7 Tip Membuat Foto Instagenic untuk Instagram ala Anak Jajan

7 Tip Membuat Foto Instagenic untuk Instagram ala Anak Jajan
Setelah mendapat tip membuat foto instagenic untuk instagram dari Anak Jajan, saya coba foto sushi. Menurut Anak Jajan, foto sushi lebih baik dari samping karena lebih terlihat isi dari sushinya. Saya potret dengan smartphone Lumia 625. Lupa bawa kamera, uy!


Instagram memang racun! Huahahaha.. Saya bisa betah berlama-lama kalau udah nongkrong di Instagram (IG). Bukan untuk belanja online, lho. Walopun katanya sekarang bisnis online itu mulai merambah ke IG. Saya betah di IG karena senang melihat berbagai foto yang keren-keren. Saya banyak follow akun instagramers dari para traveler atau yang suka posting masakan. Beugh! Itu foto-fotonya banyak yang keren.

Pernah baca blog anakjajan.com? Saya termasuk yang cukup sering berkunjung ke blog tersebut *walopun seringnya jadi silent reader* Anak jajan adalah blog tentang kuliner. Diberi nama anak jajan karena pemiliknya memang suka jajan. Jajan berbagai macam kuliner di berbagai tempat. Pemilik blog anak jajan adalah Marius (Photographer anak jajan) dan Julia (Editor, Writer, dan sesekali jadi Photographer juga). Selain menulis blog, Anak Jajan ini juga sekarang aktif di IG. Followernya banyak!

Sabtu, 2 Mei 2015, saya mendapat undangan dari KEB untuk datang di acara #InstaMeetUp yang diadakan oleh Summarecon Mal Bekasi (SMB). Acara tersebut menghadirkan Anak Jajan sebagai narasumber untuk memberikan berbagai tip untuk menghasilkan foto yang Instagenic.


Instagenic sendiri istilah yang dibuat oleh Anak Jajan. Kalau selama ini kita mengetahui istilah Photogenic yaitu subjek yang akan terlihat menarik apabila di foto *padahal mungkin aslinya biasa aja* Biasanya photogenic itu umumnya untuk orang. Nah, Instagenic kurang lebih seperti itu lah pengertiannya. Bagaimana membuat foto supaya terlihat cantik dan menarik di Instagram. Karena Anak Jajan itu fokusnya ke kuliner, maka instagenic yang dimaksud adalah bagaimana menghasilkan foto kuliner yang bisa bikin orang jadi tertarik menyantap kuliner tersebut.

[Silakan baca: Kisah di Balik Hidangan - Food Photography and Writing Class by Harnaz]


7 Tip Membuat Foto Instagenic untuk Instagram ala Anak Jajan


1. Kuasai Gadget yang Dimiliki

Menurut Julia, sebagai basic tidak harus memiliki kamera yang canggih atau mahal untuk bisa menghasilkan foto yang bagus. Yang lebih penting adalah menguasai gadget yang dimiliki dengan cara memaksimalkan fitur-fitur yang ada di gadget tersebut.


2. Lighting

Lighting merupakan unsur terpenting dari dari sebuah foto. Lighting terbaik berasal dari natural lighting yaitu cahaya matahari. Apabila kita datang ke resto/cafe usahakan memilih meja yang dekat dengan jendela. Biasanya hasilnya akan lebih bagus dibandingkan pencahayaan dari lampu.

Apabila tidak dapat tempat yang dekat jendela atau sudah malam hari, maka cari spot yang lebih terang, misalnya dekat lampu. Tapi, ada kafe yang suasananya remang-remang. Untuk tempat makan yang suasananya remang-remang, Julia tidak menyarankan foto menggunakan flash. Flash akan menghasilkan foto dengan pencahayaan yang tidak merata (terang di tengah, dan gelap di area pinggir). Lebih baik menggunakan fitur senter dari kamera. Atau lebih bagus lagi kalau disenter dari beberapa arah sehingga menghasilkan pencahayaan yang merata.


3. Reflektor

Kadang foto yang dihasilkan ada bayangannya (shadow), gelap di satu sisi dan sisi lainnya terang. Disarankan menggunakan reflektor. Gak perlu ribet bikin reflektor, tinggal cari bidang yang terang atau putih seperti kertas, tissue, napkin, atau lainnya. Letakkan reflektor di sisi yang gelap. Biasanya dengan menggunakan reflektor hasil fotonya lebih merata dan lebih bagus.


4. Angle

Mau diambil dari manapun, setiap angle ada kekurangan dan kelebihan. Untuk instagram, kebanyakan mengambil angle dari atas. Tapi memang gak harus selalu  foto makanan dari atas (top shot). Lihat juga makanannya itu apa. Kayak burger, kalau difoto dari atas hanya akan terlihat rotinya yang bulat. Kurang menarik kalau difoto dari atas. Untuk burger memang bagusnya di foto dari samping biar kelihatan bagian dalam makanannya.

[Silakan baca: #SundaySharingBlogdetik 22: Food Blogger]


5. Rasio

Foto di instagram rasionya adalah 1:1. Untuk menghasilkan foto yang lebih bagus, Marius menyarankan kalau sejak awal sebaiknya gadget sudah disetting untuk ukuran foto 1:1 dibandingkan foto dengan rasio lain lalu dicrop.


6. Editing

Setelah foto sebaiknya diedit dulu supaya hasilnya lebih baik Di smartphone udah ada beberapa applikasi untuk photo editing yang bisa digunakan.

Sahabat KeNai sudah pernah edit photo online pakai Canva? Cobain, deh!


7. Latihan

Harus sering-sering latihan untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Dari 7 tip di atas, latihan memang jadi catatan khusus, nih. Kadang kita suka pengen cepet bisa secara instant. Padahal untuk bisa menghasilkan foto yang bagus itu harus banyak latihan. Latihan mengenal gadget, latihan editing, dan lain sebagainya. Pokoknya latihan, latihan, dan latihan.

Julia memberikan tip tambahan, sambil menunggu makanan datang, sebaiknya mulai dipikirkan seperti apa komposisi fotonya. Kalau perlu mejanya diatur dulu, trus coba difoto. Kalau kira-kira hasilnya bagus, begitu makanan datang sudah bisa langsung tau mau difoto dengan komposisi seperti apa. Jadi, gak perlu berlama-lama difoto hingga makanan jadi dingin dan sudah tidak enak dimakan,. Apalagi kalau pesannya es, bisa-bisa keburu cair kalau kita baru mikirin komposisi setelah makanan datang.

Setelah acara selesai, para peserta diberi voucher belanja sebesar 100 ribu rupiah oleh pihak SMB untuk membeli makanan di event Pasar Senggol. Makanan yang dibeli lalu difoto dan diupload ke IG. Foto terbaik dari para peserta hari itu akan mendapatkan voucher menginap di hotel Haris, Bekasi. Saya gak ikutan lombanya karena harus mengejar shuttle bus SMB yang keberangkatan terakhir pukul 16.30wib. Ya, daripada ketinggalan bis trus terpaksa naik taxi hehehe. Tapi, saya udah lumayan banyak mencicipi aneka kuliner di Pasar Senggol SMB karena udah ada di mal itu dari pagi, bahkan sebelum Pasar Senggolnya buka :D

Ya, udah kalau gitu saya mau latihan dulu. Praktekin ketujuh tip di atas. Terima kasih banyak untuk tipnya :)

[Silakan baca: Workshop Food Photography dan Demo Memasak Bersama Best Western Premier The Hive Hotel dan Tabloid Bintang Indonesia]

Post a Comment

30 Comments

  1. Posting keren. Thanks telah berbagi, Mbak Myr...

    ReplyDelete
  2. oh ternyata namnaya Reflektor ya yang suka dibawa-bawa tukang foto :)

    ReplyDelete
  3. wah tipsnya bagus2.. dan memang kalau foto pakai flash pasti jadinya ga bagus cahayanya.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau pake flash jadi pencahayaannnya suka aneh ya, Mbak

      Delete
  4. aku belum bisa poto bagus mak, pengen beli gadget yang bagus kameranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus terus praktek, Mak. Pake karena yang ada aja dulu

      Delete
  5. menurut saya semakin canggih gadgetnya (terutama kamera hape) semakin cerah fotonya. gak burek. jadi milih gadget yang bagus kameranya juga perlu. itu alasan saya pindah dari advan ke lenovo. karena 8mp di advan beda jauh kualitasnya dengan 8mp-nya lenovo. nah kalo udah canggihan dikit kamera (hapenya) baru deh man behind the gun menentukan :D semua pemake iphone pasti cerah2 fotonya, beda dengan kamera hpnya samsung sekalipun. Masalah angle mah urusan skill sih, bener itu tergantung jam terbang alias latihan :D

    kalo saya kok curiga ya food instagramer ini sebenernya pada pake kamera canggih. kalo gak kamera beneran ya minimal kamera iphone. udah gitu mereka kayaknya pada beli photo action buatan fotografer bule, semacam aplikasi foto tapi buat di photoshop.

    heheh curigaan gini sayah :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamera memang saya juga mengakui ada harga ada kualitas. Tapi, gak sellau juga yang pake iphone itu hasilnya pasti bagus. Karena saya ada teman yang pake iphone, haisl fotonya biasanya aja. Malah sering ngeblur hehehe. Jadi, saya sepakat juga dengan yang Anak Jajan maksud, maksimalkan dulu fitur gadget yang kita miliki. Artinya, kalau kita mampunya punya smartphone yang biasa aja, jangan putus asa juga gak bisa menghasilkan foto bagus

      Kemaren memang Anak Jajan praktek pake DSLR dan smartphone (tapi saya gak perhatiin pake hape apa). Untuk editing di smartphone katanya mereka pake snapseed sama vsco, Mak

      Delete
  6. thx tipsnya mak :) mau otak atik hape juga ah

    ReplyDelete
  7. saya juga motret2 utk Instagram pakai ponsel saja. hasilnya ya ngga begitu buruk. hihi

    ReplyDelete
  8. Makasih tipsnya, kalau pakai kamera gdget seringnya ambil dari atas. Stl baca artikel ini, jadi nambah pengetahuanku.
    Makasih sharingnya

    ReplyDelete
  9. Mak Myraaaaaa aku padamuuuu Mak. Aku juga mau lebih aktif di IG, dan selalu sediiih dgn hasil foto yang kacrut, hiks.

    InsyaAllah, mau lebih progress lagiii **semangaaaatttt!*

    ReplyDelete
  10. Waaah kalau sudah dikasih tips ini jadi makin semangat nyobain ^^
    Aku sering latihan dengan mengeksplor berbagai angle Chi. :)

    ReplyDelete
  11. Saya termasuk yang butuh belajar instagenic nih mbak. hihi
    terima kasih tips dan bagi pengalamannya ya.

    ReplyDelete
  12. Poin ke 7 itu yg sedang saya lakukan. :)

    ReplyDelete
  13. sayah sayah sudah keracunan IG *hkhkhk*

    ReplyDelete
  14. Tip tambahannya oke juga Mak. Sambil nunggu, atur meja dan latihan dulu motoinnya. Makasih ya Mak. :))

    ReplyDelete
  15. Aku baru ngerti yang 'jangan pakai flash tapi pakai senter'. Sepertinya, besok-besok dicoba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena kalau pakai flash, hasilnya malah gak bagus

      Delete

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)