Jalan-Jalan KeNai

Mencari Harta Karun di Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Jakarta

“Yah, besok kalau gak hujan, kita ke jalan Surabaya, yuk!”
“Ngapain?”
“Iseng aja. Bunda udah lama penasaran pengen ke sana.”

mencari harta karun di pasar barang antik jalan surabaya jakarta

Sekali lagi saya membuktikan untuk diri sendiri, kalau tempat yang dekat rumah selalu jarang atau gak pernah dikunjungi. Tapi, giliran udah jauh malah bikin penasaran.

Masa kecil saya di daerah Menteng, Jakarta. Jadi tentu aja gak asing dengan jalan Surabaya. Lokasinya dekat banget sama rumah. Lumayan sering jalan kaki lewat jalan ini.

Pasar barang antik ini udah ada sejak tahun 1970an. Diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin. Saya tau, tempat ini pernah ramai pada masanya, terutama oleh wisatawan mancanegara. Tetapi, karena dekat banget ma rumah, jadi dulu saya merasa biasa aja. Ketika pindah rumah, baru penasaran. Pengen banget mengulik Pasar Antik ini. Gak sekadar numpang lewat.


koleksi barang kuno di pasar barang antik jalan surabaya jakarta
Teringat pelajaran mengetik di sekolah hehehe


Saya jarang keluar rumah selama pandemi. Apalagi untuk berwisata. Alhamdulillah kondisi pandemi semakin terkendali. Mulai ada sinyal pariwisata pulih setelah selama 2 tahun ini lumayan terhempas. Makanya, saya jadi ingin jalan-jalan lagi. Tapi, pilih yang deket-deket dulu jelajah negerinya, deh. Jalan-jalan di kota sendiri.


Cara Menuju Pasar Antik Jalan Surabaya, Jakarta Pusat


berburu barang vintage di pasar barang antik
Lihat penataan begini di salah satu kios, jadi pengen mengeluarkan koleksi barang antik peninggalan mertua. Cakep juga ya dekorasi begini di rumah


Alhamdulillah, Sabtu siang cuaca cerah, tapi gak terik. Lumayan adem. Setelah beberapa hari diguyur hujan. Kami pun menjadikan rencana untuk jalan-jalan ke pasar barang antik ini naik motor.

Kalau Sahabat KeNai memilih transportasi umum juga mudah aksesnya. Turun di halte SMPN 8 kalau naik TransJakarta. Atau turun di Stasiun Cikini bila naik KRL. Setelah itu tinggal jalan atau naik ojol.


Hati-Hati dengan Barang Palsu di Pasar Barang Antik


cara menuju pasar antik jalan surabaya jakarta

Yang terpikirkan ketika ke pasar barang antik adalah mencari barang-barang jadul. Berasa menemukan harta karun ketika mendapatkan barang yang langka. Apalagi harganya juga ramah di kantong.

Kabarnya gak semua yang dijual adalah barang-barang jadul. Ada juga barang baru, tetapi dibikin terlihat jadul. Kalau sekadar untuk pajangan mungkin gak masalah, ya. Nah, harus hati-hati kalau Sahabat KeNai adalah seorang kolektor. Tentu harus bisa membedakan mana yang asli dan palsu.

Ada lebih dari 100 toko membentang di sepanjang Jalan Surabaya. Cukup adem karena masih banyak pohon besar di sana. Meskipun setiap kios padat dengan barang, tetapi lumayan bersih. Masih nyaman lah belanja di sini. Beraneka ragam barang antik diperdagangkan. Ada beraneka barang dari kuningan, kap lampu, kain/pakaian, vinyl, koin kuno, patung, lukisan, dan masih banyak lagi.

hati-hati barang palsu di pasar barang antik

“Ini, mah, banyak barang-barang kesukaan Mamah ya, Yah.”

Saya langsung teringat almarhumah mamah mertua. Lemari-lemari berukir dari kayu jati tua berukuran besar dan kecil, kap lampu gantung jadul, guci berbagai ukuran, jam dinding kuno, dan lain sebagainya. Koleksi mamah mertua banget, deh.

koleksi buku tua di pasar barang antik

Sedangkan saya ketika di sana lebih suka melihat alat masak, mesin kopi, berbagai kamera jadul, buku kuno, dan lain-lain. Sama-sama bisa untuk mempercantik rumah. Tapi, memang beda style aja di rumah.

[Silakan baca: JakBook Pasar Kenari, Tempat Berburu Buku Murah di Jakarta]

Berbagai kamera kuno yang dijual di pasar antik jalan Surabaya, mengingatkan saya ke Gold3 Boutique Hotel di Bukit Bintang Malaysia. Hotelnya unik banget karena dipenuhi dengan berbagai koleksi kamera dari zaman ke zaman.

[Silakan baca: Menyimpan Memori di Gold3 Boutique Hotel, Bukit Bintang]


mencari wajan besi di pasar loak
Pengen beli wajan  besi ini. Tapi, bingung bawa pulangnya kalau naik motor. Gak hanya ukurannya yang lumayan besar. Tapi, juga beratnya lumayan 😂


Saya tertarik dengan tempat air panas. Pengen ngopi cantik pakai alat ini. Cakep buat difoto hihihi. Tertarik juga dengan wajan dari besi. Sekarang, kan, udah jarang alat masak dari besi. Tapi, karena hari itu niatan kami memang gak untuk belanja, jadinya diurungkan dulu. Lagian bingung juga bawa pulangnya. Kapan-kapan balik ke sini lagi, deh.

Pasar Antik Jalan Surabaya Jakarta Pusat ini sejak dulu selalu menarik perhatian wisatawan mancanegara. Waktu kami ke sana pun ada beberapa turis asing yang sedang asik melihat barang-barang yang dijajakan. Semoga aja bila pariwisata pulih terus, semakin ramai yang datang, ya.


membeli koper bekas di jakarta

Di Jalan Surabaya juga ada beberapa kios yang menjual koper baru maupun second. Saya dan suami lebih suka pakai ransel ke mana pun. Tapi, sebelum menikah, saya selalu bawa koper. Makanya, tadi saya tanya harga salah satu koper second. Meskipun barang bekas, barangnya masih bagus. Harganya juga masih masuk akal.

[Silakan baca: Belanja Baju Bekas di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat]

Oiya, kalau di sini jangan sungkan untuk menawar. Entah kebetulan atau enggak, saya gak nemuin pedagang yang jutek. Saya cuma nanya-nanya atau sekadar izin mau foto pun dibolehkan dengan ramah.

Selain itu, kami lihat ada sepasang calon pengantin yang sedang foto prewedding. Suasana Pasar Antik Jalan Surabaya ini memang asik juga sih buat foto-foto.

resto dan coffee shop di jalan surabaya jakarta
Ngajakin suami ngopi. Tapi, dia malah lagi pengen es campur hehehe


“Mau ngopi gak, Yah?”

Di seberang kios barang antik, ada beberapa resto dan coffee shop. Saya ajak suami untuk ngopi. Tapi, suami malah ngajak cari es campur. Oke siap! Saya langsung browsing. Asik kalau internet stabil, jadi cari info yang dibutuhkan dengan cepat.


Jalan-Jalan Udah Boleh Lepas Masker, Nih


kamera jadul di pasar antik jakarta
Semakin modern, ukuran kamera semakin kecil. Bahkan sekarang bisa sekalian dengan smartphone


Sahabat KeNai sudah tau kebijakan lepas masker yang baru-baru ini diumumkan Presiden Jokowi? Jadi lepas masker atau tetap pakai, nih?

Bebas sih kalau kata saya. Asalkan ikutin aturannya. Presiden mengatakan sudah boleh lepas masker di luar ruangan yang tidak banyak orang. Berarti kalau lagi ramai, tetap harus pakai. Di dalam ruangan dan transportasi umum tetap harus pakai masker.

Saya pribadi sudah terlanjur nyaman pakai masker. Makanya ketika coba lepas masker saat di Pasar Antik, masih berasa agak canggung. Apalagi pipi lagi tembem-tembemnya hahaha!

Mau memilih tetap pakai masker atau enggak, pernyataan Presiden tersebut saya sikapi dengan rasa syukur dan gembira. Karena itu artinya pandemi mulai terkendali. Roda ekonomi mulai bisa berjalan seperti sebelum pandemi.

jalan-jalan ke pasar barang antik
Suka banget sama tempat air panas yang di sebelah kiri di foto


Setelah ini asiknya jalan-jalan ke mana lagi?

Udah ada sih beberapa rencana. Pengen ke luar kota juga. Tetapi, mungkin sekarang keliling di dalam kota dulu. Keke lagi persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Jadi, ditunda dulu jalan-jalan yang jauhnya.

Sambil mengurus sekolah Keke, cari-cari informasi juga berbagai tempat wisata yang menarik. Enaknya kalau sekarang tinggal cari info lewat internet. SahabatKeNai bisa lihat promo menarik dari paket IndiHome, nih.

Bangkit Bersama IndiHome dari TelkomGroup juga membantu pariwisata pulih kembali. Yuk, kita mulai berwisata lagi. Tapi, tetap dengan tertib, ya. Supaya angka kasus gak bertambah lagi.


Pasar Barang Antik


Jl. Surabaya, Menteng
Jakarta Pusat

Open hours (Sunday closed): 08.00 s/d 17.00 wib


Post a Comment

97 Comments

  1. Wih, banyak banget ya, lebih dari 100 toko? 😲
    Kalau kolektor ke pasar antik itu pasti butuh waktu lama soalnya harus teliti ya mengecek harangnya, asli atau palsu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, Mbak. Lumayan banyak toko di sana. Nah, iya kalau kolektor harus hati-hati. Banyak-banyak nanya sebelum membeli

      Delete
    2. Buat cuci mata pun lumayan ya Mbak Chi jalan-jalan melihat-lihat pasar barang antik Jalan Surabaya ini. Siapa tahu nemu harta karun berharga murah ... lumayan :D

      Delete
    3. Berarti matanya kudu jeli ya, Mbak. Aku sih belum bisa bedain barang antik atau bukan. Gak ada temen, ya waspada kalau kena prank

      Delete
    4. Iya, Mbak. Apalagi kalau belinya bertujuan untuk koleksi barang antik

      Delete
  2. aduh itu mesin tik sama telepon jadulnya kok estetik sekali yaaa, lucu buat properti foto wkwkwkk

    ReplyDelete
  3. Aku lagi bongkar simpenan barang antik almarhum & almarhumah mertu nggak selesai2. Coba di Jogja ada pasar barang antik seperti itu ya, mesti cepat beres. Soalnya nggak semua barang antik penting untuk disimpan. Yg tidak ada kenangan & tidak mahal sebaiknya dikeluarkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup! Biar gak nambah banyak barang di rumah juga

      Delete
  4. melihat barang barang antik seperti ini saya jadi teringat ketika hunting di pasar beringharjo sisi utara dan event pasar kangen di jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menarik, nih. Ternyata di Beringharjo ada pasar barang antik juga, ya

      Delete
  5. Ya ampun mbak, aku bacanya mba mau ke Surabaya. Ternyata jalan Surabaya di Jakarta. Tapi senang sih ya kalau berburu barang antik, apalagi pas ada kebutuhan untuk di rumah juga. Tapi memang harus pintar-pintar menawar harga ya

    ReplyDelete
  6. Wahh barang-barangnya memang jadul-jadul banget yaa, selain di jogja juga ada di jakarta nih... Wah nambah lagi lokasi buat cari barang-barang antik nih :D

    ReplyDelete
  7. Eh jadi naksir gramaphone-nya. Oh iya itu yang lingkaran warna merah di foto kedua, apa bener alat pembuat es campur a la jadul itu ya? Kok kereeeen...

    ReplyDelete
  8. Ada berbagai macam barang antik di Pasar Barang Antik ya, Mbak. Kalau lihat barang antik tuh seperti kembali ke masa lalu ya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Seperti jalan-jalan pakai mesin waktu

      Delete
  9. Saya baru mendengar pasar barang antik jalan Surabaya ini aja baru, belum pernah yang benar2 singgah dan melihat-lihat. Kapan-kapan berkunjung juga ahh. Toko yg menyewakan barang juga banyak ya mba. Suasananya nyaman, mungkin yg datang krn memang niat berkunjung ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ada banyak, Mbak. Bisa puas jalan-jalan ke sini

      Delete
  10. Aahh, seru banget sih Chi jalan2 ke Pasar Antik dengan barang2 yang antik, kuno meski tampak jadul tapi bernilai. Nah ini menjadi sasaran buat mereka yang suka koleksi barang2 antik.
    Wkakaka, mesin tik, Karel, haduuh emang ya suka kalap lihatnya.
    Btw nanti lagi ngajak aku aja, biar ditemenin ngopi. Sstt, jangan ngajak si Ayah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kopdar berdua aja kita, ya. Biar seru ngobrolnya hahaha

      Delete
  11. wah keren bisa nemu kamera jadul :D jadi pengen mampir juga kesana

    ReplyDelete
  12. Pasti nda terasa lelah untuk eksplore karena banyak barang unik dan menarik yang ditemui. Biasanya kalau beruntung ada barang barang limited edition yang jadi incaran kolektor ya kak, serasa menemukan harta karun

    ReplyDelete
  13. Jalan ke pasar barang antik kaya gini seru. Berasa nostalgia ya. Aku sendiri bukan penggemar barang antik, tapi suka nonton. Kemungkinan gak beli karena harga tentu lumayan. Di semarang ada kaya gini juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya di setiap kota ada pasr barang antik, ya

      Delete
  14. udah lamaaa aku ngga mampir ke sini mba. Ada resto di seberang toko - toko ini yang aku suka banget mba Chie.. dan kalau berburu banrang antik bisa kalaap aku hahaha

    ReplyDelete
  15. Beneran berasa nemu gua harta karun nih di tempat begini. Bakal bisa jadi spot rutin kunjung, buat seseruan bareng anak-anak, berburu barang jadul.

    ReplyDelete
  16. Klo di Jakarta pusat jualan barang antik namanya jalan Surabaya.

    Kalau di Surabaya, pusatnya buku bekas nanya jalan Semarang, mbak, hehe..

    Selalu menyenangkan lihat-lihat barang kuno ya. Walaupun gak beli, ngeliatin aja udah seneng. Seperti masuk ke museum

    ReplyDelete
  17. Aku kalo ke Jakarta sebenrnya pingin kesini. Tapi temenku ngga ada yang tertarik jadinya belum pernah jadi kesini. Mau kesini sendiri kok kayanya kurang seru, hehee. Suka banget sama lampu-lampu hiasnya. Tapi kalo misal dibeli bingung bawanya ke Medan :D

    ReplyDelete
  18. Dulu sebelum nikah hobbyku jalan-jalan ke Jalan Surabaya demi hunting aksesoris kuno dan antik, Mba, dulu dapat cincin perak berbatu hitam, dapat gelang thailand dll, sama sahabatku dulu. Duh jadi kangen

    ReplyDelete
  19. Saya belum pernah ke pasar barang antik di jalan Surabaya ini, lewat sih pernah ya...Wah surga banget buat yang suka barang antik ya...bisa pepotoan atau ditawar jika suka. Memang mesti hati-hati sih, kuatir palsu.
    Kalau ke situ jadi berasa waktu ke ruamh Mbah Yut saya dulu, banyak barang seperti ini

    ReplyDelete
  20. Lucu ya, ada jalan Surabaya di Jakarta, sama juga ada jalan Jakarta di Surabaya, cuman di sini letaknya dekat pelabuhan :)
    Asyik juga nih kalau cari barang antik kayak gini, kadang malah kayak mengenang masa kecil, di mana barang yang kita pakai masa kecil, udah jadi barang antik :D

    ReplyDelete
  21. Mba, tadi sempet galfok kupikir di Surabaya. Ternyata jalan Surabaya di Jekardah yaa hehehhe. Hmmmm mau tuh teko air panas jadul...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata ada beberapa yang berpikir lokasinya di Surabaya, ya hehehe

      Delete
  22. Aku baru tau tnyata ada pasar barang antik di Jakarta. Berasa cupu atau kudet hahaha. Nanti kpn2 mau coba main deh soalnya ga jauh jg lokasinya dari rumah.. thanks for sharing

    ReplyDelete
  23. waaaa.....jadi pingin bongkar gudang dan menata
    agar bisa punya sudut cantik nan eksentrik seperti fotonya Mbak Myra\
    Tapi kebayang harus mengeluarkannya dari boks berdebu
    rasanya kok ...... ::D

    ReplyDelete
  24. Sering lewat, lihatin koper, lampu antik, unik banget. Tapi belum terpikir beli. Kalau nawar sampai segimana nih? Khawatir kejauhan nawarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya asal jangan terlalu sadis aja kali ya tawarannya

      Delete
  25. Wkwkwkwkkk saya jadi keinget pengalaman sendiri. Tapi bukan beli melainkan dikasih saudara dari Bekasi yg mau pindah ke Yogyakarta. Wajan gedenya saya bawa pulang ke Cianjur dengan cara diikat dulu setiap telinganya lalu dibuat seperti tas ransel. Saya gendong gitu sambil boncengan motor.
    Tapi orang pada tertawa karena katanya saya seperti kura-kura ninja. Hahaha

    ReplyDelete
  26. Semoga Keke lancar ujian masuk perguruan tingginya...dimudahkan semua. Aamiin
    Aku bacanya jalan Surabaya tapi di Jakarta..hihi, surga barang antik yang lengkap ini. Bisa jadi jujugan wisata di dalam kota saja

    ReplyDelete
  27. Suka lewat tapi belum pernah singgah.
    Btw kak, walaupun barang antik ternyata ada juga ya yang imitasinya?
    Wah kudu cerdas memilih dan menelitinya ya sebelum beli

    ReplyDelete
  28. Ini nih impianku sejak dulu Chi! Punya rumah dengan nuansa vintage, putiiih semua dan pake beton concrete untuk lantainya

    apa daya, suami bertolak belakang jauuuh deh sama keinginan he he heee

    ntar deh semoga rumah kedua bisa bernuansa vintage

    ReplyDelete
  29. Nanti kalau main ke Surabaya kudu mampir ke pasarnya ahh, lumayankan untuk jadi oleh-oleh. Jadi hiasan rumah juga cakep nihh.

    ReplyDelete
  30. Saya dah lama banget pengen kesini. Mau nyari properti foto. Supaya bisa motret dengan nuansa etnik, antik dan dengan sentuhan yang berbeda. Alhamdulillah sekarang dah buka lagi ya. Cus ah atur waktu untuk bisa kesini

    ReplyDelete
  31. seru ya hunting barang antik di sepanjang jalan Surabaya di Jakarta, masa-masa SMP dan SMA pasti melewati jalan ini karena rute bus saat itu

    ReplyDelete
  32. Favorit saya nih kalau ke daerah Menteng pasti belok ke jalan Surabaya Jakarta ini seneng aja liat barang antik dan kuno..mana penjualnya juga ramah2 ..karena saya hanya melihat2 aja tapi mereka ijinin hehehe tempat terbaik emang ini untuk penggemar barang antik

    ReplyDelete
  33. Melihat barang-barang antik tu berasa flashback ke masa lalu. Meski kadang bukan eranya kita. Tapi kita jadi kepikiran gimana sih ketika kondisi ketika barang antik itu sedang berjaya. Iya nggak sih?

    ReplyDelete
  34. Ah iya, jalan Surabaya ini emang tempatnya berburu barang antik ya mbak
    Ada banyak toko di sini
    Bisa seharian nih kalau jalan jalan ke sini

    ReplyDelete
  35. Kota Surabaya memang tempatnya berburu barang antik, mertua saya juga orang jawa timur, di sidorjo masih jauh sih ke surabaya. bisa seharian penuh berburu barang antik

    ReplyDelete
  36. Pernah lewat sini tapi gak mampir, masih takut.. Ternyata luas juga ya, ada ratusan toko, koleksinya juga berasa vibe jaman dulu nginep di rumah kakek

    ReplyDelete
  37. Sudah telanjur nyaman pakai masker! Ahaha.... samaan kita, Mbak.
    Btw, kalau pas lagi di Bandung, mampir deh ke Pasar Antik Cikapundung. Mudah-mudahan sekarang udah rame lagi. Aku terakhir ke sana Januari 2021. Sepiiii. Dampak pandeminya bikin muram.

    ReplyDelete
  38. Saya dulu pas magang di Jakarta tiap hari lewat jalan ini mbak, tapi cuma lihatin barang dagangan dari balik kaca aja, belum pernah mampir dan lihat dari dekat.

    Hihi... lumayan pegel juga tuh mbak kalau bonceng motor sambil nenteng wajan besi yang berat itu.

    Saya dari rumah ke kantor, karena naik motor masih pakai masker. Sampai parkiran kantor, masker di lepas. Tapi teman-teman kantor saya masih lebih banyak yang pakai masker dibanding yang lepas masker, katanya sudah terlanjur nyaman

    ReplyDelete
  39. Menarik sekali ya mb myra jalan2nya melihat2 barang antik bkin mata gk berhenti memandang aku tuh penasaran mba sma pemutar piringan musik pengen kesana deh melihat piringan musik dari deket pastinya ada kan ya mba

    ReplyDelete
  40. Main2 ke pasar barang antik di Jalan Surabaya suka bikin keki hahahah. Keki akrena kepengen beli semua tapi dompet maunya mewek wkwkwkwkwk :) Bagus2 ya barang2 antiknya ada juga yang bersejarah sekali. Berfoto2 di ni juga diperbolehkan kok, para pedagangnya baek2.

    ReplyDelete
  41. Pasar barang antiknya sudah ada sejak tahun 1970-an, ya ... sudah lama banget. Kebayang isinya makin beragam saja karena usianya yang sudah matang.

    ReplyDelete
  42. Semoga dengan informasi boleh lepas masker ini kondisi negara kita sudah semakin baik ya. Aman terkendali dan kesejahteraan yang selama ini terganggu pandemi bisa kita raih lagi

    ReplyDelete
  43. Mbak, anakku tuh suka banget sama barang-barang antik gini, entah mengapa. Padahal dia baru usia 7 tahun. Haha. Aku kasih lihat foto-foto di blog ini dan dia tertarik banget pengin ke Jalan Surabaya juga. Cuss aku langsung suruh dia bilang ke papinya untuk jalan-jalan ke sini.

    Soal lepas masker, aku sekarang masih pakai masker sih. Gimana, ya, udah kebiasaan sulit diubah LOL.

    ReplyDelete
  44. Di daerah menteng ya pasar barang antiknya, padahal deket ya tapi aku malah belum tau kl di Jakarta juga ada ternyata. Seru sih ya kalau jalan-jalan ke pasar antik jadi berasa nostalgia.
    Wah itu ada setrikaan arang juga ya kayanya, aku juga punya nih dulu

    ReplyDelete
  45. barang antik unik cakep buat pajangan, emang waspada barang palsu sih ya... kalo buat pajangan gak apa asal sesuai harga, takutnya palsu mahal pula...

    ReplyDelete
  46. Wajannya minta dibawa pulang itu hahaha. Aku suka banget wajan besi hitam kayak gitu. Enak banget untuk masak2

    ReplyDelete
  47. Seru banget deh bisa main ke tempat ini. Aku sering lewat-lewat aja. Belom sempat lihat-lihat. Nanti kalo ke Jakarta lagi, kudu deh kayaknya nyempetin mampir. Seru berasa berburu harta karun ya.

    ReplyDelete
  48. Wah di jalan Surabaya ya ternyata tempat jual barang antik aku baru tau mba, udah lama pengen lihat-lihat barang antik. Sebelum pandemi aku oernah lihat kolelsi barang antik di salah satu toko di flavor bliss alsut, lumayan juga koleksi nya

    ReplyDelete
  49. Bagus-bagus banget yaa, kak Chie..
    Meski judulnya barang antik, tapi kalau terawat dengan baik, pasti jadi bermanfaat dan "bernilai" seperti di Pasar Barang Antik Jalan Surabaya ini.

    ReplyDelete
  50. Ya ampun..kok seru bener jalan-jalan ke pasar kayak gini. Di Lombok gak ada nih yang emang satu lokasi.. lihat mesin tik gitu jadi ingat momen-momen pas kuliah kakak dulu.. soalnya pas saya kuliah udah pada pake komputer. Karena lihat kakak yang kerja tugas pakai mesin tik, saya jadi suka pakai juga pas dianya ke kampus.

    ReplyDelete
  51. Mesin ketik dan telepon kabel tuh membuat kita kembali ke masa dulu ya, Mbak. Wajan hitam gede itu memang berat sih, Mbak. Soalnya sepupuku punya wajan kayak gitu dan memang berat.

    ReplyDelete
  52. Mbak, saya juga minat wajan besinya, hehehe. Waktu kecil wajan yang digunakan ibu saya seperti itu. Anti lengket dan panasnya merata. Pas kami pindahan wajannya ketlisut kemudian gak ketemu sampai sekarang. Kayaknya sih dibawa orang, hehehe, malah curhat. Btw, Pasar Antik ini tuh destinasi langganan mertua saya tiap ke Jakarta. Di rumah saya pun ada beberapa barang yg sengaja dibeliin mertua dari pasar ini. Salah satunya pemutar musik dan tape recorder jaman zadul. Lha tapi gak bisa diputer jadi cuma dipajang aja, kekekeke.

    ReplyDelete
  53. Seruu banget maak, jadi inget pasar barang antik klitikan soloo, mertuaku juga sukaa memajang barang barang antik.

    Pemanasan dulu ya mak.lama ga pergi pergi. (Gusti yeni)

    ReplyDelete
  54. Pengen banget nih jalan2 lihat barang2 antik di Jalan Surabaya pasti barang2 yang dijual bnyak nuansa vintage pngen ngehias rumah juga btw harga2 barangnya gimna mba bisa ditawar gak

    ReplyDelete
  55. Aku penasaran sama telepon yang diputer-puter itu, hihi.. kalau beli berarti cuma buat barang pajangan aja ya? Nggak bisa dipake lagi?

    ReplyDelete
  56. Memanjakan mata banget kalau jalan-jalan disepanjang jl. Surabaya ini. Banyak barang antik dan unik. Dulu aku pernah cari piringan hitam yang besar itu. Hihi.

    ReplyDelete
  57. Bagi kolektor barang antik, pasti bahagia kalau bisa jalan jalan ke sini ya mbak.
    Ada banyak toko yang menjual barang antik
    Seharian jalan jalan pun, pasti betah

    ReplyDelete
  58. Beneran seru ya jalan-jalan ke pasar barang antik begini banyak barang menarik dan unik, Alhamdulillah sudah bisa jalan-jalan lagi ya Mak akhirnya blog Pejalan Santaiku ada isinya lagi

    ReplyDelete
  59. Wah, suka juga nih aku liat" barang antik seperti ini.. Ternyata banyak juga ya mba barang palsu untuk barang antik ini.. Kalau aku sekarang lebih suka kumpulin uang" jaman dulu sih mba..Hehee

    ReplyDelete
  60. Sering banget lewat sini kalo anter ayah kontrol ke Menteng. Tapi belum berani mampir. Ternyata barang bekas nya masih oke ya mba, wajan aja masih mengkilap gitu mayan bisa goreng tempe buat sekampung. Kalo soal Indihome aku love bgt sama layanannya

    ReplyDelete
  61. Dulu main-main ke jl. Surabaya ini sama alm. bapak demi cari piringan hitam besar. Banyak barang antik dan unik disana.

    ReplyDelete
  62. Ya Ampuun ini keren banget ya mbak. Kebayang kalau kesana aku bisa auto kalap nih buat borong-borong

    ReplyDelete
  63. wah bagi yang suka sama barang antik atau vintage wajib banget nih jalan-jalan ke sini kalau ke Jakarta ya, mbak. bisa buat properti foto juga

    ReplyDelete
  64. asyik banget ya Mbak jalan-jalannya, bisa lihat barang-barang antik gitu, jadi kayak kembali ke masa lalu ya, jaman kecil gitu pastinya :D

    ReplyDelete
  65. Barang antik ini bisa jadi properti foto ya. Sayang dulu telepon kabel di rumah ortu dibuang. Sekarang udah jadi barang antik wkwk

    ReplyDelete
  66. Wah, asyik pasti jalan-jalan di pasar barang antik. Apalagi ditemani hp dengan sinyal yang kuat. Mau browsing tempat buat sekedar makan dan melepas penat jadi mudah..

    ReplyDelete
  67. Aku suka bgt liat kamera jadul mba... Disini harganya bisa miring gak sih atau pinter pinter kita tawar aja ya

    ReplyDelete
  68. Seruu banget mba bisa jalan jalan sambil cuci mata liatin barang antik. Barang antik tuh menurut ku unik ya mba, dan sarat dengan nilai sejarah. Rasanya kalau punya sendiri, sayang banget kalau dijual lagi, buat kenang kenangan hehe

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)