Senin, 17 November 2014

Jalan Jalan KeNai Di Kota Tua

 Pelabuhan Sunda Kelapa

Yeay! Akhirnya kami ke kota tua juga. Dengan alasan ingin jalan-jalan hemat dan agar anak-anak lebih mengenal transportasi umum, kami memutuskan tidak menggunakan mobil pribadi.

Start dari Rawamangun, naik bajaj sampe halte busway Arion. 2 kali naik Trans Jakarta hingga halte Kota, bayarnya cukup sekali.

Jalan-jalan kenai, kota tua

Gak perlu takut nyasar di Kota Tua, papan petunjuk jalan bertebaran dimana-mana. Mau wisata museum? Di Taman Fatahillah bertebaran museum besar. Wisata kuliner juga puas. Tinggal sesuaikan aja dengan bujet, mau kaki lima atau kafe. Kota tua juga salah surga bagi penggemar fotografi. Banyak banget spot keren untuk berfoto di sana. Semua ada di satu area yang saling berdekatan

jalan-jalan kenai, kota tua
Di Taman Fatahillah dengan museum Fatahillah yang sedang renovasi. Selain museum Fatahillah, taman ini juga dikelilingi oleh museum wayang, museum seni rupa dan keramik, kantor pos besar, dan cafe.

Dibelakang museum wayang ada Toko Merah. Kata abang yang sewa sepeda onthel, sekarang udah jadi kafe. Kalau kita gak pengen makan disana, foto di luar toko aja.

Kalau ke Kota Tua memang lebih enak pakai transportasi umum. Bawa kendaraan pribadi, ribet cari parkir. Apalagi halte dan stasiun berada di satu lokasi dengan Taman Fatahillah. Yang dari luar Jakarta seperti Bekasi dan Bogor juga bisa dengan mudah ke Kota Tua dengan transportasi umum, nyaman pula. Kita gak perlu kemana-mana lagi, kecuali kalau mau ke arah pelabuhan memang agak terpisah lokasinya.

jalan-jalan kenai, kota tua
Jembatan Kota Intan sudah tidak boleh dilalui kendaraan, tapi pengunjung bebas berfoto di sana. Ada lampu sorot di beberapa sudut. Sepertinya jembatan ini akan terlihat indah kalau dilihat di malam hari.

Sekitar 1 km dari taman Fatahillah, ada pelabuhan Sunda Kelapa. Diperjalanan, kita bisa ketemu Jembatan Kota Intan,  Museum Bahari, dan Menara Syahbandar. Ada juga Galangan VOC, sebuah tempat bersejarah yang sekarang juga sudah dijadikan kafe. Boleh, sekedar berfoto di Galangan VOC, tapi harus bayar Rp100.000,00/jam. Bukan jalan-jalan hemat namanya kalau bayar segitu hehe.

Walaupun tidak senyaman di mall, tapi kami menikmati setiap langkah perjalanan wiken kemarin

Jalan kaki 1 km (bolak-balik jadi 2 km) dengan udara pantai yang panas, kering, melewati kolong jembatan dengan berbagai aktivitas masyarakat disana, dan wangi pantai bercampur bau got memang berbeda dengan jalan di mall. Kalau gak ingin terlalu lelah, bisa menyewa sepeda onthel dan tour guide. 1 sepeda beserta tour guide seharga Rp50.000,00. Tapi, karena kali ini kami memang ingin berhemat jadi memilih jalan kaki saja walopun berkali-kali harus minum dan beristirahat sejenak.

Dari atas menara Syahbandar, saya dan suami bergantian bercerita kepada anak-anak tentang kejayaan Kota Tua di masa lampau. Sambil membayangkan bagaimana di masa lampau kapal-kapal penjajah bersliweran mengangkut rempah-rempah milik bangsa Indonesia

Sepertinya kami akan kembali lagi ke sana. Jalan seharian gak cukup untuk menikmati Kota Tua. Mungkin menunggu museum Fatahillah dibuka dulu. Pas kami ke sana sedang ditutup karena ada pengecatan. Kemungkinan dibuka lagi Januari 2015.

jalan-jalan kenai, kota tua
Setelah main sepeda onthel, mampir dulu ke museum bank Mandiri untuk mengetahui sejarah perbankan Indonesia di masa lampau. Kemudian lanjut ke stasiun Kota untuk pulang

Untuk yang ingin berwisata museum, semua museum disana hari dan jam operasionalnya sama. Selasa-Minggu. Senin dan hari libur nasional tutup. Jam operasional 09.00-15.00 wib.

Ongkos Bajaj Rp25.000,00
Trans Jakarta Rp42.000,00
2 porsi bubur ayam Rp18.000,00
Tiket menara Syahbandar dan museum bahari Rp14.000,00
3 stik es potong Rp9.000,00
1 gelas es duren - lupa berapa harganya :p
Sewa sepeda onthel keliling taman Fatahillah Rp20.000,00
Air minum dan camilan - bawa sendiri dari rumah

jalan-jalan kenai, kota tua

Totalnya Rp128.000,00. Yippie! Beneran hemat. Ssstt... Tapi itu gak termasuk dengan biaya makan dan minum di Starbucks, stasiun Kota. Gak hemat kalau pengeluaran di Starbucks di hitung. Tapi, bolehlah sedikit memanjakan diri setelah seharian berjalan. Akhirnya, kami gak jadi naik Commuter Line pulangnya. Kembali naik Trans Jakarta. Kapan-kapan saya ceritakan kenapa gak jadi naik CL. Selamat menikmati Kota Tua yang eksotis!

jalan-jalan kenai, kota tua

32 komentar:

  1. huahaaa..pasti hasil pencitraan kemaren yaa..
    udahnya di ajak jalan2 :v

    aku pernah ke fatahillah juga, sengaja pengen nyobain commuter line dari Depok
    waktu itu pas acara KEB di Monas kalo ga salah :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan-kapan kita jalan ke Kota Tua bareng, yuk! :)

      Hapus
  2. Jalan-jalan ke Kota tua kita akan banyak menemukan destinawi wisata yang mearik sebagai salah satu tempt edukasi bagi anak-anak ya Mba.

    BalasHapus
  3. udah lama pengen ke kota tua ini, tapi blm kesampean aja hiks

    BalasHapus
  4. Hemat tapi tetep seruuuuuuuuuuuu, : )

    BalasHapus
  5. Aku tu selalu terpesona sama gedung2 tua msk..pgn bgt kesini...
    Duuhh jd mupeng berat nih :(

    BalasHapus
  6. keren kota tua jakarta ya pak, salam kenal dari kota medan. mengunjungi kota tua ini wisata kota pilihan yang tepat hehehe

    BalasHapus
  7. Kota tua memang keren ya mbak... Apalagi kalau lebih dioptimalkan sarana dan fasilitas wisata disana...Itu catatan pengeluarannya hemat karena minus starbuck! :D
    Ide jalan-jalan dengan kendaraan umum juga keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kota Tua sudah dicanangkan sebagai salah satu destinasi wisata. Semoga jadi semakin cantik, ya :)

      Hapus
  8. harga makanan kafe2 di sana mahal2 gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak masuk ke kafenya, Mak. Karena standar harga cafe biasanya lebih tinggi dari harga kaki lima. Karena lagi jalan-jalan ngirit, jaid gak nongkrong di Cafe (kecuali starbucks) :D

      Hapus
  9. Jadi terinspirasi may posting tentang Kota Tua.
    Aku dan anak-anak sering jalan-jalan hemat gini, kebetulan anak-anak suka naik kendaraan umum, katanya bisa lihat orang-orang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, seru jalan-jalan kayak gini :)

      Hapus
  10. Nah, aku tuh pgn bikin blog khusus jalan2 anak2 sprt ini, mak. Makasih ya, mak...idenya dan keikutsertaannya. :)

    BalasHapus
  11. Rekreasi dengan keluarga tidak harus dengan biaya yang besar ya...benar-benar mantap...liburan menambah pengalaman dan bisa sambil belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul. Yang penting gimana menikmatinya :)

      Hapus
  12. Maak...ngintip postingan ini lagi. Besok rencananya mau ajak boyz naik kereta ke kota tua. TFS yaa :)

    BalasHapus
  13. wahhh seru abis mbak kenei jalan-jalan sama kelauarganya wah saya kapan yah bsia jalan sama keluarga T.T sedih mode on hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan sedih, dong. Yang penting jalan2 :)

      Hapus
  14. akuh ke Toko Merah dan jembatan intan.... hiya...cari parkir susah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau ke sana memang mendingan pake kendaraan umum

      Hapus
  15. Memang asyik ya Mba di Kota Tua. Murah dan ada yg gratis museumnya.
    Sy seringnya naik CL, Depok ga ada busway :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. jalan-jalan naik CL ke Kota Tua. Dari Kota tua, puas2in keliling Jakarta pake trans jakarta hehe

      Hapus
  16. wah telat baca artikel mba myra,
    kemarin saya sama pasangan baru dari kota tua, dan penasaran dengan Pelabuhan Sunda Kelapa, tapi karena tidak tau rute dan jaraknya, batal kesana deh :(

    BalasHapus
  17. Saya lagi nyari info mengenai Taman Fatahillah nih Mbak, asik akhirnya ketemu juga di blog Mbak ini.
    Oh ya, rencana akan ada pergelaran Jazz Kota Tua pada 24 Oktober 2015 yg akan dilangsungkan di Taman Fatahillah ini. Sbg pencinta jazz, saya akan hadiri pergelaran ini.
    Terima kasih informasinya tentang Kota Tua ini Mbak.

    Salam,

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...