Jumat, 04 November 2016

Yuk! Ramaikan Festival Dongeng International Indonesia 2016


Sahabat Jalan-Jalan KeNai, akrab gak dengan cerita rakyat Nusantara seperti Bawang Merah dan Bawang Putih, Malin Kundang, atau Timun Mas? Bagaimana dengan cerita rakyat asal Bali yaitu I Ceker Cipak? Cerita rakyat Nusantara sangat banyak jumlahnya. Ada yang mungkin semua orang tau seperti kisah Bawang Merah Bawang Putih. Tetapi ada juga yang hanya di area tertentu saja yang tau.

Sebetulnya, masa kecil saya jarang didongengi oleh orang tua. Ya, mungkin karena kesibukan mereka. Tapi, bukan berarti saya gak mengenal dongeng. Alhamdulillah, rajin membelikan saya berbagai buku. Dan, sayapun termasuk yang kutu buku. :D

Mendengarkan dongeng dengan membaca buku dongeng tentu memiliki rasa yang berbeda. Dulu, saya mungkin tidak tau perbedaannya. Tetapi, setelah memiliki anak dan mendongeng adalah aktivitas rutin ketika mereka masih kecil, saya jadi tau perbedaannya. Manfaat melakukan aktivitas dongeng memang besar dan berpengaruh positif kepada anak-anak.

Orang tua berperan penting di masa tumbuh kembang anak. Baik dari sisi pendidikan dan asupan nutrisi. Dongeng sebelum tidur yang rutin dilakukan juga bisa bermanfaat untuk mengatasi masalah makan pada anak, lho.
"Asupan gizi di awal kehidupan hingga anak berusia 2 tahun berperan penting untuk membantu tumbuh kembang anak bahkan hingga dewasa," ujar bapak Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia pada acara Press Conference Bintang Nutricia Dukung Festival Dongeng Internasional Indonesia di Kembang Goela Resto, Jakarta Selatan (26/10)
Lebih lanjut, bapak Arif Mujahidin mengatakan walaupun perekonomian Indonesia terus bertumbuh tetapi untuk urusan gizi mengalami 2 masalah besar, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi. Jika tidak segera diatasi, kelak ketika anak menjadi dewasa beresiko terkena penyakit tidak menular seperti jantung. Salah satu cara mengatasi permasalahan gizi ini adalah dengan mendongeng.
“Anak yang biasa didongengi, terutama di periode emas, akan mengingat kebiasaan baik ini hingga dewasa. Hal inilah yang ingin kami dukung dan wujudkan melalui partisipasi kami di FDII 2016. Melalui dongeng, orang tua dapat memberikan edukasi mengenai nutrisi kepada anaknya dengan cara yang lebih menarik, seperti melalui ilustrasi dan gambar diikuti dengan suara yang berirama,” ujar Fauziah Syafarina Nasution.
Mbak  Najelaa Shihab, M.Psi pun mengatakan bahwa berdongeng tidak perlu memakan waktu lama. Sehari 3-5 menit saja menjelang tidur pun sudah cukup. Alat peraga untuk mendongeng pun tidak perlu yang mahal. Bisa memanfaatkan benda-benda di sekitar.


Tema Festival Dongeng International Indonesia (FDII) 2016 adalah Cerita Indonesiaku. Selain berujuan untuk mengangkat berbagai dongeng di Indonesia. Festival yang digagas oleh komunitas Ayo Dongeng Indonesia dan didukung oleh Bintang Nutricia ini juga ingin menghidupkan kembali tradisi mendongeng serta menimbulkan rasa cinta terhadap Indonesia dan sadar untuk pola hidup sehat dalam diri anak. Dalam press conference ini menghadirkan 4 narasumber, yaitu Ariyo Zidni - Ketua Penyelenggara FDII 2016, Fauziah Syafarina Nasution - Head of External Communication ELN – Indonesia,  Najelaa Shihab, M.Psi, dan Agus PM Toh.

Tidak hanya pendongeng lokal, para pendongeng mancanegara pun akan turut berpartisipasi memeriahkan FDII 2016. Sahabat Jalan-Jalan KeNai tidka perlu khawatir anak-anak tidak akan mengerti jalan ceritanya bila pendongeng mancanegara sedang tampil. Akan ada penerjemah yang mengiringi, kok.

Pak Agus PM Toh juga akan tampil di Festival Dongeng International Indonesia 2016. Pada conference ini pak Agus mendongeng tentang asal usul Cianjur
 
Selain melihat performance para pendongeng lokal dan mancanegara, juga dibuka berbagai kelas. Ada 8 kelas yang akan dibuka selama event berlangsung. Sahabat Jalan-Jalan KeNai ingin belajar membuat cerita untuk anak-anak, mendongeng ala budaya Korea dengan nyanyian 'Arirang', mendongeng dengan permainan jari, belajar teknik pertunjukkan dongeng yang menyenangkan, atau lainnya? Yuk, datang aja ke Museum Nasional pada tanggal 5-6 November 2015.

Ingat ya, lokasinya di Museum Nasional alias Museum Gajah. JANGAN NYASAR ke Monas. Karena menurut kak Ario Zidni masih ada aja yang menyangka Museum Nasional itu Monas. Padahal Monas kan Monumen Nasional. Jadi, jangan sampe nyasar, ya. Walaupun Museum Nasional dan Monas deketan jaraknya.

Untuk Sahabat Jalan-Jalan KeNai yang tidak bisa ke Jakarta juga jangan kecewa. FDII 2016 akan digelar di beberapa kota, yaitu Bogor (12 November 2016 ), Bandung (13 November), Malang (18 November 2016), Surabaya, (20 November 2016), Poso (18-19 November 2016), Yogyakarta (26 November 2016) dan Maluku (27-28 November 2016). Catat tanggalnya, ya ^_^

Yuk! Ramaikan Festival Dongeng International Indonesia 2016.

Festival Dongeng International Indonesia 2016

Museum Nasional (Museum Gajah)









24 komentar:

  1. Yaa... Kapan di Jogja ada ya mbak..
    Klo dongeng2 boneka itu, pernah liat di taman pintar. Tapi klo yang skalanya event besar..blm pernah liat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudha saya tambahkan infonya, Mbak. Di Jogja bakal ada, kok :)

      Hapus
  2. Wah, ada acara dongeng di Monas? Biasanya cuma pengen naik ke atas aja biar bisa lihat langit eh kota Jakarta ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Munas, Bang. Alias Museum Nasional atau Museum Gajah. Jangan nyasar ke Monas hehehe

      Hapus
  3. Wah seru itu..
    Berasa ke jaman kecil dulu deh suka dongeng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sekarang gantian dongengin ke anak :)

      Hapus
  4. Saya termasuk orang yang suka sekali melihat/mendengarkan orang mendongeng. Makanya ketika ngundang pendongeng ke TPA Al-Muhtadin, saya tentu senang mendampingi santri melihat/mendengarkan dongeng. Waah, sippp juga itu Festival Dongeng nya ya, Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dongen sebetulnya asik. Apalagi kalau pendongengnya seru

      Hapus
  5. Saya suka dengar dongeng . kira kira kegiatan begini kapan bisa di adakan di Batam ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini acaranya tahunan. Coba follow socmednya. Siapa tahu ada jadwal ke Batam :)

      Hapus
  6. Waktu anak-anak masih balita hingga SD dulu, aku sering bikin dongeng ala ala,.hehehee. Dulu sempat pengen jadi pendongeng tapi gagal karena masih demam panggung :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pun cuma berani ngedongeng untuk anak sendiri :)

      Hapus
  7. Wahhh kangen banget sama dongeng nih Mbk Myra hehe.
    Udah lama gak denger dongeng, semoga bisa ke monas, soalnya dekat sama asrama hehe

    BalasHapus
  8. Saya termasuk anak yang suka didongengin oleh mamaku dulu waktu kecil.

    Jadi pengen besok k monas dengarin dongeng deh :)

    BalasHapus
  9. Kalo aku pribadi ya mbak, aku lbh suka baca sendiri daripada didongengin ;p.. mungkin bisa jd krn papa mamaku ga seru saat bacain cerita ke anaknya ;p.. jd aku ga trtarik blass dgrnya.. tapi kalo baca sendiri bisa bablas ga tidur2 :D..

    Fylly nih yg suka dibacain... ya karna aku suka baca buku, jdinya kebawa bisa mendongeng juga :D.. makanya fylly seneng kalo aku bacain cerita.. beda ama papinya yg kalo baca datar bgt ekspresinya ;D

    BalasHapus
  10. ya ampun :(
    telat bacanya...

    sumpah, saya pengen banget dateng
    secara, tahun kemaren gagal pas alm. pak raden meninggal
    hik hik hik

    etapi, ada videonya euy bening gambarnya mbak, apalagi pm toh itu pendongeng favorit saya dari kecil

    BalasHapus
  11. Wahh akhir November ada di Jogja :-)

    BalasHapus
  12. wahhh...di banjarmasin ga ada.. pdhl anakku pasti suka bgt nih kalo ada beginian yg berhubungan sm dongeng

    BalasHapus
  13. baca dongeng itu sebenarnya seperti main drama tapi semua dilakukan sendiri ya mbak :) Misalnya dongeng yg tokoh2nya hewan semua, mesti ngomong sok menggeram kl yg bicara si harimau, atau ngomongnya pelaaaan kalau tokohnya kelinci , ya yg baca mesti mengkhayal juga

    BalasHapus
  14. Wah, serunya. Waktu kecil Bapak suka dongengi aku sebelum tidur :)

    BalasHapus
  15. acara bagus kayak gini, sayang banget aku telat taunya. aku suka dongengin adek. Pengen belajar langsung sama ahlinya. Semoga acara seperti ini ada lagi. :)

    BalasHapus
  16. duh... sayang banget aku ketinggalan info. Jadi ingat keponakan yg pasti bakal happy kalau dibawa ke sini

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...