Segarnya Jalan Pagi di Bandung, Ditutup Sarapan Bubur Ayam Ichsan Banceuy

Menikmati kelezatan sarapan Bubur Ayam Ichsan Banceuy salah satu rekomendasi kuliner legendaris di Bandung yang menggugah selera

Udara yang sejuk dan suasana jalan yang tenang selalu sukses bikin rindu untuk kembali menikmati jalan pagi di Bandung. Apalagi kalau agenda olahraga jalan kaki ini ditutup dengan berburu sarapan enak. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah Bubur Ayam Ichsan Banceuy. Setelah puas menggerakkan badan menyusuri trotoar kota yang asri, menyantap semangkuk bubur hangat yang gurih dengan taburan toping melimpah di kawasan Banceuy adalah definisi self-reward pagi hari yang nikmat banget!


🏃‍♀️ Dari Langkah Kaki Menuju Mangkok Bubur


Kaos unik salah satu pembeli sepeda bertuliskan Bubur Ayam Bike yang menjadikannya pilihan sarapan favorit di Bandung setelah olahraga gowes

Ketika berada di Bandung, kami suka mengawali pagi dengan berjalan kaki santai. Gak ada rute khusus. Terserah langkah kaki aja, misalnya mulai dari arah Jalan Asia Afrika, melewati Braga yang ikonik dan masih sepi dari hiruk-pikuk siang, lalu mengarah ke Jalan Banceuy.

Ketika di Kawasan Banceuy, tepatnya di depan toko kopi Aroma, kami melihat penjual koran.
Di era digital ini, kami masih suka membaca koran. Sayangnya udah jarang yang jual, ya. Makanya begitu lihat ada yang jual, kami pun spontan membeli. Kemudian, kepikiran buat beli kopi, mumpung udah di depan tokonya yekaaaan. Tapi, karena belum buka, suami pun ngajakin sarapan dulu.

Suasana sarapan pagi di gerobak kaki lima Bubur Ayam Ichsan Banceuy Bandung yang ramai pembeli

Suami mengajak sarapan di Bubur Ayam Ichsan yang mangkalnya juga persis di depan toko kopi. Semuanya tanpa rencana, tapi justru cara spontan seperti inilah yang terkadang seru, apalagi kalau ternyata rasanya enak.


🥣 Menikmati Semangkuk Bubur Ayam Ichsan Banceuy dengan Topping yang Royal


Satu porsi Bubur Ayam Ichsan Banceuy dengan topping ayam suwir bawang goreng seledri dan ati ampela melimpah

Sebetulnya, pagi itu saya belum terlalu lapar. Makanya, ketika suami mengajak sarapan di Bubur Ayam Ichsan, saya memilih 1/2 porsi dengan tambahan ati ampela.

Bubur Ayam Ichsan Banceuy ini memiliki tekstur yang kental khas bubur Bandung, disajikan hangat dengan taburan toping yang sangat royal. Apa tekstur yang kental dan agak padat ini menjadi ciri khas bubur di Bandung? Karena beberapa kali makan bubur di Bandung, beda-beda tempat tapi teksturnya mirip-mirip.

Cukup mengejutkan juga, setengah porsi ternyata lumayan banyak dan bikin kenyang. Kayaknya kalau pesan 1 porsi seperti suami belum tentu sanggup menghabiskan. Setengah porsi aja, permukaan mangkoknya hampir penuh tertutup oleh suwiran ayam yang melimpah, potonga  ati ampela, taburan seledri, kacang kedelai goreng, bawang goreng yang wangi, dan semangkok kerupuk.


Dua gelas teh hangat sebagai pelengkap gratis saat menikmati sarapan di Bubur Ayam Ichsan Bandung

Saya lupa bilang jangan pakai seledri. Jadi agak ribet menyisihkannya hihihi. Ayamnya disuwir kecil-kecil. Ati ampelanya gak dibentuk sate-satean, ya. Tapi, disajikan udah dipotong-potong begitu. Sambalnya disajikan di botol. Sahabat KeNai bisa menuang sendiri. Hati-hati kepedesan. Mending tuang sedikit dulu. Kami juga diberi 2 gelas teh hangat tawar, meskipun sudah membawa botol minum sendiri.

Menikmati kelezatan sarapan Bubur Ayam Ichsan Banceuy dengan topping suwiran ayam melimpah gurih dan hangat

Kami datang di hari kerja. Tetap ramai pembeli. Tebakan saya, pembelinya berasal dari para pekerja sekitar yang mau sarapan, pengunjung yang akan membeli kopi seperti kami, bahkan ada juga yang langganan. Karena ketika kami di sana, ada sepasang lansia yang sepertinya sudah menjadi pelanggan setia.


📍 Lokasi di Depan Kopi Aroma dan Harga Bersahabat


Lokasi gerobak Bubur Ayam Ichsan Banceuy yang berada tepat di depan bangunan bersejarah Pabrik Kopi Aroma Bandung

Menemukan lokasi Bubur Ayam Ichsan Banceuy ini sama sekali tidak sulit. Patokan paling gampangnya, posisinya tepat berada di depan toko Kopi Aroma, sebuah kedai kopi legendaris yang aroma kopinya selalu semerbak di sepanjang Jalan Banceuy.

Penjual sedang meracik porsi bubur ayam di gerobak Bubur Ayam Ichsan salah satu tempat sarapan legendaris di Bandung

Foto-foto ini, sarapan kami di tahun 2024, ya. Saya lihat di Google Maps, masih jualan Bubur Ayam Ichsan di sana. Masih di lokasi yang sama, tapi kelihatannya tenda gerobaknya berganti jadi warna merah. Waktu kami makan di sana, warna tendanya biru.

Review rasa Bubur Ayam Ichsan Bandung yang gurih dengan tekstur kental berlimpah suwiran ayam halus dan potongan ati ampela
Harga tahun 2024 (saya gak tau apa tahun ini mengalami perubahan harga atau enggak)
1 porsi bubur ayam biasa - IDR15K
1/2 porsi bubur ayam biasa - IDR12K
Ati Ampela - IDR4K
Telur - IDR3K


Selain lokasinya yang strategis di tengah kota Bandung dan rasa yang enak, nilai plus lainnya adalah harganya yang sangat bersahabat. Gak sampe Rp20 ribu per porsi untuk porsi full dengan tambahan ati ampela. Bisa bayar pakai QRIS. Puas, deh, sarapan di sini.

Pagi itu, kami membawa pulang koran fisik dan sebungkus kopi Aroma legendaris. Perut pun kenyang karena sarapan Bubur Ayam Ichsan. Semua itu kami lakukan spontan. Bagi saya dan suami, momen-momen spontan seperti inilah yang selalu membuat agenda jalan-jalan pagi di Bandung selalu dirindukan dan punya kejutan manis. Jadi, kalau Sahabat KeNai sedang berada di sekitaran Asia Afrika atau Braga besok pagi, jangan lupa sempatkan melipir ke depan Kopi Aroma untuk mencoba sendiri kelezatan bubur ayam yang satu ini, ya!


Bubur Ayam Ichsan


Jl. Banceuy, Braga (Depan Toko Kopi Aroma)
Kota Bandung, Jawa Barat 40111

Jam Buka: 06.00 - 10,30 WIB


Post a Comment

38 Comments

  1. atinya terlihat enak, jadi pengen nyoba juga :D

    ReplyDelete
  2. Duuh jadi rindu Bandung
    Waktu itu dinas ke bandung pernah jalan pagi di daerah Braga, next hari ke daerah gedung sate dan besoknya asia afrika (alun2).
    Terus sarapan lontong (dasar lidah medan kemana2 yang dicari harus lontong, haha) dan beli cakwe kalo ga salah deh...
    Smoga ada langkah dan rezeki bisa main ke Bandung lagi, aamiin

    ReplyDelete
  3. Untung pesennya setengah porsi ya, separuh aja banyak ternyata...
    Menarik juga bagaimana setiap tempat bubur di Bandung punya karakter sendiri, dan Ichsan ini sepertinya termasuk yang konsisten jadi favorit banyak orang. Terima kasih sudah berbagi cerita kuliner yang ringan tapi bikin nostalgia suasana pagi di kota kembang. Jadi pengen ikut sarapan langsung di sana suatu hari nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak kalau buat saya porsinya. Mungkin karena teksturnya cukup kental

      Delete
  4. Bandung memang selalu punya cara sederhana untuk menghadirkan kebahagiaan. Setelah menikmati udara pagi yang sejuk dan suasana kota yang masih tenang, rasanya semakin sempurna saat ditutup dengan semangkuk bubur ayam hangat yang menggugah selera. saya jadi ikut merasakan suasana pagi di Bandung dan jadi ingin mencicipi Bubur Ayam Ichsan Banceuy secara langsung

    ReplyDelete
  5. Bubur Ayam Ichsan Banceuy ini bikin aku langsung kebayang dinginnya pagi Bandung, lalu duduk menikmati semangkuk bubur hangat yang topping-nya melimpah .. huhuuuy :)))

    Deskripsi tekstur buburnya, topping yang royal, sampai atmosfer sarapan di kawasan Banceuy yang khas banget , sederhana tapi justru punya charm sendiri. Memang ya, bubur itu comfort food yang nggak pernah gagal, apalagi disantap pagi-pagi saat udara masih sejuk. Dan jujur, bagian antreannya malah bikin makin penasaran, karena biasanya kuliner yang rela diburu pagi-pagi begini punya sesuatu yang spesial!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Pagi-pagi sarapan bubur memang enak, deh

      Delete
  6. Bubur ayam hidangan mantul buat dinikmati saat kapanpun. Apalagi ini habis jalan-jalan pagi, jadi sarapan lezat dengan harga ramah di dompet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Harganya juag murah meriah. Bikin hati senang hehehe

      Delete
  7. sebagai orang Bandung, kok saya gak kepikiran jalan pagi ke area jalan Banceuy ya?
    Padahal sesudahnya bisa jajan bubur seperti Mbak Myra
    Mungkin karena auto ngebayangin rudetnya jalan-jalan di sekitar jalan Banceuy :D
    Eniwei, dari semua jenis bubur yang pernah saya cicip, bubur Bandung emang paling top ya?
    Kental dan rasanya umami.
    Ups jadi pingin jajan bubur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pagi belum terlalu rudet di Banceuy. Sebetulnya, kami lebih suka bubur chinese untuk tekstur bubur. Tapi, maish mau lah makan bubur khas lainnya.

      Delete
  8. Praktis juga ya kalo sate ati ampela nya sudah dipotong-potong begitu. Jadi praktis makannya dan yang pasti gak takut satenya jatuh. Dan itu topping nya. Alamak penuh banget. Padahal itu baru setengah porsi ya Myr. Gimana kondisinya kalau seporsi penuh? Kalau aku pasti teler duluan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan, gak ada sampah tusuk sate juga jadinya. Buat saya setengah porsi udah kenyang banget. Kayaknya bakal begah juga kalau seporsi hehehe

      Delete
  9. Kalau di Cianjur penyajian bubur ayam seperti itu ada di Bubur Ayam Sampurna. Sempat viral masuk Kuliner televisi swasta nasional berkali-kali karena di Cianjur bubur ayam ini belum ada duanya
    Bubur ayam Ichsan Banceuy ini bisa jadi saingan ternyata nih. Beruntung ada di kota berbeda ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Noted. Siapa tau kapan-kapan jalan-jalan ke Cianjur

      Delete
  10. Paling demen aku sama bubur ayam yang topingnya banyak begini. Biasanya, kalau beli bubur ayam, aku masih suka nambah aneka sate-satean. Soalnya, kan kadang kurang kalau cuma mengandalkan toping dari penjualnya. Hehehe.,...

    Melihat penampakan bubur ayam Ichsan, kok aku merasa nggak pelit toping euy. Banyak banget topingnya itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya toppingnya juga banyak. Meskipun saya sebetulnya lebih suka topping usus atau kulit. Sayangnya di bubur Ichsan gak ada

      Delete
  11. Dari fotonya yang setengah porsi pun sudah cukup banyak dan mengenyangkan ya mbak.

    Kombinasi masih bisa baca koran fisik, kopi legendaris, dan bubur ayam ini bikin kegiatan jalan kaki terasa seperti potret nostalgia yang utuh, bukan cuma soal makanannya tapi juga bonding sama suami.

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah..
    Makan bubur enaakk Bubur Ayam Ichsan Banceuy di pagi hari yang cerah di Bandung.
    Dan pembayaran bisa menggunakan QRIS ini jadi sangat memudahkan.

    Sebagai #timbuburtidakdiaduk aku kadang sampe ga berani kasih sambel.. karena pasti atasnya doank yang pedes yaak.. heeheh.. menambahkan merica pun biasanya minta tolong mamangnya dulu sebelum dikasih topping, jadi pas aku makan masih rapiih susunannya.

    ReplyDelete
  13. Wah tanggung jawab nih, sekarang peyut saya keroncongan. Pengen langsung terbang ke Bandung buat nyobain buryam Mamang Ichsan. Kayaknya sedep josjis banget ya kak.

    ReplyDelete
  14. Bubur ayam bandung ini bubur favoritku mbak. Jadi kalau di sini ada penjual bubur ayam bandung favorit yang kalau lgi mau makan bubur pasti aku beli ke situ. Semoga nanti bisa makan bubur ayam Bandung di tempat aslinya

    ReplyDelete
  15. Wahhh... Sebagai pecinta bubur kudu nyobain bubur ayam ini nih apalagi topingnya royal.

    ReplyDelete
  16. Bubur ayam yang masih panas atau hangat di pagi hari tuh emang bikin perut jadi terasa nyaman. Apalagi di kota Bandung yang bisa dibilang masih cukup dingin buat saya yang warga pantura. Cuma kalau saya sudah pasti pesan setengah porsi aja sih, biar bisa nambah usus dan telor puyuh (Kalau ada) hehehe..

    ReplyDelete
  17. Lengkap sekali teh yang didapatkannya. Sekali jalan kaki, sehatnya dapat olah raga pagi² plus kenyangnya dapat beli bubur ihsan Banceuy. Ada sodaraan gak sama Batagor Ihsan? Sepertinya hanya kebetulan saja yaa namanya sama, ...tapi Batagor Ihsan di Bandung itu enak juga.
    Kemarin saya abis jalan jalan di Braga, ternyata dari Braga ke Banceuy deket yaa bisa jalan kaki...next kalau ke Braga lagi coba dicari ah bubur ayam Banceuy nya. Porsinya banyaak juga pasti kenyang deh.

    ReplyDelete
  18. Ya ampun, ngiler jadinya! Penjual bubur ayamnya murah hati banget sih, toppingnya banjir gitu. Di Solo blom nemu yang kayak gitu. Kapan-kapan kalau ke Bandung kudu nyoba ini sih .

    ReplyDelete
  19. Wah, tahun lalu saya ke Bandung dan nginap di area Braga padahal, tapi nggak mampir nyicip bubur buat sarapan. Ternyata bubur ayam Bandung lebih kental ya?
    Toppingnya nggak main-main sih, berlimpah banget nih. Maka tak heran kalau Bubur Ayam Ichsan Banceuy ini selalu ramai pembeli, apalagi lokasinya pun strategis ya mbak.

    ReplyDelete
  20. Kangen banget sama kulineran Banceuy, kalau ke Bdg mau cari ah buburnya. Bubur ayam Bandung mah tiada duanya! Myr aku pesen Kupat Tahu Gempol juga ya :D

    ReplyDelete
  21. viba Bandung kota emang se-segar itu sih, saya pernah ada kegiatan workshop dan pelatihan dan nginep di hotel di daerah braga, emang bedaaa. rasanya saya kayak bukan warga Bandung dan lagi melancong, hahaha. emang bener mba, di sana ada bubur yang terkenal bubur ichsan dan saya pernah nyobain juga. sebagai penyuka bubur gurih, rasanya juara sih.

    ReplyDelete
  22. jujur aku belum pernah icip bubur ayam ikhsan ini, dan kayaknya kalo pas liburan ke Bandung mau ah icip juga buburnya

    ReplyDelete
  23. Bandung itu surganya kuliner ya. Disana memang enak jalan pagi, banyak jajanan. Ya Allah semoga bisa pindah Bandung

    ReplyDelete
  24. Saya pun kalau pas ada kegiatan di bandung, pasti nyari sarapan bubur ayam gerobakan. Walau di Malang juga ada yang jualan bubur ayam dengan tambahan kata Bandung di belakangnya, teksturnya beda. Kalau beli di bandung, buburnya kental, sementara di Malang encer..

    Di bubur ayam ichsan banceuy ini, ati ampelanya sudah diiris-iris dan ditaruh di atas bubur ya, jadi memudahkan memakannya

    ReplyDelete
  25. Bubur ayam salah satu makanan favoritku. Apalagi kalo pagi kayanya enak aja gitu. Tapi bubur ayam bikin laper lagi setelahnya.

    ReplyDelete
  26. Udara sejuk Bandung emang paling pas buat jalan pagi tanpa rencana gitu. Apalagi penutupnya dapet combo maut: beli koran fisik, dapet bubur legendaris melimpah, plus bawa pulang Kopi Aroma.
    Ngomong-ngomong, aku juga tipe yang sering lupa nyebut "tanpa seledri" kalau beli bubur, ujung-ujungnya sibuk memisahkan satu-satu pake sendok, haha! Setengah porsi aja melimpah banget ya topping-nya, pantesan puas.

    ReplyDelete
  27. Sebagai urang sunda ti Bandung, aku termasuk orang yang jarang main ke Bandung ahahaha :D Bubur ayam Ichsan ini kelihatan sederhana tetapi rasanya istimewa. Apalagi harganya bersahabat banget. Mau nambah pun ga pake mikir wkwkwkwkw. Di Banceuy memang banyak jajanan. Yang penting kuat dan muat aja perutnya hihihihi.

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)