Blog family traveling tentang adventure, kuliner, hotel, dan tips perjalanan

Workshop Food Photography dan Demo Memasak Bersama Best Western Premiere The Hive Hotel dan Tabloid Wanita Indonesia


Selamat Hari Kartini!

Hmmm ... Mungkin saya sedikit terlambat mengucapkannya. Tetapi masih di bulan April, jadi nuansa hari Kartini masih berasa. Dan bertepatan dengan hari Kartini, 21 April 2018, saya bersama beberapa teman dari Blogger Crony hadir di acara "The Hive Cook & Snap Class".

"The Hive Cook & Snap Class" adalah acara yang digagas oleh Wanita Indonesia bekerjasama dengan Best Western Premiere The Hive Hotel. Kerjasama ini sudah merupakan yang ketiga kalinya dalam rangka memperingati hari Kartini. Setiap tahun temanya berbeda, tetapi tentu saja masih tentang dunia wanita.

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh para blogger, tetapi juga para anggota komunitas dari tabloid Wanita Indonesia. Reylando Eka Putra, Senior Promotion Tabloid Wanita Indonesia, mengatakan bahwa tabloidnya rutin mengadakan kegiatan untuk komunitasnya. Mas Rey juga mengatakan bahwa di zaman sekarang ini wanita tidak hanya bisa bekerja, tetapi juga dituntut bisa memasak dan menggunakan gadget dengan baik.

Wanita Indonesia adalah media yang berfokus pada dunia wanita. Pertama kali terbit pada tahun 1989 dalam bentuk tabloid. Saat ini Wanita Indonesia juga ada dalam format digital yaitu www.wanitaindonesia.co.id

Workshop Food Photography Bersama Zulham Sinaga

bertepatan dengan hari kartini, Best Western Premiere The Hive Hotel dan Tabloid Wanita Indonesia mengadakan workshop food photography dan demo memasak dengan tema The Hive Cook & Snap Class

Sesuai dengan temanya, acara ini tentang workshop food photography dan demo memasak. Makanan dan foto memang sudah seperti menjadi satu kesatuan. Makan di manapun atau baru selesai memasak, selalu memotret makanan terlebih dahulu sudah menjadi hal yang lumrah.

Zulham Sinaga, Senior Photographer Tabloid Wanita Indonesia, memberikan berbagai tips memotret makanan agar terlihat menarik dengan menggunakan smartphone. Untuk kebutuhan tabloid, mas Zulham selalu menggunakan kamera SLR. Tetapi, untuk masayarakat umum, khususnya ibu-ibu, lebih banyak menggunakan smartphone karena kebutuhannya untuk sekaligus bisa mengupload ke social media.

KomposisiAgar objek utama terlihat tidak kaku dan menjadi lebih cantik, bisa ditambahkan beberapa objek pendukung. Bila menggunakan bahan masakan, pastikan tidak menyimpang dari objek utama. Misalnya, saat objek utamanya adalah sop ayam, bisa menambahkan jeruk nipis, cabai, dan lain di sekelilingnya. Komposisi harus diatur agar objek utama jangan sampai menarik kalah menarik dari objek pendukung.

Angle
Pemilihan angle harus tepat karena bisa berefek hasil foto menjadi menarik atau malah tidak sama sekali. Cobalah berbagai angle foto dan lihat hasilnya. Ketika memotret gelas menggunakan smartphone, jangan memotret dari atas karena akan menghasilkan distorsi. Sebaiknya ambil foto gels dengan angle sejajar atau agak ke bawah sedikit.

Cahaya
Pencahayaan yang terbaik adalah cahaya alami (sinar matahari) agar membuat foto menjadi lebih hidup. Reflektor cahaya bisa menggunakan alas kue. Bereksperimenlah dengan posisi reflektor agar foto terlihat terlihat lebih hidup. Tentukan bagian mana dari objek utama yang akan ditonjolkan.

Pencahayaan alami terbaik berada di sekitar pukul 10 pagi. Sinar matahari pagi bisa menonjolkan objek utama. Bila Sahabat KeNai ingin hasil foto dengan pencahayaan agak kekuningan, bisa memotret sekitar pukul 3 sore. Jangan memotret pada saat sinar matahari tepat berada di atas (sekitar pukul 12 siang) karena akan sulit menentukan pencahayaannya. Bayangan akan jatuh di bawah objek bila matahari berada di atas.

Jangan Menggunakan Flash
bertepatan dengan hari kartini, Best Western Premiere The Hive Hotel dan Tabloid Wanita Indonesia mengadakan workshop food photography dan demo memasak dengan tema The Hive Cook & Snap Class
Mas Zulham sedang memperagakan cara memotret di dalam ruangan atau tanpa pencahayaan alami. Selain menggunakan lampu belajar juga bisa menggunakan senter dari smartphone dan gunakan alas kue sebagai reflektor. Arah cahaya dan posisi reflektor, bisa berubah-ubah. Tergantung bagaimana Sahabat KeNai ingin menampilkan objek yang difoto.

Bila tidak memungkinkan mendapatkan sinar matahari atau memotret dalam ruangan, jangan sesekali menggunakan lampu flash saat memotret makanan. Menurut mas Zulham, makanan secantik apapun akan terihat berantakan di foto bila menggunakan lampu flash. Saat ini sudah banyak dijual mini studio yang sudah sepaket dengan lampu. Tetapi, bila belum memiliki, Sahabat KeNai bisa menggunakan lampu belajar. Bila pencahayaan dari lampu terlalu keras, bisa diberi kertas minyak.

Background
Background juga bisa membuat tampilan makanan menjadi lebih hidup asalkan tidak lebih dominan dari objek utama. Sahabat KeNai bisa memilih backgroud warna apapun, tergantung dari konsep apa foto yang ingin dihasilkan. Background berwarna putih akan terlihat elegan karena objek utama menjadi menonjol. Keceriaan akan tampak bila Sahabat KeNai menggunakan background berwarna-warni. Background berwarna hitam akan membuat makanan terlihat dramatis.

Perbanyak Warna Dalam Objek Foto
Yang pertama kali ditangkap oleh mata adalah warna. Semakin banyak warna, mata akan semakin dimanjakan. Warna disekeliling boleh dibuat blur, sehingga mata hanya fokus di warna objek utama.

Editing
Boleh banget mengedit foto dengan tujuan untuk membuat foto semakin menarik dan dinikmati oleh orang lain. Di smartphone juga banyak pilihan aplikasi untuk editing foto. Mas Zulham pun mengakui beberapa kali melakukan editing foto.

Beberapa tips di atas bisa dipratekkan bila Sahabat KeNai memiliki banyak waktu. Tetapi, bagaimana bila dalam kondisi waktu dan properti yang terbatas. Misalnya ketika sedang makan di restoran? Hal pertama yang dilakukan adalah langsung melihat objek utama dari sudut pandang mata sendiri. Tentukan bagian mana yang paling menarik. Kemudian manfaatkan properti di sekitar seperti gelas, mangkok, atau lainnya.

Demo Memasak Bersama Chef Mulyadi Makmur

bertepatan dengan hari kartini, Best Western Premiere The Hive Hotel dan Tabloid Wanita Indonesia mengadakan workshop food photography dan demo memasak dengan tema The Hive Cook & Snap Class

Tomato Cream Soup

bertepatan dengan hari kartini, Best Western Premiere The Hive Hotel dan Tabloid Wanita Indonesia mengadakan workshop food photography dan demo memasak dengan tema The Hive Cook & Snap Class

Tomato cream soup ini cocok jadi menu appetizer alias menu pembuka. Menurut Chef Mulyadi sebagai menu diet pun cocok.

Bahan:
Tomato fresh, tomato paste, cream cooking, onion, bay leaves, butter cooking, salt, stock, dan white pepper.

Cara Membuat:
  • Blanch tomato selama 15 menit, lalu buang kulit dan biji. Selanjutnya diblender kasar.
  • Panaskan pan untuk menumis onion dan tomato paste. Lalu tambahkan bay leaves dan stock secukupnya. Blender kembali kemudian disaring.
  • Masukkan tomato yang sudah diblender ke dalam pan dan aduk rata. Masak sekitar 15 menit lalu tambahkan garam, lada, dan cream.
  • Soup siap disajikan

Tips:
  • Walaupun sudah menggunakan tomat segar, tomato paste tetap digunakan agar warnanya lebih kuat. Bila dirasa terlalu asam, untuk menetralisirnya bisa ditambahkan kentang. Penambahan kentang juga membuat rasa soup lebih enak dna kekentalannya pas.
  • Belah tomat menjadi 4 bagian, tetapi jangan sampai putus pada saat memblanching. Rendam dalam air mendidih sekitar 5-10 menit, kemudian langsung dipindahkan ke wadah berisi es batu sekitar 5-10 menit supaya tomat tidak terlalu matang.
  • Ketika menambahkan air atau stock, cukup sampai setinggi tomat. 
  • Cream cooking tidak bisa diganti dengan susu karena kekentalan dan rasanya beda.
  • Banyaknya cream cooking sesuai selera. Dan cream cooking juga bisa mempengaruhi warna.

Seared Salmon with Cream Sauce

bertepatan dengan hari kartini, Best Western Premiere The Hive Hotel dan Tabloid Wanita Indonesia mengadakan workshop food photography dan demo memasak dengan tema The Hive Cook & Snap Class

Menu berikutnya cocok menjadi makanan utama, yaitu Seared Salmon with Cream Sauce. Aroma salmon yang lezat menguar memenuhi ruangan ketika sedang diseared. Menggugah selera para peserta yang hadir. Beberapa peserta bahkan terang-terangan mengatakan kalau ruangan menjadi wangi pada saat memasak menu ini. Yummm!

Bahan:
Norwegian fresh salmon, cream cooking, carrot, string bean, zucchini, potato, garlic, butter cooking, oregano, salt, dan white pepper

Cara Membuat:
  • Marinated dan pan salmon selama 20 menit
  • Blanch dan sauté sayuran, lalu beri garam dan lada
  • Panaskan sauce pan, lalu tambahkan butter. Tumis garlic kemudian tambahkan cream, garam, dan lada secukupnya.
  • Siapkan piring dan tata makanan. Sajikan
 Tips:
  • Salmon terenak berasal dari Norwegia dan Tazmania
  • Salmon bisa bertahan lama di dalam freezer, tetapi kesegarannya bisa menjadi brekurang
  • Salmon bisa diolah menjadi menu apapun, tetapi biasanya di grilled atau seared. 
  • Saus untuk salmon juga bisa disesuaikan dengan selera. Umumnya salmon menggunakan cream atau ponzu sauce. Ponzu adalah saus dari Jepang dengan bahan baku jeruk manis yang dimasak kemudian diberi sake, mirin, dan lain sebagainya. 
  • Sayuran juga bisa disesuaikan dengan selera masing-masing
  • Menu ini juga menggunakan stock/kaldu. Usahakan menggunakan kaldu yang juga berasal dari salmon
  • Sahabat KeNai bisa membuat saus dalam jumlah yang cukup banyak sekaligus. Biasanya bertahan sampai 2 hari di dalam kulkas.

Chicken Roasty and Baked Potato

bertepatan dengan hari kartini, Best Western Premiere The Hive Hotel dan Tabloid Wanita Indonesia mengadakan workshop food photography dan demo memasak dengan tema The Hive Cook & Snap Class

Chicken roasty and baked potato ini juga bisa menjadi makanan utama. Sebagai alternatif pilihan selain menu ikan salmon.

Bahan:
Half spring chicken, brown sauce, cream cooking, potato, carrot, zucchini, string bean, oregano, olive oil, salt, dan white pepper.

Cara Membuat:
  • Bersihkan ayam dan marinated dengan bumbu lain, lalu pan fried hingga matang.
  • Blanch sayuran dan tumis menggunakan butter. Tambahkan garam dan lada.
  • Bakar atau goreng kentang, kemudian tambahkan garam dan lada
  • Panaskan sauce dan tambahkan cream secukupnya
  • Siapkan piring saji. Tata makanan dan sajikan
 Tips:
  • Bila Sahabat KeNai memiliki oven, sebaiknya setelah ayam diseared dimasukkan ke dalam oven untuk memastikan bagian dalam ayam lebih matang. Bila tidak memiliki oven, gunakan api kecil saat ayam diseared.

Ice Cream Goreng

bertepatan dengan hari kartini, Best Western Premiere The Hive Hotel dan Tabloid Wanita Indonesia mengadakan workshop food photography dan demo memasak dengan tema The Hive Cook & Snap Class

Bahan:
Roti tawar, ice cream, telur, dan tepung panir

Cara Membuat:
  • Beri 1 scoop ice cream di tengah roti tawar
  • Gulung atau bulatkan roti hingga ice cream tertutup
  • Bungkus dengan plastic wrap dan simpan di freezer sekitar 20 menit
  • Kocok telur
  • Keluarkan roti tawar ang sudah berisi ice cream dari dalam freezer, kemudian buka plastiknya
  • Celupkan ke dalam kocokan telur, lalu gulung di tepung panir hingga rata
  • Goreng dalam minyak panas sekitar 1 menit
  • Tiriskan dan sajikan
 Tips: 
  • Pastikan gulungan roti tawar tertutup rapat agar ice cream tidak keluar saat digoreng
  • Goreng sebentar saja hanya untuk mematangkan bagian luar roti
  • Sajikan dengan saus. Bisa menggunakan saus coklat atau strawberry

3 menu pertama tersebut dipraktekkan oleh Chef Mulyadi Makmur yang merupakan chef dari Best Western Premier Hotel. Sedangkan untuk ice cream goreng dipraktekkan oleh Chef Karim. Keempat menu tersebut cukup mudah untuk dipraktekkan sendiri di rumah. Bahan-bahannya pun mudah didapat.

Keempat menu yang dipraktekkan merupakan andalah hotel ini. Banyak tamu yang menyukainya. Jadi sesekali cobalah menyantap keempat menu ini di Best Western Premiere The Hive Hotel untuk mengetahui kelezatannya.

Meriahnya Acara "The Hive Cook & Snap Class"


Sejak awal, acara yang dipandu oleh MC Aloysia Sekar berlangsung meriah. Sesekali mbak Sekar mengeluarkan joke yang bikin para peserta tertawa. Selain itu, acara ini juga bertabur hadiah sejak awal acara. Dari mulai diberikan beberapa pertanyaan untuk para peserta, live tweet, foto keempat makanan tersebut di Instagram, hingga fashion show. Hadiahnya beragam dari mulai souvenir hingga voucher menginap.

Fashion show diikuti oleh seluruh peserta perempuan yang hadir. Karena semuanya bukan model profesional tentunya seru melihat para peserta, termasuk saya, menjadi model dadakan. Ada yang percaya diri dan ada juga yang malu-malu. Kami semua kompakan memakai kebaya modern atau batik yang menjadi dress code pada hari itu. Mbak Novi S. Manullang, Director of Sales Marketing Best Western Premiere The Hive Hotel, yang menjadi juri fashion show.

Mbak Faradila, Social Media Excecutive, menjadi juri untuk lomba live tweet. Sedangkan mas Zulham menjadi juri untuk lomba foto makanan di Instagram. Kedua lomba ini dimenangkan oleh 2 blogger pria. Acara ini juga disponsori oleh Traveloka dan Toza Juice. Seluruh peserta yang hadir pada acara workshop food photography dan demo memasak ini diberi goodie bag dari kedua sponsor tersebut.

Kenyamanan Menginap di Best Western Premiere The Hive Hotel

bertepatan dengan hari kartini, Best Western Premiere The Hive Hotel dan Tabloid Wanita Indonesia mengadakan workshop food photography dan demo memasak dengan tema The Hive Cook & Snap Class
Blogger Crony berfoto bersama sebelum acara dimulai. Tampak ornamen the hive di atasnya
Keterangan: Photo milik mas Agung (IG: @agunghan_)

Rifka Giovani, Marketing Communication Best Western Premier The Hive Hotel, mengatakan bahwa hotel bintang 5 ini memiliki lokasi yang sangat strategis. Sekitar 10 menit ke bandara Halim Perdana Kusumah dan dekat dengan TMII. Tidak hanya itu, hotel ini juga sangat dekat dengan tol. Para tamu akan dimudahkan bila ingin menuju ke selatan atau timur Jakarta.

Hotel berbintang 5 yang memiliki  tipe kamar ini tidak hanya dekat dengan tempat liburan seperti TMII. Hotel ini juga dekat dengan berbagai gedung perkantoran dan kantor pemerintahan sehingga cocok dijadikan hotel bisnis. Sebagai hotel bisnis, Best Western memiliki beberapa ruang pertemuan dari mulai skala kecil hingga besar. Akses menuju hotel ini pun sangat mudah, bahkan tepat di seberangnya ada halte Trans Jakarta.

Bila diperhatikan, terlihat kumpulan octagon seperti sarang lebah yang menjadi ornamen Best Western Premier The Hive Hotel. Sarang lebah (The hive) memang menjadi filosofi dari hotel ini. Sarang lebah memiliki banyak manfaat. Diharapkan para tamu yang menginap akan merasakan banyak manfaat, seperti kenyaman dan kemudahan sehingga terpikir untuk kembali lagi.

Keunikan lain dari hotel ini di lantai 1 dan 2 diisi oleh food mall. Berbagai tenant makanan ada di sana. Jadi, bila tamu ingin variasi makanan lain selain menu yang ada di restaurant hotel, bisa turun ke lantai 1 atau 2.

Best Western Premiere The Hive Hotel

Jl. DI. Panjaitan Kav. 3-4
Jakarta Timur 13340

Reservasi: (021) 29821888

Website: www.bwpremierthehive.com
Facebook: BWPREMIERTheHive
Instagram: @bwpthehive
Twitter : @bwpthehive
Youtube : youtube.com/c/bwpthehive
Blog       : infothehive.blogspot.com

9 komentar:

  1. menarik banget ya acaranya, dapat ilmu yang lengkap
    dan Chi juga menuliskannya ditel banget, pembaca jadi bisa ikut belajar
    makasih ya Chi

    BalasHapus
  2. Aduh itu makanannya tampak menggiurkan banget
    Btw asik banget euy belajar teknik memotret langsung dari ahlinya
    Saya dapat ilmu baru nih untuk tidak menggunakan lampu flash saat memotret. hehe jujur saya masih sering pakai soalnya, apalagi kalau malam
    Btw, mini studio ada yang jual dimana ya?

    BalasHapus
  3. Menarik nih acaranya, apalagi tentang food Photography...kalo aku sih senang Photo juga, tapi masih ke Macro dan Modelling. Suatu saat pengen juga belajar tentang food Photography.

    Sepertinya pengaturan tentang cahaya adalah yang utama, karena kalo cahaya tidak maksimal tentu saja hasil photo akan tidak menarik.

    BalasHapus
  4. Dari dulu aku memang ga prnh suka foto pake flash. Krn memang hasilnya malah aneh buatku. Warnanya jg jd kacau, ga sama ama asli.

    Btw, ini hotel Best western the hive udh lama aku incer sbnrnya, pgn staycation di sana. Apalahi ga jauh dr rumah. Tp aku prnh baca di agoda, di aturan hotelnya, ga menerima anak di bawah umur tertentu. Tp di traveloka ga ada aturan begitu :p. Jd ragu ya, takut ntr anakku ga bisa masuk hihihi.. Cm memang blm aku telp sih utk konfirmasi, soalnya biasanya aku udh down duluan kalo baca ttg hotel ga kid friendly gini. Agoda juga ga mungkin nulis begitu kalo bukan dari hotelnya kan

    BalasHapus
  5. Jadi nambah ilmu yang motret minuman nih, Mba. Memang kalau motret dari atas, ya nggak utuh terlihatnya, kecuali biasanya untuk fokus nunjukkin topping, baru dari atas, haha...

    Saya pun nggak suka foto makanan pakai flash. Terang yang aneh jadinya kalau saya cobain, haha... Palingan pakai lampu LED dan dipantulkan ke tembok aja. Jadi banyak ilmu nih, Mba Mir.

    BalasHapus
  6. wahh nemu kembaran nih, blog kita kembar siam namanya mb hehehe, salam kenal dari Bloger Rafflesia Bengkulu

    BalasHapus
  7. Keren, pengen bisa deh belajar langsung sama ahlinya foto-foto gini, hasil yang bagus memang ada prosesnya ya :)

    BalasHapus
  8. walaupun tau teorinya, tapi kenapa foto minuman di gelas is so susah sih :(

    BalasHapus
  9. Lama tidak BW. Weh tampilan blogmu baru. Kalau foto makanan karena benda tidak bergerak bisa av ambil sampai cahaya cukup, menggunakan timer, kalau memungkinkan kamera tidak dipegang dengan tangan atau pegang tahan nafas. Kalau menggunakan hp memang cahaya arus cukup. Kecuali HP bisa manual. Untuk angle dan penataan makanan aku nyerah. Salut yang mau usaha untuk itu.

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)