Senang rasanya ketika
TransJakarta
yang kami tumpangi akhirnya sampai di Terminal Kalayang atau yang lebih
dikenal sebagai Skytrain Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan dari Blok M
memakan waktu sekitar 57 menit. Saya dan suami langsung bergegas masuk
ke dalam terminal. Yeay, jujur saya cukup antusias! Dalam bayangan saya,
dari atas kereta melayang ini kami bakal bisa melihat deretan pesawat
yang sedang parkir di
apron. Soal
bentuk keretanya sendiri, mungkin tak jauh beda ya dengan pengalaman
naik LRT atau MRT.
Menuju stasiun Kereta Bandara kalau lurus terus
Lewat eskalator atau lift kalau mau naik kalayang
Begitu masuk ke dalam, sempat agak sedikit bingung. Lurus terus atau
naik eskalator? Sebetulnya ada petunjuknnya. Tapi, kepala saya agak
sedikit pusing karena sedang kurang enak badan. Suami langsung ke toilet
begitu sampai terminal Kalayang. Jadinya saya memutuskan bertanya ke
satpam.
"Silakan langsung naik, Bu. Kalau lurus itu ke stasiun kereta
bandara".
Noted! Kapan-kapan cobain naik kereta bandara, ah!
Salah Turun dari Kalayang, Jadi Semakin Tau Manfaat Naik Skytrain
Saya dan suami langsung naik menggunakan eskalator. Suasana di atas
kurang lebih sama kayak stasiun MRT. Rel kereta ada di kedua sisi yaitu
jalur A dan jalur B. Kata suami, terserah mau jalur mana juga. Pokoknya
yang cepet datang.
Suami: "Nanti kita turun di Terminal 2, Bun."
Saya: "Kenapa di terminal 2? Kan, mau makan siang di Food Park. Itu
adanya di Terminal 3."
Suami: "Sholat Dzuhur dulu."
Silakan baca: Makan Siang Murah Meriah di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Silakan baca: Makan Siang Murah Meriah di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Sebetulnya saya agak bingung dengan jawaban suami yang tentang sholat.
Bukannya di Terminal 3 juga ada mushola? Kenapa juga harus di Terminal
2? Tapi, ya udah lah saya nurut aja.
Terdengar suara pengumuman kalau kereta kalayang menuju terminal 2 dan
3 akan segera datang di jalur B. Ya karena suami bilang naik mana aja
yang paling cepat datang, kami pun bersiap-siap.
Keretanya mirip LRT Jakarta. Interiornya juga cukup mirip, tapi dengan kursi yang lebih sedikit. Jumlah gerbongnya seingat saya hanya 2.
Memang ada beberapa kemiripan, tapi jalannya gak se-smooth LRT Jakarta. Naik Skytrain masih lumayan berasa geradak-geruduknya saat kereta jalan. Untung jarak pendek, ya. Saya rasa kalau jarak jauh, kurang nyaman kereta yang jalannya gujak-gijuk. Ini saya ngebandinginnya sama LRT Jakarta karena belum pernah naik LRT Jabodebek.
Memang ada beberapa kemiripan, tapi jalannya gak se-smooth LRT Jakarta. Naik Skytrain masih lumayan berasa geradak-geruduknya saat kereta jalan. Untung jarak pendek, ya. Saya rasa kalau jarak jauh, kurang nyaman kereta yang jalannya gujak-gijuk. Ini saya ngebandinginnya sama LRT Jakarta karena belum pernah naik LRT Jabodebek.
Ketika kereta Kalayang berjalan, saya melihat pemandangan beberapa
pesawat sedang parkir. Saya langsung bilang ke suami, "Wah berarti paling
asik naik kereta yang jalur B. Bisa lebih dekat lihat pesawatnya".
Perjalanan ke Terminal 2 singkat aja. Tau-tau udah sampai. Kami
langsung turun ke bawah dan keluar stasiun. Suami ngajak saya nanya
lokasi mushola di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.
Saya: "Yah, kenapa sih sholatnya harus di Terminal 2? Kan kita mau
makan siang di Terminal 3? Kenapa gak langsung sholat di sana
aja?"
Suami: "Karena pesawat Nai mendarat di Terminal 2. Siapa tau pesawatnya
udah mendarat. Jadi makannya bareng Nai."
Saya: "Lhaaaa! Pesawat Nai di Terminal 3, Yaaaah!"
Suami: "Masa' sih?"
View dari skytrain jalur A ke arah luar bandara, termasuk lihat
parkiran
Kami pun buka WAG keluarga, lihat lagi info tiket dari Nai.
Saya: "Tuh kan beneeer! Terminal 3!"
Suami: "Ya udah naik kereta lagi aja ke Terminal 3."
Eyaampuuun! Ada-ada aja deh ceritanya hehehe. Kami pun kembali masuk ke Terminal Kalayang.
Gara-gara salah turun, kami jadi semakin tau manfaat skytrain yaitu memudahkan akses antar terminal. Kalau dulu, harus bener-bener mastiin di terminal mana pesawat akan berangkat atau mendarat. Kalau sampai salah, pindahnya tuh ribet. Karena jarak antar terminal agak berjauhan. Bahkan kalau pun Sahabat KeNai bawa kendaraan pribadi pun tetap akan ribet. Karena harus cari parkir lagi yang belum tentu mudah didapat.
Dengan adanya Kalayang, kita tinggal naik kereta. Gak lama. kok. Paling beberapa menit aja. Bener-bener menghemat waktu dan praktis.
Eyaampuuun! Ada-ada aja deh ceritanya hehehe. Kami pun kembali masuk ke Terminal Kalayang.
Gara-gara salah turun, kami jadi semakin tau manfaat skytrain yaitu memudahkan akses antar terminal. Kalau dulu, harus bener-bener mastiin di terminal mana pesawat akan berangkat atau mendarat. Kalau sampai salah, pindahnya tuh ribet. Karena jarak antar terminal agak berjauhan. Bahkan kalau pun Sahabat KeNai bawa kendaraan pribadi pun tetap akan ribet. Karena harus cari parkir lagi yang belum tentu mudah didapat.
Dengan adanya Kalayang, kita tinggal naik kereta. Gak lama. kok. Paling beberapa menit aja. Bener-bener menghemat waktu dan praktis.
Melihat Berbagai Pesawat Lebih Dekat dari Skytrain Jalur B
Salah satu view ketika skytrain melintas di jalur B
Apakah Sahabat KeNai tau kalau di Bandara Kemayoran, Jakarta, ada yang namanya Anjungan Dadah?
Ini tuh balkon terbuka, di mana pengantar bisa dadah-dadah (melambaikan tangan) secara langsung ke kerabat yang akan naik pesawat. Setelah bandara Kemayoran ditutup dan dialihkan ke Cengkareng atau yang kita kenal dengan nama Bandara Soekarno-Hatta, anjungan dadah ini kayaknya udah gak ada lagi.
Bagi saya pribadi, anjungan dadah punya kenangan sendiri. Almarhum kakek pernah menjabat Kepala Cabang di salah satu bank pemerintah. Kalau lagi datang ke Jakarta, saya suka diajak menjemput dan mengantar kakek ke bandara.
Saya yang saat itu masih anak-anak, selalu antusias kalau diajak ke bandara karena bisa dadah-dadah (melambaikan tangan) langsung sampe kakek naik pesawat. Ya, tentu aja makin senang banget bisa sekalian lihat berbagai pesawat dari balkon.
Ini tuh balkon terbuka, di mana pengantar bisa dadah-dadah (melambaikan tangan) secara langsung ke kerabat yang akan naik pesawat. Setelah bandara Kemayoran ditutup dan dialihkan ke Cengkareng atau yang kita kenal dengan nama Bandara Soekarno-Hatta, anjungan dadah ini kayaknya udah gak ada lagi.
Bagi saya pribadi, anjungan dadah punya kenangan sendiri. Almarhum kakek pernah menjabat Kepala Cabang di salah satu bank pemerintah. Kalau lagi datang ke Jakarta, saya suka diajak menjemput dan mengantar kakek ke bandara.
Saya yang saat itu masih anak-anak, selalu antusias kalau diajak ke bandara karena bisa dadah-dadah (melambaikan tangan) langsung sampe kakek naik pesawat. Ya, tentu aja makin senang banget bisa sekalian lihat berbagai pesawat dari balkon.
Suasana sore dari atas kalayang jalur B
Makanya, ketika ada yang bilang ke saya, emang apa bedanya naik dari
jalur A atau B. Kok pake milih-milih? Sama aja rutenya.
Iya betul, untuk rute sama aja. Makanya suami pun bilang terserah dari jalur mana aja yang duluan dateng. Tapi, tetap aja bagi saya bisa melihat pesawat di bandara tuh senangnya kayak bernostalgia dengan masa kecil.
Lagipula, kami jalan santai dan hanya menjemput, tentu gak apa-apa lah pilih-pilih jalur. Gak dikejar waktu juga. Mungkin lain cerita kalau memang mengejar jadwal penerbangan. Meskipun, sekarang tidak ada lagi anjungan dadah, saya tetap yakin kalau diajak melihat pesawat akan menyenangkan, terutama bagi anak-anak.
Saya pernah beberapa kali melihat konten orang tua mengajak anak-anaknya naik kereta kalayang. Tidak untuk bepergian naik pesawat. Tapi, sekadar hiburan naik kereta dan bonusnya bisa lihat pesawat. Gak apa-apa banget, kok. Anak-anak juga biasanya bakal seneng banget.
Iya betul, untuk rute sama aja. Makanya suami pun bilang terserah dari jalur mana aja yang duluan dateng. Tapi, tetap aja bagi saya bisa melihat pesawat di bandara tuh senangnya kayak bernostalgia dengan masa kecil.
Lagipula, kami jalan santai dan hanya menjemput, tentu gak apa-apa lah pilih-pilih jalur. Gak dikejar waktu juga. Mungkin lain cerita kalau memang mengejar jadwal penerbangan. Meskipun, sekarang tidak ada lagi anjungan dadah, saya tetap yakin kalau diajak melihat pesawat akan menyenangkan, terutama bagi anak-anak.
Saya pernah beberapa kali melihat konten orang tua mengajak anak-anaknya naik kereta kalayang. Tidak untuk bepergian naik pesawat. Tapi, sekadar hiburan naik kereta dan bonusnya bisa lihat pesawat. Gak apa-apa banget, kok. Anak-anak juga biasanya bakal seneng banget.
Gratis Naik Skytrain dan Beberapa Fasilitas di Stasiun Kalayang
Ada beberapa fasilitas di stasiun kalayang. Salah satunya toilet yang bersih, Kemudian ada juga charging stasiun. Saya kurang tau apakah banyak yang pakai fasilitas nge-charge ini atau enggak. Karena jarak kedatangan antar kereta tuh gak lama. Paling cuma beberapa menit sekali udah datang. Bisa dilihat dari layar info kedatangannya.
Dahulukan penumpang yang mau bepergian dulu
Suasana stasiun terkadang sepi, terkadang ramai. Menurut saya,
dahulukan yang mau berangkat. Lihat aja dari bawaannya yang cukup banyak
seperti koper, dufle bag, atau ransel besar. Kemungkinan akan bepergian
naik pesawat. Biarkan mereka yang duluan naik karena harus datang tepat
waktu.
Adanya skytrain memang memudahkan mobilitas dari T1 hingga T3. Biayanya
juga gratis, ya. Naik berkali-kali pun boleh. Gak perlu tap-tap kartu juga. Jam operasionalnya mulai
pukul 06.00 s/d 24.00 wib.
Naik Skytrain Bandara Soekarno-Hatta ternyata bukan sekadar urusan
berpindah terminal, tapi juga menyajikan pengalaman visual yang seru dan
berkesan. Menyaksikan si burung besi berlalu-lalang dari ketinggian
membawa kepuasan tersendiri, terutama bagi para pecinta aviasi maupun
Sahabat KeNai yang ingin menikmati sisi lain dari Soetta. Bagi saya
pribadi, tentu seperti nostalgia juga dengan masa kecil. Jadi, kalau
nanti punya waktu senggang saat berada di bandara, jangan ragu untuk
menjajal Kalayang ini. Siapa tahu, Sahabat KeNai justru menemukan spot
plane spotting
favorit baru di sini!
Berangkat dan pulang naik TransBandara. Lain kali cobain naik KA Bandara,
ah!



45 Comments
Indonesia sebenarnya di beberapa hal makin bagus loch. Contohnya ini keren banget kayak di LN.
ReplyDeleteBetul, Mas
DeleteNah bener banget. Kalau mau lihat pesawat parkir atau standby, paling enak naik kalayang atau Skytrain Bandara Soekarno-Hatta dari jalur dua. After lebaran yang lalu, aku sama teman sengaja jalan-jalan ke bandara buat explore setiap sudutnya.
ReplyDeleteDan fasilitas di Skytrain Bandara Soekarno-Hatta, lengkap, ada isi ulang air putih juga.
Mbak Lala dan Mbak Myra kalo bikin tulisan jalan-jalan lengkap dan serasa ikutan
DeleteApalagi untuk ke Bandara Soekarno-Hatta, sebagai orang yang "hidup dalam tempurung" :D, sesuatu banget baca review-nya dan bisa jadi pedoman jika nanti saya harus ke sana
Kalayang ini sungguh membantu deh. Aku pernah turun salah terminal. Gara-gara gak konsen. Jadilah mencoba Kalayang. Bener. Gerakan jalannya cukup kasar jadi terasa betul guncangannya. Untung jaraknya deket-deket ya. Jadi gak sampe merasakan mual hahahaha.
ReplyDeleteAnjungan dadah-dadah tuh dulu ada loh di Terminal 1 Soetta. Saat masih ada satu terminal aja di sana. Aku tahu karena dulu alm. Ayahku station manager pertama untuk Terminal 1 Soetta. Beberapa kali ngikut main ke bandara pas ada keperluan mendadak. Seru memang. Sering banget rame sama publik yang pengen ngeliat pesawat datang dan pergi. Kalau mau dadah-dadah suka gak keliatan sama penumpang yang diantar. Karena jaraknya lumayan jauh.
Ternyata pernah ada ya di Terminal 1. Sayang ya sekarang udah gak ada. Tapi, katanya tetap ada spot bisa lihat pesawat lebih dekat di T1. Cuma ya gak seterbuka anjungan dadah.
DeleteMemang membantu banget deh kalayang. Dulu kalau ke Soetta harus pastiin banget gak salah parkir. Karena jarak antar terminal lumayan jauh. Sekarang kalau sampai salah parkir pun tinggal naik kalayang hehe
so sweet banget bacanya
ReplyDeleteberpetualang dengan pasangan hidup emang sesuatu banget ya?
Ada perbedaan pendapat, bahkan sampai naik kereta lagi
dan tanpa sadar sudah memberi keteladanan bagi anak-anak
bahwa beda pendapat tuh gapapa banget
Sayang energinya, Mbak. Udah lapar juga. Jadi jangan diberantemin hihihi
Deletebaru tahu soal anjungan dadah. naik kereta karalayang buat liat pesawat lebih dekat itu cuma berasa kalau kita di belakang masinisnya, bukan? seingetku pas naik ini bolak-balik ya pemandangannya kayak naik komuter aja cuma lokasinya di ketinggian
ReplyDeleteBahkan dari jalur A juga sebetulnya bisa karena kan memang sebelahan ma jalur B. Tapi memang pandangan dari jalur B lebih dekat. Tapi, gak harus di belakang masinis juga posisinya.
DeleteWah, jadi dapat ide nih setelah baca artikelnya. Anak bungsu saya pecinta aviasi dan secara berkala suka hunting foto bersama teman-teman sehobi di salah satu kafe dekat Bandara Soetta yang memang menjadi spot favorit para pecinta fotografi aviasi untuk plane spotting. Selama ini kalau ke atau dari bandara kami selalu naik kendaraan pribadi atau taksi, jadi belum pernah mencoba Skytrain. Sepertinya menarik kalau sesekali saya ajak dia naik Skytrain supaya bisa menikmati suasana bandara dari sisi yang berbeda. Buat anak yang suka pesawat, mungkin perjalanan dengan Skytrain-nya sendiri sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan. Terima kasih tipsnya, Mbak, jadi punya ide aktivitas baru bareng si bungsu.
ReplyDeleteIya biasanya pas lagi liburan sekolah suka ada yang ajak anak-anak jalan-jalan ke Bandara meskipun gak naik pesawat.
DeleteSuaminya nggak recheck informasi dari anaknya ya, Kak. Tapi, jadi bisa eksplore terminal 2 juga.
ReplyDeleteAnjungan Dadah, tempat bisa dadah-dadah. Lucu. Aku jadi ingat baca sebuah novel tentang perjalanan haji saat satu-satunya transportasi masih naik kapal.
Ada dua bocah lucu yang ikut orang tuanya berhaji. Setiiap pelabuhan, mereka selalu dadah-dadah. Padahal nggak kenal. Kata mereka, nggak ada aturan cuma boleh dadah sama yang dikenal. Hahaha....
Untungnya ada skytrain bikin jarak antar terminal jadi makin dekat hehehe
DeleteAku juga pernah mbak, salah turun terminal gara-gara salah ingat terminal pesawat. Tapi zamanku dulu belum ada skytrain. Kalau mbak untung bisa naik Skytrain lagi, jadi sekalian dapat bonus muter-muter dan lihat pesawat dari jalur B. Anjungan Dadah ini juga viral nih kalo gak salah di IG.
ReplyDeleteIya kangen juga sama anjungan dadah hehehe
DeleteSeru banget baca pengalaman naik Skytrain ini, apalagi ternyata salah turun terminal malah jadi dapat bonus pengalaman lihat pesawat dari jalur B. Aku juga baru ngeh kalau Skytrain bisa dimanfaatkan bukan cuma untuk pindah terminal, tapi sekalian plane spotting. Dan cerita tentang “anjungan dadah” di bagian akhir bikin artikelnya terasa personal banget.
ReplyDeleteNah, kalau kapan2 aku mau coba naik Kalayang, baca tips naik Skytrain Bandara Soekarno-Hatta tulisan mbak Myra aja, udah komplit😄 Info dari rute, stasiun pemberhentian, sampai cara naiknya membantu banget terutama kalau lagi buru-buru pindah terminal. Malah jadi seru ya dari terminal 2 ke terminal 3, dan nikmatin pemandangan pesawat lebih dekat. Jadi pengin coba naik Skytrain juga ah sama Rafa. Penasaran sama Anjungan Dadah2 hehehe.....
ReplyDeleteSaya baru tahu kalau Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta ternyata bisa jadi solusi praktis untuk berpindah terminal tanpa harus repot mencari kendaraan lagi. Penjelasan tentang rute dan cara naiknya sangat membantu, terutama buat penumpang yang baru pertama kali menggunakan Skytrain. Ternyata sebelum berangkat memang perlu tahu dulu terminal dan stasiun mana yang harus dituju supaya nggak malah bingung di bandara. Artikel seperti ini berguna banget buat yang ingin perjalanan di Soetta lebih efisien
ReplyDeleteBetul banget skytrain ini membantu mobilitas dari terminal satu ke terminal dua ataupun tiga. Dan emang baiknya kita tahu juga posisi keberangkatan dari terminal mana. Tak kalah penting harus sediakan waktu tiba lebih awal supaya makin tenang dan nggak tergesa-gesa. Perjalanan dari bandara pastinya bakalan bawa kita ke perjalanan menarik lainnya. Seneng emang diem di bandara pun, ngeliat pesawat terbang dari dekat, semoga aja aku bisa sering bepergian ke LN pake pesawat hehehe.
DeleteMbak kalau naik sky train ini berapa ya biayanya? Keren banget ya bandara soeta sekarang ada sky train jadi kalau mau berpindah terminal nggak ribet nyari bus atau mobil lagi deh. Soalnya dulu pernah tuh aku sama adikku pulang ke banjarmasin kan beda pesawat dan beda terminal, nah setelah kami tiba di terminal 3 aku nyariin taksi lagi buat ngantar adik ke terminal lain dan itu bayarnya lumayan padahal nggak jauh-jauh amat kalau naik mobil
ReplyDeleteGratis, Mbak. Tinggal naik aja. Gak perlu tap kartu atau apapun.
DeleteCerita salah turun di Terminal 2 malah jadi pengalaman yang berguna banget karena akhirnya bisa tahu langsung cara kerja Skytrain antar-terminal. Bagian memilih jalur yang keretanya datang lebih cepat, melihat pesawat dari jalur B, sampai harus balik lagi ke Terminal 3 gara-gara salah membaca terminalnya lucu juga, hehe. Justru pengalaman seperti ini yang bikin tipsnya terasa nyata karena jadi tahu apa yang harus diperhatikan saat pertama kali menggunakan Kalayang
ReplyDeleteUrusan moda transportasi publik dan panduan naik Skytrain gratis di Bandara Soekarno-Hatta ini bener-bener topik navigasi lapangan yang selalu sukses bikin jiwa jalan-jalan saya mendadak pengin menggendong keril
ReplyDeleteSaya yang belum pernah naik transjakarta, LRT, MRT dan lainnya, cuma merasa hookeun teh lihat kemajuan transportasi Jakarta. Rasanya seperti nonton film-film masa depan. Bandung belum nyampe ke sana. Tapi saya serasa diajak jalan-jalan....
ReplyDeleteMenarik nih bisa ke skytrain. Btw belom pernah diriku kesana, hehhew. Bakalan kesana sih diriku nanti. Mau cobain...
ReplyDeleteAku suka senyum- senyum kalau ada anak tetangga liat pesawat pada da da da da ,dalam hati jiah mirip sama zaman saya kecil terus pada teriak " minta uang" eh eh...apalagi bisa liat pesawat langsung gini ya, pasti jadi pengalaman yang mengasyikan. Jadi kak dari arah manapun kita datang buat liat pesawat dengan transportasi skytrains , ok aja ya ?
ReplyDeleteKalo baca pengalaman ini rasanya ngga bosan-bosan deh, serasa pergi bareng gitu. Keren banget ya kemajuan transportasi seputar Jakarta
ReplyDeleteJadi penasaran pengen coba skytrain Bandara Soekarno Hatta. Makasih Mba sudah kasih pengalaman objektif, jadi kalau nanti suatu saat coba, aku udah antisipasi dengan jalur geradak-geruduknya. Hehehe.
ReplyDeleteSebenernya bisa dicoba meski nggak naik pesawat cuma cek waktu bandara lagi nggak penuh atau ramai aja. Aku pernah iseng gitu, naik Tije ke bandara Soekarno-Hatta kemudian naik kalayang dan kulineran. Nggak lama kemudian, beneran ada pemberangkatan pakai pesawat, macem kayak manifestasi dulu kali ya. Emang seru sih eksplor bandara, apalagi kalau perpindahan dari T1 ke T3 paling bener pake kalayang atau skytrain.
DeleteEmang paling ngeselin ya kalau salah turun terminal, tapi untung jadi tahu ya kalau Skytrain ini beneran ngebantu banget buat pindah-pindah tempat tanpa ribet.
ReplyDeleteNostalgia masa kecil pas lihat pesawat dari atas kereta juga dapet banget rasanya. Kapan-kapan jadi pengen ikutan nyobain naik Kalayang gratis sambil lihat burung besi mendarat. Bikin senyum-senyum sendiri bacanya karena kayak ngobrol langsung sama teman
Seru banget ini, Mbak. Piknik dalam kota yang menyenanhkan. Bisa lihatin pesawat. BTW kalau aku naik KRL Jogja ke Solo atau sebaliknya pasti singgah di St Maguwo, ini bandara lama, tapi yaaa gak kelihatan pesawatnya kayak gitu.
ReplyDeleteTernyata sekarang sudah semakin terintegrasi yaa moda transportasi yang menuju Soetta. Jadi lebih nyaman dan banyak pilihan kalau mau ke sana pakai transportasi umum. Terima kasih sharingnya kak
ReplyDeleteWaah saya jadi kepengen naik Skytrain Bandara Soekarno-Hatta. Sepanjang jalur kereta pemandangannya ajiib banget,,,seneng soalnya saya tuh kalau melihat pesawat apalagi dari dekat. Kalau sama anak² yang masih kecil mereka pasti suka
ReplyDeleteCatatan yang bermanfaat banget. Jujur, bandara terdekat dari rumah itu 3-4 jam perjalanan. Dan selalu excited lihatin pesawat di bandara. Apalagi kalau sampai ada kesempatan mampir ke Bandara Soeta yang jadi jantung negara. Huaaa seru banget.
ReplyDeleteMembantu banget ada kalayang ini mbaa... aku suka naik buat sekadar keliling antar terminal heheh. Kalau dulu tuh harus nunggu shuttle bus, gratis juga sih, tapi pemandangan dari kalayang lebih asik karena bisa lihat pesawat parkir.
ReplyDeleteNyaman banget lihatnya, family friendly. Setuju banget buat para orang tua yang ingin ajak anak2nya bersenang-senang murmer bisa coba semua fasilitas ini seperti kata Myra di tulisan ini. Asli keren sampai berdecak kagum aku
ReplyDeleteaku pikir skytrain itu keretanya ngegantung gitu kaya di eropa ternyata bukan ya, hehehe. tapi seru bisa lihat pesawat se-dekat itu, kalau anak anak ikut pasti suka. sayang belum pernah ke bandara-soekarnohatta, hihihi. semoga ada rezeki bisa traveling pakai pesawat, saya pasti pengeng naik skytrain ini.
ReplyDeleteTips seperti ini berguna banget buat yang sering menggunakan Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta. Apalagi bagi penumpang yang baru pertama kali menggunakannya, informasi soal alur, terminal, dan cara naiknya tentu bisa bikin perjalanan lebih tenang. Jadi nggak perlu panik sambil dorong koper.
ReplyDeleteTiap kali ke/dari bandara ada aja pikiran mau naik kalayang ah sekali-sekali, tapi selalu gagal karena bawaan lumayan banyak. Makasih sudah menjabarkan sampai sedetail ini, Kak, jaid lebih kebayang. Kapan-kapan bisa dicoba nih sama keluarga yang buat jalan-jalan aja gitu, sengaja buat "piknik".
ReplyDeleteWalau ada "drama kesalahpahaman" soal Nai turun di terminal mana, tapi ini cerita sangat bermakna sekali. Terakhir kayaknya aku beginian pake bus, next mau nyoba juga pindah terminal naik skytrain. Tentunya kalau pas mudik ke Sumatera.
ReplyDeleteUdah lama pengen bgt ajak anak-anak jalan-jalan ke Bandara naik transum pasti seru bgt, dapat experience dan abis itu bisa explore jajanan di Bandara , semoga bisa seru2an kaya mba mira
ReplyDeleteKalau ngajak anak-anak pastinya senang banget mereka naik sky train ini. bisa bolak-balik kayaknya mereka naik kereta buat lihat pesawat. hehehe
ReplyDeletePernah naik skytrain pas dari kegiatan di Jakarta dan mau balik ke Lombok pada Mei 2024 lalu. Tapi gak ngeh kalau ada rute/pilihan skytrain tertentu yang bisa dekat/lihat pemandangan banyak pesawat gini. Pas saya waktu itu kayaknya pemandangannya jalanan sama bangunan bagian airport aja deh. Jadi pengen juga kapan-kapan pilih yang bisa lihat pesawat
ReplyDeleteApakabar aku yang udah lama banget gak mampir ke Bandara Soetta yaa hehehe. Terakhir tahun 2020 sebelum covid bisa menikmati Sky Train ini, berarti sudah hampir 6 tahun belum sempat maen lagi kesana hehehe.
ReplyDeleteTerima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)