Nyasar ke Paradigm Mall Gara-Gara Google Maps - Buat saya yang kadang-kadang suka gak mudah menghapal jalan, Google Maps itu andalan. Tetapi, gak bisa 100% juga diandalkan. Bukan karena fitur ini membutuhkan koneksi internet. Hanya saja, kami juga pernah nyasar gara-gara Google Maps.

nyasar karena google maps, paradigm mall


Kesasar Gara-Gara Google Maps


Kejadian pertama 3 tahun lalu, tanggal 17 Agustus. Pagi-pagi, suami udah ngajak ke Asemka. Anak-anak gak ada yang mau ikut. Jadi kami putuskan untuk naik motor.

Di salah satu jalan (lupa di daerah mana), suami masuk ke dalam gang. Masuk ke dalam pemukiman padat penduduk. Maksudnya mau motong jalan supaya cepat. Eh, ternyata malah kayak terjebak ke dalam labirin yang gak tau jalan keluarnya di mana. Dari mulai gang yang masih nyaman dilalui motor, sampai yang lebih sempit pun kami lewati.

Gara-gara banyak gang ditutup karena mau diadakan lomba Agustusan. Google Maps sama sekali gak ngebantu. Kami malah semakin diputer-puter di dalam gang. Mungkin karena banyak akses yang ditutup, makanya maps pun bingung hehehe. Akhirnya, kami pun beberapa kali bertanya ke warga di sana. Bisa ketemu juga jalan besar πŸ˜‚.

Kejadian lagi 2 tahun lalu saat mau makan siang di Gastromaquia. Restoran Spanyol yang berlokasi di jalan Ciniru, Kebayoran Baru ini sebetulnya gak berada di jalan sempit. Tetapi, karena kami sempat salah keluar pintu tol, jadi agak malas buat cari-cari lagi. Langsung aja minta diarahin ma Google Maps.

[Silakan baca: Buka Puasa Bersama di Gastromaquia dengan Menu Spesial Ramadhan]

Kami pun diarahkan ke portal yang tertutup. Untung ada satpam yang jaga. Ternyata, kami harus sedikit memutar. Ya, memang gak seribet kejadian pertama. Tapi, tetap aja kesasar gara-gara Google Maps hehehe.


Nyasar Lagi di Malaysia


jalan-jalan ke paradigm mall malaysia

"Teteh mau naik apa ke Paradigm Mall?"
"Jalan kaki."
"Hah? Jalan kaki? Bukannya jauh ya, Teh?"
"Masa', sih? Di Google Maps katanya cuma sekiloan. Gak sampai 15 menit juga udah sampe."
"Iya, ya? Ghea belum pernah sih ke sana. Cuma adeknya Hadi pernah bilang kalau Paradigm mall tuh jauh. Makanya suka pakai mobil."

Kami hanya 3 hari 2 malam menginap di Siti Homestay. Di malam terakhir, saya ingin mencari coklat buat oleh-oleh. Kalau dari hasil browsing, ada beberapa yang menyarankan belanja di Tesco. Dan di Paradigm Mall ada Tesco.

[Silakan baca: Siti Homestay Kelana Jaya, Penginapan Nyaman untuk Muslim]

Rencana awalnya, kami hanya akan jalan sekeluarga. Gak taunya semuanya pengen ikutan, kecuali sepupu saya dan suaminya. Kami pun jalan-jalan sore ke mall. Pokoknya kami masih yakin Google Maps bilang dekat itu benar.

"Perasaan bukan ke sini jalannya."

Beberapa kali papah saya mengucapkan kalimat tersebut. Tetapi, nadanya terdengar kurang meyakinkan. Makanya kami terus berjalan.


paradigm mall malaysia
Tenda-tenda makannya memang serendah itu. Itu yang makan sampai gak kelihatan wajahnya hehehe


Lumayan lama juga kami berjalan. Melewati beberapa gedung. Ketemu resto dengan tenda makan di luar yang rendah banget. Lebih dari setengah jam kami berjalan, gak juga ada tanda-tanda sampai ke mall. 

Padahal katanya dekat. Saya jadi mulai agak ragu dengan maps. Mulai teringat lagi ucapan sepupu saya yang bilang kalau mallnya jauh. Google Maps terus memberi arah ke mana kami harus berjalan.

Padahal, gak jauh dari homestay, gedungnya udah kelihatan. Tetapi, kok kami gak juga sampai ke sana. Hingga kemudian ...


Mallnya di seberang jalan tol


Kami ketemu dengan jalan tol. Mallnya tepat berada di seberang. Tetapi, sejauh mata memandang, kami gak melihat ada jembatan penyebrangan.

"Tuh, kan, bener kata Papah! Ayo pada balik dulu ke homestay. Papah tau jalannya. Tadi pagi 'kan Papah lari pagi ke arah sana."


mall di malaysia

Ternyata, dari homestay kami hanya perlu menyebrang ke tengah jalan kemudian lanjut berjalan lurus ke arah underpass. Terowongan ini berada di bawah jalan tol. Begitu keluar dari terowongan, Paradigm mall pun di depan mata. Lha kenapa Google Maps gak mengarahkan kami semudah ini? Hehehehe

Foto dari IGS sepupu saya


Udah gitu, under pass yang kami lewati namanya jalan bahagia. Rasanya seperti menggambarkan perasaan kami yang bahagia menemukan jalan menuju mall setelah disasarin ma Google Maps hahaha. 

[Silakan baca: Resepsi Pernikahan di Malaysia]


Ngapain Aja di Paradigm Mall?


Subway

subway paradigm mall

Tadinya mau langsung ke Tesco, tetapi perut sudah pada protes. Agak susah mencari makan di sini. Bukan karena pilihannya sedikit. Tetapi, keinginan kami yang berbeda-beda.

Keke dan Nai yang langsung mantap memilih Subway sejak dari homestay. Sementara yang lain masih bingung. Jadilah begitu sampai mall, kami langsung ke resto ini. Hanya Keke, Nai, dan Fabian yang beli. Yang lainnya masih mau cari-cari lagi.

[Silakan baca: Tabel Service di McDonald's Bukit Bintang, Malaysia]


Satay Satay

satay satay paradigm mall

Sebetulnya, yang bikin agak lama mencari resto itu karena mamah dan papah berbeda pendapat. Kalau yang lain sih makan di mana pun terserah aja.

Papah juga terserah aja, asalkan jangan di resto fast food. Makanya, papah gak mau makan di Subway. Kalau gak terpaksa banget dan masih ada pilihan lain, alm papah saya memang gak mau makan fast food.


menu satay satay paradigm mall
makan malam di paradigm mall

Sedangkan mamah gak suka dengan kari. Mencium aromanya aja udah gak mau. Makanya, agak sulit karena beberapa resto lumayan tercium aroma karinya. Mamah lebih baik makan fast food daripada kari. Asalkan resto fast foodnya jangan bersebelahan ma resto yang menjual kari aja. Gak bakal mau hehehe.

Tapi, ditawarin makan di resto Chinese dan Vietnam juga ditolak. Jadi, memang agak lama mencari-cari makanan yang sesuai dengan selera mamah. Sampai akhirnya, kami ketemu resto bernama Satay Satay.



Restonya kecil dan cukup sepi. Kalau lihat beberapa menunya banyak yang mirip lah dengan menu Indonesia. Ya itu juga yang bikin mamah akhirnya mau makan di sana. Dari nama restonya aja, udah seperti nama salah satu kuliner Indonesia yaitu sate.

Tinggal rasanya aja, nih. Belum tentu sama. Kayak waktu kami makan siang di Bagus Food Court, Singapore. Mamah memilih nasi padang yang menurut saya malah lebih mirip masakan Sunda.

[Silakan baca: Mencari Kuliner Halal di Singapore? Ke Bagus Food Court Aja]



Gak butuh waktu lama dari sejak kami pesan makanan. Saya sudah agak lupa detil rasanya. Tapi, lumayan lah. Meskipun gak sampai enak banget. Keke dan Nai pun ikut makan lagi. Padahal baru aja menghabiskan makanan dari Subway πŸ˜„.

Gak semua makanan yang dipesan, saya cicipi. Menurut om saya, ayam laksa yang dipesan kurang sesuai dengan yang dibayangkan. Tentu aja saya kurang tau seperti apa ayam laksa yang enak menurut om saya.

Kalau untuk range harga, makanan utama kisarannya RM10 s/d 25 per porsi. Ya, mirip-mirip lah ya sama harga makanan di resto sini. 


Tesco

belanja oleh-oleh di tesco paradigm mall malaysia

Selesai makan, kami lanjut ke Tesco. Kalau di sini, seperti hypermarket Carrefour. Bedanya, kalau di sana mau belanja pakai troli harus bayar. Harus masukin koin supaya kunci troli bisa dilepas.

Gak mahal sebetulnya, hanya saja gak ada satupun dari kami yang bawa koin. Udah gitu malah sempat gak kepikiran buat nanya. Makanya agak lama hehehe. Saya lupa, apakah setelah troli dikembalikan, koinnya akan kembali atau enggak.

Karena niatannya memang hanya ingin belanja coklat, kami langsung ke lorong yang menjual coklat dan permen. Ternyata, di bawah ekspektasi saya. Pilihannya gak banyak.

Saya udah ngabayanginnya kayak di Mustafa Centre, Singapore. Tetapi, di Tesco sama aja kayak hypermarket pada umumnya. Malah di Giant atau Hero yang dekat homestay juga sama coklatnya. Ya mendingan beli yang dekat penginapan aja. Supaya nentengnya lebih dekat. Akhirnya, kami hanya beli sedikit. Setelah itu memutuskan untuk pulang.

[Silakan baca: Bermain di Gardens by The Bay dan Mencari Oleh-Oleh di Mustafa Centre]

Karena sudah sekitar pukul 9 malam, mall semakin sepi. Sama aja dengan di sini, pukul 10 malam sudah pada tutup. Kami memutuskan pulang dengan pesan mobil menggunakan aplikasi online.

Kami order 2 mobil. Gak cukup kalau hanya 1. Pesanan pertama lumayan lancar. Gak menunggu lama, mobil pun datang. Giliran pesanan kedua baru bermasalah.

Susah banget dapat mobilnya. Sekalinya dapat, driver langsung cancel sepihak. Dapat lagi, tapi gak datang juga. Setiap kali ditanya, bilangnya udah dekat. Tapi, gak kunjung datang. Malah lagi-lagi driver minta cancel.

Ada juga yang cancel dengan alasan lokasi kendarannya ada di seberang mall. Agak ribet kalau harus putar balik. Under pass yang kami lewati itu memang hanya 1 arah menuju ke homestay. Hmmm ... mungkin itu juga kenapa adik dari suami sepupu saya bilang kalau mallnya lumayan jauh.

Mall pun mulai redup. Beberapa toko mulai terlihat tutup. Kami pun menyerah. Akhirnya, saya menelpon sepupu minta tolong supaya suaminya menjemput.

Sedikit agak lama menunggu sepupu dan suaminya datang. Tetapi, begitu tiba, mobil langsung keluar mall dan masuk under pass. Gak pakai lama kami pun sampai homestay.

"Walah! Kenapa juga kita gak jalan kaki aja pulangnya, ya. Tinggal masuk underpass lagi, udah sampai homestay. Kayaknya udah nyampe dari tadi kalau kita jalan kaki," ujar papah.

Saya hanya tertawa kecil. Antara lelah dan juga pengen nepok jidat sendiri. Udahlah disasarin ma Goggle Maps pas berangkat. Saat pulangnya juga gak ada satu pun yang ingat kalau antara homestay dan mall hanya dipisahkan oleh underpass! πŸ˜‚


Paradigm Mall


1, Jalan SS 7/26a
47301 Petaling Jaya
Selangor, Malaysia