Review Nasi Karigule Sapi Dapur Bandha Tebet: Kuliner Gang Sempit Cuma Muat 4 Orang!

review Nasi Karigule Sapi Dapur Bandha Tebet

Selesai melakukan medical check up (MCU), agenda selanjutnya tentu saja kulineran di Tebet! Memang sudah direncanakan dari awal, karena sebelum MCU, saya harus puasa 10–12 jam. Jadi bayangkan, seberapa laparnya saya setelahnya, hehehe. Makanya, saya sudah mencari info kuliner di sekitar klinik dan langsung seneng begitu tau lokasinya dekat sekali dengan Dapur Bandha Tebet. Kedai unik di dalam gang sempit yang terkenal dengan menu Nasi Karigule Sapi-nya ini udah lama banget ingin saya datangi, dan akhirnya kesampaian juga!


Lokasi di Gang Sempit: Mobil Bisa Parkir di Mana?


Suasana gang dan plang papan nama Dapur Bandha Tebet dari area luar jalan
Mobil tidak bisa parkir di depan kedai karena akan menghalangi kendaraan lain yang akan le


Awalnya, saya menyarankan jalan kaki aja dari klinik karena jaraknya hanya sekitar 200 meteran. Tapi, suami bilang sekalian aja pakai motor. Biar bisa langsung pulang setelah makan. Gak harus balik jalan lagi ke klinik.

Tapi, kalau bawa mobil harus parkir di mana? Ya, karena lokasi kedainya di gang sempit. Tentu aja gak bisa parkir tepat di depan Dapur Bandha.

Sebetulnya, saya kurang memperhatikan untuk parkir mobil, tapi lokasi kedainya gak jauh dari jalan raya. Jadi, mungkin Sahabat KeNai bisa parkir mobil di pinggir jalan atau di tempat lain yang memungkinkan. Setelah itu jalan kaki ke Dapur Bandha.


Plang nama Dapur Bandha Tebet yang terpasang di dekat pot tanaman hias dan tembok bata.

Karena kami naik motor, tentu bisa langsung parkir di lokasi. Paling kami pastikan aja parkirnya di depan kedai. Jangan sampai mengganggu ketertiban warga di sana.


Serasa Bertamu dan Makan di Teras Rumah Tetangga


Area makan mungil Dapur Bandha Tebet di dalam gang sempit dengan dua meja putih dan empat kursi plastik


Dapur Bandha bener-bener kecil luasnya. Hanya ada 2 meja dan 6 kursi. Tapi, saya rasa kalau 6 orang makan di sana berbarengan akan lumayan sempit. Nyamannya memang maksimal 4 orang kalau menurut saya meskipun kursi yang disediakan le ih dari itu

Rak kayu dekoratif pada dinding bata ekspos dengan hiasan seni dan pajangan unik di Dapur Bandha Tebet

Saya jadi merasa kayak bertamu dan makan di teras rumah tetangga hehehe. Ya karena kalau teman-teman suami lagi pada main di rumah, biasanya ngumpul di teras. Gak pernah masuk ke dalam. Suami menyuguhkan minuman atau terkadang makan berat. Makanya, saya langsung keingetan suasana seperti itu ketika sampai di Dapur Bandha.

endela area pemesanan Dapur Bandha Tebet dengan dekorasi tanaman hijau dan papan jam operasional

Ada jendela kecil yang terbuka. Kita pesan dan bayar makanan di jendela itu. Ada selembar menu ditaro di jendela. Pembayarannya cashless setelah selesai makan.

Nanti makanannya juga ambil sendiri. Kembalikan juga piring bekas makannya ke jendela yang sama. Pokoknya self-service ya kalau di sini.


Menikmati Nasi Karigule Sapi dan Pai Apel Kayumanis Dapur Bandha


Porsi Nasi Karigule Sapi dan Pai Apel Dapur Bandha Tebet yang disajikan bersama di atas meja makan.

Saat itu, hanya kami berdua yang datang. Mungkin karena belum waktunya jam makan siang, ya. Jadi suasana masih sepi.

Botol Teh Pandan dan botol air mineral dingin tersaji di atas meja Dapur Bandha Tebet
Teh Pandan, IDR15K
Air Mineral, IDR5K


Suami jarang sarapan, paling ngopi aja. Karena di Dapur Bandha gak jual kopi, suami memilih Teh Pandan. Untuk rasa teh pandan udah pernah saya ulas di artikel review tentang Warpopski karena produknya sama.

Utuh satu porsi pai apel Dapur Bandha Tebet yang disajikan hangat di atas piring kuning
Pai Apel Kayumanis, IDR19K


Suami pesan Pai Apel Kayumanis juga. Kulit pastrynya cukup tipis, teksturnya terasa renyah. Isiannya lumayan padat. Tekstur apelnya masih berasa dengan rasa manis dan segar. Manisnya dari apelnya, bukan manis kebanyakan gula, ya. Saya menebak ini pakai apel granny smith. Dilengkapi juga dengan cacahan kacang kenari di dalamnya.

Alt Text: Potongan kue pai apel kayu manis Dapur Bandha Tebet yang diperlihatkan isian apel karamelnya di atas piring kuning

Rasa dan aroma kayu manisnya termasuk yang soft banget. Saya sebetulnya lebih suka yang lebih kuat.  Tapi, ini juga tetap enak, sih.

Sepiring Nasi Karigule Sapi Dapur Bandha Tebet lengkap dengan telur dadar, renyahan tempe, dan kuah karigule gurih
Nasi Karigule Sapi, IDR39K
Telur Dadar, IDR5K


Kalau suami hanya pesan pai dan teh, saya memesan Nasi Karigule Sapi. Sebetulnya, saya juga sekarang ini jarang sarapan. Tapi, mungkin karena deg-degan menunggu hasil MCU, jadi memicu rasa lapar hihihi. Bahkan saya sampai setuju ditambah telur dadar. Kalau gak lagi lapar banget, kayaknya bakal kekenyangan banget dengan porsinya.

Pada suapan pertama, saya pikir kuah karigulenya mirip kayak kari jepang karena rasa dan aromanya lembut. Tidak setajam aroma ari India atau Indonesia. Tapi, kemudian saya merasakan rasa gurih nutty dan aroma lainnya tipis-tipis. Kuah karigulenya tidak pakai santan, tapi menggunakan kemiri ditambah beberapa rempah lainnya.

Daging sapinya diiris tipis ala slice beef. Porsi dagingnya juga lumayan banyak. Di atas nasi ditaburi sedikit serundeng kelapa, kemudian dilengkapi dengan tempe orek kering.

Rasa tempe orek keringnya biasa aja. Dalam artian, gak ada pun gak apa-apa. Saya malah lebih suka aburan serundeng kelapanya lebih banyak atau mungkin disediakan siapa tau ada yang pengen nambah serundengnya. Karena menurut saya, serundeng kelapanya ini bikin rasa kuah karigule semakin nikmat.

Keranjang berisi bungkusan kerupuk pelengkap seharga 7.000 rupiah di Dapur Bandha Tebet

Saya gak nanya sih bisa nambah serundeng atau enggak. Bahkan sampai lupa menanyakan sambal. Selain lapar, udah kebelet pengen pipis juga hehehe. Ya ini gara-gara saya minum lumayan banyak di klinik untuk keperluan pemeriksaan urin. Makanya lumayan terburu-buru menyelesaikan makannya.

Secara keseluruhan, semua makanan yang kami pesan memang enak. Tipe makanan rumahan yang bikin nyaman. Tapi, mengingat tempatnya yang kecil, gak bisa makan santai kalau lagi rame pembeli. Selesai makan sebaiknya langsung gantian dengan yang lain.

Sampe rumah, saya langung mikir kenapa gak keingetan untuk minta nasinya diganti dengan ketupat ya? Apalagi katanya ketupatnya pakai beras merah. Kan, saya penasaran ma rasanya!


Tulisan Seasonal Menu Kue Cokelat pada pintu kaca area dapur Dapur Bandha Tebet


Ya mungkin karena lumayan kebelet pengen pipis, makanya gak terlalu tentang saat memilih makannya. Kayaknya memang pengen balik lagi ke sana kapan-kapan. Selain penasaran dengan ketupat beras merahnya, saya juga pengen cobain quiche, ayam asap kuah kuning, dan smoke brisket cabe ijo Dapur Bandha.

Bungkusan kaca berisi rincian bahan Kue Cokelat Dapur Bandha dan pigura sketsa bangunan di dinding bata

Kue cokelatnya kelihatannya juga salah satu menu spesial di sana, ya. Saya lihat info yang tertulis di kaca. Bahkan bahan-bahannya kayak dipigurain gitu. Ada rempah-rempah di dalamnya.

Dapur Bandha buka setiap hari, kecuali hari Minggu. Oiya, karena lokasinya berada di tengah pemukiman warga yang tenang dan asri, yuk sama-sama jaga kesopanan dan ketertiban. Jangan berisik agar kenyamanan warga sekitar tetap terjaga. Menurut saya, waktu yang tepat ke sana itu sebelum jam makan siang. Khawatir ramai kalau sudah masuk waktu makan siang. Selamat mencoba Nasi Karigule- Sapi Dapur Bandha dan menu lainnya!


Dapur Bandha


Jl. Tebet Barat Dalam Raya IIIA No.10A
Jakarta Selatan 12810

Jam Buka: Senin s/d Sabtu - 10.00 s/d 19.00 WIB

IG: @dapur.bandha


Post a Comment

0 Comments