Shabu Tako


Suami: "Anak-anak pada mau nitip apa."Saya: "Pada minta dibeliin sushi, Yah. Lagi pada ketagihan sushi kayaknya. Semalam udah makan sushi, sekarang minta lagi."

Anak-anak langsung mengiyakan ucapan bundanya. Dan pesan sushi apa aja yang harus dibeli ayah dan bundanya. Oiya, ceritanya wiken lalu, saya mau ke mall. Berdua aja sama suami. Anak-anak gak mau ikut. Kasih kesempatan buat orang tuanya berduaan :p

Suami: "Kalau mau sushi nanti aja. Makan di tempat teman Ayah. Baru buka warung sushi."

Anak-anak sempat gak antusias ketika mendengar jawaban ayah mereka. Dimana? Memangnya enak? Ada sushi apa aja? Dan rentetan pertanyaan lainnya dari mereka. Saya tentu aja gak bisa jawab karena gak tau juga tempat makan sushi milik teman suami.

Saya dan suami pun pergi ke mall. Tujuannya mau cari celana pendek harian buat anak-anak. Yang mereka punya udah pada sempit. Keke, sih, mending masih bisa pinjam celana ayah atau bundanya. Nai yang gak bisa pinjam siapapun karena badannya masih kecil sendiri.

Selesai belanja, kami pun makan siang. Masih di mall yang sama. Saat menunggu makanan dihidangkan, anak-anak telpon. Katanya, mereka dapat tempat makan sushi yang mereka mau. Keke dan Nai mencari info di Zomato.

Dalam perjalanan pulang ...


Shabu Tako

Suami: "Nah, ini warung sushi punya teman Ayah."
Saya: "Tapi, ini bukan jalan Anggrek, ya. Jalan Anggrek belok kanan di depan. Anak-anak, kan, maunya kesana."
Suami: "Oh, berarti yang di pojokan itu, Bun."
Saya: "Iya, kayaknya. Etapi itu warung sushi punya teman Ayah kayak yang tutup, sih."
Suami: "Memang masih tutup. Bukanya kalau malam aja."
Saya: "Oh, gitu."

Malam harinya ...

Anak-anak mulai bertanya kenapa gak ke arah jalan Anggrek? Suami tetap ingin mengajak ke warung makan punya temannya.

Saya: "Udah cobain aja dulu. Siapa tau memang di tempat teman Ayah, sushinya lebih enak." Anak-anak pun terdiam.

Sesampainya di sana, warung sudah mulai buka. Shabu Tako nama warung makannya. Kami katakan warung makan karena tempatnya memang gak besar. Paling sekitar 30 bangku saja. Letaknya juga memanfaatkan halaman rumah. Shabu Tak juga termasuk tempat kuliner baru. Menurut suami, Shabu Tako baru ada sekitar 3 mingguan.

Saya: "Yah, mana sushinya?" *tanya saya sambil bolak-balik lembaran menu*
Suami: "Lah, emangnya anak-anak minta apa?"
Saya: "Mereka kepengen sushi, Yah. Ini, sih, jualaannya shabu-shabu, gak ada sushi."
Suami: "Oh gak ada, ya? Kalau gitu makan dulu di sini, deh. Abis dari sini, kita langsung ke jalan Anggrek, ya. Makan lagi di sana atau dibawa pulang."


Shabu Tako 
Ocha (Dingin / Panas), IDR4K *Refill*


Anak-anak pun setuju. Tapi, saya dalam hati gak yakin kalau bakal ke sana saat itu juga. Walaupun hobi makan, rasanya gak sanggup makan di 2 tempat dalam waktu berdekatan :D Keke pesan ramen noodle, Nai pesan takoyaki isi gurita, dan kami (saya dan suami) pesan shabu-shabu paket berdua *Ihiiiyyy lagi berduaan terus ceritanya* :D Untuk minuman, kami kompakan memilih ocha dingin. Dan untuk ocha, bisa di refill sepuasnya :D

Saya sempat ragu ketika Nai memilih takoyaki. Pertama kali beli takoyaki, gak ada satupun dari kami yang suka. Makanya saya sempat bingung kenapa Nai pilih takoyaki. Dan malam itu saya gak bertanya atau memintanya order menu lain saja. Pokoknya sejak pertama kali makan takoyaki dan gak ada satupun yang suka, saya kapok beli takoyaki lagi. Lha, tapi wiken lalu, Nai malah order takoyaki. Baru setelah selesai makan, saya mulai bertanya.


Shabu Tako rawamangun, takoyaki 
Takoyaki isi gurita, IDR18K


Saya: "Wah, tumben takoyakinya hampir habis. Seingat Bunda waktu dulu beli takoyaki pada gak suka?"
Keke: "Ya, itu karena Bunda dulu beli takoyaki kemasan. Makanan kemasan suka ada yang gak enak, Bun."

Tinggal 1 takoyaki yang bersisa. Udah pada gak sanggup lagi menghabiskan karena kenyang. Dalam 1 porsi ada 6 takoyaki yang besar dan tebal. Jadinya memang ngenyangin banget, sih. Itu aja dimakannya rame-rame. Untuk takoyaki ada 4 pilihan, yaitu gurita, keju, ayam, dan mix.

Ternyata, rasa takoyakinya enak. Ya, gak heran juga kalau dulu mereka pernah gak suka takoyaki. Karena takoyaki kemasan yang pernah saya beli dan takoyaki yang Nai order malam itu rasanya sangat berbeda jauh. Jelas lebih enak yang di Shabu Tako, lah.


menu shabu tako
Ramen Noodle, IDR22K


Ramen noodle pilihan Keke disajikan dalam mangkok besar berwarna merah. Tapi isinya hanya sekitar setengah dari mangkok saja. Memang kelihatannya jadi sedikit, tapi sebetulnya porsinya pas. Menurut Keke rasa ramennya enak. Saya hanya mencicipi kuahnya saja. Ada rasa manis di kuahnya seperti rasa jagung manis walaupun saya gak makan jagungnya.

Saya dan suami pilih Shabu-shabu paket berdua. Untuk shabu-shabu, ada 3 paket, yaitu paket berdua, bertiga, dan bereempat. Karena hanya saya dan suami yang (awalnya) memilih shabu-shabu, jadi kami pilih paket berdua. Ada 2 kaldu yang bisa dipilih, yaitu kaldu atau tom yam. Atau kalau Sahabat Jalan-Jalan KeNai mau pilih dua-duanya juga bisa. Kami pilih yang kaldu aja.


sabu tako warung shabu-shabu murah meriah 
Shabu-Shabu Paket Berdua, IDR56K


Buat kami, shabu-shabu paket berdua ini bisa dimakan berempat hahaha. Abis enak, sih, jadi anak-anak juga pada pengen. Malah Nai minta nasi lagi. Walaupun jadinya dimakan berempat kami merasa gak perlu nambah porsi shabu lagi. Paket shabu-shabu dan ramen noodle yang kami pilih semua porsinya pas. Gak kekenyangan, gak juga kurang. Porsi takoyaki yang agak kebanyakan buat kami.

Yang saya kurang suka adalah nasinya. Rasa nasinya enak, tapi teksturnya kelembekan kalau buat saya. Saya memang gak terlalu suka lihat nasi putih yang kelembekan, kecuali nasi tim atau sekalian aja makan bubur. Itu aja, sih, yang gak saya suka.

Perut udah kenyang, trus lanjut makan sushi? Enggak hehehe. Gak sanggup, deh, makan lagi. Nanti jadinya malah kekenyangan. Kapan-kapan aja makan sushinya. Atau ke Shabu Tako lagi juga saya mau. Apalagi murah meriah. Semua yang kami order totalnya IDR112K. Yuhuuu!


shabu tako harga

Update: 14 Desember 2016. Sekarang Shabu Tako sudah pindah. Lokasi terbarunya sudah saya update, ya.


Shabu Tako


Jl Rawamangun Muka Timur No.12 
Jakarta Timur

Open Hours:

Weekday 11.00 - 22.00
Weekday 11.00 - 23.00