instagram, sushi, anak jajan, instagenic, tip membuat foto
 Setelah mendapat tip membuat foto instagenic untuk instagram dari Anak Jajan, saya coba foto sushi. Menurut Anak Jajan, foto sushi lebih baik dari samping karena lebih terlihat isi dari sushinya. Saya potret dengan smartphone Lumia 625. Lupa bawa kamera, uy!

Instagram memang racun! Huahahaha.. Saya bisa betah berlama-lama kalau udah nongkrong di Instagram (IG). Bukan untuk belanja online, lho. Walopun katanya sekarang bisnis online itu mulai merambah ke IG. Saya betah di IG karena senang melihat berbagai foto yang keren-keren. Saya banyak follow akun instagramers dari para traveler atau yang suka posting masakan. Beugh! Itu foto-fotonya banyak yang keren.
Pernah baca blog anakjajan.com? Saya termasuk yang cukup sering berkunjung ke blog tersebut *walopun seringnya jadi silent reader* Anak jajan adalah blog tentang kuliner. Diberi nama anak jajan karena pemiliknya memang suka jajan. Jajan berbagai macam kuliner di berbagai tempat. Pemilik blog anak jajan adalah Marius (Photographer anak jajan) dan Julia (Editor, Writer, dan sesekali jadi Photographer juga). Selain menulis blog, Anak Jajan ini juga sekarang aktif di IG. Followernya banyak!

instagram, tip membuat foto, instagenic, anak jajan
Julia dan Marius dari anakjajan.com

Sabtu, 2 Mei 2015, saya mendapat undangan dari KEB untuk datang di acara #InstaMeetUp yang diadakan oleh Summarecon Mal Bekasi (SMB). Acara tersebut menghadirkan Anak Jajan sebagai narasumber untuk memberikan berbagai tip untuk menghasilkan foto yang Instagenic.

Instagenic sendiri istilah yang dibuat oleh Anak Jajan. Kalau selama ini kita mengetahui istilah Photogenic yaitu subjek yang akan terlihat menarik apabila di foto *padahal mungkin aslinya biasa aja* Biasanya photogenic itu umumnya untuk orang. Nah, Instagenic kurang lebih seperti itu lah pengertiannya. Bagaimana membuat foto supaya terlihat cantik dan menarik di Instagram. Karena Anak Jajan itu fokusnya ke kuliner, maka instagenic yang dimaksud adalah bagaimana menghasilkan foto kuliner yang bisa bikin orang jadi tertarik menyantap kuliner tersebut.

[Silakan baca: Kisah di Balik Hidangan - Food Photography and Writing Class by Harnaz]

7 Tip Membuat Foto Instagenic untuk Instagram ala Anak Jajan


1. Kuasai gadget yang dimiliki

Menurut Julia, sebagai basic tidak harus memiliki kamera yang canggih atau mahal untuk bisa menghasilkan foto yang bagus. Yang lebih penting adalah menguasai gadget yang dimiliki dengan cara memaksimalkan fitur-fitur yang ada di gadget tersebut.

2. Lighting

Lighting merupakan unsur terpenting dari dari sebuah foto. Lighting terbaik berasal dari natural lighting yaitu cahaya matahari. Apabila kita datang ke resto/cafe usahakan memilih meja yang dekat dengan jendela. Biasanya hasilnya akan lebih bagus dibandingkan pencahayaan dari lampu.

Apabila tidak dapat tempat yang dekat jendela atau sudah malam hari, maka cari spot yang lebih terang, misalnya dekat lampu. Tapi, ada kafe yang suasananya remang-remang. Untuk tempat makan yang suasananya remang-remang, Julia tidak menyarankan foto menggunakan flash. Flash akan menghasilkan foto dengan pencahayaan yang tidak merata (terang di tengah, dan gelap di area pinggir). Lebih baik menggunakan fitur senter dari kamera. Atau lebih bagus lagi kalau disenter dari beberapa arah sehingga menghasilkan pencahayaan yang merata.

3. Reflektor

Kadang foto yang dihasilkan ada bayangannya (shadow), gelap di satu sisi dan sisi lainnya terang. Disarankan menggunakan reflektor. Gak perlu ribet bikin reflektor, tinggal cari bidang yang terang atau putih seperti kertas, tissue, napkin, atau lainnya. Letakkan reflektor di sisi yang gelap. Biasanya dengan menggunakan reflektor hasil fotonya lebih merata dan lebih bagus.

4. Angle

Mau diambil dari manapun, setiap angle ada kekurangan dan kelebihan. Untuk instagram, kebanyakan mengambil angle dari atas. Tapi memang gak harus selalu  foto makanan dari atas (top shot). Lihat juga makanannya itu apa. Kayak burger, kalau difoto dari atas hanya akan terlihat rotinya yang bulat. Kurang menarik kalau difoto dari atas. Untuk burger memang bagusnya di foto dari samping biar kelihatan bagian dalam makanannya.

[Silakan baca: #SundaySharingBlogdetik 22: Food Blogger]

5. Rasio

Foto di instagram rasionya adalah 1:1. Untuk menghasilkan foto yang lebih bagus, Marius menyarankan kalau sejak awal sebaiknya gadget sudah disetting untuk ukuran foto 1:1 dibandingkan foto dengan rasio lain lalu dicrop.

6. Editing

Setelah foto sebaiknya diedit dulu supaya hasilnya lebih baik Di smartphone udah ada beberapa applikasi untuk photo editing yang bisa digunakan.

Sahabat KeNai sudah pernah edit photo online pakai Canva? Cobain, deh!

7. Latihan

Harus sering-sering latihan untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Dari 7 tip di atas, latihan memang jadi catatan khusus, nih. Kadang kita suka pengen cepet bisa secara instant. Padahal untuk bisa menghasilkan foto yang bagus itu harus banyak latihan. Latihan mengenal gadget, latihan editing, dan lain sebagainya. Pokoknya latihan, latihan, dan latihan.

Julia memberikan tip tambahan, sambil menunggu makanan datang, sebaiknya mulai dipikirkan seperti apa komposisi fotonya. Kalau perlu mejanya diatur dulu, trus coba difoto. Kalau kira-kira hasilnya bagus, begitu makanan datang sudah bisa langsung tau mau difoto dengan komposisi seperti apa. Jadi, gak perlu berlama-lama difoto hingga makanan jadi dingin dan sudah tidak enak dimakan,. Apalagi kalau pesannya es, bisa-bisa keburu cair kalau kita baru mikirin komposisi setelah makanan datang.

Setelah acara selesai, para peserta diberi voucher belanja sebesar 100 ribu rupiah oleh pihak SMB untuk membeli makanan di event Pasar Senggol. Makanan yang dibeli lalu difoto dan diupload ke IG. Foto terbaik dari para peserta hari itu akan mendapatkan voucher menginap di hotel Haris, Bekasi. Saya gak ikutan lombanya karena harus mengejar shuttle bus SMB yang keberangkatan terakhir pukul 16.30wib. Ya, daripada ketinggalan bis trus terpaksa naik taxi hehehe. Tapi, saya udah lumayan banyak mencicipi aneka kuliner di Pasar Senggol SMB karena udah ada di mal itu dari pagi, bahkan sebelum Pasar Senggolnya buka :D

Ya, udah kalau gitu saya mau latihan dulu. Praktekin ketujuh tip di atas. Terima kasih banyak untuk tipnya :)

[Silakan baca: Workshop Food Photography dan Demo Memasak Bersama Best Western Premier The Hive Hotel dan Tabloid Bintang Indonesia]