Belanja Baju Bekas di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat

Saya sempat gak menyangka ketika suatu hari Nai meminta diajakin belanja baju bekas di Pasar Senen. Nai tuh paling jarang minta dibeliin baju. Jangankan baju bekas, diajakin ngemall aja susah banget. Beli online juga jarang.

belanja baju bekas di pasar senen blok iii jakarta pusat

Belanja Baju Bekas di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat


Nai lebih suka pakai kaos oblong. Apalagi kalau yang ada gambar Spiderman. Dia memang penggemar superhero ini.

Selain kaos oblong, Nai suka pakaian yang bergaya vintage. Tapi, paling sebatas kemeja. Makanya waktu kakeknya wafat, kemeja peninggalan almarhum sekarang banyak dipakai sama Nai.


Pasar Senen Itu Macet, Ruwet, dan Banyak Copet



Setiap kali mengingat Pasar Senen, saya langsung membayangkan kemacetan, keruwetan, dan banyak copet. Makanya, gak langsung mengiyakan permintaan Nai.

Saya udah tau sejak lama kalau di Pasar Senen itu tempatnya penjual baju bekas. Mamah yang suka belanja di sana kalau lagi nemenin papah ngebenerin mobil di bengkel langganan. Tetapi, biasanya yang mamah beli itu karpet, bed cover, atau aksesoris rumah lainnya. Kondisinya masih pada bagus meskipun bekas. Dan model yang mamah beli banyak yang vintage.

Saya pun googling lagi untuk memastikan lokasinya. Ternyata, di sana ada beberapa lokasi penjualan baju bekas. Tetapi, yang paling bagus ada di Pasar Senen Blok III.

Kami bertiga, minus Keke, memilih naik TransJakarta. Males banget ke Pasar Senen naik kendaraan pribadi atau taksi. Udah kebayang deh kemacetan sepanjang jalan Salemba hingga Pasar Senen. Makanya kami memilih naik TransJakarta.

"Bu! Tasnya dikedepanin!"

Tiba-tiba, ada seorang ibu mepetin dari sebelah kiri dan meminta saya untuk memindahkan tas ransel ke depan. Setelah saya pindahkan, ibu itu cerita kalau tadi ada seorang pemuda yang berusaha mendekati saya seperti ingin mencopet. Tetapi, karena ibu tersebut memanggil saya, maka pencopetnya langsung ngacir.

Saya segera memeriksa tas. Alhamdulillah isinya aman. Begitupun dengan kondisi tas. Tidak ada bekas siletan yang katanya suka menjadi salah satu cara untuk mencopet.

"Lain kali hati-hati ya, Bu!"

Ibu tersebut bergegas pergi setelah saya memeriksa isi tas. Saya sampai lupa menanyakan namanya karena merasa deg-degan.

Padahal ya sejak naik TransJakarta hingga turun dari bis dan menyebrang, tas selalu saya taro di depan. Tetapi, karena pegal, maka saya pindahin sejenak ke belakang. Saya sempat mikir kalau di samping kan ada suami. Jadi kayaknya gak mungkin deh ada yang berani nyopet.

Tetapi, rupanya pencopet memang banyak yang nekat. Kayaknya belum sampai 5 menit deh tas saya pindahin ke belakang, kemudian ada seorang ibu yang memperingati saya.

Alhamdulillah, terima kasih banyak sudah mengingatkan saya untuk berhati-hati. Semoga di manapun ibu tersebut berada sekarang tetap diberi kesehatan, keselamatan, dan banyak rezeki. Aamiin.


Nyamannya Belanja Baju Bekas di Pasar Senen Blok III


kenyamanan belanja di pasar senen blok 3

Zaman masih kuliah, saya suka beli baju bekas di Bandung. Lokasinya Cibadak dan banya yang bilang Cimol alias Cibadak Mol (mall). Meskipun ada kata 'mol' ya bukan berarti tempatnya di gedung pertokoan. Tetapi, ini di emperan ruko-ruko.

Biasanya saya ke sana bareng pacar (sekarang udah jadi suami hehehe). Dengan uang jajan anak kuliahan aja, beli baju di sini udah  bisa dapat beberapa potong baju dan celana hehehe.

Tetapi, Pasar Senen Blok III ini justru sebaliknya. Meskipun namanya pasar, tetapi belanja di sini nyaman banget. Berada di dalam gedung yang ber-ac dengan kios-kios tertata rapi.

Kios-kios baju bekas ada di lantai 2. Cara pedagang menjajakan dagangan dan merayu pembeli supaya belanja di tempatnya banyak yang lucu-lucu. Jadi gak sekadar bilang, "Cari apa, Kakak? Yuk mampir dulu." Beberapa waktu lalu juga sempat viral tentang celotehan ala pedagang Pasar Senen. Memang banyak yang kocak. Saya yang belanja juga jadi terhibur.

Harga yang ditawarkan bervariasi. Rata-rata berkisar antara IDR5K s/d IDR25K. Jaket aja yang agak mahalan. Tetapi, tetap banyak yang di bawah IDR100K untuk jaket.

Tidak hanya pakaian. Di lantai yang sama juga ada yang jual syal, bed cover, bahkan pakaian dalam. Hmmm ... kalau untuk pakaian, syal, atau lainnya saya masih mau deh beli preloved. Tetapi, kalau untuk celana dalam dan bra enggak mau banget meskipun nantinya bakal dicuci bersih.


Tips 'Thrifting' di Pasar Senen Blok III


tips thrifting bagi pemula
Salah satu baju yang saya langsung suka banget. Sayangnya kesempitan ma saya. Kalau muat udah langsung bungkuuuss hehehehe

Belanja pakaian di pasar baju bekas atau garage sale rupanya sedang trend di kalangan anak muda. Saya juga baru tau dari Keke dan Nai. Anak-anak sekarang menyebutnya thrifting. Bagi mereka berburu baju bekas itu seru karena bisa dapat fashion yang bagus-bagus bahkan unik dengan harga murah.

Di Pasar Senen Blok III juga banyak anak muda yang belanja. Baju maupun celana yang dijual juga banyak yang lucu. Sayangnya kebanyakan ukuran kecil. Ya seukuran Nai gitu. Padahal sekarang saya udah jauh lebih langsing. Tetapi, tetap aja banyak yang gak muat. Bagus juga sih karena jadinya menahan saya untuk gak kalap. Nanti bingung juga pulangnya gimana kalau belanjanya kebanyakan hehehe.

Bagi Sahabat KeNai yang baru mau belanja baju bekas, khususnya di Pasar Senen Blok III, sebaiknya tau dulu tipsnya.


Keliling Toko Dulu

tips belanja baju bekas bagi pemula

Begitu sampai di lokasi, keliling-keliling dulu. Cek-cek harga meskipun rata-rata kasih harga yang sama. Tetapi, ya gak ada salahnya keliling dulu. Di sini biasanya setiap kios menjual 1 macam jenis pakaian atau celana, misalnya ada yang khusus jual jaket, kemeja, celana, atau lainnya. Ada sih yang menjual macam-macam, tetapi agak jarang.


Langsung Beli

Meskipun sebaiknya keliling dulu, tetapi kalau ketemu 1 barang yang udah disuka banget dan cocok harga maupun ukuran mending langsung dibeli. Karena kalau ditunda, belum tentu begitu Sahabat KeNai balik ke toko tersebut barangnya masih ada. Bisa jadi udah dibeli sama yang lain. Ya namanya juga baju bekas. Jarang banget ada barang yang sama lebih dari 1 item.


Wajib Cek dengan Teliti

tips belanja baju bekas di pasar senen blok 3
Baju-baju dan celana yang ditumpuk di wagon harganya paling murah, banyak yang cacat. Harus benar-benar teliti memilihnya.

Gak semua barang yang dijual di sini dalam kondisi bagus. Apalagi yang diletakkan di wagon. Banyak aja yang kondisinya cacat, misalnya bolong, robek, bernoda, atau lainnya.

Kalau yang di wagon begini biasanya harganya murah banget. Saya pernah dapat kaos lengan panjang untuk olahraga dengan kondisi bagus seharga IDR5K. Langsung kesenengan banget.


Luangkan Waktu

Belanja di pasar baju bekas jangan terburu-buru. Mending luangkan waktu. Kalau perlu dari pagi sampai sore. Asik kok berburu baju bekas di sini.


Berpakaian yang Nyaman

Kalau belanja di sini, enaknya pakai pakaian yang kasual. Alas kakinya juga pakai sandal atau sepatu kets aja. Pokoknya kalau bisa jangan berlebihan, deh. Kita bakal ngubek-ngubek barang bekas di sini.


Langsung Dicuci

Begitu sampai rumah, semua pakaian dan celana yang dibeli Chi cuci sampai benar-benar bersih. Kalau dapat baju yang kondisinya masih bagus, trus kita cuci bersih, gak kelihatan kok kita pakai baju bekas atau baru. Kecuali kalau ada yang nanya, "ini baju bekas atau baru?". Kalau sampai ada yang nanya gitu, maka jawab aja, "kepo banget!" wkwkwkkw.


Pasar Senen Blok III Tidak Hanya Menjual Baju Bekas


Pasar Senen pernah mengalami beberapa kali kebakaran. Di Blok III pernah terjadi kebakaran hebat pada April 2014 dan Januari 2017. Kemudian pada bulan Desember 2017, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan kembali Pasar Senen Blok III.

belanja di pasar senen blok 3

Di sini gak hanya menjual baju bekas. Pasar tradisionalnya juga ada di basement. Kemudian kalau Sahabat KeNai cari seragam security dan perlengkapannya juga ada di lantai 1.

kue subuh di pasar senen

Kue Subuh Pasar Senen juga sudah terkenal sejak dulu. Kalau Sahabat KeNai ingin mencari berbagai macam kue, terutama untuk snack box, bisa cari di sini. Ada di lantai dasar lokasinya.

Sebelum pulang, kami lihat masih ada yang jual, meskipun gak sebanyak kalau subuh. Di lantai yang sama juga banyak yang jual bahan-bahan maupun peralatan untuk membuat kue.

nasi kapau pasar senen blok 3
food court pasar senen blok iii
Nasi kapau yang enak banget dan harganya murah

Di lantai 3 ada food court. Kebanyakan penjual nasi kapau dan harganya murah. Saya lupa habis berapa. Kayaknya gak sampai IDR100K. Makanya sempat gak menyangka juga karena kami makan sampai kenyang, tapi masih termasuk murah harganya. Rasa makanannya pun enak banget. Kalau aja deket rumah, saya kayaknya bakal jarang masak. Mending beli aja, lah hahaha!

belanja baju bekas di pasar senen
harga baju bekas di pasar senen
Di sini, saya hampir kecopetan. Kalau sore mulai banyak yang menggelar lapak

Pasar Senen Blok III hanya buka sampai pukul 5 sore. Seingat saya, setahun lalu kalau hari Minggu pertokoan tutup. Tetapi, lihat di Google Map, infonya dibuka kalau hari Minggu.

Kami keluar menjelang gedung ditutup. Rupanya di luar gedung, banyak pedagang baju bekas yang mulai menggelar lapak. Saya gak tau sampai jam berapa kalau yang di luar. Saya sempat lihat harga-harganya. Sedikit lebih murah dari yang dijual di dalam gedung.

Apakah saya jadi menyesal?

belanja baju bekas di pasar senen blok iii

Enggak sama sekali. Belanja di dalam pasar aja harganya sudah termasuk murah dibandingkan belanja di mall. Kami belanja lumayan banyak, habisnya gak lebih dari IDR300K. Kalau beli baju atau celana baru paling cuma dapat 2-3 potong.

Ya kalaupun sedikit lebih mahal daripada yang di emperan jalan, anggap aja untuk bayar kenyamanan. Buat saya, tetap lebih nyaman belanja di dalam pasar. Gak kepanasan dan terang. Kalau belanja malam-malam begitu, susah juga ngecek ada cacat atau enggak karena penerangannya pasti minim.

Di luar juga rawan copet! Harus hati-hati banget deh kalau ke Senen. Memang agak ngeri daerahnya meskipun kawasan ramai.


Transportasi Menuju Pasar Senen Blok III


ke pasar senen blok 3 naik transjakarta

Tentu aja ke Pasar Senen bisa dengan berbagai macam transportasi. Tetapi, buat saya paling enak naik TransJakarta. Karena setelah turun halte tinggal menyebrang udah sampai Pasar Senen Blok III.

Lokasinya bersebrangan dengan Atrium Mall. Jadi kalau Sahabat KeNai masih bingung, patokannya mall ini aja. Ada jembatan juga yang menghubungkan mall dengan pasar.

Keke yang tadinya malas ikutan, jadi minta diajakin lagi begitu melihat belanjaan yang kami bawa. Rencananya untuk Idul Fitri di tahun 2020 ini, kami gak mau beli baju baru. Mending berburu baju second aja. Sayangnya pandemi keburu datang. Jadi kami belum ke mana-mana lagi deh sejak bulan Maret.


Pasar Senen Blok III


Jl. Pasar Senen No.181
Kec. Senen, Jakarta Pusat 10410

Open hours: 08.00 s/d 17.00 wib

You Might Also Like

100 comments

  1. Kayaknya seru banget ke sini! Aku juga pernah lihat video di Youtube soal belanja di sini tapi aku belum pernah ke sini sih 😂
    Penasaran juga sama koleksi baju-baju bekas di sana, apakah sesuai sama selera aku atau tidak wkwk.

    Anak-anak muda yang suka belanja di sana biasanya suka jual kembali baju-baju yang didapat di online gitu, begitu setahuku, makanya banyak anak muda di sana hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, nanti bakal dijual online lagi. Banyak yang bagus sih model bajunya di sana

      Hapus
  2. mba Myra makasih yaa udah nulisin ini, sebenarnya aku tuh sama adik lagi bikin project kecil-kecilan buat memulai usaha thrifting. Eh udah keburu pandemi duluan menyapa, jadi kami pending dulu entah kapan buat hunting ke pasar senin ini. Intinya udah tau harus kemana, yaitu ke Blok III

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama. Kalau mau cari di Senen, memang paling nyaman yang di blok 3

      Hapus
  3. Dulu pas masih single sih aku sering banget hunting baju bekas gini mba. Cuma sekarang sejak pandemi aku jujur agak serem sih. Memang sih kalo pinter dan jeli tuh bisa nemu hidden gem biasanya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga belum berani belanja saat pandemi. Apalagi ke Senen yang biasanya suka ramai. Yup! Asiknya emmang kalau dapat hidden gem

      Hapus
  4. Eh pernah ke sini sama teman dari Papua. Di Pasar Senen Blok III memang lebih nyaman daripada di luar. Teman saya nawarin belanja tapi ogah!

    BalasHapus
  5. Aku pernah diajakin kesini sama temen tapi cuma sampe makan doank, ga kuat panasnya jakarta bikin aku kek cacing kepanasan dan pusing berat liat orang banyak, chii.

    Bhuaa, Nai sama nih kek kk Olip sukanya kaos oblong gambarnya superhero pulak huhuuu, sampe tas spiderman aja olip pake.
    Nah kalo di Bandung, ku suka ke Cimol yang di Gedebage, kek MAll juga, kebeneran rumah mama di Panghegar tinggal ngesot ke situ. Olip seneng beli2 sweater 20k dan kaos.
    Hahha beneran kudu teliti memang dan menyiapkan waktu yang pas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi panas dan crowded kalau ke Senen. Memang enaknya ngadem juga

      Hapus
  6. ya ampun hampir kecopetan :( untungnya masih dilindungi ya mbak jadi bisa dihindarkan dari kemalangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah. Memang harus hati-hati banget kalau ke Senen

      Hapus
    2. Nah beneran ini, lebih aman ngeukeupin tas dibandingin ngeukeupin pasangan , eaahh
      Kbayang donk, kalo kita lengaah ya Chi..

      Hapus
    3. wkwkwkw copet memang bikin hati jadi terporakporanda

      Hapus
  7. waaa banyak pilihan banget yaaa, tempat belanja nya juga nyaman, jadi kitanya juga ikut nyaman saat pilih pilih bajuu, jadi pengen ke sana juga ih nnti kalo mampir ke jakarta

    BalasHapus
  8. Nah ini,,,dulu bgt pernah punya pengalaman seperti mbak...hahaha i like it! aplg jaman skg baju-baju vintage yg bermerk lagi naik di pasaran...nah mau bgtu...cukup ke pasar senen...hahaha

    BalasHapus
  9. Kalau tempatnya nyaman, belanja jadi asyik ya..gak kerasa tahu-tahu dah numpuk aja tuh hasilnya hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung mikir pulangnya gimana. Karena naik bis, ribet juga bawa belanjaan banyak hehehe

      Hapus
  10. Wah, sudah rapi ya sekarang.
    Saya pun orang yang paling malas belanja pakaian baru. Dari SMP sudah suka beli yang bekas tapi masih layak pakai. Alasan utamanya ya karwna murah. Ahahaha

    Seneng deh liat anak-anak yang suka belanja baju bekas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih nyaman dan harganya murah hehehe. Iya anak-anak sekarang juga ternyata lagi pada suka berburu baju bekas

      Hapus
  11. Kalau di Batam nih kak, seken udah jadi gaya hidup haha. Lagian enak juga kak belanja baju seken, murah dan kece. Kalau beruntung bisa banget lagi dapat barang branded :))

    BalasHapus
  12. Pas ngekos di Matraman, saya juga pernah diajakin temen yang nyari Blazer di sini Mbak. Awalnya mager, tapi ternyata seru yaaak!!! Karena saya ada alergi debu, jadi kadang bersin-bersin. Tapi berasa nemu harta karun,saya dapet satu tas tangan kulit sama kemeja apa ya, lupa lupa inget hihihi.... Apalagi kalau nemu yang masih ada tag-nya yang kemungkinan belum pernah dipake sama sekali. Buat fresh graduate waktu itu, seneng banget pokoknya lah nemu yang ramah di kantong. Duh, baca cerita Mbak Myra saya jadi semangat pengen thrifting lagi, wkwkwk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga ada alergi debu. Tetapi, biasanya larinya ke kulit yang jadi gatal-gatal. Untungnya sekarang udah lebih bersih dan rapi di Pasar Senen Blok III

      Hapus
  13. Wah menarik nih terus terang saya belum pernah beli baju bekas Mba.. bukan apa-apa karena saya jarang banget beli baju. Jadi ga tau nih ada jual baju bekas kayak di pasar senen ini.. Lumayan menghemat banget yak. Jadi pengen nyoba tp ga ada yg deket sih tempat jualannya hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Murah banget, Mbak. Bisa dapat yang bagus pula

      Hapus
  14. Seru banget ya mbak, aku juga pernah ke Pasar Senen dan belanja baju bekas gini mbak waktu jaman kuliah. Banyak yang bagus dengan harga yang terjangkau.

    BalasHapus
  15. Pasar Senen memberikan kenangan sendiri buat saya, dulu waktu tinggal di jakarta sama ibu suka belanja di sini beli kebutuhan dapur, ikan asin sampe beli baju enaknya dulu bisa nawar sekarang ntah masih bisa atau gak ya, terus suka mampir makan mie ayam pangsit sama minum es durian atau minum es dawet, duh entah kapan ya saya bisa ke sana lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama. Waktu kecil juga saya lumayan sering ke Pasar Senen. Memang di sini termasuk komplit. Segala ada kayaknya

      Hapus
  16. Kalau ke Jakarta, pasti aja mainnya ke Pasar Senen deeh...
    Ibuk terkenang banget karena dulu sering nginep di Dai-Ichi Hotel (sekarang uda gak ada yaa..?)
    Andalan banget jajan makanan di Pasar Senen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasar Senen memang banyak kenangan hehehe. Kulinerannya juga banyak banget

      Hapus
    2. Iyaa...
      Asal tau jamnya, dapet jajanan pasar yang heiitts dan enak yaa...

      Hapus
  17. Takjub kadang ya sama kelakuan anak anak hihi dibeliin baju baru malah minta baju bekas hihi.

    Kalau anak sulung dan kedua lagi suka bongkarin baju ayahnya.semua diambil, katanya jadul hihi kayak kemeja kotak kotak zaman si boy itu suamiku masih punya. Langsung diaku. Belum lagi rok kotak kotak saya otomatis punya anak anak hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ternyata anak-anak sekarang banyak yang lagi suka thrifting :D

      Hapus
  18. Saya belum pernah mba belanja baju bekas di Pasar Senen. Tapi kalau belanja keperluan lajn sering. Waktu itu cari bendera partai.

    Tapi saya kalau baju bekas agak gimanaa gitu. Kecuali orgnya kita tau. Kalau baju reject pabrik masih mending dah. Pasti saya beli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pernah berpikir begitu, Mbak. Tetapi, kalau kita berdonasi baju bekas pun yang menerima belum tentu mengenal kita, kan. Dan mereka pun menerima aja kalau pakaian yang diberikan masih layak.

      Jadi ya saya tetap suka aja cari baju bekas. Begitu sampai rumah dicuci sampai bersih. Kalau perlu lebih dari 1x mencucinya :)

      Hapus
  19. pernah beli baju bekas juga kapan hari di sini..kalau ga salah karena butuh buat ospek gitu deh, toh pakainya juga cuma sekali. trus pesan panitianya pakai baju biasa aja, kalau bisa beli bekas. hahahah..akhirnya ku berburu baju bekas deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru kan cari baju bekas hehehe

      Hapus
    2. iya euy..ada kepuasan tersendiri kalau udah dapat yang bagus dan harganya cocok. Ternyata segala sesuatunya itu ya gak mesti beli baru yaa mbak.

      Hapus
  20. BAru ngeh istilahnya thrifting gitu ya. Ternyata anak-anak muda senang juga ya belanja baju bekas gini. Kirain penginnya selalu yang baru. SEru juga pengalamannya, kecuali yang mau kecopetan deh. Ngeriii..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saya juga tau istilah thrifting dari anak-anak. Betul, Mbak. Yang kecopetannya jangan sampai kejadian, deh

      Hapus
  21. Nyari baju bekas ini untung2an, kalau sabar nyarinya ntar bs dpt yang bagus. Tapi aku blm pernah ke sini. Di Batam banyak yang jual baju bekas Singapore tapi di pinggir jalan. Agak ragu sih belinya. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, makanya jangan terburu-buru sama waktu. Harus bener-bener santai kalau mau cari baju bekas

      Hapus
  22. Pasar Senen itu gak jauh dari Stasiun Senen berarti ya mbak? Aku seringnya ke stasiunnya aja hehe. Ternyata ada penjual baju bekas di sana yaa.
    Kalau di Surabaya dulu pernah juga beli baju bekas layak pakai tu di pasar kaget yang suka muncul Minggu di area Masjig agung Al Akbar hehe.
    Nasi kapau kayak nasi padang bukan sih?

    BalasHapus
  23. Aku pun kalau belanja lebih nyaman masuk pasar sih. Btw, kalau beli yang bekas itu Kakak atau Adek pilih jaket. Jarang milih baju. Kudu teliti juga pas beli

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Jangan terburu-buru kalau beli baju bekas

      Hapus
  24. Seru juga ya thrifting di Pasar Senen, sejak kebakaran hebat jarang kesana lagi , padahal punya warung padang langganan yang enak. Pilihan bajunya macam-macam, siapa tau ada yang bagus dan cocok, gak akan percaya kan kalau itu bekas. Btw serem amat ada copet, kirain udah punah itu copeet

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwwk kalau dapat yang bagus memang gak bakal bisa bedain deh itu bekas atau baru ya, Kang. Makanya asiknya berburu baju bekas kayak gitu. :D Kawasan Senen memang masih rawan, Kang

      Hapus
    2. Ah baik sekali yang mau mengingatkan tasnya taroh depan. Aku sendiri sering lupa natoh ras di depan

      Hapus
    3. iya alhamdulillah ada orang baik

      Hapus
  25. Waah...waah...lumayan bangett kalau baju bekas tapi masih bagus2. Tapi ya emang kudu teliti dan pinter milih2 ya, Teeh. Orang kan ngga tau yang kita pakai itu bekas atau baru. Hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak yang bagus. Asalkan mau telaten milih aja hehehe

      Hapus
  26. Aku baru satu kali ke stasiun pasar Senen, tapiii blum pernah belanja2 di situ Mak.
    Daerah sekitar memang rame banget yg jualan.
    Sekilas, kulihat baju dan sepatunya menarik bangettt
    Dan ternyataaaa.... setelah baca blog ini nyadar kalo emang SEMENARIK ITU!

    BalasHapus
  27. Pasar Senen itu tempat belanja ibu saya sewaktu masih kanak-kanak dulu. Nah setelah saya remaja beberapa kali datang ke sana untuk beli baju. Setelah menikah dan pindah ke Tangerang bersama keluarga kecil saya, sudah tidak pernah belanja ke sana. Memang pasar senen itu sembrawut, banyak copet, namun kenangan masa kecil yang manis di sana, bikin kangen pada tempat itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa kecil saya juga cukup akrab dengan Pasar Senen

      Hapus
  28. Sama kita, Mak .. kalau bisa dapat baju bekas yangmurah tetapi masih bagus kualitasnya, mengapa tidak ya. Apalagi kalau tempat belanjanya nyaman, berAC gitu.

    BalasHapus
  29. Seru juga belanja baju bekas di Pasar Senin. Dulu kalau ke Bandung suka hunting baju bekas di daerah mana gitu, lupa. Dan selalu dapat baju-baju yang masih bagus, ngetren dengan harga murah. Di kota sendiri, Surabaya dan Sidoarjo, malah belum pernah thrifting. Mungkin bakal seru juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di Bandung, saya belanja baju bekas di Cimol, Mnak

      Hapus
  30. Dulu waktu tinggal di Jakarta, saya juga suka jalan-jalan ke pasar Senen. Beli kue-kue murah. Kalau baju bekas belum pernah. Pernah beli sepatu dan tas aja di Senen

    BalasHapus
  31. Wah seru banget yaah ternyata kak, aku dulu pernah diajakin tapi ndak jadi ehee. Ternyata tempatnya juga bersih yaah dan banyak pakaian yang bagus dengan harga yang lebih terjangkau tentunya ehehe. Bisa menghemat deh anak kost hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya. Itu saya belanja gak sampai 300 ribu aja dapatnya banyak :D

      Hapus
  32. Duluuu suka juga ke Cimall nyari barang second berkualitas gitu hehehe
    Tapi sekarang kayaknya udah lelah yah, gak sesemangat dulu
    Tapi gak tahu nih kalo tiba2 aja Kayla ngajakin berburu baju juga hahaha

    Beneran harus waspada kalo di tempat rame gitu mah yaah

    BalasHapus
  33. Di Makassar ada juga tempat belanja barang bekas, seperti pakaian dan perlengkapan lainnya, tapi tempatnya kurang bagus seperti di Pasar Senen ini, makanya tidak pernah ke sana

    BalasHapus
  34. sayang banget, baju bekasnya pasti gak ada yg cocok utk aku juga nih cz aku kn gendut hikz

    BalasHapus
    Balasan
    1. ukuran besar sebetulnya ada. Cuma memang gak banyak

      Hapus
  35. Dulu pasar pakaian bekas seperti ini disebut pasar loak. Tapi sekarang berubah dan bergeser namanya jadi pasar seken singkatnya dari secondhand. nah pasar seken ini di Batam menjamur banget. Biasanya baju-baju yang diambil para pedagang dari Singapura.

    BalasHapus
  36. Wooohh kayaknya seru ya belanja baju bekas di Senen. Pengen juga sih. Btw itu kemeja jeans yang di foto cakep juga tuh mbak. Nggak buka jastip aja? hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sempet kepikiran, tapi trus bingung kalau belanjanya kebanyakan. Pulangnya nanti ribet kalau naik bis bawa banyak belanjaan :D

      Hapus
  37. Sudah lama saya gak belanja ke pasar senen mbak, sekarang udah nyaman banget yaa. Btw masih ada yang jualan di emperan gak? dulu saya suka belanja buku mbak, karena nungguin toko yayasan.

    Btw, seru banget ya thrifting sama anak anak, jadi tahu kesukaan mereka yang kekinian hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Pasar Senen mah masih beragam. Di toko ada, di emperan pun ada :)

      Hapus
  38. dulu aku seneng beli baju bekas guini mba
    kalau di kotaku namanya babebo baju bekas babu (entahlah dulu begitu sebutannya di kotaku) dan laku keras kadang dapat yang bagus. mamaku yang seneng itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. eyaampun itu singkatannya hehehe. Memang seru berburu baju bekas

      Hapus
  39. Aku belum pernah ke sini. Kayaknya seru ya berburu baju bekas di Pasar Senen. Aku pernah beli troli second dulu pas anak kedua masih kecil. Mau beli baru nanggung

    BalasHapus
  40. Padahal yaaa nih pasar selaluuu aku lewatin pas masih ngantor di mangga dua. Kan lewat sini pulangnya :D.

    Tp ga tau kalo isinya ada barang bekas mba.

    Eh nasi Kapau di Senen itu kayaknya memang terkenal , aku srg baca rekomendasi nasi Kapau enak, salah satunya di Senen. Pengeeeen sih jadinya nyobaiiiin.

    Kalo penjual yg di emperan, aku rasa memang sampe malam banget mba. Krn aku sesekali pulang kantor sampe jam 10, itu msh ada. Paling banyak penjual koper tuh. Ada sih baju tp aku ga terlalu merhatiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyess! Komplit ya kalau di Pasar Senen. Tinggal mau cari apa :D

      Hapus
  41. Meski namanya baju bekas, tapi model dan penampakannya masih bagus,ya. Harga juga miring. Pantas aja banyak yang berburu di sini 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena puas, Mbak. Dapat baju bagus dengan harga miring :D

      Hapus
  42. seru ya pengalaman berburu pakainan bekas. Masih bagus-bagus gtu. Apalagi nasi kapaunya aku jadi pengen soalnya belum pernah makan nasi kapau

    BalasHapus
  43. Aku lewat setiap hari mbaaa.. karena memang jalus pulang kantoooor kan. Daerahnya memang heboooh pisan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segala ada termasuk crowded dan copetnya hahaha

      Hapus
  44. Sejak IG ada, sejak hestek #OOTD muncul sejak itulah dunia fashion mulai menggila. Malu donk kalo di feed baju2 nya itu2 aja. Alhasil belanja baju setiap bulan. Konsumtif. Mubazir.

    Aku pernah baca tulisan ttg lifestyle zaman sekarang soal fashion. Akibatnya sampah baju bekas menggunung jadi limbah.

    Aku salut sama Mba, ga malu beli baju bekas. Memang seharusnya kita bisa seperti itu. Bumi sudah terlalu berat menanggung sampah ;(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sebetulnya kalau masih baju, pakai baju lama yang mix & match. Atau baju bekas begini juga ok

      Hapus
  45. Aku pas kerja beberapa tahun lalu sering beli baju preloved biasany beli di atom pasar baru dkt rumah. Habis itu dicuci setelah itu dijual lagi 😂🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah di Pasar Atom juga ada. Saya belum ke sana. Keburu ada pandemi

      Hapus
  46. Rapi banget yah mak? aku tadi lihat fotonya kira pakaian baru ternyata bekas.. aku dulu sering diajak ibu saya juga ke pakaian bekas di kota makassar, dan memang butuh effort klo kesana harus menyediakan waktu, fisik bahkan ransum hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Gak seru berburu baju bekas kalau waktunya mepet hehehe

      Hapus
  47. Wah seru meski belanja baju preloved tapi tempatnya nyaman gitu...
    Dan belanjaannya kok ternyata banyak, keasyikan yhaaa... hihihi
    Kalau di jogja ada juga toko baju preloved, namanya pujha, gerainnya bukan di pasar tapi mengusung konsep butik gitu... kalau teliti milihnya bisa dapet barang bermerek dengan harga murah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keasikan dan murah hahaha. Kayaknya saya pernah lihat deh di IG toko Pujha. Kalau ke Jogja, mudah-mudahan bisa ke sini

      Hapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)