Hikmah dari sebuah masjid di Kalibening


Dalam perjalanan menuju gunung Prau, kami berhenti untuk menunaikan sholat dzuhur di sebuah masjid di daerah Kalibening, Jawa Tengah. Masjidnya cukup besar tetapi sederhana. Hujan yang turun cukup deras membuat saya ingin merebahkan diri sejenak di masjid yang bersih ini. Apalagi udaranya terasa sejuk. Serta suara aliran sungai deras yang ada di dekat masjid menambah rasa ingin beristirahat.
Saya langsung terpikat dengan kebersihan masjid  ini. Tidak kusam dan tidak ada satupun sampah terlihat. Sayangnya kebersihan masjid berbanding terbalik dengan kondisi tempat wudhu dan toilet yang ada di samping. Tidak ada setetespun air mengalir. Bahkan toiletnya bau pesing. Ugh! Kami mencoba mencari penjaga masjid, tapi tidak ada satupun orang di sana selain kami dan satu keluarga lain yang juga kebingungan dengan air.

Coba berpikir positif aja, lah. Mungkin saat itu penjaganya sedang mencari air. Dan mungkin hanya saat itu saja tempat wudhu dan toiletnya tidak terawat. Mudah-mudahan begitu. Sayang sekali kalau hanya terlihat bersih bagian masjidnya saja.

Coba ambil hikmahnya juga. Sebagai manusia, seringkali kita lebih memperhatikan bagian luar. Adalah wajar kalau manusia bisa terpikat pada pandangan pertama. Tapi begitu tau dalamnya, hmm ... mungkin bisa berbeda lagi penilaiannya.