Boleh Gak Traveling Saat Pandemi?

Siapa yang udah kangen banget traveling? Sepertinya banyak, ya. Dan yang pasti saya termasuk salah satunya. Gak usah deh ke luar kota. Cukup keliling Jakarta dengan berbagai transportasi umum seperti LRT, MRT, KRL, ataupun TransJakarta aja rasanya udah bikin saya kangen banget.

boleh gak traveling saat pandemi

Boleh Gak Traveling Saat Pandemi?


Tetapi, pandemi 'kan datang tanpa diundang. Ketika kemudian diberlakukan peraturan PSBB, saya termasuk yang tetap patuh di rumah aja. Keluar cuma untuk belanja ke pasar tradisional. Itupun jadi seminggu sekali. Padahal biasanya 1-2 hari sekali. Ya sebisa mungkin, tetap di rumah aja kalau gak penting-penting amat.

Sekarang sudah masuk masa new normal. Kalau di Jakarta, bilangnya fase PSBB transisi, belum new normal. Beberapa sektor memang sudah mulai dilonggarkan. Tetapi, masih lihat keadaan juga. Kalau grafiknya menjasi semakin parah, maka kembali ke masa PSBB.

Kalau sudah dilonggarkan begini, boleh jalan-jalan lagi? Bukankah sebaiknya tetap di rumah aja?



New Normal untuk Menggerakkan Perekonomian


Sebelum menjawab boleh atau enggak, sebaiknya memang dipahami dulu kenapa sudah banyak sektor yang mulai beroperasi saat ini. Alasan utamanya karena ekonomi. Pandemi memang menimbulkan efek domino. Gak hanya sektor kesehatan yang terkena imbasnya.

Itulah kenapa berbagai perekonomian mulai meskipun lambat dan bertahap. Gak mungkin terus-terusan minta bantuan dari pemerintah. Gelombang PHK juga sudah terjadi di banyak sektor.

Perekonomian tentunya juga termasuk sektor hiburan dan pariwisata. Makanya mall, tempat bermain anak, resto, dan tempat wisata lainnya juga sudah boleh beroperasi. Tetapi, tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Kalau di masa sebelum pandemi aja ada peraturan kalau mau datang berbagai tempat. Apalagi di saat pandemi begini.

Wabahnya masih ada dan penyebarannya tetap sangat masif. Grafiknya pun masih cenderung naik dan belum kelihatan puncaknya. Tetap di rumah aja tentu yang paling dianjurkan.

Jadi, ketika saya mengatakan boleh, tentunya bukan atas pendapat pribadi. Tetapi, memang sudah dibolehkan oleh pemerintah. Tentunya dengan berbagai syarat yang berbeda. Namanya juga NEW Normal. Pastinya TIDAK SAMA dengan keadaan normal di saat sebelum ada pandemi.


Patuhi Protokol Kesehatan


protokol kesehatan, jalan-jalan saat pandemi

Memang ngeri-ngeri sedap kalau mau keluar rumah di saat seperti ini. Jangankan jalan-jalan, suami mau ke kantor aja wejangan saya bisa panjang banget. Beda banget dengan saat sebelum traveling. Sekarang kecemasan menjadi berlipat. Makanya jadi semakin sering saling mengingatkan.

Mematuhi dan disiplin dengan protokol kesehatan itu koentji!

Apakah patuh dengan protokol kesehatan bisa menghindarkan kita semua dari terpapar COVID-19? Gak ada jaminan untuk itu. Tetapi, setidaknya bisa meminimalkan risiko. Jangan sampai menciptakan cluster baru. Makanya harus benar-benar disiplin dan benar melakukannya. Misalnya, kalau pakai masker harus benar. Jangan lubang hidungnya kelihatan atau malah ditaro di dagu maskernya.

Protokol kesehatan tidak hanya tentang masker, lho. Tetapi, juga mencuci tangan dengan benar, tidak memegang area wajah, jaga jarak, dan lain sebagainya. Seharusnya masa karantina selama 3 bulan lalu sudah cukup bagi kita semua untuk tau dan mulai belajar disiplin dengan segala peraturan ini.


Setiap Tempat Wisata Punya Peraturan di Saat Pandemi



persiapan traveling agar perjalanan aman dan menyenangkan
peraturan baru tempat wisata saat pandemi
Sumber: IG @kurioid

Beberapa waktu lalu, saya lihat peraturan berwisata ke Ragunan di akun IG dan fanpage resminya. Larangan anak usia 0-9 tahun untuk datang ke sana di masa PSBB transisi, ternyata menuai kemarahan dari banyak orang tua. Tidak hanya ibu-ibu, tetapi bapak-bapak juga.

Ragunan memang salah satu kawasan wisata yang diminati oleh keluarga, terutama anak-anak. Mereka bisa melihat berbagai binatang di sini. Harga tiketnya pun termasuk murah meriah. Tentu ada rasa sedih ketika melihat Ragunan sudah beroperasi, tetapi anak-anak gak boleh masuk.

Setiap tempat wisata, mall, atau apapun juga punya peraturan tambahan di saat pandemi ini masih ada. Bisa jadi ada beberapa perbedaan. Misalnya antara Ragunan dan Taman Safari Indonesia. Di TSI anak-anak dibolehkan masuk. Tetapi, tentu aja ada peraturan lain yang berebda dengan Ragunan atau tempat wisata lainnya?

Kok, sama-sama kebun binatang, tetapi beda peraturan?

Saya pribadi gak bisa menjawabnya karena bukan bagian dari pengelola. Tetapi, yang bisa saya pahami adalah setiap pengelola pasti sudah mengukur seperti apa kemampuannya untuk bisa tetap beroperasi tanpa mengambil risiko yang besar.

Saran saya, cari info dulu untuk setiap tempat yang mau dikunjungi. Jangan sampai memaksakan diri kalau memang dilarang. Mereka yang punya peraturan, kita harus patuhi.

persiapan traveling agar perjalanan aman dan menyenangkan

Mengingat penularannya yang masif, memang kita jangan hanya memikirkan diri sendiri. Mungkin kita bisa patuh dengan protokol kesehatan. Termasuk menjaga anak-anak saat traveling. Tetapi, keluarga yang lain kan belum tentu.

Nanti kalau sudah sampai terjadi cluster, maka yang akan diminta pertanggungjawaban tentu pengelola pariwisatanya. Itulah kenapa pengelola juga sudah punya tolok ukur seberapa besar kemampuan menjaga keselamatan para pengunjung di saat pandemi.

Sebetulnya urusan mematuhi peraturan, khususnya di tempat wisata, gak hanya saat pandemi. Misalnya, di area yang memacu adrenalin tentunya terlarang bagi wisatawan yang memiliki riwayat penyakit jantung. Masa' trus kita harus memaksakan diri hanya karena pingin coba. Kalau sampai terjadi apa-apa kan nanti tempat wisatanya juga yang harus bertanggung jawab.


Di saat pandemi pun begitu. Patuhi semua peraturan. Kalau kemudian ada tempat wisata yang melanggar sendiri alias gak tegas dengan peraturan yang sudah dibuat, silakan dikritisi.

Kalau saya mendingan gak usah datang ke tempat wisata tersebut kalau pengunjung maupun pengelolanya gak tertib. Ngeri lah kalau kayak begitu.

Kalau ikutin slogan di berbagai tempat wisata Jakarta adalah #SSBB (Senang Selamat Bareng-Bareng). Ya gak apa-apa kalau memang ingin jalan-jalan, staycation, atau ngemall sejenak untuk refreshing. Tetapi, memang benar-benar harus patuh. Kalau gak bisa patuh, mending di rumah aja, lah.

You Might Also Like

101 comments

  1. Saya masih pilih di rumah aja Mbak sampai hari ini.
    Cuma suami yang sudah ngantor tiap hari. Saya pergi beli sayur ke tukang sayur di gerbang komplek. Atau ke minimarket deket situ juga..Belum kemana-mana. Beli yang ga ada di situ, nitip suami saja belanjanya, sekalian dia di luar.
    Pokoknya saya cari aman. Soal traveling bisa kapan-kapan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau traveling nanti atau sekarang, memang kembali ke pilihan masing-masing. Meskipun sebaiknya tetap di rumah aja.

      Tetapi, pergi ke kantor atau sekadar beli sayur di gerbang komplek pun peraturannya tetap sama seperti traveling. Harus patuh dengan protokol kesehatan.

      Hapus
    2. Yup,protokol kesehatan tetap yang diutamakan.
      Ini saja, sempat ada rencana Lebaran Haji mudik ke Jawa Timur..Tapi sadar diri, di sana angka kasus tertinggi, orang tua lansia..ah ya sudahlah, tunggu waktu aman saja mudiknya.

      Hapus
    3. Iya agak serem nih kalau mau ke Jatim saat ini

      Hapus
  2. Kalo di Surabaya taman-taman aja masih ditutup mbak, KBS alias Kebun Binatang Surabaya juga ternyata diperpanjang sampe sekarang belum buka. Sejujurnya kaki gatal pengen segera jalan-jalan. Tapi akhirnya lebih memilih di rumah aja. Memang semua tempat wisata yang sudah open pasti ada protokol kesehatan, namun entahlah kesadaran masyarakat kita akan pakai masker aja masih gak sepenuh hati, pakai masker hidup gak ditutup dan lainnya, belum lagi resiko tersenggol ah banyak. Semoga semua bisa lekas membaik, agar penjual oleh2 di tempat wisata juga kembali banyak pembeli. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang beda-beda waktu operasional. Di Jakarta pun masih ada yang ditutup. Salah satunya bioskop.

      Itulah pentingnya kerjasama dan kesadaran semua pihak, Mbak. Kalau yang enggan mematuhi protokol kesehatan, sebaiknya di rumah aja. Kalau ada tempat wisata yang gak bisa tegas, harus dikritisi. Atau saya mending gak usah datang ke tempat wisata tersebut

      Hapus
  3. Saya juga udah kangen pengen jalan2. Tapi kalau punya balita jadi mikir-mikir lagi nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi balita termasuk kelompok yang rentan kan, ya

      Hapus
  4. Saya masi takot sebenarnya, tp mggu lalu cek ombak n jalan tipis2 ke dekat2 aja alias staycation. Trus karantina mandiri 14 hari. Alhamdulillah aman hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semoga sehat selalu untuk semuanya :)

      Hapus
  5. Di Tangerang, mal besar tetap masih santuy, tertutup kecuali pengunjung apotek dan toko obat serta farmers market,

    dan prosedurnyaaaa... ketat bangeeet, selain wajib masker, kita dihadang semprotan dan pencuci tangan di minimal 3 tempat, oya jangan coba coba bilang menggunakan kendaraan taksi online, dipersilakan turun di wing ujuuuung dekat halte shuttle bus!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya kalau pakai taksi online gak boleh nyampe dekat area mall?

      Hapus
  6. Kemanapun perginya tetep ya mba,, harus patuhi protokol kesehatan adaptasi dengan kebiasaan baru semoga pandemi ini cpt berakhir

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin

      Iya, Mbak. Bahkan sekadar ke warung depan rumah pun protokol kesehatan itu wajib

      Hapus
  7. Saya sih lebih memilih menunggu, piknik kan bukan kebutuhan utama seperti bekerja
    Bahkan Sekolah pun ditunda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Tetapi, kalaupun ada yang mau jalan-jalan ya gak bisa disalahkan juga karena memang sudah dibolehkan. Intinya adalah mau ke manapun, tetap harus patuh dengan protokol kesehatan

      Hapus
  8. Belum ke mana-mana, nih, saya Mbak Mira. Jadinya belum traveling lagi meski jujur aja kangen banget. Meski ada protokol kesehatan saya memilih menunda dulu sampai keadaan benar-benar kondusif.

    BalasHapus
  9. Kalau saya pribadi belum dulu lah ke tempat wisata, Mbak Chi. Nggak bisa memprediksi jumlah pengunjungnya soalnya. Kecuali mungkin ke Taman Safari yang nggak perlu keluar dari mobil. Tunggu grafiknya menurun dulu deh sambil tetap menerapkan protokol kesehatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Makanya saya sarankan kalau mau traveling sebaiknya kenali dan cari tau dulu kondisi tempat pariwisata yang akan dikunjungi

      Hapus
    2. Iya, Mbak Chi. Sejauh ini di Jatim tempat wisata yang sudah buka sih lumayan ketat protokol kesehatannya. TSI nggak boleh keluar mobil, Jatim Park 2 harus daftar online dan ada batasan jumlah pengunjung dalam satu hari. Cuma aku masih maju mundur mau pergi. Apalagi bentar lagi udah mulai sekolah online lagi.

      Hapus
  10. Saya masih memilih di rumah saja, jangankan berwisata, belanja bulanan saja bilanya online. Grafik penyebaran di SulSel semakin meningkat, makin ngeri mau jalan-jalannya nih Mbak. Dua hari ini mencoba jalan-jalan keliling kompleks tapi ngeri sendiri dengan orang yang bebas gak pakai masker, ajak bayi pula, huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saya juga baca infonya tentang Sulsel. Semoga lekas turun grafiknya, ya. Aamiin

      Hapus
  11. Saya masih milih keluar untuk hal-hal yang perlu saja. Karena sadar diri, terkadang kalau sudah di tempat umum, apalagi di tempat wisata, protokol kesehatan itu suka terabaikan. Kita udah jaga, yg lain ga jaga jarak, diingatkan malah nyolot, hiks.
    Semoga masa pandemi ini segera berakhir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesel kan ya sama yang masih nyolot begitu

      Hapus
  12. Wah ternyata beberapa tempat wisata emang udah pada buka ya. Dengan aturan-aturan yang cukup ketat. Betul banget lansia dan ibu hamil sebaiknya jangan dulu, soalnya paling rentan. Tapi saya sendiri juga masih di rumah belum ada rencana jalan-jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah boleh, Mbak. Tetapi, setiap daerah punya kebijakan masing-masing

      Hapus
  13. Di saat New Noraml semua tatanan memang berubah ya mba termasuk kebijakan berwisata begini, kudu perhatikan protokol bener deh. Btw kita juga harus cari info dulu untuk setiap tempat yang mau dikunjungi, biar ga salah kaprah

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Daripada langsung datang ke tempat wisata, ternyata malah gak boleh masuk

      Hapus
  14. Yogyakarta mulai ramai dikunjungi wisatawan walau protokol kesehatan ketat terus diberlakukan bahkan ada jam buka tutupnya.
    Karena walau pun sudah new normal tapi kan belum benar-benar terbebas dari pandeminya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Musim liburan juga ya, Mbak. Makanya Jogja kembali ramai. Semoga aja gak ada penambahan covid yang mengkhawatirkan

      Hapus
  15. Sebagai lifestyle blogger aku dah gemess pengen outing tapi buat sekarang sih aku lebih milih di rumah dulu. Ssabarrr hahaha lebih baik nunggu demi menjaga tetep sehat dari pada ngobatin. Apalagi cuma demi jalan-jalan. Stay safe lebih penting

    BalasHapus
  16. aku juga udah ga tahan pengen jalan2. tapi masih lihat kondisi sampe benar2 aman. buat yg udah mulai jalan, ikuti protokel kesehatan dengan baik ya. menjaga lebih baik daripada mengobati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul. Bertahap aja dulu dna tetap lihat keadaan

      Hapus
  17. masih milih stay at home aja.. kalau pun ke warung sampe kesupermarket pun tetep patuhi aturan sesuai protokol kesehatan pake masker, dan sering cuci tangan sblm keluar rumah dan sesudah dari luar rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Kemanapun tetap harus patuh dengan protokoler kesehatan

      Hapus
  18. Semuanya balik ke kesadaran masing2 yah mba, tapi memang sangat disayangkan sih ternyata masih banyak org2 yg menganggap new normal ini seolah covid-19 nya udah gak ada. Ya semoga semua kembali lagi ke real normal yah mba, jadi semua org bisa menikmati travelling nya tanpa rasa worry lagi ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya balik ke kesadaran masing-masing. Tetapi, berharap semua sadar supaya lekas menurun grafiknya

      Hapus
  19. Iya setuju banget. Sekarang kalo mau ke tempat wisata itu harus cari tahu dulu apa saja aturan yang diberlakukan di sana.

    Ini juga ngelatih kita buat selalu aware sama peraturan yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam suasana normal aja ada peraturan. Apalagi di saat new normal

      Hapus
  20. Buat yang piknik asal patuhi protokol kesehatan seperti yang dijabarkan di artikel ini in syaa Allah akan aman saja. Ribet gak apa2 asal selamat.
    Kita juga patut memaklumi buat yang pengin piknik pastinya buat menjaga kewarasan juga ya :)
    Asal ingat protokol kesehatannya dilakukan.
    Nuhun sharing-nya Chi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sekarang harus mau ribet. Kalau enggak, mending di rumah aja

      Hapus
  21. Peraturannya lumayan banyak juga. Beberapa tempat aku belum bisa datangi karena kepentok usia anak. Tapi secara umum juga belum berencana mengunjungi tempat wisata. Masih ngeri aja Mbak ketemu banyak orang. Rencana sih pengin camping sekeluarga aja. Nyepi di daerah gunung.

    BalasHapus
  22. Kebetulan kantor sampai hari ini hingga 3 Agustus masih ketat terkait pandemi ini. Jadi masih WFH dan untuk keluar hanya untuk kebutuhan penting dan mendesak. Jalan2 sendiri masih jauh dari harapan. Cukuplah berita di TV jadi penghibur. Semoga pandemi ini berlalu. Aamiin

    BalasHapus
  23. Flyernya edukatif juga lucu desainnya hehe. Btw jadi ingat komen itu pernah Mbak Myra unggah ke Facebook. Aku ngakak aja baca komen si ibu XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya sekarang harus dibikin yang menarik begitu hehehe

      Hapus
  24. Berkali-kali ingin ngeMall tapi akhirnya cancel lagi, memang masih mengacu ke skala prioritas sih masalah keluar rumah ini, cuma kalau memang pengen banget atau sifatnya urgent, sudah diperbolehkan memang ya, dengan syarat mematuhi prokes tersebut. Intinya, nurut aja dulu deh anjuran Pemerintah, toh demi kebaikan kita juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Dalam keadaan normal aja kita harus taat peraturan. Apalagi keadaan seperti ini

      Hapus
  25. Aku malah ngeri nih keluar, ke pasar aja was was banget, saat ini ga kepikiran buat travelling. Ntar aja kalau udah aman deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang lebih nyaman traveling di saat kondisi sudah aman. Tetapi, bagi yang tetap ingin traveling, protokol kesehatan harus diikuti. Gak boleh lengah

      Hapus
  26. Kuncinya memang patuhi protokol kesehatan sih. Cuma kalau aku, mending di rumah saja dulu. Duit di hemat lah

    Kalau wisata di Jepara kayanya belum buka. Kasus lagi naik gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kabarnya di Jepara juga semakin menanjak, ya?

      Hapus
  27. saat new normal, aku bareng keluarga sempat ke Bogor, dengan protokol kesehatan yang lengkap. masih ada sih yang komenin hahaha karena aku post di igek, tapi gimana ya... mereka kan taunya hasil foto aja tapi gak liat behind the scene kalo di sana pada jaga jarak dll

    BalasHapus
  28. Demi kewarasan jiwa, kayaknya banyak yg butuh traveling, walopun cuma ngider di mall.
    Yang penting, tetep patuhi protokol kesehatan ya Mak.
    Semangaaattt!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ada beberapa yang tetap membutuhkan traveling. Meskipun sekadar jalan tipis-tipis. Tentunya harus mematuhi protokol kesehatan

      Hapus
  29. Aku pun masih di rumah saja, belum berani kemana-mana. Walau sebenarnya sudah kangen sekali pengen traveling tapi yang bisa ku lakukan buka gallery handphone dan external disk aja buat kangen-kangenan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga masih di rumah aja. Keluarin semua stok foto buat diupload hehehe

      Hapus
  30. Punya tiket annual pass Dufan yang bakal expired bulan September ini, tapi masuk Ancol cuma boleh yang KTP DKI. Haha. Alhamdulillah, jadinya nggak tergoda buat piknik ke sana. Semoga yang udah pada ngebet piknik selalu tertib dan mematuhi peraturan, ya. Jangan sampai untuk ngilangin stress malah bawa penyakit lain yaitu si Covid-19.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kabarnya hanya yang ber-KTP DKI yang boleh mengunjungi tempat wisata di Jakarta. Betul banget. Jangan sampai maksudnya bersenang-senang, tetapi malah ajdi petaka

      Hapus
  31. Saya masih memilih untuk tetap di rumah saja sementara ini siy mbak, dan keluar hanya untuk hal yang penting dan perlu saja. Rasanya belum siap saja bebas traveling di tengah pandemi gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang itu pilihan. Tetap lebih baik di rumah aja

      Hapus
  32. Aslinya saya juga udah pengen banget jalan-jalan ke mana hanya sekedar buang penat. Meskipun di daerah kami yang positif hanya tinggal 4 orang, dan grafik ODP, PDP sudah menurun; saya tetep belum berani untuk jalan-jalan.

    Semoga saja yang udah pengen traveling lagi, selalu taat dan patuh untuk menjalani protokol kesehatan di era new normal.

    Akibat pandemi memang luar biasa imbasnya. Banyak banget yang kena PHK 😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu sedih banget kan, ya. Makanya pariwisata pun kembali buka untuk menjalankan perekonomian. Tetapi, tentunya dengan standar protokol kesehatan saat pandemi

      Hapus
  33. Aku belum berani ke mana-mana mbak walau status sudah new normal. Kantor juga nggak berani ngambil resiko, jadi ini masih WFH. Cukup sedih sih belum bisa traveling, nanti pun kalau bener-bener udah bisa traveling tetep sikonnya udah beda pasca pandemi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Masih harus banyak menahan diri untuk gak traveling, ya

      Hapus
  34. i think is be okay, but still keep protokol for healthy and then keep get good nutrition during the travelling. But i wan't do it. maybe still wait all of normal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya menulis ini sebetulnya bertujuan untuk mengingatkan kalau ada yang mau traveling harus patuh dengan protokol kesehatan yang ketat. Meskipun sebaiknya tetap di rumah aja

      Hapus
  35. Udah gatel ingin jalan-jalan naik public transport. Padahal dulu kita sering yaa mbak tapi sekarang hanya memandang dari jauh. hehehe

    BalasHapus
  36. Setelah bertahan #dirumahaja sejak Maret lalu, akhirnya saya dan keluarga kecil jalanjalan juga. Tujuannya cuma ke pantai yang sepi, benarbenar sepi. Perginya juga sore gitu. Bawa bekal sendiri dari rumah, jadi gak ada jajan selama di luar. Gak lupa pakai masker juga. Kecuali pas renang di pantai ya.

    Itu aja sayanya tetap kepikiran, huhuhu. Bagaimanapun lebih aman #dirumahaja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum pernah traveling sejak pandemi. Tetapi, kalaupun suatu saat traveling, saya pun akan memilih tempat yang sepi. Agak ngeri kalau ramai. Meskipun memang amannya di rumah aja untuk saat ini

      Hapus
  37. Masih ngeri sih y mba klo travellingan klo memang urgent mungkin hrs terapkan bener2 protokol kesehatan ya to milih d rumay Aja dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang ngeri, tetapi kalau saya bilang gak boleh traveling mungkin nanti akan jadi perdebatan gak berujung, kan? Karena faktanya sama pemerintah pun sektor pariwisata sudah boleh beroperasi. Apalah saya kalau trus melarang.

      Tetapi, saya pribadi juga belum traveling sama sekali. Karena memang masih merasa aman di rumah aja. KAlaupun tulisan ini dibuat untuk membantu mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat traveling. Bukan berarti bisa bebas kayak dulu

      Hapus
  38. Sebaiknya memang dirumahaja yaa...karena wabah masih ada dan menurut penelitian yang terbaru malah scope penularannya melalui udara, bukan hanya airborne. Sedih yaa...
    Semoga pandemi ini segera berakhir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang udara itu setahu saya bila ventilasinya kurang bagus.

      aamiin

      Hapus
  39. Saya juga sebenarnya udah kangen ingin jalan-jalan lagi. Tapi masih takut juga dengan kondisi sekarang, pandemi belum berakhir. Jadi mending tetap di rumah aja. Kalaupun ingin main, saya lebih milih main di kebun dan empang milik keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enaknya yang masih punya kampung dan empang. Kalau saya udah berasa kayak liburan, tuh hihihi

      Hapus
  40. Kalau untuk wisata belum sih mba cuman emang krn ada terapi jd ya mau ga mau bawa anak2 di rumah dg ttp pake masker

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya apapun itu, mau sekadar ke warung hingga wisata tetap patuh dengan protokol kesehatan

      Hapus
  41. Akubsudah masuk kantor mba dan memang tidak mudah untuk membiasakan diri dwngan new normal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Gak nyaman sebetulnya kondisi sekarang. Tetapi, ini semua usaha biar kita semua sehat dan selamat

      Hapus
  42. Emang pilihan yang tidak mudah untuk berani berwisata atau nggak saat ini.. karena taruhannya gak main2 ya.. Kepatuhan bukan cuma buat kita.. tapi orang lain juga harus patuh sama protokol kesehatannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagusnya memang semuanya kompak kalau mau grafik penyebaran lekas turun

      Hapus
  43. Aku belum berwisata mba selama new normal. Emang belum dibuka dan ada beberapa sudha beroperasi tapi kok belum berani heheheh. Asal sesuai protokol kesehatan aman ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berani atau enggak memang kembali ke pilihan masing-masing. Kalupun berani ya bukan berarti menantang wabah dengan mengabaikan protokol kesehatan

      Hapus
  44. Saya sudah keluar rumah tapi masih sebatas dari rumah ke kantor, belum berani pergi jauh-jauh. Ke kantorpun harus siapkan alat pelindung diri, masker dan kawan-kawannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun cuma ke pasar tradisional aja selama pandemi

      Hapus
    2. Nah, kalo aku sih, Chi, lebih memilih stay at home dulu aja deh. Perpanjang masa stay at home karena peningkatan jumlah kasus positif yang semakin tajam. Ngeri euy! Untuk traveling, sebenarnya akutu udh kangen banget nget nget! Tapi, pendam dulu aja lah, nanti2 aja kalo sudah aman lagi.

      Hapus
    3. Memang lebih baik tetap di rumah, Mbak. Tetapi, kalaupun mau ke luar, termasuk traveling, harus patuh dengan protokol kesehatan

      Hapus
  45. Semangaaatt semuanya. Kalo di Pekalongan sih hijau ya. Meskipun hijau tetep patuh. Aku gak ke luar kota dulu sih. Padahal udah pengen banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semoga jangan sampai berubah warna zonanya, ya. Aamiin

      Hapus
  46. Di tenpatku beberapa mall dan tempat wisata udah dibuka sih, cuman masih agak2 takut mo keluar rumah. Sementara kalo gak darurat banget karena kerjaan aku masih milih di rumah aja nih. Padahal ya aslinya kangen banget pengin Jalan-jalan. Huhu..

    BalasHapus
  47. Boleh sih kak travelling tapi tetap mematuhi protokol kesehatan, tapi aq blm berani travelling jauh2 😂🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama. Saya malah masih di rumah aja kecuali ke pasar hahaha

      Hapus
  48. Masih terlalu beresiko sih kalau menurutku jalan-jalan di musim seperti ini. Mendingan di rumah dulu aja deh. Emang kudu sabar dan memutar otak untuk bikin anak enggak boring di rumah. Tapi lebih baik begitu daripada terkena resiko yang tidak diinginkan ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Apalagi sekarang grafiknya semakin naik. Tetapi, kalaupun ada yang keluar rumah, apapun alasannya tetap harus paruh protokol kesehatan

      Hapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)