Pengalaman Terbang Dengan KLM Royal Dutch Airlines - Ketika berangkat ke Malaysia, papah terus mewanti-wanti supaya kami berangkat barengan. Makanya, saya ikut aja ketika adik sudah booking beberapa tiket pesawat AirAsia. Kami tinggal booking tiket untuk penerbangan yang sama.

pengalaman terbang dengan klm royal dutch airlines


Adik saya langsung booking tiket pesawat pulang jaga. Masih menggunakan maskapai yang sama dengan keberangkatan. Sedangkan saya masih santai kalau untuk urusan kepulangan. Tetap pulangnya barengan, tetapi masih pilih-pilih maskapai.

Seneng banget begitu tau KLM menawarkan tiket promo. Harganya beda tipis banget sama Air Asia. Tetapi, bedanya kalau KLM Royal Dutch Airlines ini ful service. Wooohoooo! *Langsung gugulingan 😂

"Yaaa ... Teteh kok gak bilang ke Papah kalau ada KLM. Papah kan juga mau."

Ups! Saya jadi agak gak enak juga sebetulnya. Tetapi, ya gak bermaksud untuk gak ngajak papah juga. Hanya saja papah dan rombongan lainnya udah langsung beli tiket untuk berangkat dan pulang sekaligus. Saya sekeluarga dan orang tua sepupu saya yang pulang menggunakan KLM.


Back to Content ⇧


Kejadian Bagasi di KLIA


pengalaman naik klm

Suasana di KLIA sangat berbeda dengan KLIA2. Di sini suasana terminalnya sepi. Gak seperti KLIA2 yang sangat ramai.

Di KLIA2 banyak yang bisa dilihat. Restonya banyak dan juga bisa berbelanja. Kalau di KLIA pilihannya sedikit. Jadi menunggu di sana memang lumayan bikin bosan. Pantesan aja supir Grab yang mengantar kami menyarankan untuk ngemall dulu di dekat bandara. Alasannya supaya gak bosan hahaha.

Kami pun gak perlu menunggu lama untuk antre check in. Ada satu kejadian persis di sebelah kami di mana ada 1 rombongan yang agak bermasalah dengan bagasinya. Mungkin sudah banyak Sahabat KeNai yang sudah tau tentang peraturan bagasi ini. Tetapi, gak ada salahnya saya kasih tau juga di sini. Karena kenyataannya kami sampai 3x melihat sendiri ada penumpang yang bermasalah karena tidak tau peraturan bagasi.


peraturan bagasi klm

Screenshot di atas, saya ambil dari website KLM Royal Dutch Airlines tentang aturan bagasi. Saya bahas sedikit tentang bagasi check in, ya. Kalau lihat aturan pertama kan tertulis "1 buah bagasi check-in*: P + L + T maks. 158 cm (62 inci) dan maks. 23 kg (50 lbs)." Tetapi, yang sepertinya seringkali terjadi adalah para penumpang hanya membaca aturan maksimum beratnya aja. Akhirnya berkesimpulan kalau penumpang boleh memasukkan sebanyak apapun barang, asalkan gak lebih dari batas maksimum yang ditentukan.

Padahal itu kesimpulan yang gak tepat. Kita harus membaca utuh peraturannya. Di kalimat itu kan tertulis 1 buah bagasi check-in. Artinya, setiap penumpang hanya dibolehkan memasukkan 1 bagasi aja. Dan gak boleh lebih dari batas batas maksimum atau volume yang sudah ditentukan.

Saya gak tau apakah semua maskapai seperti ini. Tetapi, yang pasti AirAsia dan KLM aturannya seperti itu. Pertama kali kami melihat kejadian ini saat chek in di counter AirAsia waktu mau berangkat ke Malaysia. Untungnya hanya 2 koper yang akan dimasukkan ke bagasi. Jadi diminta pilih salah satu. Satunya lagi masih bisa masuk kabin.

Kejadian kedua yang terlihat agak merepotkan. Penumpangnya membawa kardus dalam jumlah yang lumayan banyak. Meskipun beratnya tidak melebihi batas maksimum, tentu aja tetap hanya dibolehkan masuk 1 dus saja. Pilihannya semua dus itu harus dibungkus jadi 1 atau terpaksa rela meninggalkan beberapa dus di bandara.

Karena kejadiannya persis di sebelah kami, saya sempat mendengarkan diskusi yang cukup lama. Para penumpang ini berusaha minta diberi kelonggaran. Membungkus semua dus tentunya memerlukan biaya tambahan. Tetapi, peraturan ya tetap peraturan. Petugasnya tetap tegas tidak membolehkan semua dus masuk kecuali dijadikan satu.

Kejadian ketiga saat kami sedang antre menunggu bagasi di Soekarno Hatta. Saya sempat mendengar obrolan penumpang yang berdiri persis di depan saya. Rupanya mereka juga pernah mengalami hal sama. Makanya supaya gak kejadian lagi, mereka memilih bawa koper yang berukuran besar. Saat berangkat koper tersebut lumayan kosong. Pulangnya baru deh diisi oleh-oleh.


Back to Content ⇧


Food Garden KLIA


food garden klia

Setelah urusan check-in selesai, kami pun lanjut makan siang. Hadi, suami sepupu saya, mengajak makan siang di Food Garden. Ini tuh food court yang ada di KLIA. Banyak pilihan makanan dan minuman di sana. Harganya juga termasuk murah meriah.

mie goreng food garden klia
Mi Goreng pesanan Nai
nasi ayam hainan food garden klia
Nasi Ayam Hainan pesanan saya


Kalau kata Hadi, biasanya banyak awak pesawat makan di kantin Food Garden. Iya juga, sih. Beberapa awak pesawat dan karyawan bandara terlihat keluar masuk untuk makan siang.

nasi lemak food garden klia
Nasi Lemak pesanan Keke
menu di food garden klia
Lupa nama makanan ini. Tetapi, makanan pilihan suami saya paling komplit citarasanya


Saya lupa berapa aja harga makanan di sana. Tetapi, memang termasuk murah. Nama makanannya pun saya agak lupa-lupa ingat. Hanya ingat banget Keke bilang kalau makanan yang dia pesan rasanya mirip kayak nasi uduk McDonald's.

[Silakan baca: Table Service di McDonald's Bukit Bintang Malaysia]


Back to Content ⇧


Rasanya Naik KLM Royal Dutch Airlines


ruang tunggu bandara klia malaysia

Usai makan, kami pun pamitan dengan sepupu dan suaminya. Menuju boarding room, kami harus naik kereta. Antrean panjang dan lama terjadi saat masuk boarding room. Ternyata pesawatnya delayed sekitar 1 jam.

bandara klia malaysia
boarding room klia malaysia

Agak sedikit drama karena saya dan Nai kebelet pipis. Udah coba ditahan, tapi gak sanggup juga. Mana toiletnya jauh aja dari boarding room. Membuat kami harus berlari. Sampai toilet pun antreannya panjang.

Balik ke boarding room, kami juga harus antre panjang dan lama lagi. Deg-degan juga karena khawatir ditinggal hahaha.

Kami duduk terpisah-pisah. Saya dan anak-anak duduk di area tengah. Om dan tante agak ke belakang. Suami saya lebih di belakang. Mungkin karena kami beli tiketnya juga gak barengan, makanya terpisah-pisah.

Tante saya sempat cemas begitu tau kami duduk terpisah. Alasannya karena om dan tante gak ngerti bahasa Inggris. Mana air crew semuanya kan orang bule. Waktu berangkat, mereka naik Malaysia Airlines. Full service juga, tapi awak pesawatnya kan masih bisa ngerti bahasa Indonesia.


rasanya terbang dengan klm royal dutch airlines

Setelah pesawat take off, suami sempat nyamperin buat ngasih tau cara chattingan selama di pesawat. Jadi kalau ada apa-apa bisa minta tolong ke kami. Tapi, cuma sekali doang ngobrol ma om dan tante. Abis itu mereka lupa lagi caranya. Katanya pada gaptek. Jadi om dan tante cekikikan berdua aja karena kebingungan hehehe.

hiburan di pesawat klm

Pesawatnya nyaman banget. Duduknya juga gak sempit-sempitan. Lutut Keke gak mentok ke bangku depan. Selama di pesawat, kami bisa menonton berbagai film atau mendengarkan musik. Keke malah lebih suka lihat posisi pesawat sudah sampai mana.

Karena penerbangan sore, semua penumpang hanya dikasih snack yaitu Chicken Burritos. Biasanya saya suka Chicken Burritos. Tetapi, sayang banget snack yang ini tuh dikasih bumbu kari yang lumayan kuat.

Agak heran juga. Waktu naik AirAsia, saya pesan lasagna juga rasa karinya kuat banget. Apa segala makanan di pesawat yang dari atau menuju Malaysia dikasih bumbu kari?

[Silakan baca: Pengalaman Terbang bersama AirAsia]


hot snack klm

Saya dan anak-anak langsung ketawa. Terutama ngetawain saya. Selama di Malaysia, kami menghindari kari. Tetapi, di pesawat ketemu makanannya yang pakai kari terus hehehe.

Kekurangan dari perjalanan kami bersama KLM adalah waktu tempuhnya terlalu singkat untuk penerbangan yang nyaman hihihi. Anak-anak sampai minta jalan-jalan lagi. Tapi, lain kali pakai pesawat yang senyaman ini hihihi

Setelah keluar pesawat, kami sempat menunggu om dan tante di ujung garbarata. Tetapi, sampai suasana sepi, mereka gak juga kelihatan. Saya pun menelpon tante. Rupanya mereka berdua malah lagi menunggu di tempat pengambilan bagasi. Katanya, khawatir ditinggal oleh kami. Makanya buru-buru keluar hihihi.


naik pesawat klm ke indonesia dari malaysia

Usai sudah perjalanan kami selama 5 hari 4 malam di Kuala Lumpur, Malaysia. Alhamdulillah menyenangkan. Meskipun masih ada rasa belum puas. Masih ada beberapa tempat yang ingin kami kunjungi. Semoga lain kali bisa kembali ke sana. Aamiin Allahumma aamiin.

Back to Content ⇧