Featured Post

Universal Studio Singapore vs Imbiah Lookout

Universal Studio Singapore vs Imbiah Lookout

Kamis, 06 Juli 2017

Tanakita Rain Forest Festival, Hari ke-3 dan 4

 

Tanakita Rain Forest Festival adalah acara menyambut pergantian tahun baru. Untuk hari ke-1 dan 2 sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya. Sekarang lanjut ke hari ke-3 dan 4, ya.

[Silakan baca: Tanakita Rain Forest Festival, Hari ke-1 dan 2]

Rain Forest Festival, Hari ke-3

 
Susunan acara

Di hari ke-3 kami di Tanakita, acara mulai padat dari pagi hingga tengah malam nanti. Seperti biasa, pagi hari diawali dengan sarapan dulu. Beberapa aktivitas berjalan bersamaan. Sehingga tamu bisa memilih mau ikut aktivitas yang mana. Yang membingungkan kalau pengen ikut semuanya, tapi kan gak mungkin 😁


Setelah sarapan, acara pagi-pagi adalah tubing & trekking, sketsa alam, pondok karya, serta high rope. Biasanya Keke selalu ikut tubing tapi kali ini anak-anak sepertinya lagi malas ber-adventure. Lebih suka di Tanakita aja. Kalau high rope, Nai sebetulnya tertarik tapi masih belum cukup tingginya. Sedangkan Keke seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, dia memang kurang suka ikutan flying fox atau high rope.

 
Anak-anak siap berpetualang 😍

Saat anak-anak berpetualang, yang dewasa bisa ikutan tubing

Sketsa alam adalah aktivitas bagi anak-anak. Mereka akan dibawa trekking untuk mencari berbagai serangga serta binatang lainnya yang ada di hutan. Tidak hanya mencari tapi nanti juga akan diberikan penjelasan binatang apa aja yang akan mereka temui. Tentunya akan ditemani dengan crew dan guide yang andal.

Meskipun membawa berbagai peralatan, salah satunya adalah jaring, bukan berarti binatang tersebut boleh dibawa pulang, ya. Para little explorer ini hanya akan diajak untuk mengamati kehidupan serangga dan binatang kecil lainnya yang ada di sekitar Taman Nasional. Untuk yang sudah dewasa juga bisa ikut tubing.

 
Pagi-pagi udah main pepeletokan 😂

Bagaimana dengan Keke dan Nai yang tetap memilih di Tanakita? Mereka tetap asik melanjutkan main pepeletokan. Kadang Nai ikut berkreasi di Pondok Karya. Untuk hari ketiga ini pada bikin aksesoris. Sampai siang Nai betah di sana bikin berbagai gelang *Gara-gara ini juga, begitu dari Tanakita minta dibeliin berbagai keperluan bikin gelang. Mainlah kami ke Thamrin City buat nyenengin Nai 😂

 
Ayo balapan!

 
Bikin gelang di Pondok Karya

 
Siapa yang jago main gasing? 😄

 
Kitiran, satu-satunya permainan tradisional yang gak disukai oleh Keke dan Nai. Menurut mereka ngebosenin mainnya

Di hari ke-3 juga disediakan berbagai permainan tradisional. Selain pepeletokan, disediakan juga gasing, kitiran, enggrang, dan beberapa permainan tradisional lainnya. Dari beberapa permainan tradisional yang disediakan, ada satu permainan yang disukai ma Keke dan Nai, yaitu main kitiran. Menurut mereka main kitiran itu gak asik 😄 Tapi permain tradisional lain disukai oleh Nai.


Seluruh tamu terlihat menikmati beragam permainan tradisional yang disediakan. Kami semua berbaur dan bermain bersama. Ya itulah asiknya bermain permainan tradisional karena kebanyakan mengutamakan kebersamaan. Dan jangan anggap gampang juga mainnya. Misalnya kayak main gasing kalau mainnya jago maka gasingnya akan terus tegak berdiri sambil berputar. Tidak hanya itu, gasing akan mengeluarkan suara tergantung dari bagaimana teknik kita memutarnya.


 


Ada juga aktivitas asal Papua. Yang mengajarkan pun warga Papua yang didatangkan dari sana. Saya lupa nama aktivitasnya.  Pastinya aktivitas ini semacam latihan berburu babi hutan. Tapi karena di Rain Forest Festival sifatnya untuk permainan, jadi gak mungkin dong ngelepas babi hutan beneran trus kita tombakin?

Sebagai pengganti babi hutan adalah lingkaran bambu yang digelundungkan. Nanti para peserta *kebanyakan anak-anak* akan menombak bambu yang sedang menggelinding cepat itu. Karena menggunakan tombak yang tajam, maka pengawasan untuk keamanannya pun diperhatikan. Gak dimainkan sembarangan.

 

 Membuat camilan tadinya adalah aktivitas ibu-ibu. Kenyataannya anak-anak hingga pria dewasa pun tertarik untuk ikutan.

Ibu-ibu pun juga ada aktivitasnya. Gak jauh-jauh dari urusan dapur. Para ibu diajak bikin klepon, pisang coklat, dan misro. Biasanya camilan gini udah disediakan, tamu tinggal menikmati aja. Tapi karena acara spesial jadi para tamu pun diajak ikut bikin.

Ternyata yang pengen ikutan gak cuma ibu-ibu. Anak-anak hingga remaja yang laki-laki pun pada mau ikutan bikin. Bebas aja, sih. Gak ada larangan. Termasuk hasil jadinya. Ada klepon yang bulatannya kecil hingga besar. Tergantung siapa yang bikin 😂

 
Main perosotan sampai menjelang maghrib

Sore hari, menjelang maghrib, acara bebas. Kebanyakan anak-anak pada main perosotan. Apalagi Nai udah mulai dekat dengan anak-anak lain. Jadi dia udah ngacir ke sana-sini tanpa minta saya untuk menemani.

Saat makan malam, para tamu dihibur dengan musik. Karena ini malam tahun baru, hiburan musiknya pun lebih istimewa. Full band, jadi ada panggung musik. Band pembukanya asal Sukabumi tapi saya lupa namanya. Sedangkan band utama adalah Sastromoeni. Untuk menu makan malamnya selain prasmanan juga ada barbeque. Kambing guling yang paling saya tunggu 😋

 
Performance Sastromoeni

Sahabat Jalan-Jalan KeNai alumnus atau masih jadi mahasiswa UGM mungkin tau dengan band parodi ini. Kalau di Jawa Barat pernah ada Padhyangan yang merupakan grup parodi gabungan 2 universitas yaitu Padjajaran dan Parahyangan. Nah, kalau Sastromoeni juga seperti itu hanya awal mulanya dulu grup ini membawakan lagu country.

Saya memang baru tau kalau tentang Sastromoeni. Padahal grup ini sudah ada sejak lama dan sudah melakukan beberapa kali regenerasi. Lucu bangeeeeett performance mereka. Sayangnya saya tidak menonton secara full.


Setelah selesai makan malam, Nai ajak saya ke tenda karena udah ngantuk. Bener aja, gak berapa lama kemudian dia udah tidur. Saya terpaksa bolak-balik antara tenda dan panggung. Mana tenda saya ada di area bawah, lumayan ngos-ngosan kalau ke panggung. Kalau kelamaan ditinggal, Nai kadang suka bangun. Makanya saya harus bolak-balik untuk ngecek dia kemudian balik lagi nonton Sastromoeni. Lama-lama cape juga bolak-balik terus, saya pun memutuskan tetap di tenda aja.

Menjelang malam pergantian tahun, pertunjukkan berakhir. Saya pikir setelah itu akan berganti keramaiannya dengan suara terompet serta membakar kembang api. Ternyata tidak ada sama sekali. Tidak ada satupun yang meniupkan terompet atau membakar kembang api.

 
Menunggu moment kembang api

 Saya malah bisa menikmati kembang api dari dalam tenda 😍

Tanakita yang berada di dekat area Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango tentu berbahaya bila bermain kembang api. Tetapi bukan berarti kami tidak menikmati kembang api, lho. Dari Tanakita, kami bisa melihat maraknya kembang api di mana-mana. Uniknya, karena berada di area yang cukup tinggi, kembang api bukan terlihat di langit tapi malah di seperti di bawah. Biasanya kalau menginap di sana, saya suka menikmati lampu-ampu rumah penduduk yang berada di bawah. Pada saat malam pergantian tahun tidak hanya lampu rumah tetapi juga kembang api. Dan karena lokasinya lumayan jauh, suaranya pun tidak terlalu jedar-jeder. Nai dan Keke yang sudah terlelap sebelum tahun baru tidak terbangun sama sekali.

Hari ke-4

Di hari ke-4 sudah tidak ada lagi aktivitas khusus tahun baru. Terserah masing-masing saja. Beberapa tamu ada yang check out sebelum pukul 12 siang. Kami check out menjelang sore karena naik kereta sore. Masih bisa bersantai-santai dulu sebelum berangkat ke stasiun.


Kalau Sahabat Jalan-Jalan KeNai memilih naik kereta, sebaiknya check out minimal 1,5 jam sebelum kereta datang. Pengalaman kami pernah 1 jam sebelum kereta datang, sampai stasiun mepet banget. Menuju stasiun kan melewati pasar dan jalanannya juga ada beberapa bagian yang gak bagus. Apalagi kalau beberapa sekolah lagi bikin acara. Bakal lebih lama lagi. Biasanya sih crew Tanakita akan memberi tahu kalau di jalan lebih ramai dari biasanya. Jangan sampai ketinggalan kereta.

4 hari di Tanakita, memang paling nyaman pulang naik kereta karena gak kena macet. Tinggal selonjoran trus tidur hingga stasiun Bogor. Lumayan lah 2 jam. Setelah itu lanjut lagi naik commuter line menuju Jakarta. Semoga tahun depan, acara tahun baruannya juga seru lagi kayak gini. 😘

 
Note: Ini harga spesial tahun baru selama 3 hari 2 malam di Tanakita, ya.

Tanakita









75 komentar:

  1. Serius seruuu banget :D. Beneran ih aku jd pgn k tanakita.. Blm prnh rasain jg tidur di tenda2 begini :D. Aku seneng tuh kalo tahun baru ga pake petasan dan kembang api.. Kalo kembang api sih mngkin g masalah. Tp petasan aku takut.. Denger itu msh ngerasa denger tembakan kayak jaman GAM di aceh dulu.. Makanya g prnh suka ama perayaan thn baru yg ada suara2 meledak2 gt mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Petasa memang seringkali mengganggu. Bikin kaget, Mbak.

      Hapus
  2. Liburannya kece banget, aku belum pernah ngerasain liburan begituan lagi makai tenda mba :-D terakhir liburan make tenda jaman pramuka dulu pas sekolah hahahah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya malah jaman masih sekolah gak pernah camping hehehe

      Hapus
  3. Sebanding banget sama harganya yah.. Kegiatannya bermanfaat dan fun banget, thanks infonya, kayaknya anak-anak bakal suka nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kegiatannya memang menyenangkan buat segala umur :)

      Hapus
  4. Aaaah Chi mau lagi ke sana, sumpeeh itu kegiataannya seru abis yaa. Apalagi buat anak2 yag menyatu ke alam bikin fresh mengisi liburannya.Hmm, mencari serangga ke hutan, hahhaa gelii iih..atuut!

    KApan2 pengen lagi atulah ke sana meni belon pas aja waktunya, trus si kaka nya udah jarang mau kalo di ajak2 hiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan takut atuh, Teh kan jagoan hahaha

      Hapus
  5. Waa..keke dan Nai pasti dapat buanyak bnget pengalaman berharga ya mba.. Soalnya klo anak2 kota jarang bisa sedemikan dekat dengan alam, kayak pas di Tanakita.
    Serasa sejenak jadi Bolang ya mereka☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Menyegarkan pikiran banget kalau udah ke sini :)

      Hapus
  6. Seru banget ini mah ya mba. Itu banyak banget permainan tradisional ya mba, apalagi gasingnya, jadi ingat masa kecil. Jadi pengen ke Tanakita

    BalasHapus
  7. Jadi makin pengen ke Tanakita :)
    Yang paket spesial tahun baru itu, untuk satu keluarga ya? Anaknya minimal berapa orang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu harga per orang, Mbak. Gak ada minimal, kok. Mau datang sendiri atau sekeluarga besar juga bisa

      Hapus
  8. gagal pokus liat gasing-nya hehehe
    udah lama ga maen gituan, kalo ga salah sejak SD...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah berapa tahun yang lalu, tuh? :D

      Hapus
  9. Panitianya asik, ya, Mbak. Kreatif membuat kegiatan yang anak-anak suka. Nginep sampe 4 hari jadi lupa menyenangkan. Tertarik yang lempar-lemparan tombak itu, kayaknya seru main rame-rame

    BalasHapus
    Balasan
    1. nginep 4 hari berasa kurang. Apa saya pindah aja, ya? Wkwkkw

      Hapus
  10. Senang banget menikmati kegiatan kelg Jeng Chi di Tanakita. Apalagi bisa naik kereta dari Jakarta. Semoga lain kali bisa ikutan mencicip alam Tanakita. Salam hangat

    BalasHapus
  11. Duh...mupeng euyy...udah lama banget pingiiiiin syekali bisa camping di sini :)

    BalasHapus
  12. Info bgt ini u aku, tanakita di daerah sukabumi yaa.. bs u outbond famgath jg kayaknya nih.. Seru bgt..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa banget, Mbak. Sering kok dipakai untuk gathering kantor atau keluarga

      Hapus
  13. Sketsa alam itu yang menarik saya, berburu binatang kecil.
    Seandainya ada pesta kembang api, kira-kira apa yang terjadi ya ? kebakaran hutan kah ? serem juga ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan lokasinya berdampingan dengan taman nasional, Mas. Bahaya lah kalau sampai kebakaran hutan :)

      Hapus
  14. bisa jadi wisata edukatif nih, keren banget apalagi banyak banget aktifitas seru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya saya gak pernah bosan main ke Tanakita :D

      Hapus
  15. Taun barunya seru bgt mba, seinget saya taun baru kmaren tidur hehe ditinggal suami ngeronda :D

    BalasHapus
  16. Byk aktivitas dan permainan, anak2 pasti seneng :D

    BalasHapus
  17. huaaa... seru bgt acaranya! mupeenggg....

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang asik banget acaranya, Mbak :)

      Hapus
  18. Camping rasa hotel ya ini.
    Jadi ingat alat mainan tradisional yg dulu pernah kumainkan.
    Anak2 pasti betah yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang konsep Tanakita kan five star camp. Jadi tamu tinggal bawa perlengkapan pribadi aja. Alhamdulillah mereka sellau betah kalau ke Tanakita :)

      Hapus
  19. Serunya kirain dimana ternyata di earth like city hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, gak jauh dari Jakarta hehhee

      Hapus
  20. Asyiknyaaa! Bagus nih, nggak cuma bersenang-senang tapi anak juga diajak mengenal alam :D

    BalasHapus
  21. Dari awal baca kirain ini Tanakita yang di Bintaro ternyata malah di Sukabumi!
    Pindah atau buka cabang sih, Chi?

    Tapi emang kalo urusan family camping semua acara jalan2 KeNai ini recommended lah. Kece.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang ada ya Tanakita di Bintaro? Saya malah baru tau, Mbak. Dari dulu Tanakita yang dimaksud ya yang di Situ Gunung. Gak pernah pindah dan gak buka cabang di manapun :)

      Hapus
  22. Seru amat ya ada acara bakar kambing guling segala

    BalasHapus
  23. Seruuuu udah lama gak camping, tenda jadi karatan, jadi Tanakita itu di Sukabumi ya, itu gak cuma kegiatan adventure aja, permainannya juga ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Ev. Biasanya tamu yang datang ke sana gak sekadar camping

      Hapus
  24. Serunya yaa, permainannya udah langka sekarang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekalian mengenalkan mereka ke permainan tradisional :)

      Hapus
  25. Lama bgt dah g nonton sastroemoeni, teluuu papaaat.... Band ndagelnya jogja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ternyata Sastromoeni lucu, ya :D

      Hapus
  26. Asik banget sih. Di Jogja kok nggak ada yg perkemahan yg enak gini ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu ada camp yang konsepnya sama kayak Tanakita di Jogja kayaknya. Tapi gak tau sekarang maish ada apa enggak

      Hapus
  27. Jadi ingat pertama kali saya nonton Sastromoeni, band-nya anak Sastra UGM. Waktu itu tahun 1999, masih SMA kelas satu. Ya ampun tertawanya tak henti-henti. LOL

    O ya, acaranya macam kemah bareng sekeluarga begini memang seru dan asyik, ya, Mak. Jadi pengen ikutan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun nontonnya ketawa terus, Mbak. Lucu banget :D

      Hapus
  28. seru!!! aku pengen coba ke pengalaman gitu ah... cuma mau save koceknya dulu 2.5jt :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu harga tahun baru dan untuk3 hari 2 malam. Kalau harga relurenya gak segitu :D

      Hapus
  29. Ooh sukabumi...menarik banget mba, jadi tertarik. Wuih itu apa yang lagi dipanggang enak banget. Makin penasaran karena katanya banyak serangga *ini kok malah nyari serangga hahahaa* Terima kasih sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar banyak kan tetep harus dicari hehehe

      Hapus
  30. seru... selalu ngiler baca tulisan mba myra tentang tanakita...

    BalasHapus
  31. Wah enak banget ya buat ajak keluarga besar, tempatnya keliatan alam banget. Mana ada pepeletokan lagi mainan saya waktu SD, tp skrg udah ga pernah liat lagi hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main ke Tanakita nanti di sana ada pepeletokan hahaha

      Hapus
  32. Seruuu, inget jaman SD ikutan pramuka & kemping di alam terbuka gituu. Buat anak2 seumuran Keke & Nai ikutan aktivitas kyk gini pasti nyenengin banget! Kalau masih balita kayak raya mah yg ada ibunya musti nempel mulu XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya jama SD gak pernah camping. Gak bakal dikasih ijin :D

      Hapus
  33. wiiihhh keren banget. jadi pengen kesana. pemandangannya juga keren.

    salam kenal.
    okapinote.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, di sini selalu bikin betah :)

      Hapus
  34. Wah di sekitar Jakarta ada tempat secihuy ini? Asli, seruu banget ini mah kegiatannya, gak cuma anak2 yang betah hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Jakarta-Sukabumi memang gak jauh. Cuma macetnya aja yang suka gak nahan :D

      Hapus
  35. AKu bukan tipe orang yang senang kegiatan di luar rumah. . . kalau gak ada laptop internet, game dan kasur , aku gak akan betah HAHAHA tapi acara kayak gini bisa jadi tantangan juga, bagus untuk anak dan orang tua. masalah ngegame, bisa diganti sama permainan tradisional. Kalau dimainin bareng emang bakal seru.

    BalasHapus
  36. jadi pengen nih, hahaha.. kelihatannya seru banget ^_^

    BalasHapus
  37. Tempatnya seru bangeet. AKu paling suka banyak mainan tradisionalnya. Ada pletokan lagi. Ga tau sekarang nyari batang tebu di mana. Eh, bisa pake bambu juga ya? Ya ampun Sastromoeni. Temen-temenku dulu anggotanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, udah jarang kan permainan tradisional :)

      Kalau ini pakai bambu, Mbak. Sastromoeni lucu juga ternyata, ya ^_^

      Hapus
  38. Wuih, seru banget acaranya kak.. Berharap banget di Bengkulu ada festival semacam ini >.<

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...