Jumat, 13 Maret 2015

Belajar Fun Science di PPITEK

Belajar Fun Science di PPIPTEK
 Pura-pura jadi pilot di wahana transportasi udara, PPIPTEK - TMII

Keinginan Nai untuk naik kereta gantung di TMII, gak dipenuhi. Kami sepakat, lebih baik mengunjungi Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPIPTEK) saja yang lokasinya juga masih di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). PPIPTEK merupakan science center di Indonesia yang diprakarsai oleh Menteri Riset dan Teknologi pada zaman pemerintahan Soeharto, yaitu Prof. Dr. B.J. Habibie.

Selama ini science dianggap suatu ilmu yang membosankan bahkan mengerikan karena terasa rumit. Dengan didirikan PPIPTEK ini tujuannya adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat kalau kita juga bisa belajar science dengan cara menyenangkan. Kehidupan sehari-hari pun berkaitan erat dengan science.

Ada banyak sekalu alat peraga yang dipamerkan di PPIPTEK. Ada yang di indoor dan outdoor. Berbagai alat peraga yang dipamerkan ditempatkan di beberapa wahana.

Wahana Taman Jurasic

Belajar Fun Science di PPIPTEK

Di wahana ini, pengunjung bisa melihat patung beraneka dinosaurus yang bisa bergerak dan bersuara. Ada juga area foto 3D. Dan, beberapa info tentang aneka dinosaurus beserta fosilnya.

Wahana Listrik dan Magnet

Belajar kelistrikan tidak hanya tentang bagaimana lampu on/off. Di wahana ini, pengunjung bisa belajar bagaimana listrik bisa menghasilkan cahaya dan juga suara. Selain listrik, pengunjung juga belajar tentang magnet dan translator

Belajar Fun Science di PPIPTEK
Harpa tanpa dawai
Walopun tanpa dawai, harpa ini akan tetap menghasilkan bunyi karena adanya sensor cahaya infra merah. Dalam kehidupan sehari-hari, sensor cahaya infra merah juga digunakan untuk remote, kran otomatis, pintu otomatis, alaram pencuri, dan lainnya


Generator Pedal
Bisa dimainkan oleh 1-2 orang. Di depannya 4 tingkat bola lampu. Pedal yang dikayuh akan menggerakkan generator.Semakin kuat kita mengayuh, maka bola lampu yang menyala pun akan semakin banyak.

Piano Angklung
Angklung adalah alat musik tradisional yang bisa berbunyi dengan cara digetarkan. Tapi, apabila angklung dihubungkan dengan sistem Mekatronik (mekanik-elektronik) dan diprogram pada sebuah mikrokontroler, bunyi angklung akan terdengar bukan dnegan cara digetar melainkan dipencet seperti bermain piano. Dalam kehidupan sehari-hari, sistem ini ada pada printer, mesin cuci, dan lainnya

Di area indoor, banyak sekali wahana yang ada karena PPIPTEK ini memang lumayan luas. Di setiap wahana bisa terbagi dalam beberapa klaster. Gak semua wahana saya ingat namanya.  Jadi, untuk sisa wahana lainnya, saya akan share foto-fotonya aja, ya.

Wahana transportasi udara. Dari mulai badan pesawat, mesin, hingga bagaimana cara kerja pesawat, ada di sini

Nai jadi lebih tinggi daripada bundanya :)

Bersyukurlah kita semua karena ban itu bentuknya bulat. Karena kalau kotak kayak gini, beraaat :D Di wahana matematika, juga ada beberapa teka-teki yang seru untuk diselesaikan

 Ada wahana untuk balita juga. Isinya perpustakaan mini dengan berbagai buku cerita yang menarik. Ada juga laboratorium komputer khusus buat anak balita

Penerangan di wahana ilusi sebetulnya lumayan gelap. Efek foto aja yang bikin kelihatan jadi rada terang :)

"Pak Belulang" akan mengikuti pergerakan tulang kita ketika sedang mengayuh sepeda

Jadi scientist :D

Nai jadi banyak :D

Belajar Fun Science di PPIPTEK
Alat peraga ini disebut juga "Si Muka Tegang," karena memang untuk bisa membuat selaput tipis sabun seperti ini gak selalu berhasil. Harus sangat hati-hati. Apabila berhasil, maka selaput tipis yang dilalui cahaya akan menghasilkan efek dispersi cahaya

Ini ceritanya ada di dalam tenggorokan manusia. Di sini, pengunjung belajar tentang sistem pernapasan, influenza, hingga flu burung


Di PPIPTEK juga ada beberapa program reguler yang terjadwal. Supaya gak ketinggalan, sebaiknya kita mengetahui jadwal program-program tersebut dilaksanakan. Karena gak setiap saat ada. Waktu itu kami menonton demo sains dan simulasi rumah gempa.

Di demo sains, ada beberapa percobaan yang menggunakan nitrogen cair. Keke dan Nai ikutan maju ketika biskuit dicelupkan ke dalam nitrogen cair dan beberapa anak diminta mencicipi. Menurut Keke dan Nai, rasanya gak berubah. Cuma, ketika baru dimakan, akan keluar asap dari mulut mereka

Selain foto-foto di atas, masih banyak sekali alat peraga yang kami nikmati baik yang di dalam atau di luar ruangan. Gak terasa kami berada di sana selama 2 jam lamanya. Itupun berasa kurang, tapi kami harus segera pulang. Selain sudah mulai sore, kami belum makan siang. Perut rasanya udah sangat lapar. Keke malah udah mulai sakit perutnya. Gak bakal bagus kalau kami berada di sana lebih lama lagi. Bisa-bisa perutnya tambah sakit.

Kelebihan:
  1. Berada di area TMII, jadi gak sulit dicari
  2. Tujuan PPIPTEK untuk mengenalkan ke masyarakat kalau sains itu sesuatu yang asik, tercapai. Banyak alat peraga yang anak-anak saya menikmatinya.
  3. Ruangannya nyaman, sejuk, dan bersih
  4. Alat peraga yang ada snagat banyak. Jadi, gak perlu lama antre untuk menikmati sebuah alat peraga
  5. Antar alat peraga jaraknya cukup luas. Gak bikin desak-desakan
  6. Gedungnya terdiri dari beberapa tingkat. Tapi, ramah terhadap pengguna kursi roda
  7. Toilet bersih
Kekurangan
  1. Ada beberapa alat peraga yang gak berfungsi. Walaopun yang berfungsi masih banyak, tapi buat saya jumlah yang gak berfungsi juga agak mengganggu
  2. Hanya ada kantin yang menjual camilan. Kalau boleh, sih, ada juga kantin yang menjual makanan berat. Biar pengunjung kelaparan kayak kami gak harus terpaksa keluar buat cari makan. *Dan, jadi rezeki rumah makan padang Sederhana hihihi*
Tip berkunjung ke PPIPTEK
  1. Perhatikan jam operasional dan juga jam program reguler
  2. Sebaiknya perut dalam keadaan kenyang ketika berada di PPIPTEK. Karena kalau kita menikmati PPIPTEK, gak akan cukup kalau cuma sebentar.
PPIPTEK gak hanya untuk kalangan remaja aja. Anak-anak yang masih balita pun bisa ke sana karena wahana untuk mereka juga ada. Jadi, untuk orang tua yang ingin mengajak putra/inya ke PPIPTEK sedini mungkin, gak usah ragu-ragu.


Oiya, dari dulu saya selalu ingin mencoba sepeda kabel yang ada di PPIPTEK. Tapi, setiap kali kesana, gak pernah kesampaian. Nah, waktu itu, saya bilang ke suami kalau kali ini beneran harus naik Sepeda Kabel. Suami cuma bilang, "Emang boleh? Beratnya masuk?" *sambil nyengir*

Tapi, apa yang terjadi? Salah satu syarat dan ketentuan untuk bisa menaiki sepeda kabel adalah berat badan tidak boleh melebihi 50 kg! Suami langsung ngakak guling-guling pas bacanya. Saya juga ikut ngakak, sih. Walopun harus menutup rapat-rapat keinginan naik sepeda kabel sejak kecil hahaha *Dieeett*

Ya, walopun gak jadi naik sepeda kabel. Saya tetep merekomendasikan tempat ini. Anak-anak saya juga pengen lagi di ajak ke sini :)

PPIPTEK - TMII

Telp: 021-8401488
Fax:  021-8401487
Web: http://ppiptek.ristek.go.id/
Email: ppiptek@ristek.go.id

HTM
  1. Umum - Rp16.500,00
  2. Rombongan, minimal 40 orang - Rp14.850,00/orang
  3. Dibawah 3 tahun - free
Jam operasional
  1. Senin - Jum'at : 08.30 - 16.00
  2. Sabtu - Minggu : 09.00 - 16.30 

26 komentar:

  1. Saya sering arisan keluarga di TMII, tapi tidak tahu kalau ada wahana yg seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lain kali abis arisan main di PPIPTEK, ya :)

      Hapus
  2. lihat poto2nya senyum-senyum sendiri, ada Pak Belulang, ada ban kotak, aish lucu2 juga wahana pendidikannya Mbak jadi pengin ke sana

    Oia just info kalau sering ke TMII, di Blog Keroyokan, ada lomba temtang TMII lho Mba, googling ajah kata kunci "Ayo Rekatkan Budaya Bersama Taman Mini “Indonesia Indah”!"

    BalasHapus
  3. sru nih anak-anak bisa mencoba langsung ya myr

    BalasHapus
  4. Aku pikir tepat sih tidak ada restoran makanan berat mak. Karena orang Indonesia suka jorok. Nanti malah kotor tempat sekeren ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sih. Tapi jadinya lapar dan gak bisa berlama-lama. Masa' harus ke luar dulu trus beli tiket lagi hehhe

      Hapus
  5. Seru ya main di sini anak2 pasti suka. Btw belum ada yang jual makanan berat, peluang tuh mak :D :D

    BalasHapus
  6. Asyik juga ya mengajak anak2 bermain sambil menimba banyak pengetahuan di tempat itu... Jarang2 anak sekarang yang mau diajak ke tempat selain mall..... Sayangnya belum begitu populer ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebetulnya PPIPTEK sudah ada sejak lama banget, kok, Mak. Udah cukup dikenal juga namanya

      Hapus
  7. wah, saya baru tahu ada ppiptek.
    ntah mengapa setelah beberapa kali saya ke daerah situ, baru tau ada ppitek.

    tapi, untuk sekedar ilmu pengetahuan, harga masuknya cukup bersahabat lah.. :)

    BalasHapus
  8. Anak2 pasti suka bermain disana, kalau di Jogja ada di Taman Pintar namanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mereka betah banget di PPIPTEK

      Hapus
  9. wah..jadinya pengen kesini juga nih mak, bener2 ilmu nih...

    BalasHapus
  10. Aku juga senang banget pernah ke PPIPTEK, Mak. Meski baru kesampaian setelah dewasa, hehe. Tapi PPIPTEKnya aja luas, belum kalau mau menjelajah area TMII yg lain. Memang harus dijadwalin & fokus. Beberapa wahana yg disebutin disini ada yg belum sempat kujelajahi. Dan emg sayang, ada byk peralatan peraga yg tak berfungsi. Aku sempat keasyikan di area peragaan berbau fisika :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! kalau ke TMII gak bisa sekaligus. Luas banget areanya :)

      Hapus
  11. Pastinya Keke dan Nai menikmati ya jalan2 sambil belajar science... cara belajar yang menarik karena dilakukan sambil bersenang2...nice post...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini namanya bermain sambil belajar. Memang seruuu ^_^

      Hapus
  12. Setiap ke TMII saya juga belum pernah ke PPIPTEK. Sudah lama ingin ke sana bawa anak2, tapi saya pikir nanti saja kalau anak2 sudah agak besar, biar bisa ngerti. Ternyata ada juga untuk balita ya.... mungkin ini bisa diagendakan untuk mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua umur rasanya bisa menikmati main di sini, Mak :)

      Hapus
  13. wah baru tau nih ada tempat ini
    *jarang beredar jauh

    asik banget nih jadi pengen coba kesana
    makasih reviewnya ya mak, lengkap banget.. bookmark deh

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...