Begitu sampai di Terminal 3 Bandara Soetta, kami memutuskan untuk sholat Dzuhur dulu sebelum makan siang. Gak sulit mencarinya mushollanya. Keluar dari skytrain, kami tinggal turun pakai eskalator. Langsung deh kelihatan mushollanya.
Ada Beberapa Musholla di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
Musholla yang saya tuju ada di East Lobby area kedatangan. Tapi, kalau
Sahabat KeNai mau berangkat, turun dari skytrain langsung naik eskalator
atau lift. Di area keberangkatan malah lebih besar mushollanya.
Area Wuduhu di Dalam Musholla
"Maaf, Ibu. Untuk berwudhu bisa di area musholla. Di sana ada tempat
untuk berwudhu".
Salah seorang cleaning service di toilet mengingatkan dengan sopan ke seorang ibu yang hendak berwudhu di toilet. Musholla di area kedatangan gak besar. Paling hanya menampung sekitar 5-6 orang aja di dalam. Tapi, di sudah ada tempat wudhunya di setiap mushola.
Saat memasuki musholla, saya melihat ada 2 pasang sandal di luar. Seingat saya, di dalam ada tempat penyimpanan sandal/sepatu. Jadi, gak perlu ditaro di luar.
Di area kedatangan Terminal 3 seingat saya ada 6 musholla berukuran kecil. Laki dan perempuan dipisah, jadi masing-masing 3. Kalau yang lebih luas ada di area keberangkatan.
Salah seorang cleaning service di toilet mengingatkan dengan sopan ke seorang ibu yang hendak berwudhu di toilet. Musholla di area kedatangan gak besar. Paling hanya menampung sekitar 5-6 orang aja di dalam. Tapi, di sudah ada tempat wudhunya di setiap mushola.
Saat memasuki musholla, saya melihat ada 2 pasang sandal di luar. Seingat saya, di dalam ada tempat penyimpanan sandal/sepatu. Jadi, gak perlu ditaro di luar.
Di area kedatangan Terminal 3 seingat saya ada 6 musholla berukuran kecil. Laki dan perempuan dipisah, jadi masing-masing 3. Kalau yang lebih luas ada di area keberangkatan.
2x Kejedot Lemari Sampe Agak Benjol Dikit
Fasilitas di dalam musholla menurut saya lengkap juga. Ada mukena dan Al
Qur'an, bahkan kursi untik sholat. Saya kasih nilai plus karena disediakan
kursi. Ya, sejak pernah mengalami cedera dan sempat ke mana-mana bawa
kursi kecil untuk sholat, saya selalu kasih nilai plus untuk musholla dan
masjid yang menyediakan fasilitas ini.
Biasanya saya bawa mukena, tapi kali ini saya lupa. Saya hanya butuh bawahannya karena merasa agak nanggung panjang rok yang saya pakai kalau untuk sholat. Telapat kaki masih kelihatan meskipun sudah pakai kaos kaki.
Duk! Aw!
Kepala saya kejedot ketika membuka lemari untuk mengambil mukena. Gak hanya sekali. Kepala saya kembali kejedot ketika menaruh mukena ke lemari setelah selesai sholat. Alhasil, jidat saya agak cenat-cenut dan benjol dikit hehehe.
Biasanya saya bawa mukena, tapi kali ini saya lupa. Saya hanya butuh bawahannya karena merasa agak nanggung panjang rok yang saya pakai kalau untuk sholat. Telapat kaki masih kelihatan meskipun sudah pakai kaos kaki.
Duk! Aw!
Kepala saya kejedot ketika membuka lemari untuk mengambil mukena. Gak hanya sekali. Kepala saya kembali kejedot ketika menaruh mukena ke lemari setelah selesai sholat. Alhasil, jidat saya agak cenat-cenut dan benjol dikit hehehe.
Ini saya lagi duduk buat lepas sepatu. Untungnya pas saya kejedot udah gak
ada orang di musholla hehehe
Bentuk pintu lemarinya memang agak aneh. Kayak huruf L kebalik gitu. Nah,
jidat saya pas kena bagian atasnya setiap kali membuka pintu. Untung aja
saat itu hanya ada saya di dalam. Malu juga kalau sampai ketahuan sampe 2x
kejedot hahaha!
Sore Hari Pengen Ngopi, Antre Di Mana-Mana!
Sampai sore, dia belum juga keluar. Lama antre di Bea Cukai untuk
mengurus IMEI. Kalau gak harus mengurus IMEI, dia udah keluar dari tadi.
Kata dia, lama antreannya, ngurusnya sih cepat. Banyak banget yang
berurusan ma Bea Cukai.
Akhirnya suami ngajak jajan kopi. Tapi, sore itu, antrean di minimarket
dan coffee shop panjang aja. Kayaknya pada butuh ngopi sore, nih.
Yawdah! Kami pilih yang gak paling antre. Pilihan pun jatuh ke
Kabeans Coffee Eatery. Meskipun gak ada bangku kosong juga di coffee shop
ini. Gak apa-apa lah karena hanya beli kopi, kami memilih duduk di Arrival
Waiting Lounge. Itu pun gak lama kemudian rame karena datang rombongan
yang mau Umroh.
Ngopi, Ngadem, dan Bisa Ngecharge HP
Kalau menunggu di area dalam, kita bisa sambil ngecharge hp. Disediakan
charging station di sini. Atau Sahabat KeNai bisa duduk di bangku yang ada
tanda charge-nya. Kami berdua sekalian ngadem lah ya. Abis di luar lagi
lumayan panas cuacanya hehehe.
Fasilitas Lainnya di Terminal 3 Bandara Soetta
Komplit sih menurut saya fasilitas di Terminal 3 Bandara Soetta ini. Mau
kulineran termasuk lengkap juga. Bahkan ada kantin yang harganya murah
meriah di Food Park. Semua toiletnya bersih. Ya namanya nunggu berjam-jam,
saya beberapa kali ke toilet yang berbeda-beda hehehe.
Silakan baca: Makan Siang Murah Meriah di Food Park Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
Silakan baca: Makan Siang Murah Meriah di Food Park Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
Kursi yang ada tanda colokan berarti ada fasilitas buat ngecharge
battere
ATM hingga fasilitas ngecharge hp juga ada. Kayaknya kekurangannya adalah
saya tidak menemukan kursi yang empuk hahaha! Tapi, mungkin kalau empuk,
bisa bikin ketiduran, ya. Apalagi menunggu sampai sekian jam.
Cerita perjalanan jemput Nai yang sampai beberapa artikel, saya tuntaskan di sini dulu. Memang sengaja dijadikan beberapa artikel karena kepanjangan kalau disatuin. Dan, semuanya buat saya berasa seru aja karena punya pengalaman baru dari mulai pertama kali naik transportasi umum ke Bandara Soetta hingga menikmati makan siang yang murah meriah di sana.
Cerita perjalanan jemput Nai yang sampai beberapa artikel, saya tuntaskan di sini dulu. Memang sengaja dijadikan beberapa artikel karena kepanjangan kalau disatuin. Dan, semuanya buat saya berasa seru aja karena punya pengalaman baru dari mulai pertama kali naik transportasi umum ke Bandara Soetta hingga menikmati makan siang yang murah meriah di sana.



27 Comments
Terima kasih sharingnya kak. Btw kalau kejedot 1x lagi bisa dapet piring cantik kak haha
ReplyDeletehahahah iya juga
DeleteYa Allah ada aja ya drama ya Mba Myra, jidat sampe dua kali kejedot lemari. Untung mushollanya sedang kosong ya, jadi nggak ada yang jadi saksi! Lebih aman pintu geser (kaca) gitu sih harusnya ya..jadi enggak bakal ada korban kejedot begini.
ReplyDeleteSaya juga baru tahu ternyata musholla di area kedatangan cukup banyak meskipun ukurannya kecil, sementara area keberangkatan punya musholla yang lebih luas. Fasilitas charging station di ruang tunggu juga penting banget, apalagi kalau harus menunggu berjam-jam seperti pengalaman jemput Nai. Dan ternyata urusan ngopi sore pun bisa ikut antre panjang yaa...seru sekali ini perjalanan jemput Nai kali ini
Deletesebetulnya kalau pintunya gak kayak letter L gitu masih aman, sih. entah kenapa desainnya begi hehehhe
Senang baca tulisan Mbak Myra tentang jemput Nai di bandara dan kisah seru lainnya hehehe. Info kayak gini tuh bisa sangat membantu perjalanan maupun saat kita berada di bandara ngapain aja . Oke jugalah fasilitas musalanya, terutama adanya kursi untuk sholat, karena kadang kondisi fisik membuat kita perlu pilihan sholat sambil duduk. Tapi bagian kepala kejedot lemari sampai dua kali itu bikin aku ikut ngilu sekaligus ketawa,wkwkwkw..Benjolnya udah hilang kan ya 😄
ReplyDeleteApalagi saya pernah cedera lutut dan sempat bawa kursi kecil kalau bepergian supaya bisa sholat. Jadi makin seneng kalau ada masjid/musholla yang menyediakan kursi
DeleteMenarik banget sharingnya, ternyata fasilitas di Terminal 3 cukup lengkap ya, terutama mushollanya. Detail seperti tempat wudhu, perlengkapan salat, sampai charging station juga jadi info yang berguna buat yang sering nunggu di bandara.
ReplyDeleteFasilitas musholla di bandara memang jadi hal penting, terutama buat penumpang yang harus menunggu penerbangan cukup lama. Aku suka kalau informasi seperti lokasi, fasilitas wudu, tempat salat, sampai kondisi ruangannya dijelaskan secara detail karena penumpang jadi bisa memperkirakan kebutuhan sebelum mencari tempat ibadah. Apalagi kalau sedang membawa banyak barang, mengetahui lokasinya dari awal tentu sangat membantu
ReplyDeleteWah seru sekali bisa liburan dan sekaligus beranjak istirahat dengan ngopi. Fasilitasnya juga lengkap juga di bandara
ReplyDeleteMenarik sekali ya musholanya di bandara, teringat ikut Munas FLP aku sibuk bawa anak dan ternyata heboh juga sholat di mushola bawa balita, alhamdulillah nggak ketinggalan pesawat
Deleteikut ngilu baca bagian kepala kejedot lemari dua kali, sampai benjol gitu haha. Tapi seru banget ya baca cerita perjalanannya, berasa ikut nemenin keliling Terminal 3.
ReplyDeleteUntung banget fasilitas musholla sama tempat wudhunya gampang dicari, jadi gak bikin pusing pas buru-buru mau sholat. Setuju banget sih, fasilitas kursi buat sholat itu penyelamat banget buat yang butuh.
Btw, emang benar kata tulisan di atas, nyari tempat ngopi pas sore-sore di bandara ujian kesabaran banget karena pada ngantre.
Saya juga pernah salat di Musholla yang di East Lobby area kedatangan Mba Myra. Tempat cukup luas maksudnya ga kecil banget. Fasilitas bandara juga sekarang Sudah bagus banget ya
ReplyDeleteSyukurlah mushola di terminal3 sudah cukup memadai fasilitasnya. Soalnya paling gak nyaman kalau tempat solat tuh gak nyaman apalagi bau. Btw mba jidat sudah sembuh kah sekarang?>.<
ReplyDeleteBener, di terminal 3 bandara Soekarno-Hatta fasilitasnya emang lengkap. Area Mushola ada beberapa. Kalau aku waktu itu salat di area T3 dekat keberangkatan. Lebih lega sekali memang, tapi di jam-jam awal, bakalan antri.
ReplyDeleteAneka jajanan hingga perkopian pun banyak. Bahkan ada juga area ngopi old Town view nya pesawat pada parkir.
Tapi bener sih, nggak Nemu kursi empuk hahaha. Padahal kalau kayak jamaah umroh itu berangkat nya kan misal malam, kadang dari sore udah pada standby lumayan lama nunggu. Kalau ada kursi empuk, bisa tidur nyaman hehe.
Kalau ruangan tempat sholatnya betul-betul terpisah antara laki-laki dan perempuan begini jadinya lebih nyaman yaaa, karena seringkali kita kan juga sambil benerin jilbab dan/atau kaos kaki. Ngomong-ngomong kejedut, pernah jugaa di masjid salah satu mal dekat rumah. Nggak tanggung-tanggung kejedutnya ke box besi yang buat melindungi panel listrik kalau nggak salah. Sakitnya sampai pusing huhuhu, tapi bener rasanya lebih nggak enak lagi kalau sambil malu dilihat orang ya
ReplyDeleteT3 Soetta memang luas banget, jadi artikel rincian lokasi dan fasilitas musholla begini membantu banget buat para traveler yang mau ibadah dengan nyaman sebelum boarding.
ReplyDeleteMakin lengkap ya T3 Soetta. Sebagai pintu gerbang Nusantara, emang sudah sewajarnya sih Soetta diperlengkapi dengan hal-hal yang dibutuhkan.
ReplyDeleteAku tuh kalau baca tulisan perjalanan yang begini suka merasa ikut ada di tempatnya hihi
ReplyDeleteApalagi bagian mushollanya, ternyata fasilitas di Terminal 3 cukup lengkap ya, sampai ada kursi untuk sholat. Buat yang kadang butuh sholat sambil duduk, fasilitas begini tuh kecil tapi berarti banget.
Tapiii maaf, bagian jidat kejedot lemari dua kali itu sukses bikin aku ketawa sendiri .. maaaffff... Sudah tahu sakit, eh pas balikin mukena kejedot lagi. Untung mushollanya lagi sepi, jadi nggak ada saksi mata hahaha. Dan ternyata nunggu di bandara bisa jadi satu cerita panjang ya, dari sholat, ngopi, ngecharge HP, sampai antre di mana-mana. Seru banget ngikutin rangkaian cerita jemput Nai ini, Chi!
salfok sama kejedot pintu lemari 🤣🤣🤣
ReplyDeletekok bisaaaa ... sampai 2x pagi ðŸ¤
lengkap juga ya fasilitas mushola. informasinya pasti ditunggu yang sedang ada agenda bepergian pakai pesawat dari Soetta. aku sendiri enggak tahu karena memang nggak pernah pakai.
Saya suka Terminal 3. Meskipun secara ukuran lebih luas dari 2 terminal yang lain, penataan tempatnya lebih padat dan banyak ruangan yang begitu fungsional. Tempat menunggu para penjemput juga tertata dengan rapi. Fasilitas umumnya berfungsi dengan baik. Pengaturan flows para penumpang juga efektif dan efisien. Tidak hanya fokus pada estetika, tapi lebih kepada manfaatnya.
ReplyDeleteAlhamdulillah ya, sekarang mah fasilitas publik sudah lebih memanjakan para penggunanya terutama saat tiba waktu untuk beribadah.
ReplyDeleteBandara sudah berbenah menjadi fasum yang ramah untuk masyarakat. Ikut bangga dengan perubahan yang baik ini 👌
sesuatu banget ya kejedot lemari sampai 2 kali
ReplyDeletetapi emang aneh sih bentuk lemarinya, maunya estetik tapi malah bikin kepala kejedot
saya pernah nunggu kakak ipar yang baru pulang dari Perancis
beberapa jam di ruang tunggu
Duh mana bawa 3 krucil, rasanya tersiksa banget
mana si kakak ipar ternyata suka ngerundung
halah malah curhat :D :D
Menyenangkan dengan tersedianya mushola di terminal 3 ini, jadinya kan ga ada alasan buat menyiapkan waktu untuk solat dulu sebelum terbang atau sebelum ke tempat tujuan, karena kan ga bisa prediksi juga di jalanan nantinya macet atau ada delay apa.
ReplyDeleteBtw, sekarang udah sembuhan kan Kak benjolnya? Hehe
Informasi mengenai fasilitas musholla di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ini, memberikan panduan teknis yang berguna mengenai ketersediaan sarana penunjang bagi pengguna jasa transportasi udara saat transit atau berpergian.
ReplyDeleteAku pernah sholat di musholla bandara. Emang tempatnya kecil sih cuma buat beberapa saja. Pengen ke bandara lagi deh , terbang kemana gitu ya allah. Kabulkan bisa jalan2 naik peswat lagi. Sekarang bandara suta udah lebih baik sih drpd sebelumnya. Makin cakep.
ReplyDeleteAku udah beberapa kali sholat di bandara tapi lupa terminal mana, sejauh ini cukup nyaman meski spacenya ga besar kaya di musholla mall gitu.
ReplyDeleteBangga ya mba Myra Nai bisa belajar di luar negeri jadi tiap poin perjalanan apapun jadi sebuah pengalaman menarik untuk diceritakan kembali
Udah beberapa tahun ini, akh selalu milih full service maskapai untuk traveling, jadinya T3 udah kayak langganan tiap ke bandara 😄. Jadi ngerasain juga beberapa fasilitas mushollanya, cafe dan restoran. Memang lengkaaaap dan baguuus mba.
ReplyDeleteKadang kalau jemput temen2 Malaysia, sambil nungguin mereka juga cari kopi terdekat.
Rata2 musholla di sana juga menyediakan kursi sih. Soalnya tiap aku masuk, ada aja kursi disediakan. Baguuus juga, karena beberapa temenku juga udah mulai sholat sambil pakai kursi Krn masalah di lutut. Jadi mereka seneng pas sholat di Soetta selalu ada kursinya
Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)