Makansutra Gluttons Bay, Singapore

Makan sore di Makansutra Gluttons Bay, Singapore



Kami bergegas keluar dari Sentosa. Tujuan berikutnya adalah makan sore di Makansutra Gluttons Bay. Dari VivoCity Mall, jalan sedikit kemudian lanjut naik bis. Kami sempat terlewat satu halte, sehingga harus jalan kaki lumayan jauh. Untung Singapore termasuk negara yang bagus pedestriannya. Hujan pun sudah berhenti meskipun masih terlihat mendung. Tapi setidaknya cuaca gak panas, sehingga membuat kami nyaman untuk berjalan kaki meskipun jauh.

Makansutra Gluttons Bay, Singapore
Istirahat sejenak setelah salah turun halte. Nai udah ganti ke sandal jepit 😁

Kami gak langsung ke Makansutra Gluttons Bay tapi duduk dulu di pinggir sungai Marina Bay Sands. Banyak juga yang menikmati sore hari di sana. Ada yang sekadar duduk, ada juga sambil menikmati beberapa kuliner yang ada di sana. Suami pun mengajak kami ke salah satu counter kebab.

Makansutra Gluttons Bay, Singapore
Ukuran kebabnya gak terlalu besar. Tapi karena isinya sangat padat dengan daging ayam, jadinya bikin kenyang banget

Meskipun tau kalau kami mau makan di Gluttons Bay, saya ikutan beli kebab roll dulu. Salahnya saya gak pake nanya. Saya pikir kebabnya kayak di Indonesia yang bakal banyak sayur. Ternyata isinya padat banget dengan daging ayam. Sayurnya malah gak ada sama sekali. Rasa karinya pun kuat. Selain suami, kami semua gak ada yang sanggup menghabiskan. Terlalu padat kebabnya, bikin kenyang banget.

Makansutra Gluttons Bay, Singapore

Anak-anak sempat beli ice cream. Nai juga beli air kelapa (tua). Jadi di sana tuh ada coconut ice cream. Es krimnya dimasukin ke dalam batok kelapa. Tapi kalau maunya polosan , gak pakai es krim juga bisa. Karena Nai baru aja makan es krim, dia pun pilih yang polosan. Kaau kata kami itu sih seperti mengkonsumsi kelapa tua. Daging kelapanya gak bisa dimakan karena keras (dan gak dikasih sendok juga). Airnya pun masih murni air kelapa. Gak dikasih gula atau campuran apapun.*Lain kali beli di pasar aja, deh 😂

Makansutra Gluttons Bay adalah outdoor food court yang berada di salah satu sisi Marina Bay Sands. Ada berbagai pilihan makanan di sini. Tentu saja ada yang halal dan tidak. Tapi ada beberapa counter yang menuliskan halal atau kalau masih ragu sebaiknya bertanya saja.

Kami pesan beberapa makanan untuk dimakan bersama-sama. Alhamdulillah semuanya enak. Minuman juga paling sering kami beli. Meskipun udaranya udah gak panas tapi haus aja gitu karena abis jalan.

Saya sempat baca beberapa review yang katanya sebaiknya bawa botol minum dan trus diisi ulang di water tap untuk menghemat pengeluaran. Sebotol minum di Singapore tuh mahal, sedangkan di water tap gratis. Bener juga, sih. Harga air mineral ukuran 600 ml tuh SGD 2. Kalau dirupiahin mah berasa banget *makanya jangan inget-inget ma rupiah saat bayar 😅

Tapi masalahnya, selama di sana saya hanya melihat water tap di Changi dan Gardens by the Bay. Katanya di USS juga ada. Tapi kalau di Sentosa, selain di USS, saya gak menemukan water tap satupun. Entah saya yang gak lihat atau memang gak ada.

[Silakan baca: USS Singapore vs Imbiah Lookout]

Selama di sana, kami banyak berjalan kaki. Otomatis kebutuhan minum menjadi tinggi. Bisa sakit kepala kalau sampai kurang minum. Masing-masing dari kami, termasuk Nai, sudah membawa 1 botol minum berukuran besar. Tapi karena minum terus, gak mungkin juga hanya mengandalkan isi ulang di water tap karena kami jarang menemukannya. Jadi memang lebih banyak beli. Lumayan juga pengeluarannya untuk beli air minum 😅


Makansutra Gluttons Bay, Singapore
Makansutra Gluttons Bay, Singapore
Selain menu ini untuk makan bersama, anak-anak memilih nasi hainan (lagi)

[Silakan baca: Mencari Kuliner Halal di Singapore? Ke Bagus Food Court Aja]

Ada beberapa pilihan tempat makan di sana selain di Makansutra Gluttons Bay. Ada beberapa resto dan cafe, serta makanan kaki lima pun ada seperti kebab yang kami pilih.  Kalau pilihan Sahabat KeNai di Makansutra Gluttons Bay, sebaiknya bawa tissue. Mejanya suka ada yang kotor bekas makanan atau minuman.

Setelah makan, kami kembali duduk di pinggir sungai. Dari kejauhan tampak patung merlion yang merupakan ikon Singapore. Banyak pengunjung, dan saya yakin diantaranya adalah wisatawan, berada di dekat patung. Sempat diajak ke sana tapi saya males banget jalannya. Lagipula dari awal memang gak pernah ada kepengen berfoto di dekat Merlion. Anak-anak pun ditawarin gak ada yang mau.

Adhi sempat mengajak semua keponakannya jalan-jalan ke arah Singapore Flyer. Searah dengan Singapore Flyer terlihat tempat bermain untuk anak-anak. Sementara Adhi mengajak keponakannya bermain, kami menunggu di pinggir sungai aja. Menikmati sore hari di sana.


Makansutra Gluttons Bay, Singapore
Sahabat KeNai juga bisa naik perahu penyusuri sungai. Atau mau nonton pertunjukkan musik juga ada.

Lama juga kami duduk di pinggir sungai. Memang rencananya mau nonton Spectra, pertunjukkan laser dan air mancur yang diiringi dengan simfoni musik. Kalau mau puas katanya nonton dekat Marina Bay Sands. Tapi kami semua beneran udah mager banget. Malas aja gitu kalau harus jalan lagi. Mending nonton dari kejauhan aja. Itupun akhirnya kami batal nonton.

Pertunjukkan baru dimulai pukul 8 malam. Kalau disamakan dengan WIB berarti pukul 9 malam. Jam segitu Keke dan Nai biasanya udah tidur. Makanya mereka udah makin gak kelihatan semangat menunggu pertunjukkan dimulai. Kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel aja.

Pulang ke hotel, kami harus berjalan kaki lumayan jauh ke halte. Itupun salah halte pula. Jadi kami harus jalan kaki lagi yang jauh. Untungnya anak-anak gak pada rewel 😂 Sampai hotel langsung mandi trus tiduuuuuuurrrr 😪 *Gak makan malam dulu? Enggak. Udah pada kecapean 😃

[Silakan baca: Serba Lavender di Premier Inn, Singapore]



Makansutra Gluttons Bay