Selasa, 12 Agustus 2014

Saya Pecinta Alam. Kamu?

 Kamu termasuk yang suka buang sampah sembarangan, gak?
Sumber foto FB Humas Wanadri

Postingan ini sebetulnya copas dari blog saya yang lama. Blog yang udah gak aktif lagi. Saya pindahin ke sini aja postingannya karena temanya pas. Tentang jalan-jalan.

11 Desember adalah hari gunung sedunia.
Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa nomor 27/245 menetapkan tahun 2002 sebagai Tahun Gunung Sedunia, sekaligus menetapkan tanggal 11 Desember sebagai HARI GUNUNG SEDUNIA (International Mountain Day) yang dimulai tahun 2003, serta mendorong masyarakat internasional untuk menyoroti pentingnya ‘pembangunan’ gunung yang berkelanjutan (sustainable mountain development).

Memperingati Hari Gunung Sedunia tahun 2013 ini PBB mengangkat tema “Mountain – Key to a Sustainable Future.” Gunung sebagai kunci bagi masa depan yang berkelanjutan. “Kami percaya bahwa tema ini akan menumbuhkan kesadaran tentang bagaimana peluang-peluang baru dapat membawa keuntungan bagi masyarakat dataran tinggi dan dataran rendah, tanpa memberikan dampak negatif terhadap sosio-ekosistem gunung”tulis FAO.
Sumber : FB Humas Wanadri
Kalau saya baca catatan lainnya di akun FB Humas Wanadri tersebut, ada sebuah fakta yang membuat miris hati. Ada 3 gunung di Indonesia dengan tingkat kotor karena sampahnya paling parah. Peringkat pertama adalah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Pada tahun 2010 saja, terkumpul lebih dari 15 ton sampah, julai dari kantong kresek, plastik botol minum, dan lain sebagainya.

Peringkat kedua adalah gunung Semeru, dengan lokasi yang paling parah adalah Ranu Kumbolo dan Kalimati. Bahkan di 2 tempat tersebut katanya ada tumpukan sampah yang tebalnya mencapai setengah meter. Kalau dikumpulkan sampah-sapah tersebut bisa lebih dari 1 ton semalam.

Peringkat ketiga adalah gunung Rinjani, senasib dengan dua gunung lainnya. Selain itu, pendaki yang iseng memancing di Segara Anak juga meninggalkan ikan-ikan yang membusuk. 

Penyebabnya diduga karena banyaknya para pendaki yang BUKAN pecinta alam. Pendakian gunung Gede Pangrango mempunya jalur pendakian 'termudah' melalui jalur Cibodas. Gunung Semeru, membludak pengunjungnya sejak film 5cm. Gunung Rinjani katanya sempat 'terselamatkan' dari sampah pada tahun 2012 karena Rinjani Trek Management Board membuat peraturan pembelian sampah dari gunung. Kebijakan tersebut lalu dihentikan karena harga tiket masuk diturunkan oleh pengelola Taman Nasional Gunung Renjani.

Hmmm... Orang Indonesia emang gitu. Gak peduli sama sampah!

Eits! Jangan buru-buru menghakimi orang Indonesia, ya. Karena yang melakukan itu gak cuma para pendaki dari Indonesia aja, kok. Di gunung Rinjani misalnya, katanya kebanyakan yang berkunjung ke sana adalah pendaki asing. Tapi teteuuuuppp sampah di mana-mana.

Trus solusinya?

Solusinya, ya, sadar diri sendiri aja, lah. Tadi di atas saya menulis kalimat kalau para pelakunya adalah pendaki yang BUKAN pecinta alam. Iya, kalau pecinta alam pasti gak akan merusak alam. Seorang pecinta alam pasti akan menjaga alam.

Saya belum pernah mendaki gunung seperti seorang pendaki, tapi berhak, dong, kalau mengakui saya juga seorang pecinta alam. Gak harus jadi pendaki dulu untuk bisa mencintai alam. Bahkan mereka yang pernah mendaki pun gak semuanya mencintai alam. Terbukti, kan, udah ada fakta kalau di gunung pun sampah berserakan. Miris!
Foto-foto keren kamu di puncak gunung gak akan ada artinya kalau untuk mencapai ke sana sambil buang sampah sembarangan. Apa yang kamu nikmati selama perjalanan? Alam yang indah, kan? Tapi, kok, tega kamu rusak?
Untuk menjadi seorang pecinta alam, salah satunya simpel aja, deh. Jangan buang sampah sembarangan. Sanggup itu? *tanya diri sendiri

Ya, saya adalah seorang pecinta alam. Kamu?

Take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time 
-Anonymous-

4 komentar:

  1. Sampai sekarang saya tak bisa memahami. Bagaimana bisa orang yang ngaku "pecinta alam", bisa melakukan kekejaman seperti itu ya? *tepok jidat tetangga

    BalasHapus
    Balasan
    1. untung bukan saya tetangganya hihihi

      Hapus
  2. Ternyata pergi ke mana aja juga etika harus dijunjung tinggi ya. Jalan2 & tema hutan, gunung, pantai, dsb lg populer sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, etika harus dipraktekkan dimana pun :)

      Hapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...