengah jalan kemudian lanjut berjalan lurus ke arah underpass. Terowongan ini berada di bawah jalan tol. Begitu keluar dari terowongan, Paradigm mall pun di depan mata. Lha kenapa Google Maps gak mengarahkan kami semudah ini? Hehehehe

Foto dari IGS sepupu saya


Udah gitu, under pass yang kami lewati namanya jalan bahagia. Rasanya seperti menggambarkan perasaan kami yang bahagia menemukan jalan menuju mall setelah disasarin ma Google Maps hahaha. 

[Silakan baca: Resepsi Pernikahan di Malaysia]


Ngapain Aja di Paradigm Mall?


Subway

subway paradigm mall

Tadinya mau langsung ke Tesco, tetapi perut sudah pada protes. Agak susah mencari makan di sini. Bukan karena pilihannya sedikit. Tetapi, keinginan kami yang berbeda-beda.

Keke dan Nai yang langsung mantap memilih Subway sejak dari homestay. Sementara yang lain masih bingung. Jadilah begitu sampai mall, kami langsung ke resto ini. Hanya Keke, Nai, dan Fabian yang beli. Yang lainnya masih mau cari-cari lagi.

[Silakan baca: Tabel Service di McDonald's Bukit Bintang, Malaysia]


Satay Satay

satay satay paradigm mall

Sebetulnya, yang bikin agak lama mencari resto itu karena mamah dan papah berbeda pendapat. Kalau yang lain sih makan di mana pun terserah aja.

Papah juga terserah aja, asalkan jangan di resto fast food. Makanya, papah gak mau makan di Subway. Kalau gak terpaksa banget dan masih ada pilihan lain, alm papah saya memang gak mau makan fast food.


menu satay satay paradigm mall
makan malam di paradigm mall

Sedangkan mamah gak suka dengan kari. Mencium aromanya aja udah gak mau. Makanya, agak sulit karena beberapa resto lumayan tercium aroma karinya. Mamah lebih baik makan fast food daripada kari. Asalkan resto fast foodnya jangan bersebelahan ma resto yang menjual kari aja. Gak bakal mau hehehe.

Tapi, ditawarin makan di resto Chinese dan Vietnam juga ditolak. Jadi, memang agak lama mencari-cari makanan yang sesuai dengan selera mamah. Sampai akhirnya, kami ketemu resto bernama Satay Satay.



Restonya kecil dan cukup sepi. Kalau lihat beberapa menunya banyak yang mirip lah dengan menu Indonesia. Ya itu juga yang bikin mamah akhirnya mau makan di sana. Dari nama restonya aja, udah seperti nama salah satu kuliner Indonesia yaitu sate.

Tinggal rasanya aja, nih. Belum tentu sama. Kayak waktu kami makan siang di Bagus Food Court, Singapore. Mamah memilih nasi padang yang menurut saya malah lebih mirip masakan Sunda.

[Silakan baca: Mencari Kuliner Halal di Singapore? Ke Bagus Food Court Aja]



Gak butuh waktu lama dari sejak kami pesan makanan. Saya sudah agak lupa detil rasanya. Tapi, lumayan lah. Meskipun gak sampai enak banget. Keke dan Nai pun ikut makan lagi. Padahal baru aja menghabiskan makanan dari Subway πŸ˜„.

Gak semua makanan yang dipesan, saya cicipi. Menurut om saya, ayam laksa yang dipesan kurang sesuai dengan yang dibayangkan. Tentu aja saya kurang tau seperti apa ayam laksa yang enak menurut om saya.

Kalau untuk range harga, makanan utama kisarannya RM10 s/d 25 per porsi. Ya, mirip-mirip lah ya sama harga makanan di resto sini. 


Tesco

belanja oleh-oleh di tesco paradigm mall malaysia

Selesai makan, kami lanjut ke Tesco. Kalau di sini, seperti hypermarket Carrefour. Bedanya, kalau di sana mau belanja pakai troli harus bayar. Harus masukin koin supaya kunci troli bisa dilepas.

Gak mahal sebetulnya, hanya saja gak ada satupun dari kami yang bawa koin. Udah gitu malah sempat gak kepikiran buat nanya. Makanya agak lama hehehe. Saya lupa, apakah setelah troli dikembalikan, koinnya akan kembali atau enggak.

Karena niatannya memang hanya ingin belanja coklat, kami langsung ke lorong yang menjual coklat dan permen. Ternyata, di bawah ekspektasi saya. Pilihannya gak banyak.

Saya udah ngabayanginnya kayak di Mustafa Centre, Singapore. Tetapi, di Tesco sama aja kayak hypermarket pada umumnya. Malah di Giant atau Hero yang dekat homestay juga sama coklatnya. Ya mendingan beli yang dekat penginapan aja. Supaya nentengnya lebih dekat. Akhirnya, kami hanya beli sedikit. Setelah itu memutuskan untuk pulang.

[Silakan baca: Bermain di Gardens by The Bay dan Mencari Oleh-Oleh di Mustafa Centre]

Karena sudah sekitar pukul 9 malam, mall semakin sepi. Sama aja dengan di sini, pukul 10 malam sudah pada tutup. Kami memutuskan pulang dengan pesan mobil menggunakan aplikasi online.

Kami order 2 mobil. Gak cukup kalau hanya 1. Pesanan pertama lumayan lancar. Gak menunggu lama, mobil pun datang. Giliran pesanan kedua baru bermasalah.

Susah banget dapat mobilnya. Sekalinya dapat, driver langsung cancel sepihak. Dapat lagi, tapi gak datang juga. Setiap kali ditanya, bilangnya udah dekat. Tapi, gak kunjung datang. Malah lagi-lagi driver minta cancel.

Ada juga yang cancel dengan alasan lokasi kendarannya ada di seberang mall. Agak ribet kalau harus putar balik. Under pass yang kami lewati itu memang hanya 1 arah menuju ke homestay. Hmmm ... mungkin itu juga kenapa adik dari suami sepupu saya bilang kalau mallnya lumayan jauh.

Mall pun mulai redup. Beberapa toko mulai terlihat tutup. Kami pun menyerah. Akhirnya, saya menelpon sepupu minta tolong supaya suaminya menjemput.

Sedikit agak lama menunggu sepupu dan suaminya datang. Tetapi, begitu tiba, mobil langsung keluar mall dan masuk under pass. Gak pakai lama kami pun sampai homestay.

"Walah! Kenapa juga kita gak jalan kaki aja pulangnya, ya. Tinggal masuk underpass lagi, udah sampai homestay. Kayaknya udah nyampe dari tadi kalau kita jalan kaki," ujar papah.

Saya hanya tertawa kecil. Antara lelah dan juga pengen nepok jidat sendiri. Udahlah disasarin ma Goggle Maps pas berangkat. Saat pulangnya juga gak ada satu pun yang ingat kalau antara homestay dan mall hanya dipisahkan oleh underpass! πŸ˜‚


Paradigm Mall


1, Jalan SS 7/26a
47301 Petaling Jaya
Selangor, Malaysia


Posting Komentar

146 Komentar

  1. Masih perlu banyak belajar AI nya GMaps kayaknya

    BalasHapus
  2. Belum pernah ke sini. Familiar dengan nama Kelana Jaya gara2 naik comline aja di KL hehehe :)

    BalasHapus
  3. Aku juga sering nih jadi korban google maps, apalagi kalau lagi traveling ke luar kota dan nggak ngerti jalan, sering diarahin ke gang-gang sempiit. Masih lebih canggih nanya ke warga lokal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kalau gang sempit memang Google maps malah ngebingungin

      Hapus
  4. hahaha, saya juga sering banget disasarin sama google maps, tapi bisa jadi pengalaman yang unik juga nggak sih kalo kayak gini, hahaha.

    BalasHapus
  5. Malah nggak seru kalau traveling nggak nyasar. Aku sering banget kecele sama google map. Ketemu tujuannya, tapi capeknyaaa.

    BalasHapus
  6. ini sih namanya nyasar masih bisa dapet pengalaman seru kalau menurutku. aku dulu pas ke Bangkok juga pernah mau ke suatu tempat jalan kaki dari hotel nurut arahan google maps, kirain bakal mulus dan lancar aja eh ternyata 2x dapet jalan buntu dong gara-gara Google Maps haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi, selama nyasar ada pemnadangan menarik, gak? :D

      Hapus
  7. Wahaha.. Google Maps kayaknya emang suka berpetualangan mbak jadi milih rute yang agak jauhan dikit. wkwkwk

    BalasHapus
  8. Haha,, aku juga suka nyasar kalo ngikutin g-maps.

    Eh tapi semakin ke sini, g-map makin akurat menurutku. Aku udah jarang nyasar.
    Tapi ya, untuk alamat yang di gang-gang kecil, msh ribet nyarinya kalo pake g-maps.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gang kecil mendingan pakai cara bertanya dengan sekitar :D

      Hapus
  9. Aku Pernah disasarin juga pakai google maps, muter2 jalan yang sama sampai 3x, tapi ada hikmahnya.. jadi bisa hapal jalan hehehe..

    BalasHapus
  10. Wakkk bener aku juga pake map gak paham pernah nyasar dan perjalan malah tambah jauh hahahaha

    BalasHapus
  11. Google maps kadang membantu, tapi tidak harus dipercayai 100%. Kalau saya, kadang lebih suka tanya penduduk lokal. Itu juga nanyanya ke beberapa orang. Syukurnya nyasarnya masuk mal.

    BalasHapus
  12. Hahhaha..... Tapi untung masih di Malaysia ya mba, bahasanya masih sedikit sedikit bisa dimengerti.


    Aku juga dulu pernah kesasar pakai gmap, pulang dari Garut. Itu nyasarnya gak nanggung nanggung kentengah hutan. Jalanan juga curam, dan aku pakai mobil biasa, tapi medannya kayanya khussus mobil mobil off-road. Bahkan motor aja belum tentu bisa jslan kesitu.
    Ya Allah....

    Mau marah juga marah kesiapa ya.. wkwkwkwk

    BalasHapus
  13. wa mba Myra perjalanan nyasarnya seru banget, mengingat akupun termasuk suka kikuk dengan apa yang diberikan oleh Gmaps, waktu itu pas ke daerah pasar baru mau nyicip sebuah restoran tapi ga nemu alhasil malah ke resto vegan wkwk

    BalasHapus
  14. Hahah nyasar-nyasarnya ke Mall yaa teh hehe.
    Emang sih teh kadangan ngikuti Google Maps itu suka kemana-mana yah, masuk gang sempit, jalan yang agak aneh jugaa tapi mau gimana lagi kan haha. Tapi asik sih jadi bisa makan juga yaa teh hehe

    BalasHapus
  15. Apalagi di Bandung, google mapnya gagal faham. SoalΓ© banyak jalan searah,kompleks diportal dll.
    Seru juga nyari coklatnya. Suamiku itu, udh cape² berburu coklat di LN, favorit tetep Silver Queen dong...haha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk gak usah jauh-jauh ke Malaysia berarti, ya :D

      Hapus
  16. Haha iya daripada nunggu lama dan here dicancel Mulu mending jalan kaki lagi ya toh nggak jauh dan aman hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak jauh sebetulnya. Tapi, jadi ribet karena nyasar :D

      Hapus
  17. Pengalaman disasarin sama gmaps ternyata banyak ya Teh. Aku juga pernah nih disasarin gmaps pas ke trenggalek. Taunya medan jalan yang ditunjukan gmaps itu cuma bisa buat motor, trus nanjaknya tajam banget, sementara kami naik mobil. Mau balik lagi nggak bisa, mau nanjak bareng, mobil nggak kuat. Akhirnya pada turun semua dan nanjak nanjak ceria.

    Eh iya, nama jalan underpass-nya ngejleb gitu ya Teh. Bahagia. Hihihi.

    BalasHapus
  18. Aku setuju kalo terkadang Google Maps itu memang menyesatkan. Tapi kalo di negara-negara yang lebih maju dari Indonesia, rasanya belum pernah.

    Mbak, sedikit tips kalo jalan kaki pake Google Maps. Jangan cuma bertumpu sama arahan yang dikasih. Lihat dan pelajari Maps secara keseluruhan, lalu cari kira-kira jalan mana yang enak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena di negara maju lebih jelas jalannya, ya. Kadang-kadang kami juga mempelajari maps secara keseluruhan

      Hapus
  19. Aku juga sering Mbak disasarin Google Maps, sampai pernah kekeuh-kekeuhan sama suami karena sampai muter-muter. Akhirnya tanya sana-sini emang lebih jitu kayaknya hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyeess! Tanya orang sekitar kadang-kadang lebih akurat :D

      Hapus
  20. Kalau 3 tahun lalu, akurasi GMaps memang masih parah. Tapi harusnya sekarang-sekarang ini akurasinya sudah bagus banget. Bahkan Google menyiapkan opsi untuk jalan kaki lan di GMaps?

    BalasHapus
  21. Hahahaha aku senyum-senyum baca ini
    Google maps memang kadang agak ajaib bikin jalurnya
    Kami beberapa kali nyasar gara-gara ngikutin rekomensinya
    Pakai mobil, lalu jalurnya ternyata keciiiiil banget huhuhu
    Btw itu makanannya menggoda banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetapi, dibawa hepi aja ya Mbak meski pun nyasar hihihi

      Hapus
  22. Keke dari samping persis Azriel Hermansyah siih...kak Myr.
    Hhehe...pengalaman di negara orang malah kesasar yaa, kak...dan bener-bener gak ada orang buat ditanyain jalan yang bener, kak?

    BalasHapus
  23. Aku juga pernah nyasar waktu jalan2 ke KL sama keluarga, nyari toko sepatu yang alamatnya udah sesuai tapi sama google maps malah disasarin ke parkiran satu gedung haha πŸ˜‚

    BalasHapus
  24. Wkwkwkw. Aku juga beberapa kali nyasar gara-gara Google Maps.
    Tapi bisa dibilang, berkat kenyasaran itu, malah hadir cerita-cerita lucu yang bikin liburan lebih berkesan

    BalasHapus
  25. Waduh, meski nyasar yang penting sampai juga ke Paradigm Mall ya Mbak
    Ku juga pernah Mbak, disasarin Google Maps, pas mudik, nyari jalan alternatif di Batang-Jawa tengah, dibelokin jalan sempit, naik turun gunung, mana gelap dan ga ada teman. Sampai sekitar satu jam muter-muter, akhirnya sampai ke "kota". Duh udah berdoa dari A sampai Z saya haha

    BalasHapus
  26. Biasanya kalau nyasar gitu ada sesuatu yang baru ditemukan, jadi seru dan anggap aja sedang berpetualang di negeri orang.

    BalasHapus
  27. hehehe karena sudah capek, udah malam pula mungkin mbak, jadinya lupa deh kalau pulang ke homestay bisa ditempuh dengan jalan kaki. Lupa kalau tadi pas berangkat udah nemu rutenya

    BalasHapus
  28. Wiwin | pratiwanggini.net13 Januari 2020 21.37

    Google Maps emang suka gitu. Sering ada yang belum update. Jadinya, misal mustinya lurus aja bisa dan cepet, ehhh dibelok-belokin :D (pengalaman tatkala ojol jemput saya di rumah).

    BalasHapus
  29. Hahaha teteh perjalanannya menikmati seru banget sih. Aku baru tahu juga Teh kalau Google maps itu nggak selamanya bener ya hahaha. Awalnya kesel ya Teh, tapi pas ketemu solusinya jadi senyum-senyum sendiri ya Teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meskipun sekarang semakin akurat. Tetapi, ya gak bisa dipercaya 100% juga

      Hapus
  30. Kadang-kadang pede banget ketempat baru karena ada Google Maps, tapi ada hikmahnya ya mbak disasarin Google Maps bisa berpetualang sebentar di tempat yang ngak masuk Itinerary sebenarnya. Aku juga pernah tuh disasarin Google Maps, soalnya ngak bilang kalau jembatannya rusak hahaha, terpaksa putar balik deh.

    BalasHapus
  31. Ya Allah Mba, suka gemez ya kalau disasarin sama Google Maps gitu, apalagi kalau sebenarnya jaraknya dekat cuma lewat underpass doang. Adik saya pernah donk, pas nyari hotel, malah nyasarnya ke kuburan.

    BalasHapus
  32. Masih alhamdulillah mak salahnya gitu doang. pengalamanku waktu agustus ke Bali. Nyari villa ke ubud, karena kemaleman, si google maps ngasih tau jalan motong gt, ternyata makin lama tu jalan makin sempit. Alhasil kalau ga pelan-pelan nyetir, mobil bisa terperosok ke jembatan yang putus. Mutusin telpon orang villa akhirnya dijemput. huhu gak lagi-lagi deh percaya 100% sama maps

    BalasHapus
  33. Saya juga pernah dibuat riweuh sama google maps, gak sampai tersesat sih, tapi jalannya muter-muter. Padahal bisa sampai juga kalau pakai jalan lurus.
    Duh kebayang ngakaknya waktu lihat mall yang ada di sebrang jalan tol. Pasti gemes banget ya, Mbak, pengen langsung loncatin jalan tolnya hihihi

    BalasHapus
  34. Hihi Google Maps-nya nggak tahu kayaknya bisa lewat underpass. Saya juga kadang suka kecele sama panduan Google Maps, mbak. Apalagi saya juga payah banget baca peta. Pasti bingung kalau daerahnya baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, buat saya yang payah baca peta, kan Gmaps sering jadi andalan :D

      Hapus
  35. Hahahaa kisah lucu saat jalan-jalan gini asyik juga ya dibaca. Mengingat kejadian yang tak selalu seperti yang kita harapkan. Iya tuh, google maps kadang menjebak kita dalam kerumitan algoritma dia. Entah kenapa kadang milihin jalurnya yang enggak praktis gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Drama-drama begini yang justru bikin perjalanan semakin seru. Asalkan gak ada yang rese' aja

      Hapus
  36. Nah aku juga mengandalkan map banget, waktu lebaran pulang dari JOgja mau ke Semarang pakai map karena macet parah jadi aku ikutin aja aoa yg diminta map eh taunya lewat hutan2 gitu hihihih serem.

    Namanya di negeri orang ya pakai map juga suka bingung, aku waktu di KL Central mau ke hotel jaraknya deket banget kira 0.5KM kan bisa jalan kaki ya, tapi muter2 jadi jadi jauh karena salah. Ternyata itu jalannya harus masuk mall dulu :-D

    BalasHapus
  37. Aku anaknya gak apal jalan, baca Google Maps juga gak terlalu bisa. Jadi kalau nyasar, ya sekalian jalan-jalan, hahaha. Tapi aku gak terlalu percaya sama Maps soal waktunya. Karena jarak tempuh pasti gak sama dengan sebenarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Karena nanti kan bisa aja ketemu macet atau hal lain

      Hapus
  38. Ternyata walaupun nyasar gitu bikin kenyang juga ya ada banyak makanan untuk kuliner an . Aku ikutan laper liat foto makanan nya

    BalasHapus
  39. aku juga sering nih mbak nyasar gara-gara google maps wkwkk. malah pernah diajak muter2 dan jalan buntu >.<
    malaysia mirip-mirip ya sama makanan indonesia secara tampilan
    kalo rasa aku blm pernah coba hehe

    BalasHapus
  40. SAya sering kesasar gara2 google maps haha, apalagi ke tempat yang sebelumnya belum pernah saya kunjungi, blank aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkkw memang suka bikin gregetan nih Google Maps

      Hapus
  41. Kalaua di Batam pas menggunakan google map nggak pernah kesasar, sinyal bagus mungkin jadi selalu tepat. Berbeda saat saya di Tangerang, maghrib-maghrib nyari hotel di kawasan bandara duuh sampai satu jam lebih mutar-mutar gara-gara google map nggak jalan-jalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak selalu karena pengaruh sinyal juga, Mbak. Kadang-kadnag memang kurang akurat aja

      Hapus
  42. Antara prihatin tapi juga pengin mesem karena pengalamannya mirip banget sama aku sekeluarga, hehehe. Kami sering juga kalau pas lagi singgah di kota lain gitu jalan kaki keluyuran ngandalin GMaps. Hasilnya ya blusuk-blusuk kayak gitu. Pernah sampek dilewatin selokan pula. Untungnya ada jembatan kecil di atasnya. Wis, ternyata GMaps "Nakhal" juga, haha.

    BalasHapus
  43. Oalah.. nyasar gara-gara google maps ya mba. Hehe. Jadi pengalaman nggak terlupakan deh ya. Btw Mamahnya sama kayak aku lebih baik makan fast food daripada kari, nggak kuat sama baunya yang tajem banget dihidung.

    BalasHapus
  44. Banyak hikmah ya mba klo nyasar Aku baca smp senyum2 jd Tau celahnya klo ada rezeki jln2 kesana,, gk semuanya bner klo ngikutin Google maps yak ternyata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap, sesekali mengandalkan penduduk sekitar :D

      Hapus
  45. Waduh, aku nih pernah ngalamin pengalaman serupa. Bedanya di aku ini terjadi masih di kota yang sama. Huhu, gak kebayang deh gimana nyssarnya aku kalo pake Gmaps di luar negeri. :D

    BalasHapus
  46. Pengalaman pakai gmaps ini unik juga yaa, kak..
    Kalau kami...lucu juga. Jadi antara gmaps nya HP suami dan aku itu beda.
    Kok bisa yaa...?

    Dan ternyata, yang bener yang dari HP suami doonk...
    KZL ga siih...

    BalasHapus
  47. Aku sering jadi korban google maps. Kalau udah tersesat gitu, pengen nyerah rasanya. Mending kalau disitu ada penduduk lokal yang bisa ditanya. Kalau nggak kan makin repot ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asalkan saya jangan nyasar sendirian, Masih bisa nyenengin nyasarnya :D

      Hapus
  48. Nyasar yg menyenangkan ini mah mbak aku pun udah beberapa disasarin aman google maps mbak, malah lewat tengah sawah pulak. Kalo di luar negeri jalannya masih enak lah masih bisa bahagia hehehhe

    BalasHapus
  49. kalau google map udah ngarah buat masuk2 ke gang, kadang2 antara 2: beneran motong jalan atau malah nyasar tp gak papa sih kalau nyasarnya di tempat baru yg menyenangkan, wkwk. seru juga jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Google maps masih nyerah kayaknya kalau untuk jalan gang :D

      Hapus
  50. Jangan sepenuhnya percaya panduan dari om/tante di googlemaps yak...Kejadiannya malah kesasar kalo terlalu ngandelin doi..haha...Alhamdulillah akhirnya menemukan jalan yang benar... Menu makanannya bikin ngiler semua kak...

    BalasHapus
  51. Seru banget mba Myra hihi, kadang ak merasa kalo pas kita nyasar itu ada pengalaman yg berharga sih. Yg tadinya ga tau jalannya membingungkan tapi jd sebuah cerita yg unik kayak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nyasarnya rame-rame, saya masih bisa menikmati :D

      Hapus
  52. Saya juga beberapa kali kesasar dengan google maps mbak, jadi hal ini jadi pengalaman banget. Btw paradigm mall ini tempat makan ya mbak.

    BalasHapus
  53. Beberapa kali nyasar ke sawah sawah kalau pas mudik pulkam dulu pas belum ada tol. Penginnya sih gak kena macet. Tapi malah nyasar jauh ke sawah-sawah dan pernah juga jalannya sempit banget gak bisa dilalui mobil.

    BalasHapus
  54. Seru ya traveling sambil mengandalkan bantuan maps utk menunjukkan jalan. Walau kadang nyasar, ada cerita menarik yg gak bakal dilupakann. Trimaksih utk tulisan yg menarik ini

    BalasHapus
  55. Saya juga agak susah hapal jalan, Mbak.. Hihi. Makannya ke mana-mana nggak pede mau sendiri. Selalu harus sama suami. Pengalaman nyasar di Malaysia ini luar biasa juga yaa. Ketemu jalan bahagia pula seperti menggambarkan kabar baik udah ketemu jalan yang bener..hihi.. BTW merepotkan juga Kalau troli harus bayar meski murah juga.

    BalasHapus
  56. Ternyata gmap bisa salah juga ya?
    Saya biasa pakai Waze dan pernah keblasuk waktu cari resto bareng keluarga besar

    BalasHapus
  57. Di Surabaya banyak juga pengendara sepeda motor yg nyasar masuk tol, gegara lihat GMap, duuuh.
    Btw, itu poto makanannyaaaa bikin ngilerrr Mak :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya saya juga beberapa kali baca berita seperti itu

      Hapus
  58. Itu tenda makan rendah banget malu ketahuan ya pas lagi nyuap gede wkwkwkk mending Tanya mbah jambrong Dari pada mbah gmaps

    BalasHapus
  59. Saya kalau pakai google maps malah lebih sering nyasar,hehehe... mending nanya manual ke orang, biasanya andalan saya tukang ojeg atau warung rokok, tapi kalau di Malaysia mah enggak ada tukang ojeg dan warung rokok ya,wkwkwk. Kesasar gini jadi seru juga ya mbak. Dibuat serasa berpetualang aja... :)

    BalasHapus
  60. Saya juga beberapa kali kesasar gara-gara Google Map, Mbak. Katanya dekat, ternyata jauh. Dan kok ya sama, di seberang jalan tol. Rasanya pingin makan HPnya. Wkwkwk.

    Untung akhirnya tetap indah ya Mbak

    BalasHapus
  61. Kalau di gang kecil memang sebaiknya tidak mengandalkan google maps Mba, karena kayaknya si google nggak update, dia nggak tahu pasti mana jalan 1 arah, mana boleh 2 arah.
    Beda ama jalan gede.

    Kami berkali-kali juga nyasar karena Google Maps, sekali di Semarang, diarahkan lewat jalan desa terus disuruh nyebrang di jembatan kayu, sungguh memang google minta di keplak hahaha.

    Pernah juga di Malang, disuruh lewat jalannya motor, ckckckck.

    Kalau saya mending nanya deh kalau lewat jalan kecil, apalagi kalau di Jekardah, sekali masuk gang kecil, bisa muncul di antah berantah saking luasnya hahaha

    BalasHapus
  62. GMaps nggak sepenuhnya kasih petunjuk jalan yang benar ya Mbak. Ssmpai beberapa kali kesasar gitu. Tapi ya untungnya kesasarnya nggak sendirian ya, jadi nggak terlalu panik hehe.

    BalasHapus
  63. Wah, sayang banget ya pada lupa kebahagiaan yang tadi sempat terpancar saat menemukan Jalan Bahagia itu, hahaha ... Mungkin karena udah pada kenyang dan kecewa dengan sedikitnya pilihan cokelat tuh. Akhirnya yang kepikiran cuma duduk santai di mobil lalu tiba deh di penginapan.

    Coba diulang Mbak, biar semakin hapal sama si Jalan Bahagia, hihihi ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya semoga ada rezeki untuk bisa balik ke sana lagi :D

      Hapus
  64. Mending banget nyasarnya ke mall. Bisa makan enak, jalan-jalan. Saya pernah nyasar ke sawah-sawah dan hutan. Mobil tak bisa mundur saking sempitnya jalan, rusak pula.

    Ini G map ngga tau jalan apa ya...

    BalasHapus
  65. Seruuu yaaaa apa lagi bareng family, masing2 punya ide dan kemauan.
    Kalau nyasar saya juga sering, baik nyasar bus, nyasar jalan dan nyasar gugel map tadi, tapi selalu ada hikmahnya kan haha

    BalasHapus
  66. Aku langsung ngakak pas di bagian tenda yang atapnya rendah.
    Lihat sekilas gambar tenda, lalu melanjutkan membaca.

    Tapi, aku masih kepo lagi, scroll ke atas lagi, dan terbahak lagi, hihihi

    Kira-kira apa ya di benak penjual kog buat tenda rendah seperti itu

    Help, somebody help?
    Hahaha...

    Your article just make my day, Chi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw saya juga ngakak pas lihat tenda itu :D

      Hapus
  67. Hahahaha. Jadi inget cerita bibi saya. Pernah katanya dibawa ke kuburan sama google map. Udah mah malem. Malem Jum'at pula. Pas di kuburan google mapnya bilang tujuan anda sudah sampai gitu, apa sih kalau kita udah nyampe biasanya suka bilang kalimat gitu. Padahal kan tujuannya bukan ke kuburan. Itu sekeluarga bibi, paman, dan kedua anaknya langsung merinding. Hihihi. Pernah juga saya sama suami pas lagi liburan di Garut nyari tukang sate lewat google map. Kan awalnya tuh kita nyari di grabfood, ada tuh tukang sate. Pas kita ke sana gak nemu dong. Muter2 pake google map berapa kali gak nemu juga. Fiktif gitu itu tukang satenya. Bodor pokoknya mah. πŸ˜‚

    BalasHapus
  68. Drama google maps sering banget Aku Alamin, di buat muter2 sampe gang buntu. Malah pernah ke suatu destinasi tapi zonk malah perkebunan
    Tapi tetap diandalkan sih kalau cari jalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Masih banyak akuratnya. Makanya tetap diandalkan

      Hapus
  69. Kadang saya lebih milih waze daripada Gmaps yang kadang menyebalkan haha. Tapi seru juga si kalau nyasar gitu jadi ada cerita yang seru jalan-jalannya.

    BalasHapus
  70. Kirain kami doang yang sering nyasar gara-gara ngikutin G-maps
    Eh tapi mungkin dia maksudnya bukan bikin nyasar sih
    Hanya saja dia gak bisa bedain ini penggunanya mengendarai apa
    Buat dia yang penting jalurnya singkat. Kudu nyebrang sungai atau nabrak tembok ya terserah hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau saya GMaps ada pilihan rute. Kita tentuin dulu rute pakai mobil, motor, pejalan kaki, atau transportasi umum

      Hapus
  71. saya pengguna google maps juga dan so far sih kemana-mana justru terbantu sama google maps ini. Paling rada susah pake Gmaps klo naik mobil karena jalannya suka tiba-tiba mengecil dan gak muat buat mobil.

    tp kalau jalan kaki selalu sukses sih.
    mungkin tips-nya setiap ketemu simpangan dilihatin dulu kanan kiri dan jalan tembusnya kemana, lalu tanya org di sekitarnya. Biasanya itu cukup membantu untuk tidak nyasar sih. pengalamanku sih begitu.

    BalasHapus
  72. Ahaha.. iya nih, aku juga beberapa kali dapet jalan kecil dan gak bisa dilewati mobil pakai google maps. tapi yah, itu resiko kita percaya maps banget lah yaa. Tapi kayanya semakin memperbaiki fiturnya juga sih ya google (ya pasti lah ya biar terus bisa dipakai sama semua orang :D)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya. Kalau enggak, nanti gak dipakai lagi :D

      Hapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)