Sambil mengenang masa kecil, saya teringat betapa rutinnya orang tua mengajak kami sekeluarga liburan. Family traveling ala orang tua saya sebenarnya tidak terlalu bervariatif dan sering kali berulang ke tempat yang sama. Namun anehnya, momen-momen sederhana itu tetap teringat jelas dan membekas hangat sampai saya dewasa.
Pengalaman indah inilah yang membuat saya bertekad untuk puas-puasin family traveling bersama suami dan anak-anak setelah berkeluarga. Saya ingin anak-anak juga merasakan manfaat dan kebahagiaan yang sama, yaitu bonding dengan keluarga. Bedanya, ada sedikit gaya liburan yang berubah. Dulu, Mamah rajin sekali membuat beraneka masakan enak untuk bekal piknik di tempat wisata. Sementara saya sekarang versi yang lebih praktis yaitu cari resto yang menarik dan kelihatan enak, hehehe! Selain itu, karena suami suka aktivitas alam terbuka, saya dan anak-anak jadi ketularan suka trekking hingga naik gunung, padahal dulu saya tidak pernah sama sekali!
Bicara soal bekal masakan Mamah, ada satu momen piknik yang paling saya ingat sampai sekarang. Waktu itu mobil kami sempat dimasuki maling saat main ke TMII. Beruntung tidak ada barang berharga yang hilang, tapi lucunya... masakan yang Mamah buat malah habis digondol maling! Anehnya lagi, tas tempat menyimpan makanannya tidak dibawa. Sepertinya malingnya santai makan dulu di dalam mobil, hehehe. Dulu saat kejadian memang rasanya sedih dan panik, tapi kalau diingat-ingat lagi sekarang, malah bikin ngikik sendiri.
Manfaat Premium Family Traveling bagi Perkembangan dan Masa Depan Anak
Bagi saya, esensi dari premium family traveling bukan sekadar tentang kemewahan materi atau seberapa mahal fasilitas yang digunakan, melainkan tentang kualitas kenyamanan dan kedalaman momen kebersamaan yang dihadirkan. Ini adalah investasi emosional terbaik untuk anak.
Mengapa pengalaman premium family traveling bisa begitu melekat hingga anak dewasa? Berikut beberapa manfaat luar biasanya:
1. Membentuk Episodic Memory yang Melekat Seumur Hidup
Saat diajak menjelajahi tempat baru, baik itu destinasi alam terbuka maupun tempat wisata favorit, otak anak merekamnya sebagai episodic memory (ingatan episodik). Udara segar pegunungan, tawa saat trekking, hingga cerita kocak masakan yang hilang tersimpan rapat di memori mereka. Walaupun detail kejadiannya mungkin sedikit kabur puluhan tahun kemudian, perasaan dicintai, hangat, dan aman akan terus diingat anak hingga mereka dewasa.2. Mempererat Family Bonding Lewat Pengalaman Berkualitas
Di tengah kesibukan harian, perjalanan keluarga menjadi momen untuk kembali terhubung secara utuh. Ketika mencoba aktivitas baru seperti jalan-jalan di alam atau menikmati kuliner khas daerah bersama, seluruh anggota keluarga berinteraksi secara intens tanpa gangguan gadget atau pekerjaan.3. Melatih Adaptasi dan Kemampuan Problem Solving
Traveling tidak selalu berjalan sempurna. Jalur mendaki yang terjal, cuaca yang mendadak hujan, atau rencana yang meleset justru menjadi sarana belajar terbaik bagi anak. Mereka belajar melihat bagaimana orang tua tetap tenang menghadapi situasi di luar rencana, membentuk karakter yang fleksibel dan tangguh di masa depan.4. Menjadi "Jangkar Emosional" di Masa Dewasa Nanti
Studi psikologi menunjukkan bahwa kenangan manis masa kecil saat liburan bertindak sebagai anchor of happiness (jangkar kebahagiaan). Kelak ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa dan menghadapi tekanan hidup, ingatan tentang momen hangat liburan bersama orang tua dapat memberikan rasa nyaman dan menguatkan emosi mereka.Inspirasi Family Traveling dari Blog Marvelvino
Salah satu artikel di blog Marvelvino tentang panduan jalan-jalan bersama
anak ke Little India Singapura
Selain belajar dari pengalaman pribadi dan masa kecil, mencari referensi
gaya perjalanan dari sesama blogger juga sering memberikan ide-ide segar.
Salah satunya dari blog marvelvino.com, yang kerap membagikan catatan
perjalanan keluarga dengan sudut pandang menarik. Mengintip pengalaman
jalan-jalan keluarga lain selalu sukses memberi inspirasi rute hingga
destinasi baru yang ramah anak untuk dicoba bersama keluarga kecil
saya.
Gaya liburan kita mungkin berbeda dengan orang tua dulu. Ada yang rajin membawa bekal piknik, ada yang hobi menjelajah alam terbuka, atau menjelajah berbagai negara dan banyak kota ala Marvelvino. Apapun pilihannya, mewujudkan premium family traveling yang nyaman dan penuh makna adalah momen berharga yang bisa orangtua berikan untuk anak.
Sebab pada akhirnya, tawa dan senyum anak-anak hari ini adalah kenangan indah yang akan terus mereka bawa sampai dewasa nanti. Yuk, rencanakan petualangan keluarga berikutnya bersama anak!
Gaya liburan kita mungkin berbeda dengan orang tua dulu. Ada yang rajin membawa bekal piknik, ada yang hobi menjelajah alam terbuka, atau menjelajah berbagai negara dan banyak kota ala Marvelvino. Apapun pilihannya, mewujudkan premium family traveling yang nyaman dan penuh makna adalah momen berharga yang bisa orangtua berikan untuk anak.
Sebab pada akhirnya, tawa dan senyum anak-anak hari ini adalah kenangan indah yang akan terus mereka bawa sampai dewasa nanti. Yuk, rencanakan petualangan keluarga berikutnya bersama anak!



32 Comments
Setujuu mbak, traveling sama keluarga itu begitu besar manfaatnya, utamanya yaa bangun bonding. Jadi keinget kami kecil rutin diajak Alm bapak main ke taman bunga, ada kali 2 minggu sekali. Sampe pernah aku kelepas dari pegangan bapak dan nyebrang jalan ngga liat2 kanan kiri dan aku ketabrak becak dong, kkwwk. Sampe rumah bapaki diomelin mamak dan aku ngga sekolah 2 minggu hihii
ReplyDeleteKalau bepergian bersama keluarga, terutama kalau jumlah orangnya banyak, kenyamanan memang sering kali lebih terasa nilainya dibanding sekadar mencari harga paling murah. Pembagian kamar, transportasi, waktu istirahat, sampai kebutuhan tiap anggota keluarga bisa bikin perjalanan lebih mudah kalau semuanya sudah dipersiapkan. Jadi premium family traveling menurutku bukan cuma soal kemewahan, tapi bagaimana semua anggota keluarga bisa menikmati perjalanan tanpa terlalu banyak repot
ReplyDeleteBetul. Perjalanan itu harus bener-bener dinikmati. Makanya harus diperhitungkan banget apalagi kalau bawa anak
DeleteBeneran deh, dulu kalau mau jalan-jalan banyak banget bawaannya. Sekarang saya lebih suka yang simple-simple aja deh.Thanks sudah berbagi ya kak.
ReplyDeleteSaya suka dibilang kayak mau pindahan hahaha. Ya abisnya kalau bawa anak yang masih kecil kayaknya harus ada aja yang dibawa untuk jaga-jaga
Deletesetuju banget, nostalgia family traveling tuh sangat bernilai
ReplyDeletesaya inget, walau keluarga saya gak cukup berada, tapi alm ibunda sering ngajak traveling tipis-tipis
Dan ternyata itu berguna ketika kita dewasa, ingatan-ingatan indah muncul sebagai penyeimbang stres/tekanan yang dihadapi
Meskipun traveling tipis kalau berkesan akan selalu dikenang terus ya. Mbak
Deletemasa kecilku tak banyak melewatkan waktu bermain bersama. tapi di antara yang sedikit itu memang nempel di ingatan. seperti saat bermain di pantai dan berasa mau tenggelam, haha. serem banget dulu. tapi setelahnya malah jadi suka banget sama laut.
ReplyDeleteHihihi memory yang sulit dilupakan dan malah jadinya suka banget ma laut
DeleteManfaatkan momen bareng keluarga sambil piknik istimewa, jadi hal yang ga bisa dilupakan. Keren ini jadi tradisinya ala kak Myra.
ReplyDeleteBerarti itu malingnya sebenarnya karena lapar kak Myr 😁 mungkin kalo beli makanan di dalam TMII atau di luar nanghadong hepeng, jadilah tergetar hatinya melihat menu makanannya. Btw, memang menunya apa kak?#kepo😆
Lontong isi dengan sambal kacang. special buatan mamah saya hehehe
DeleteSaya setuju sih, problem solving sangat penting untuk melatih berpikir secara kritis. Bawa anak2 cocok untuk family traveling ini, dan sekaligus mengenalkan anak dengan berbagai macam konsep di alam terbuka, sehingga bisa jadi mereka akan banyak bertanya, dan tugas seorang dewasa membantu menjelaskannya agar bisa liburan yang edukatif.
ReplyDeletebaca judulnya saja sudah bikin saya senyum. 😊 Family traveling memang punya cerita sendiri ya. Dulu mungkin yang dipikirkan cuma bagaimana caranya bisa jalan-jalan bersama, yang penting anak-anak senang. Tapi semakin bertambah usia, baru terasa bahwa kesempatan untuk bisa bepergian bersama keluarga itu ternyata sesuatu yang sangat berharga.
ReplyDeleteAnak-anak yang dulu selalu ada di sebelah kita, suatu hari akan punya kesibukan dan dunianya sendiri. Maka perjalanan keluarga bukan cuma soal tempat yang didatangi, hotel yang nyaman, atau pengalaman premium yang didapat, tetapi tentang waktu yang sengaja kita sisihkan untuk kembali menjadi “satu keluarga” tanpa terganggu rutinitas masing-masing.
Saya jadi teringat perjalanan-perjalanan bersama keluarga yang mungkin dulu terasa biasa saja. Foto-fotonya sekarang justru menjadi harta kecil yang kalau dilihat lagi bisa membawa kita kembali ke masa itu. Ah, ternyata kenangan memang tidak pernah mengenal istilah murah atau mahal ya.
Nah itu juga salah satu alasan saya kalau mendokumentasikan itu wajib. Bukan untuk diupload di medsos. Tapi, utamanya adalah untuk menyimpan memori
DeleteYa Allah, sempet-sempetnya maling makan bekal huhuhu. Padahal pasti mau di makan bareng di TMII pas momen piknik yaaa.
ReplyDeleteTapi bener sih mbak, momen travelling sama keluarga itu melekat hangat dalam ingatan. Beneran kasih banyak manfaat positif terutama terkait bonding, problem solving. premium family traveling ini lebih ke kenangan yang tercipta dengan sangat mahal, nggak terganti dan akan diingat sepanjang masa.
Bener banget. Family travelling itu nanti akan jadi kenangan di masa depan. Paling seneng kl travelling tuh bareng2 sekeluarga. Bounding ada dan banyak kenangannya.
ReplyDeleteBahas opsi akun atau layanan premium family buat perjalanan liburan emang bikin operasional trip bareng keluarga besar jauh lebih praktis. Poin efisiensi koordinasi dan kemudahan akses di tulisan ini sangat masuk akal.
ReplyDeletePengalaman kemalingannya miris sekaligus lucu ya. Kebayang kalau ada barang berharganya di dalam Mobil, pasti digondol juga.
ReplyDeleteSayang e cuma ada makanan. Ya udah deh, lumayan. Perut kenyang. Daripada nggak ada sama sekali. Hehehe
iya untungnya dompet dan lainnya memang lagi dibawa. Makanya mungkin yang bisa diambil adalah makanan. Cuma kok ya makannya di mobil bukannya dibawa aja pergi hehehe
DeleteSelama ini kalau dengar “premium” yang kebayang memang langsung soal biaya. Padahal ternyata ada manfaat lain yang didapat, terutama dari sisi kenyamanan dan pengalaman selama perjalanan. Kalau liburan bareng keluarga, urusan praktis dan nyaman begini memang jadi pertimbangan penting ya. Jadi pengin coba sekali-kali family trip yang lebih premium, biar bisa menikmati perjalanan tanpa terlalu ribet ini-itu. Trip yang biasa aja cenderung hemat pun mengasyikkan. Yang penting semua menikmati prosesnya, ya happy deh :)
ReplyDeleteLiburan premium memang identik dengan harga mahal. Tapi, jalan bersama keluarga dengan berbagai aktivitas seru juga jadinya menjadi momen premium
DeleteBeruntung pas kecil papa mama sering ajak jalan2 mba.
ReplyDeleteDulu aku jaraaaaaang banget, dan sering envy Ama temen2 yang kalau liburan sekolah pasti deh ceritanya ntah ke jepang, Amerika, paling banter Singapur 😂😂. Sementara aku di rumah aja. Bukan kenapa2, tp papa memang ga suka jalan2. Bagi dia itu buang2 waktu 😔
Makanya ga banyak cerita traveling kami di masa kecil.
Beruntungnya pas nikah, aku dapat suami yang dari bayi justru udah kliling eropa , karena mertua diplomat. Jadi dari suami aku malah bisa ngerasain enaknya traveling. Dan pastinya bawa anak2 untuk melihat dunia. Biar mereka tahu, bahwa ada banyaaak budaya, kota, untuk dilihat dan dipelajari. At least pikiran mereka bisa lebih open.
Nah, aku pun termasuk yang jarang diajak jalan-jalan sama ortu pas masih kicik. Tapi, semenjak udah bisa jalan-jalan malah jadi sering bepergian sendiri atau sama teman-teman. Sesekali ajak Mama, soalnya Bapak emang nggak suka jalan-jalan.
DeleteMakanya pas baca cerita mbak Myra rasanya happy betul. Jalan-jalan dari anaknya masih kecil seseru itu dan banyak manfaatnya juga.
Sebagai anak, saya suka mengenang masa kecil dulu ketika travelling bersama keluarga. Ketika dewasa jadi semakin yakin bahwa travelling untuk anak dan keluarga ini sebuah investasi berharga. Terima kasih tulisannya kak
ReplyDeletecerita masa kecil tentang bekal piknik yang malah dicuri maling itu benar-benar bikin senyum sendiri. Kocak sekaligus gemesin ya kalau dikenang lagi sekarang...... Emang bener sih liburan keluarga itu bukan soal seberapa mewah tempatnya, tapi justru momen kebersamaan dan tawa di sepanjang perjalanan yang bakal jadi kenangan paling manis buat anak sampai mereka besar nanti.
ReplyDeleteSetuju banget, komen kebersamaan keluarga akan dikenang anak2 saat mereka dewasa. Termasuk saat melakukan family traveling seperti ini ya
ReplyDeleteBeruntunglah Mbak, engkau bisa rutin diajak travelling oleh kedua orang tua. Yang kemudian tradisi itu bisa dilanjuksn saat Mbak sendiri telah punya keluarga sendiri. Pasti banyak kenangan manisnya dan makin saling menyayangi. 😍🤩
ReplyDeleteSaya sering mengajak istri dan kedua anak saya untuk staycation di beberapa lokasi yang dekat ke kebun binatang Ragunan, bundaran HI, Waterboom PIK dan masih banyak lagi.
ReplyDeleteUntuk kuliner, kami mengandalkan beli makan di restoran dekat penginapan. Kedua anak saya seneng banget, sampe nagih ngajak menginap lagi.
Memang bener sih, dengan family traveling, bonding time dengan keluarga jadi lebih meningkat. Very nice 👍 sharing...
ide ǰalan-jalan yang menarik, sangat bagus dan penting dilakukan oleh keluarga. Dulu, saya juga sangat terkesan dg liburan/ jalan-jalan ala bapak. sederhana sekali. hanya naik angkot. jalan ke sekitar pasar baru. bisa jadi beli baju lebaran dan susu ultra. bahagia bangets 😂🤩
ReplyDeleteKalau orang tuaku sebenarnya bukan tipe yang sering ngajak anak-anak liburan sih, mbak. Tapi kalau aku sendiri pengen banget bisa ngajak anak liburan ke mana-mana biar mereka lebih banyak mengunjungi tempat baru entah itu di provinsi sendiri ataupun di luar kota. Tapi ya pastinya untuk bisa mengajak anak-anak liburan ini perlu dana yang tidak sedikit ya apalagi di ekonomi sekarang yang apa-apa mahal huhu
ReplyDeleteBeneran aslinya, kenangan pas waktu kecil diajak jalan-jalan sama Bapak jadi membekas dan pada akhirnya membuat saya jadi seorang travel blogger seperti sekarang Mbak Mir.
ReplyDeleteTraveling memang menyenangkan dan kalau buat anak-anak memiliki manfaat positif bagi mereka. Benar kata kakak bahwa traveling itu memberi kenangan dan pengalaman berkesan bagi anak dan akan terbawa ingatann baik ini sepanjang hidupnya.
ReplyDeleteTerima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)