Jalan-Jalan KeNai

Blog family traveling tentang adventure, kuliner, hotel, dan tips perjalanan

JakBook Pasar Kenari, Tempat Berburu Buku Murah di Jakarta

Beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial berita tentang JakBook. Sebuah tempat berburu buku murah di Jakarta yang belokasi di Pasar Kenari ini baru diresmikan oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI, pada April 2019.

jakbook pasar kenari, wisata buku murah di jakarta

JakBook Pasar Kenari, Tempat Berburu Buku Murah di Jakarta


Sebelum cerita lebih lanjut tentang JakBook Pasar Kenari, saya mau cerita tentang pengalaman membeli buku murah di Jakarta ketika masih kuliah. Masih lekat diingatkan alm papah selalu bilang, "Kalau Chi butuh buku kuliah, kasih tau, ya. Papah ada teman yang jualan buku di Kwitang." Teman yang dimaksud ini adalah nasabah papah saat masih kerja di Bank.

Ke Mana Para Pedagang Buku di Kwitang dan Senen?


Kwitang dan Senen memang surganya buku. Seringkali auto inget ke sana kalau mau ke pasar buku bekas.

Memang mau beli buku baru atau bekas, banyak sekali penjualnya di sana. Ada yang di ruko, tetapi yang berjualan di kaki lima pun banyak. Nasabah papah berjualan di salah satu ruko di Kwitang.

Setiap kali saya butuh buku untuk kuliah, papah akan mengajak ke sana. Nanti saya tinggal tunjukin daftar buku yang dibutuhkan ke temannya. Sambil menunggu buku-buku yang dicari terkumpul, papah akan ngobrol dengan temannya. Saya melihat-lihat sekeliling aja. Ruko tua tanpa AC yang di dalamnya penuh dengan tumpukan buku. Saya suka bingung gimana caranya bisa menemukan buku yang dibutuhkan.

Setelah diwisuda, saya gak pernah ke sana lagi. Apalagi kami tinggal di Bekasi. Lumayan jauh kalau harus ke Kwitang atau Senen. Mending beli buku di toko besar aja seperti Gramedia atau belanja online.

Selama sekian tahun itu pula, saya gak mengikuti perkembangan toko buku di sana. Agak terlambat ketika saya baru mengetahui kalau toko-toko di sana pernah punya cerita panjang. Mengalami kebakakaran hebat pada tahun 2007 hingga penggusuran. 

Para pedagangnya pun mulai berpencar di beberapa lokasi di Jakarta. Masih ada yang tetap bertahan di sana, tetapi jumlahnya sudah jauh lebih sedikit. Ada juga yang beralih menjadi pedagang online karena dianggap lebih menguntungkan dari segi biaya. Tidak perlu sewa ruko kalau online.

Ya, kalau memang sejarahnya seperti itu, memang pantas aja saya terlambat mengetahuinya. Bukan hanya karena lokasi rumah jauh dari Kwitang dan sekitarnya. Tetapi, pada tahun 2007 juga saya sudah mau punya 2 anak. Udah riweuh sama urusan rumah tangga dan keluarga. Frekwensi membaca buku pun berkurang.

Surga Pasar Buku di JakBook


jakboo, berburu buku murah
Ciri khas gedung Pasar Kenari Lama, seperti lemari buku

Meskipun sudah viral sejak beberapa waktu lalu, saya belum punya alasan untuk datang ke JakBook. Bisa aja sih datang sekadar menuntaskan rasa penasaran. Tetapi, sinar matahari lagi 'unyu-unyu' banget. Rasanya gak pengen ke mana-mana kalau seterik itu.

Kemudian Keke minta dibeliin buku pelajaran matematika. Sebetulnya seluruh buku pelajarannya dipinjamkan oleh sekolah secara gratis. Tetapi, guru matematika menganggap materi di buku pelajaran yang dibagikan masih kurang lengkap. 

Nai pun minta diajak ke toko buku. Alasannya suntuk menjelang UTS. Ada-ada aja, deh hehehe. Karena 2 alasan itu, saya dan Nai pun pergi ke Jakbook.

JakBook adalah pasar buku pertama di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tepatnya berlokasi di Pasar Kenari Lama lantai 3

Buku-buku yang dijual di sini gak hanya baru. Buku bekas pun banyak. Kebanyakan harganya murah. Makanya begitu masuk pasar ini ada tulisan "Wisata Buku Murah".

Jangan Sampai Salah Pasar Kenari!


lokasi jakbook
Foto dari atas jembatan halte Salemba UI. Gedung merah di sebelah kanan itu Plaza Kenari Mas. Kalau Pasar Kenari Baru dan Lama ada di sebelah kiri (gedung warna merah juga), tepat di samping masjid At Tauhid UI Salemba.

Saya sempat mengernyitkan kening ketika membaca info kalau JakBook berlokasi di Pasar Kenari yang lokasinya sepi. Masa' sih Pasar Kenari sepi? Perasaan papah atau suami kalau mau beli peralatan listrik dan peralatan rumah tangga lainnya sering di sana. Kalau pun saya lewat ke daerah sana suasananya suka terlihat ramai dari luar. Gedungnya terlihat baru dan terang.

Setelah saya melihat penampakan gedung tempat lokasi JakBook di media sosial, ternyata saya salah mengira. Selama ini saya taunya itu pasar Kenari ada 1. Ternyata malah ada 3 yaitu Plaza Kenari Mas, Pasar Kenari Baru, dan Pasar Kenari Lama.

Nah, saya tadinya cuma tau yang plaza. Kalau kata suami, kalau mau belanja yang nyaman (baca: ada ACnya) memang di Plaza Kenari Mas. Sedangkan 2 pasar lainnya masih lebih tradisional.

halte salemba ui, transportasi ke jakbook

Tidak sulit mencari lokasi Pasar Kenari Lama dan Baru. Kalau Sahabat KeNai naik TransJakarta, turun di halte Salemba UI. Kemudian nyebrang ke arah kampus ini. Udah deket banget dari situ.

Tetapi, tetap jangan salah masuk pasar, ya. Jadi yang bersebelahan dengan kampus UI itu Pasar Kenari Baru. Kalau yang lama ada di sebelah yang baru. Gedungnya mirip-mirip dan hanya dibatasi dengan tembok pembatas pendek. Kirain saya juga itu satu area yang sama. Pokoknya kalau yang lama lokasinya di hook. Ciri khas lainnya adalah dari luar gedungnya seperti lemari buku.

Ketika kami masuk pasar yang baru, ada seorang bapak nyeletuk, "Kayaknya mau ke toko buku, nih." Saya gak menanggapi, tetapi dalam hati tersenyu, dan jadi yakin kalau kami gak salah masuk. Kayaknya wajah kami berdua memang gak kelihatan kayak yang ngerti listrik. Makanya ada bapak-bapak yang nyeletuk begitu hahaha!

Suasana pasar terlihat sepi. Banyak toko yang tutup. Gak ada satupun info Jakbook ada di lantai berapa. Saya segera ajak Nai masuk ke lift. Angka 3 di lift pun dipencet. Info yang saya baca di internet, lokasinya ada di lantai tersebut.

Pencet angka 3 di lift, terkedjoet ketika buka pintu terlihat angka 4 di tembok. Makin kaget lagi ketika dalamnya seperti ini. Lebih mirip ruangan kantor πŸ˜‚

Begitu pintu terbuka, suasana sepi banget. Dan yang bikin saya kaget, terbaca angka 4 di tembok lift. Perasaan saya gak salah pencet tadi? Rupanya ini lift dan lantainya memang membingungkan. Saya dan Nai sempat pencet semua lantai. Kalau kita pilih angka 2 di lift, maka di tembok lift akan terlihat angka 3. Ya gitu, deh.

Roof top di lantai 5. Sebelah kanan yang ada warna kuning itu kantin.

Sampai akhirnya kami pencet lantai tertinggi yaitu 4. Dan kami pun keluar di lantai 5 hahaha! Di lantai paling atas hanya ruang terbuka dan ada 1 kantin cukup luas serta mushola. Kelihatannya sedang dalam taraf pembangunan. Musholanya meskipun kecil, tetapi bersih. Nai pun minta istirahat sebentar untuk beli minum di kantin.

Mushola yang masih dalam tahap finishing.

Saya pun bertanya ke salah seorang petugas kebersihan di sana. Rupanya kami memang salah masuk. JakBook ada di Pasar Kenari Lama. Pantes aja gak ada tanda-tandanya di setiap lantai.

Lokasi Wisata Buku Murah JakBook Ada di Pasar Kenari Lama


Naik tangga sampai lantai 3

Selesai minum, kami pindah ke Pasar Kenari Lama. Begitu masuk ada tanda kalau JakBook di lantai 3. Tetapi, kami tidak melihat ada lift atau eskalator di dekat pintu masuk. Mau masuk lebih ke dalam, nyali saya rada ciut kalau hanya berdua dengan Nai.

Begini situasinya ketika kami masuk Pasar Kenari Lama

Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 4 sore. Suasana pasar terlihat sepi dan cukup suram. Sepertinya saya juga tidak melihat satupun pembeli di sana. Mungkin karena banyak toko yang sudah tutup. Jadilah kami naik ke lantai 3 lewat tangga.

pasar buku bekas di jakarta

Suasana yang berbeda kami rasakan begitu masuk ke lantai 3. Ternyata di sini cukup ramai, bersih, serta sejuk karena ber-AC. Beda banget deh ma suasana pasar di bawahnya. Di sini ini tidak hanya Jakbook. Tetapi, banyak lapak penjual buku lainnya.

Kami langsung masuk ke JakBook. Di dalamnya seperti toko buku besar semacam Gramedia atau Gunung Agung. Hanya saja penerangannya agak temaram. Gak seterang benderang toko buku di mal-mal.


Saya tidak menemukan buku pelajaran yang dicari. Saya mencoba cek harga beberapa buku pelajaran lainnya. Kelihatannya sama aja dengan toko lain harganya. Gak tau deh ya kalau nanti di kasir harganya ada diskon atau enggak. Pernah baca beberapa artikel, katanya harga yang tertera di buku memang sama. Tetapi, nanti di kasih dikasih diskon lagi. Sayangnya saya belum beli buku, jadi gak bisa membuktikan.

Saya senang juga karena di sini banyak buku pelajaran terbitan Kemdikbud. Buku-buku sekolah anak-anak 'kan menggunakan terbitan ini. Kayaknya saya belum pernah lihat di toko buku besar seperti Gramedia. Kebanyakan buku pelajaran dari penerbit besar seperti Erlangga dan sebagainya kalau di Gramedia. Saya senang karena kalau sampai buku pelajaran yang dipinjamkan rusak atau hilang, udah tau carinya di mana. Tentu aja bukan berarti saya berharap akan terjadi seperti itu, ya.


Saya lihat beberapa novel impor, meskipun stoknya sedikit, kayaknya lebih murah harganya. Di JakBook juga menjual alat tulis dan buku tulis. Ya persih deh kayak toko buku lain.

Nai beli beberapa peralatan sekolah dengan harga yang cukup murah. Salah satunya dia beli Loose Leaf isi 100 lembar. Kalau saya cek di toko online atau harga di toko dekat rumah itu kisaran IDR10K ke atas. Di sana cuma IDR3K. Saya sampai beberapa kali lihat struk. Kali aja salah input atau saya yang salah lihat.

Selain penerangan yang kurang terang, masukan lain dari sana adalah kenyamanannya. Saya sempat melihat seorang ibu membawa seporsi mie goreng ke dalam Jakbook dan nyamperin seorang anak yang sedang asik melihat-lihat buku. Bagusnya ibu tersebut membujuk anaknya keluar dulu untuk makan. Bukan malah menyuapi di situ. Tetapi, dengan lolosnya ibu tersebut masuk juga menandakan kenyamanan di sana cukup longgar. Nanti jadi kurang nyaman kalau ada yang bebas makan di dalam toko buku.

wisata buku murah di jakarta, jakbook
Buku untu anak harganya murah-murah dan kondisinya masih bagus

Karena idak mendapatkan buku yang dicari, saya pun mendatangi beberapa pedagang di sana. Ternyata, hanya segelintir yang menjualnya. Itupun kondisinya baru dengan harga sama aja kayak di toko buku atau online.

Saya sempat bertanya ke beberapa pedagang tentang harga ini. Karena saya pikir ngapain juga belanja di Jakbook kalau harganya sama aja. Semua pedagang yang saya tanya memberikan jawaban senada. Mereka pada gak mau stok buku pelajaran sekolah dalam jumlah banyak. Kalau pun nyetok, maunya keluaran terbaru.

"Kurikulum pendidikan di kita ganti-ganti terus, Bu. Bisa setiap tahun ganti buku pelajaran. Jual buku pelajaran risiko ruginya bisa besar."

Kurang lebih seperti itu penjelasan mereka. Kurikulum yang keseringan ganti membuat mereka gak mau ambil risiko. Bahkan mereka juga jarang mau nyetok buku pelajaran bekas karena jarang ada yang cari kalau kurikulum udah ganti. Mereka lebih memilih stok sedikit dalam keadaan baru. Kalau gak laku langsung retur ke penerbit. Itulah kenapa buku yang Keke cari susah banget didapat. Apalagi katanya itu buku matematika yang termasuk paling banyak dicari.

Berbanding terbalik dengan buku kuliah. Menurut beberapa pedagang, buku kuliah jadul pun masih banyak yang cari. Makanya mereka berani stok buku lama. 

Saya coba tanya beberapa buku kuliah. Ada yang harga barunya IDR125K. Buku bekasnya dalam kondisi bagus dihargai IDR75K. Lumayan banget 'kan tuh selisihnya. Pantesan aja saat kami ke sana, kebanyakan yang datang itu mereka yang mungkin mahasiswa.

Majalah-majalah favorit pada masanya πŸ˜‚

Gak hanya buku pelajaran atau kuliahan aja, kok. Di sini juga banyak novel, buku cerita anak, buku import, dan lain sebagainya. Harganya juga banyak yang murah. Buat Sahabat KeNai yang gemar membaca buku atau ingin membaca buku lama, sesekali ke sini, deh.

Fasilitas di Jakbook

Fasilitas di sini juga cukup lengkap. Gak hanya untuk belanja buku murah. Ada apa aja di sana?

Bencoolen Coffee Shop

bencoolen jakbook pasar kenari lama
Kirain di layar ini menampilkan harga menu di Bencoolen. Ternyata daftar harga pangan. Ya, mungkin karena lokasinya di pasar jadinya ada yang seperti ini. Kayak di pasar dekat rumah saya πŸ˜‚
bencoolen coffee shop

Sore itu, suasana coffee shop lumayan ramai. Hanya tersedia beberapa bangku kosong. Kebanyakan wajah-wajah anak muda. Banyak yang asik ngobrol sama teman-temannya. Ada juga yang berkutat di depan laptop. 

Saya sempat membaca tulisan 'Free WiFi'. Tetapi, kami tidak mencobanya karena hanya memesan segelas kopi. Itupun saya bawa ke kantin karena Nai lapar.

bencoolen pasar kenari lama

Saya sempat membaca artikel di Google, kalau di Bencoolen ini juga menjual makanan. Tetapi, saat kami tanya, pramusajinya mengatakan hanya menyediakan kue kacang. Gak tau deh apakah karena saat itu udah cukup sore atau memang sudah tidak lagi menjual makanan.

bencoolen coffee shop, jakbook pasar kenari lama
Aneka kopi nusantara

Bencoolen berarti Bengkulu dalam Bahasa Belanda. Kopi yang dijagokan di sini memang kopi Bengkulu. Tetapi, kalau Sahabat KeNai pengen beli kopi nusantara lainnya juga di sini ada. Beli bubuk atau biji kopinya aja juga bisa, kok.

[Silakan baca: Ngopi di Cofi]

Kantin Jajanan Halal

jajanan halal jakbook

Karena di Becoolen gak jual makanan, kami pun melipir ke kantin. Sayangnya karena udah sore, banyak yang udah tutup juga. Akhirnya, Nai hanya membeli 1 porsi dimsum. Itupun sudah tidak dalam kondisi hangat karena penjualnya memang sudah mau tutup. Setidaknya perut Nai gak lapar lagi karena dari siang belum makan.

Di beberapa tembok kantin tertulis jajananhalal.id. Saya gak bertanya-tanya, tetapi kalau udah ada tulisan seperti itu berarti jajanan di sana seharusnya halal semua.

PAUD

fasilitas jakbook

Ada PAUD juga di sini. Saya gak tau jadwal sekolah setiap hari apa dan jam berapa saja. Tetapi, memang di sekitar PAUD agak ramai anak-anak sedang bermain dengan orang tuanya.

Jakmart

jakmart

Kalau ini minimarket milik pemprov DKI yang berada di bawah PD Pasar Jaya. Setahu saya sudah diresmikan sejak zaman Djarot Syaiful Hidayat, Plt Gubernur DKI Jakarta. Jakmart tidak hanya ada di Pasar Kenari. Di beberapa pasar di Jakarta juga ada minimarket ini.

Saya melihat beberapa orang membeli beberapa kebutuhan pokok seperti belanja bulanan. Saya pernah membaca beberapa artikel kalau harga di Jakmart memang murah. Harga grosir, tetapi bisa dibeli secara eceran.

fasilitas di jakbook

Saya tidak tau semurah apa belanja di saya. Kami hanya beli sebotol air putih dan es krim. Pengguna Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga bisa belanja di Jakmart. Tetapi, kalau pakai KJP harus diperhatikan waktu belanjanya karena ada sedikit perbedaan.

Coworking Space

coworking space jakbook

Sebetulnya, saya masih bertanya-tanya dengan ruangan ini. Gak ada keterangan ruangan apapun. Saya sempat menyangka kalau ini kantor pengelola. Tetapi, kalau lihat ruangannya, model coworking space gitu.

Selain coworking space, ada juga ruang yang cukup lapang dan disediakan beberapa kursi serta meja dekat dengan lapak penjual buku bekas. Kalau Sahabat KeNai usai membeli buku, tetapi ingin langsung membaca, bisa banget duduk-duduk di situ. Duduk di cafe atau kantin 'kan gak enak ya kalau gak pesan makan atau minum.

Ruang Laktasi

fasilitas jakbook

Buat ibu menyusui juga gak usah khawatir. Meskipun saya gak tau di dalamnya seperti apa. Tetapi, kalau melihat kenyamanan di lantai 3 ini, semoga aja ruang laktasinya pun sama. Setidaknya buat para busui punya tempat khusus. Jadi, gak bingung kalau harus menyusui.

ATM

Sebelum berangkat, saya sudah menyiapkan uang tunai sejumlah tertentu. Saya gak melihat ada mesin EDC di lapak penjual buku bekas. Hanya ada di Jakbook. Jadi, Sahabat KeNai sebaiknya bawa uang tunai kalau ke sini. Kalaupun gak bawa, di sini juga ada ATM Centre. Salah satunya BCA. Tetapi, gak apa-apa juga tetap persiapkan uangnya dari rumah. Berjaga-jaga kalau ATM lagi error.

Panggung

Ada panggung kecil di sini. Kelihatannya memang dibuat untuk event. Mudah-mudahan akan banyak event, khususnya yang berkaitan dengan buku. Jadi bisa semakin meramaikan wisata buku murah. Juga membuat minat baca semakin meningkat.

Parkiran yang Luas

Tangga menuju ke parkiran di roof top

Di Jakbook juga ada parkiran yang luas di rooftop. Tetapi, kalau saya tetap memilih naik TransJakarta aja. Jalan ke sana suka macet banget! TransJakarta aja masih suka kena macet kalau udah masuk Salemba sampai Senen. Soalnya belum ada jalur khususnya. Makanya masih suka kena macet. Ada juga parkiran di basement. Tetapi, saya gak melihat kondisinya.

Fasilitas lainnya adalah toilet dan mushola. Toiletnya cukup bersih. Tetapi, saya gak melihat musholanya. Mudah-mudahan bersih juga. Kalau memang terasa kurang memadai, bisa ke mushola di Pasar Kenari Baru.

Waktu yang Tepat Belanja di Jakbook


Kalau jalan sendirian gak akan berani foto-foto begini hehehe

Jakbook buka setiap hari dari pukul 09.00 s/d 19.00 wib. Tetapi, saya sarankan mendingan pukul 5 sore udah pulang, deh.

Toko-toko di bawah tutup pukul 5 sore. Kami ke luar dari Jakbook pukul 17.15 wib. Berasa banget sepinya. Untung aja sama ditemenin sama Nai. Kalau enggak, kayaknya saya udah berlari turun ke bawah hahaha.


Beneran gak ada lift di Pasar Kenari Lama. Tetapi, ada eskalator di area tengah. Saya sempat foto-foto dulu sampai kami disamperin ma satpam. Gak ngomong apa-apa sih satpamnya. Tetapi, mungkin dia heran atau gimana gitu lihat 2 perempuan foto-foto di tempat sepi hehehe.


Kalau Sahabat KeNai bawa kendaraan pribadi juga mendingan keluar sebelum pukul 5. Saya lihat parkiran di basement sudah terkunci. Gak tau sih kalau parkir di roof top. Atau kalau mau, mendingan parkir di luar pasar aja.

Saya masih pengen ke sana lagi. Waktu itu cuma sekitar sejam. Datang pukul 4, pulang pukul 5.15 wib. Emang udah kesorean juga dari rumah. Meskipun Jakbook buka sampai pukul 7 malam, saya gak berani. Sepi banget di bawahnya. Mungkin kalau perginya ma suami beda lagi, ya.

Menurut saya, Jakbook ini masih recommended untuk didatangi. Fasiltasnya juga cukup lengkap. Mudah-mudahan aja bisa semakin ditingkatkan kenyamanannya. Kalau berburu buku murah di pameran masih terasa kelamaan, mending ke sini aja.

Jakbook


Pasar Kenari Lama
Jl. Salemba Raya No.2
Jakarta Pusat 10430

Open Hours: 09.00 s/d 19.00 wib

 

48 komentar:

  1. Wah kalau saya ke sana asal dapat alamat pasar buku kenari gitu, bener bakalan nyasar nyasar. Hehehe... Bukan wilayah kekuasaan soalnya hehehe

    Jakbook mengingatkan saya ke Palasari di Bandung
    Yah kedepannya semoga bisa main ke surga kutu buku di Kenari sana ya. Amin. Betah saya mah kalau sudah di toko/pasar buku tuh

    BalasHapus
  2. Kayaknya lebih enak datang pagi ya, kalo sore toko-toko di bawah banyak yang sudah tutup kok jadinya agak serem ya hahaha :D

    BalasHapus
  3. Beughhh, Jakbook keren ya Mak
    Menarik nih buat jadi destinasi shopping kalo ke JKT
    Btw, kalo Kwitang itu kok aku jadi inget adegan di AADC pertama, hahahahahah
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  4. lengkaapp bangett, makasih mak Myra kebeneran suamiku lagi kuliah lagi di jakarta, dan suka bingung mau buku beli buku2 dimana, yeay ada rekomendasi tempat beli buku

    BalasHapus
  5. Rumahku deket dari sini Mbak Myraaa. Tapi belum pernah kesini. Bukunya lumayan komplit ya. Banyak fasilitas pendukung pula. Kalau lapar, yg jual maakanan pada tutup nyebrang aja. Ada KFC hehehe

    BalasHapus
  6. Mungkin rame ya mbk kalok pagi atau siang gt. Tempatnya jg asyik. Beberapa sarana sudah tersedia di sana.

    BalasHapus
  7. Selalu suka baca tulisannya Mbak Myra, lengkap dan detail banget. Menggugah rasa pengen ikutan juga datang ke tempat-tempat yang diceritakan. Beli buku hobi saya. Di rumah sampai penuh buku. Sekarang udah tahu ada pasar buku begini, jadi pengen ke sana juga.

    BalasHapus
  8. Lha serem banget liftnya tombolnya bisa error gitu ya haha.
    Jadi pengen juga nih ke Jakbook kali nemu buku yang aku inginkan dengan harga lebih miring :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah pernah punya pengalaman terjebak di dalam lift sewaktu menjenguk teman di RSPAD di BenHil. Duuh saya dan teman-teman panik dan berteriak-teriak dari dalam lift tapi nggak ada yang dengar. Akhirnya kami berusaha untuk membuka paksa pintu lift. Alhamdulillah bisa. Kami tergantung antara lantai atas dan bawahnya. Jadi pas keluar harus melompat sekitar 1 meter ke bawah. Serem banget.

      Hapus
  9. oo..jadi ini tho yang diresmikan anies baswedan beberapa waktu yang lalu.
    rada tricky juga ya nyari lokasinya, apalagi buat orang luar Jakarta.
    semoga nanti ada papan penanda jalan utk para pendatang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya mudah dicari. Kalau naik TransJakarta, turun di halte Salemba UI. Pasarnya di dekat situ. Masih sejajaran.

      Hapus
  10. sepi banget mbak meskipun masih jam 4-5 an ya, memang lebih cocok datang pagi atau siang. bukan aja toko nya yg tutup, yg dagang makanan juga pada tutup.

    btw ini fasilitasnya kok lengkap ya, kayak ada tempat pendukung bahkan sampe paud juga ada.

    BalasHapus
  11. Wah kalau di Bandung ada jg nih Cikapundung, Balong gede asyik sih nyari buku2 lama tuh sebenarnya tp skrg sdh susah wkt buat bacanya. Hehe

    BalasHapus
  12. Luengkappp banget ulasannya, memudahkan banget buat yg mau kesana. Btw, bayangin mb Myra sama Nai punya daya juang tinggi, macem the explorer 1 hari ya mb. Ah, jadi kangen Jkt. Kayaknya bakal jd satu tempat tujuan khusus nih. TFS mb

    BalasHapus
  13. Aku awalnya ngira hanya sekedar toko buku saja. TApi bahkan ada coworking, paud dan kantin yang menjual aneka makanan ya. Enak sekali jika bisa berkunjung ke sini

    BalasHapus
  14. Wah lengkap bnget ya, tempat yang harus di kunjungi saat ke Jakarta nanti😍

    BalasHapus
  15. Omg! Kalau liat koleksi buku sebanyak itu mataku langsung membelalak gak sabar pengen Borong, huhu syg bgt jauh dr sini 😭

    BalasHapus
  16. Wah....bakalan kalap mah kalau kemari. Kalau liat bukusuka lupa waktu, tapi tujuan utama sih pengen berburu majalah bekas jadul, sekalian bernstalgiaa hehehehe

    BalasHapus
  17. Wah.. seneng banget tau informasi ini.. tfs mba.. bakal cita2 deh nyempetin kesini.. smoga toko2 yg jual bukunya juga makin oke dan makin banyak

    BalasHapus
  18. Itu surga bagi pencinta buku lama karena jual majalah dan buku bekas juga. Saya mupeng lihat tumpukan majalahnya, banyak yang sering saya baca. Kangen majalah. Sayang jauh banget. Entah di Cikapundung atau Palasari ada karena Bandung lebih dekatke Garut. Tapi JakBook oke banget meski saya juga bingung napa pasarnya sepi. Apa kebanyakan orang pilih jualan di kaki lima?
    Jangankan Mbak Chi, sdaya juga gak berani jalan bareng Palung sore hari ke lantai 3 Pasar Modern Limbangan karena tokonya pada tutup alias tidak berpenghuni di lantai atas itu. Alasannya mungkin karena pedangan anggap mahal.
    Semoga JakBook kian ramai. Butuh promosi intens.

    BalasHapus
  19. Keren ya sekarang difasilitasi tempatnya jadi lebih tertata gt. Dan rekomen juga sih ya beli disini katanya lebih murce harga bukunya.

    BalasHapus
  20. Semoga pasar-pasar seperti ini cepat trendingnya sehingga banyak yang datang untuk berbelanja buku. Pedagang senang yang beli senang. Iya Mbak jualan buku paket sekolah itu rugi besar kalau kurikulum ganti terus. Kasihan mereka.

    BalasHapus
  21. Ngomongin kwitang aku jadi ingat jaman kesana saat masih sekolah SMA, dan diajakin tante ku yang tinggal deket situ. Jakbook kayaknya masih kurang komplit untuk novel terjemahan ya mba

    BalasHapus
  22. Dulu sering banget belanja ke Kwitang dengan hadirnya JakBook ini lebih tertata rapi dan juga lebih nyaman ya mbak. Semoga berkembang dan banyak yang tahu tempat ini.

    BalasHapus
  23. Wahh sebagai pecinta buku, kami harus menyempatkan diri kesini buat hunting buku-buku nih mbak. Apalagi kalau dapat buku-buku murah namun masih rapi dan apik

    BalasHapus
  24. ini mah kaya shopingnya jogja, tapi lebih wah ini

    bisa jebol ini kantong kalau lihat buku-buku murah

    BalasHapus
  25. Kalo sore, serem juga liat pasar sepi gitu.

    BalasHapus
  26. Oalah sebagain tukang buku yang ada di Kwitang pindah kesini yaa kak? Sama pas aku kuliah dulu carinya di Kwitang hehe soalnya lengkap.

    Tapi kalo hampir sebagaian pindah ke JakBook ini alhamdulillah deh, lebih luas tempatnya sama bersih dan adem wwkwk jadi makin nyaman pilih-pilih bukunyaa

    BalasHapus
  27. Kemaeren baru sempet ke sini. Kafenya lumayan, ga mahal. Makanan di kantin juga murah, nasi ayam cuma 12emribu. Bahagiaa

    BalasHapus
  28. Kalau di Jogja, sepertinya ini namanya adala shoping. Banya bukubuku murah berbaris di rukoruko gitu :D

    BalasHapus
  29. Temen juga udah pernah ke sana nih, dan masih sepi juga. Terus harganya begitu, di label masih harga sebelum diskon.. Kapan2 jadi pengen ke sana deh πŸ€”

    Anw, lengkap bangeettt iniihh ulasannya tfs mbaakk

    BalasHapus
  30. Oooohh..jadi Pasar Kenari itu ada 3? Jangan sampai salah tepat kalo gitu ya, lelah juga muternya hahaha :) Zaman aku kuliah dulu pernah sih ubek2 buku murah di Senen, sekarang emang udah ga adala lagi. Ruang laktasi juga ada ya di JakBook, selain mushola :) Istirahat di coffe shopnya enak banget. Kantinnya kelihatan bersih. Cuma lift nya aneh hihii serem juga ya kalo sepi.

    BalasHapus
  31. Masuk akal sih alasan para penjual nggak mau tok buku pelajaran banyak. Padahal dulu itu, waktu jaman sekolah, buku itu bisa diwariskan. Bahkan saya pun pakai buku warisan senior saya.


    Saya agak terkejut ada ruang laktasi. Semoga saja dalamnya bersih dan nyaman. Seandainya tidak pun, paling tidak sudah ada niatan baik untuk membuat ruang laktasi dan berharap kedepannya lebih baik.

    Terima kasih sudah berbagi

    BalasHapus
  32. Waktu anak-anak masih sekolah, aku juga suka nyari buku pelajaran di Pasar Buku. Dpt info dr Uda di lapak (kebanyakan orang Minang yg jualan di sini), buku pelajaran jarang ada di Pasar Buku, karena penyalur langsung jual ke sekolah. Terpaksa deh, beli dari guru, sepaket gitu.
    Memang ya engga nyaman kalo sepi gitu. Aku pernah nih, parkir di roof top, keluar mall gelap. Aku ama anakku, lari dong ke mobil...

    BalasHapus
  33. Aku baru tahu kalau pasar kenari ada 3, selama ini tahunya Kenari Mas doang
    Ternyata lokasi Jakbook itu fasilitas pendukungnya cukup lengkap ya
    Dari cafe sampai ATM
    Sip lah, kapan-kapan main ke sana

    BalasHapus
  34. waaah harus aku masukin tempat jalan ketika ke Jakarta nih kak.
    aku suka banget belanja bulu kalau Jakarta. soalnya selain lebih murah dari pada di Banjarmasin, stok bukunya juga bervariasi dan banyaaaak.
    kalau di Banjarmasin selain pilihannya dikit, tapi juga terlambat updatenya.

    btw, kerennya ada coworking space nya. jadi harus banget kesana nih.
    makasih udah share ya kak ^^

    BalasHapus
  35. Tulisan yang cukup panjang untuk sebuah toko buku, mbak.

    Aku malah tertarik sama cafe Bencoolen. Tempatnya nyaman dan ada view dari jendela besar ke arah pemandangan kota. Habis beli buku bisa langsung dibaca di cafe. JakMart juga ternyata menarik ya, konsep convenience store-nya lebih kekinian daripada jaringan swasta.

    BalasHapus
  36. Tempatnya bagus ya mbak. Tapi sepi...saya juga suka berburu buku jaman dulu. Penasaran sama Jakbook ini

    BalasHapus
  37. Menarik yaa. Fasilitasnya sangat lengkap. Gramedia saja belum sampai segitu. Jadi kangen pengen hunting buku. Sayangnya di tempat saya tinggal sekarang toko buku besar belum ada.

    BalasHapus
  38. Jadi ingat dulu pernah ubek-ubek kuitang waktu masih SMA. Nyari buku pelajaran karena dulu ga mampu buat beli buku dari sekolah. Jadi, nyari yang bekas. Sekarang mah ga mungkin ya. Beda tahun aja udah beda kurikulum dan mata pelajarannya. Terus, sekarang kebanyakan anak-anak nulisnya di buku paket bukan di buku tulis. Tapi, tetep penasaran pengen berkunjung ke kenari

    BalasHapus
  39. wahhh..sudahh berbahh yahh skrg mah tambah rame, jadi inget dulu nyari-nyari buku di sana, komplit sudahh buku yang akan kita cari pasti adaa,

    BalasHapus
  40. Nuansa buku lapak di Kwitang saya masih merasakan, bahkan yg tempat syutingnya AADC pun sempet terpijakan tapi ga berapa lama banyak perubahan. Aku belum mampir sih yg di kenari ini
    Itu apa ada yg jual buku bajakan juga ? Secara Tempat nya terlihat lebih nyaman dibanding di Senen dulu

    BalasHapus
  41. Semoga nanti Jakbook semakin ramai ya, sayang banget kalau sepi karena fasilitasnya keren dan lengkap, tergiur buku anaknya nih

    BalasHapus
  42. Kayaknya Kalo ke sana aku bisa seharian nih.. Ada co-working space-nya juga lagi sama tempat ngopi.. Jadi pingin sekalian nyari buku anak. Harganya lumayan lebih murah ya mba.. Noted nih berarti yang di Kenari Lama ya, biar gak salah masuk pasar.. hehe.. Aku jadi inget dulu ke Kwitang pas masih sekolah berdua temenku nyari buku buat ikut lomba resensi.. :D

    BalasHapus
  43. Toko buku murah ada ac nya aja aku udah seneng, Mbak. Apalagi kalau ada coffe shop ama kantinnya juga. Mayan bgt ini Jakbook.

    BalasHapus
  44. Wahhh pecinta buku di Jakarta wajib banget nih berkunjung ke tempat ini. Btw, itu majalah-majalah jadul, kok menggoda untuk dibawa pulang yaa, jadi kangen baca majalah tempo dulu, hehehe

    BalasHapus
  45. Aku pernah dengar soal buku-buku di pasar kenari ini. Kapan-kapan mau ke sana ah loat koleksinya.

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Saat ini blog Jalan-Jalan KeNai sedang diperbaiki tampilannya. Mohon maaf bila terlihat kurang nyaman selama masa perbaikan.