Aneka Pilihan Transportasi Mudik dan Risikonya

Aneka Pilihan Transportasi Mudik dan Risikonya

Aneka Pilihan Transportasi Mudik dan Risikonya - Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata. Gak terasa, ya. Sebentar lagi akan ada momen mudik di mana-mana. Biasanya seminggu menjelang hari raya mulai terasa suasana mudik.

Kira-kira persiapan apa yang sudah Sahabat KeNai lakukan untuk mudik kali ini? Sudah memikirkan akan menggunakan transportasi apa? Atau malah sudah membeli tiketnya sejak sebelum Ramadan? Kalau masih galau, mungkin ada baiknya mempertingkan beberapa moda trasportasi beserta risikonya, ya


Pesawat

Bila Sahabat KeNai berencana melakukan perjalanan jauh, menggunakan pesawat menjadi pilihan yang ternyaman. Waktu tempuh pesawat jauh lebih pendek daripada moda transportasi lainnya. Jadi, Sahabat KeNai bisa beristirahat lebih lama di kampung halaman.

Tetapi, tidak semua kota punya bandara. Harga tiket pesawat pun jauh lebih mahal dibandingkan moda transportasi lainnya. Sahabat KeNai juga terikat dengan jadwal penerbangan. Gak boleh terlambat, tetapi kalau sampai delay ya pasrah aja.


Kapal Laut

Perjalanan antar pulau dengan kapal laut juga sebenarnya cukup nyaman. Tetapi, tentu saja waktu tempuhnya lebh lama apalagi bila dibandingkan dnegan pesawat. Naik kapal laut bisa jadi salah satu alternatif bila di kota tujuan tidak memiliki bandara.


Kereta Api

Kereta api juga termasuk moda transportasi umum yang cukup nyaman bila harus menempuh perjalanan jauh. Tetapi, tidak semua kereta api juga berhenti di stasiun yang dekat dengan tujuan. Ada beberapa kereta api yang hanya berhenti di stasiun tertentu saja.

Selain itu, tiket kereta api biasanya termasuk moda transportasi yang sudah ludes sejak jauh hari. Bahkan sejak 3 bulan sebelum keberangkatan. Agak susah diharapkan mendapatkan tiket kereta api dalam waktu yang mepet pada saat peak season seperti ini.


Mobil Pribadi

Membawa mobil pribadi menjadi pilihan yang fleksibel. Dalam satu kendaraan bisa menampung beberapa orang. Sahabat KeNai pun lebih leluasa mengatur waktu perjalanan. Ya kali aja pengen mampir dulu atau langsung ke tujuan.

Tetapi, membawa kendaraan sendiri membutuhkan stamina yang prima, terutama untuk pengemudi. Semakin banyak yang membawa mobil pribadi berarti volume kendaraan di jalan bertambah. Ujung-ujungnya kalau semakin macet, maka pengemudi juga semakin lelah.


Motor

Mudik dengan motor adalah pilihan yang paling murah dan banyak dipakai oleh pemudik. Tetapi, menaiki motor untuk perjalanan jauh tidaklah disarankan. Risiko kelelahan yang menyebabkan kecelakaan dengan kendaraan roda dua jauh lebih tinggi dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Sebaiknya lupakan motor jika perjalanan Sahabat KeNai lebih dari 50 kilometer jauhnya. Selain itu, mengendarai motor juga terbatas dalam kapasitas penumpang dan barang bawaan.


Bus

Risiko naik bus buat mudik Lebaran adalah kemacetan di jalan raya. Tetapi, harga tiket bus lebih terjangkau dibandingkan transportasi umum lainnya. Selain itu, rute bus juga jauh lebih fleksibel daripada pesawat terbang atau kereta api. Meskipun macet, Sahabat KeNai tinggal duduk manis di dalam bus karena pengemudi bus yang akan mengantar smapai tujuan.

Cara membeli tiket bus pun sekarang sudah nggak seperti dulu lagi. Sahabat KeNai bisa membelinya di Traveloka dengan cara yang mudah dan harga yang murah. Sering ada diskon pula bila membeli di Traveloka. Cukup berbekal ponsel, tiket bus pun sudah di tangan.

Nah, sekarang sudah tau kan apa aja risiko dari masing-masing moda transportasi? Pilihan tetap ada di Sahabat KeNai, kok. Pokoknya yang penting selamat sampai tujuan agar bisa berhari raya bersama keluarga tercinta. Selamat mudik, ya😊

Post a Comment

3 Comments

  1. Aku suka sedih banget, kalo lihat yg mudik pake motor, udah penuh, dutambahin pake papan ke belakang buat naro barang bawaan, kadang melebihi kuota penumpang motor, ga safety,,nekat pula demi pengen ketemu keluarga ya Chi, hiks..

    Moga yg mudik pake motor disarankan lebih peduli safety-nya.

    ReplyDelete
  2. Saya belum pernah pulang kampung naik kapal laut, Mas

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)