"Makan di Bandara Soekarno Hatta tuh identik dengan harga mahal!"
Pernyataan ini sebetulnya gak salah juga. Apalagi kalau makannya di area keberangkatan. Memang banyak pilihan resto, tapi harganya juga lumayan bahkan cenderung mahal. Meskipun resto-resto tersebut juga ada banyak cabangnya, tapi harga bandara tentu berbeda.
Tapi, ternyata ada lho tempat makan yang murah meriah tanpa harus keluar airport. Namanya Food Park, lokasinya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
Ingat! Patokan Lokasi Food Park Terminal 3 dari East Lobby
Suami selesai sholat duluan kemudian menunggu di taman yang gak jauh dari
mushola (lihat keterangannya di foto)
Begitu sampai Terminal 3, kami memutuskan langsung sholat Dzuhur. Saya
agak lama selesainya karena ke toilet dulu baru sholat.
Selesai sholat, saya melihat ada WA dari suami. Katanya menunggu di taman pensil, dari mushola ke kanan. Ya udah, saya jalan ke arah kanan sesuai petunjuk suami.
"Bunda di mana? Kok belum sampe?"
"Ini bunda lagi jalan ke arah Family Mart."
"Family Mart? Ke arah Alfa, Bun!"
Selesai sholat, saya melihat ada WA dari suami. Katanya menunggu di taman pensil, dari mushola ke kanan. Ya udah, saya jalan ke arah kanan sesuai petunjuk suami.
"Bunda di mana? Kok belum sampe?"
"Ini bunda lagi jalan ke arah Family Mart."
"Family Mart? Ke arah Alfa, Bun!"
Posisi Alfamart gak jauh dari mushola east lobby
Deg! Perasaan tadi saya melihat Alfamart dekat mushola. Nengok aja
udah langsung kelihatan tuh Alfa. Tapi, suami bilangnya dari mushola jalan
ke kanan. Saya sampai baca ulang lagi WAnya memastikan saya gak salah
baca. Ternyata, suami yang salah kasih instruksi! Harusnya dari mushola
jalan ke arah kiri. 😂
Mana jarak east ke west lumayan jauh yekaaaan. Sedangkan kami sholat di mushola area east lobby. Khawatir suami udah menunggu agak lama, saya berjalan cepat ke lobi barat. Eh, gak taunya balik lagi ke timur hihihi.
Mana jarak east ke west lumayan jauh yekaaaan. Sedangkan kami sholat di mushola area east lobby. Khawatir suami udah menunggu agak lama, saya berjalan cepat ke lobi barat. Eh, gak taunya balik lagi ke timur hihihi.
Suami duduk di taman ini. Persis di depan pintu masuk East Lobby. Dari sini
langsung jalan lurus aja ke gedung parkir.
"Ayah emang udah tau lokasi kantinnya?"
"Iya. Tadi udah nanya."
Dari east lobby Terminal 3 Bandara Sokarno Hatta, kami berjalan lurus ke gedung parkir. Lurus terus, gak ada belok sama sekali. Gak sampe 5 menit udah sampe Food Park. Tapi, jadi lumayan jauh karena saya sempat jalan ke west lobby dulu hahaha!
Kalau dari area keberangkatan, Sahabat KeNai turun dulu ke bawah pakai eskalator. Lalu jalan ke arah East Lobby, ya.
"Iya. Tadi udah nanya."
Dari east lobby Terminal 3 Bandara Sokarno Hatta, kami berjalan lurus ke gedung parkir. Lurus terus, gak ada belok sama sekali. Gak sampe 5 menit udah sampe Food Park. Tapi, jadi lumayan jauh karena saya sempat jalan ke west lobby dulu hahaha!
Kalau dari area keberangkatan, Sahabat KeNai turun dulu ke bawah pakai eskalator. Lalu jalan ke arah East Lobby, ya.
Food Park, Kantin Murah Meriah di T3 Bandara Soekarno Hatta
Gak ada keterangan Food Park. Tapi, Sahabar KeNai terus aja jalan lurus.
Gak ada belok-belok pokoknya. Gak sampe 5 menit jalan kaki dari East Lobby.
Deket banget!
Siang itu, saya dan suami akan menjemput Nai pulang dari Hong Kong. Gak
lama setelah kami sampai di T3 Bandara Soekarno Hatta, Nai kasih kabar
kalau pesawatnya sudah mendarat. Alhamdulillah.
"Bunda mau langsung makan berat atau beli roti dulu? Nanti makan beratnya
barengan ma Nai."
"Makan dulu aja, lah. Baru mendarat juga kan dia. Urus-urusannya mungkin
agak lama. Ya nanti makan lagi kalau udah ketemu Nai."
Memilih makan dulu memang keputusan yang tepat. Saat itu sudah sekitar
pukul setengah dua siang. Udah sedikit lewat dari jam makan siang
sebetulnya. Nai baru selesai segala urusan hampir sekitar pukul 4 sore.
Selain melewati imigrasi dan menunggu koper, Nai juga harus mengurus IMEI
di Bea Cukai yang mana antreannya lumayan panjang. Makanya selesainya jadi
lebih lama. Nah, kebayang kan kalau kami gak makan siang dulu. Bakal lapar
berat dan pusing kayaknya hehehe.
Suasana Food Park terlihat cukup sepi. Mungkin karena sudah melewati jam
makan siang. Dugaan saya, mayoritas yang makan di sana adalah karyawan
yang kerja di bandara karena terlihat memakan lanyard ID card. Tapi,
sebetulnya terbuka untuk umum. Lokasinya juga gak 'hidden' atau nyempil.
Kalau Sahabat KeNai datang ke bandara pakai kendaraan pribadi dan parkir
di gedung parkir T3 kemungkinan melewati kantin ini.
Gak banyak tenant di sana. Tapi, pilihan makanannya lumayan beragam.
Sempet bikin bingung juga karena pengen ini itu. Tadinya, saya ingin
rawon, tapi juga ingin nasi padang. Akhirnya milih nasi padang, sedangkan
suami pilih nasi rames.
Sempat galau lagi memilih antara gulai tunjang dan ayam kemangi. Setelah
mikir sejenak, saya memilih ayam. Alasannya hanya karena jarang lihat menu
ayam kemangi di tempat yang menjual nasi padang. Kemudian saya tergoda
dengan telur dadar yang terlihat tebal dan isiannya menarik.
Ayam kemangi, telur dadar, gulai nangka - IDR40K
Ayam kemanginya enak. Sepintas kayak bumbu pepes ayam. Berempah. Gulai
nangkanya juga enak. Hanya saja menurut saya agak kurang lama memasak
nangka mudanya. Teksturnya masih agak sedikit alot. Padahal bumbunya udah
enak. Sambal ijonya tentu bikin nasi padang pilihan saya ini semakin
enak.
Telur dadarnya yang agak kurang rasanya. Mungkin penggunaannya tepungnya
agak banyak. Jadi teksturnya gak hanya tebal, tapi juga licin, padat, dan
agak membal. Saya gak masalah dengan ketebalannya. Tapi, rasa khas telur
dadar yang gurih jadi kurang berasa.
Balado tongkol, tumis kangkung - IDR28K
Suami memilih balado tongkol, tumis kangkung, dan sambal goreng. Tumis
kangkungnya pas lah rasanya. Potongan tongkolnya gede. Puas ini makan
tongkolnya hehehe. Rasanya juga enak. Ditambah sambal goreng jadi makin
enak.
Teh tawar hangat dan es teh manis - IDR16K
Untuk minumnya kami memilih es teh manis dan teh tawar hangat. Sebetulnya
saya lagi batuk lumayan berat, tapi siang itu rasanya gerah banget. Minum
segelas besar es teh manis rasanya puas banget!
Makan berdua dengan porsi yang menurut kami lumayan banyak, totalnya gak sampe Rp100 ribu. Rasanya pun enak. Porsinya juga banyak. Puas banget jadinya!
Makan berdua dengan porsi yang menurut kami lumayan banyak, totalnya gak sampe Rp100 ribu. Rasanya pun enak. Porsinya juga banyak. Puas banget jadinya!
Sebaiknya Bawa Tissue Basah Kalau Makan di Food Park
Food Park ini ada di dalam gedung parkir T3. Meskipun di dalam gedung
parkir dan tanpa AC, saya tidak merasakan kegerahan atau sumpek karena
asap kendaraan. Nyaman aja selama makan di sana. Tempatnya termasuk
mejanya juga bersih.
Mungkin juga karena pas kami makan di sana suasana agak sepi, ya. Makanya gak merasa gerah. Gak tau deh kalau lagi ramai.
Selain tanpa AC, juga disediakan asbak. Berarti gak ada larangan merokok kalau makan di sini, ya. Saat kami makan siang di sana, gak lihat ada satu pun yang merokok. Tapi, sebaiknya pertimbangkan baik-baik untuk makan di Food Park kalau Sahabat KeNai gak bisa kena asap rokok, ya.
Mungkin juga karena pas kami makan di sana suasana agak sepi, ya. Makanya gak merasa gerah. Gak tau deh kalau lagi ramai.
Selain tanpa AC, juga disediakan asbak. Berarti gak ada larangan merokok kalau makan di sini, ya. Saat kami makan siang di sana, gak lihat ada satu pun yang merokok. Tapi, sebaiknya pertimbangkan baik-baik untuk makan di Food Park kalau Sahabat KeNai gak bisa kena asap rokok, ya.
Di Food Park ada ruangan dalam dan luar. Keduanya sama-sama gak pake AC.
Paling bedanya kalau di dalam ada beberapa colokan listrik. Saya gak lihat
yang di luar ada atau enggak. Kalau Sahabat KeNai mau makan sambil
ngecharge hp, mungkin bisa pilih ruangan dalam.
Saya tidak melihat tempat cuci tangan. Tidak pula disediakan kobokan. Di
salah satu tenant menyediakan tissue biasa. Tapi, kayaknya kurang nyaman
ya kalau sebelum dan sesudah makan hanya dilap pakai tissue tangannya.
Apalagi kalau makannya gak pake sendok garpu.
Di area depan gedung parkir memang ada toilet. Bersih toiletnya. Tapi, malas juga jalannya kalau harus ke toilet dulu, meskipun gak jauh jaraknya. Jadi sebaiknya bawa tissue basah. Kalau gak bawa, di Food Park juga ada mini market. Mungkin menjual tissue basah atau hand sanitizer.
Saya lupa menanyakan jam operasional Food Park. Tapi, di salah satu tenant ada keterangan buka 24 jam. Nah, saya gak tau apa tenant lainnya juga sama atau enggak. Selesai makan, kami pun berjalan ke arah West Lobby. Karena Nai akan keluar dari sana.
Saya gak tau apakah di Terminal 1 dan 2 juga ada kantin murah meriahnya. Kalau gak ada, Sahabat KeNai bisa naik kalayang (skytrain) menuju Terminal 3. Nanti ikutin aja arahnya seperti yang saya ceritakan di sini, ya.
Oiya, saya dan suami ke bandaranya juga naik transportasi umum, lho. Pertama naik commuter line (KRL), MRT, dan TransJakarta. Pokoknya hari itu kami berdua lagi ingin merasakan ke bandara dan makan di sana dengan murah meriah. Sekalian jemput Nai tentunya. Untuk perjalanannya, saya ceritakan di postingan berikutnya aja, ya.
Terminal 3 Bandara International Soekarno Hatta
Di area depan gedung parkir memang ada toilet. Bersih toiletnya. Tapi, malas juga jalannya kalau harus ke toilet dulu, meskipun gak jauh jaraknya. Jadi sebaiknya bawa tissue basah. Kalau gak bawa, di Food Park juga ada mini market. Mungkin menjual tissue basah atau hand sanitizer.
Saya lupa menanyakan jam operasional Food Park. Tapi, di salah satu tenant ada keterangan buka 24 jam. Nah, saya gak tau apa tenant lainnya juga sama atau enggak. Selesai makan, kami pun berjalan ke arah West Lobby. Karena Nai akan keluar dari sana.
Saya gak tau apakah di Terminal 1 dan 2 juga ada kantin murah meriahnya. Kalau gak ada, Sahabat KeNai bisa naik kalayang (skytrain) menuju Terminal 3. Nanti ikutin aja arahnya seperti yang saya ceritakan di sini, ya.
Oiya, saya dan suami ke bandaranya juga naik transportasi umum, lho. Pertama naik commuter line (KRL), MRT, dan TransJakarta. Pokoknya hari itu kami berdua lagi ingin merasakan ke bandara dan makan di sana dengan murah meriah. Sekalian jemput Nai tentunya. Untuk perjalanannya, saya ceritakan di postingan berikutnya aja, ya.
Food Park
Terminal 3 Bandara International Soekarno Hatta



77 Comments
Oh aku tahuuuu tempatnyaaaa. Memang ada lihat pas jemput temen2 blogger Malaysia kemarin itu. Krn aku parkir daerah situ.
ReplyDeleteTp ini berarti arrival hall ya mba...
Aku tuh tiap traveling, akhir2 ini lebih suka pakai full service jadi pastinya selalu dari T3. Tp memang kalau mau berangkat, aku ga pernah ke kawasan arrival , jadi pasti LGS masuk ke departure area. So, makannya ya di dalam departure hall 😅😅. Mungkin kalau ada waktu banyak, bisa sih ke kawasan arrival dulu, cari makan situ.
Lumayan murah yaa harganya. Sama kayak warteg biasa. Bukan hrg bandara memang
iya di arrival, Mbak. Ini kayaknya buka murah lagi, tapi murah banget kalau dibandingkan makan di dalam bandaranya hehehe
DeleteBaru tau di Bandara ada food Park, menu nya terlihat lumayan banyak pilihan dan pastinya sesuai lidah ya. Tapi minim wastafel buat cuci tangan ya, masih banyak nih tempat makan yang tidak menyediakan tempat khusus buat cuci tangan selain di toilet karena keperluannya beda.
ReplyDeleteSayangnya gak ada wastafel atau memang saya gak melihat. Tapi, sebaiknya tetap sediakan tissue basah.
DeleteSaya setiap kali naik pesawat dan landing hampir semuanya dari terminal 3 lho...tapi gak pernah tahu ada warung makan ini. Padahal kalau tau pasti saya tuju buat makan. Maklum laah makan di area bandra atuh mahaal hehehe...disini pasti lebih muraah yaa.
ReplyDeleteMurah banget kalau di sini dibandingkan di area bandaranya
DeletePengen nyobain juga ayam kemanginya, belum pernah nemu kalau di rumah makan padang. Next time pas ke sini, mau ke food court ini deh. Penasaran banget.
ReplyDeleteEnak ayam kemangi yang saya makan di Food Park
DeleteWaah baru tahu aku klo ada food park di Terminal 3 hahaha...kemana aja yaa..emang lumyan harus jalan agak keluar sih yaa buat tahu dan sampe ke sana hmm..cocoknya klo pas pulang/turun pesawat atau pas cuma nganter aja sih ini. Klo pas mau naik pesawat/berangkat kayaknya harus keeping time banget
ReplyDeleteAda juga yang mau berangkat makan di sana dulu. Kan, nanti tinggal naik ke atas setelah makan. Tapi, memang kalau mau makan di mana pun jangan sampai mepet waktu keberangkatan
Deletewah bisa banget nih jadi pilihan kalau misal kelaparan di bandara soeta jadi nggak perlu takut ngeluarin uang ya, mbak karena harga makanannya nggak terlalu mahal.
ReplyDeleteMasih murah meriah apalagi kalau untuk standar harga bandara
Deletewaaah kayaknya harus di save nih
ReplyDeletebaru tau banget ada makanan murah di T3
terima kasiiih bangeet infonya
Sama-sama, Mbak
DeleteWah, ternyata bener yaaa di area T3 ada yang namanya Food Park. Lumayan banget kalau ada tempat makan lebih terjangkau di area bandara Soetta. Secara kalau diarea pemberangkatan atau di area pas tiba, memang agak mahal kan.
ReplyDeleteNah, tepat mbak. Milih menu ayam kemangi, tempatnya juga ternyata luas dan Alhamdulillah ber-AC. Jadi proper bahkan tersedia colokan buat chargeran juga. Ciamik, kurangnya cuma wastafel ya. Jadi, kudu bawa antis atau tisu basah.
Justru gak ber-AC kalau makan di sini, Mbak. Ya meskipun saya juga gak merasa kegerahan. Bahkan disediakan asbak. Makanya saya kasih info juga untuk yang gak bisa kena asap rokok mendingan berpikir ulang kalau mau makan di sini.
DeleteNah ini informasi yang sangat berguna buat traveler! Selama ini bandara memang identik dengan makanan yang harganya bikin dompet ikut terbang. Ternyata di Terminal 3 ada Food Park yang lebih ramah di kantong, bahkan makan berdua masih di bawah Rp100 ribu. Cocok banget buat yang harus menunggu jemputan atau transit dan nggak mau kelaparan sambil menguras isi dompet.
ReplyDeleteRamah banget di kantong hihihi
DeleteAku juga makan ke sini kalau ke Terminal 3, mayan murah meriah. Abis itu kalau masih ada waktu baru nongkrong di Old Town buat ngopi deh. Sayangnya ga bisa lama-lama di stu krn banyak yg ngerokok 😔😔
ReplyDeleteNah pas saya ke sana lagi gak ada yang merokok. Tapi, ya memang gak ada larangannya juga. Malah disediakan asbak.
Deletesaya belum pernah ke bandara apalagi perjalanan pakai pesawat, hehe. Tapi noted banget nih kalau tiba tiba ada rezeki mengunjungi bandara soetta ya. tapi kayaknya, dimanapun kalau tempat makan yang kebanyakan dikunjungi karyawan harganya affordable dan lokal banget. rasanya juga homey jadi gak akan gagal, miss dikit ya gpp yang penting perut terselamatkan, hehe
ReplyDeleteBetul banget hehehe
DeleteMakasi lo mbak infonya. PEER bangeet makan di bandara ini klo bawa pasukan emang. Selama ini cari aman makan di fastfood yang paketan pula hiiihii.
ReplyDeleteapalagi lidah2 ndeso ini kemana2 bawa bekel yang sesui selera kan repot yaa, haha
hihihi sama-sama, Mbak
DeleteSelama ini kalau makan di bandara identik dengan harga yang bikin dompet ikut take off hehehe, ternyata di Terminal 3 Soetta ada pilihan food park yang lebih ramah di kantong. Buat saya, tempat makan dengan harga bersahabat di bandara tentu jadi kabar baik. Bisa makan dulu dengan tenang tanpa harus menguras budget untuk sekali makan. Terima kasih sudah berbagi infonya, Mba Myra. Next kalau ke Terminal 3, jadi tahu harus cari makan ke mana
ReplyDeleteNah, bener banget. Pas tau ada food park di Bandara Soekarno-Hatta T3, kek Nemu oase, makanan dengan harga lebih ramah dikantong lumayan bisa diandalkan buat hemat budget. Apalagi sekelas di area bandara kan. So far tempatnya juga nyaman dan mumpuni, ber-AC juga. Jadi nggak takut kepanasan.
DeletePenghematannya lumayan banget kalau makan di sini. Apalagi kalau nungguin di bandara suka lama. Jadi pengen jajan ini itu.
DeleteWow, baru tahu ada Food Park dengan harga terjangkau. Terakhir makan di Terminal 3 emang nunggu pesawat mau berangkat, di Sate Senayan, yg harganya bikin boncos. Tapi laper, kalau enggan makan...hehe...
ReplyDeleteHarus cari tahu detail tempatnya, supaya engga kesasar.
Hum...enaknya mau ke mana ya, dari Terminal 3 Soekarno-Hatta...
Iya harus siap-siap mengeluarkan uang lebih banyak kalau makan di bandara. Karena biasanya harganya relatif lebih mahal
DeleteNah, info begini yang berguna banget buat yang sering ke bandara. Kadang kita sudah keburu mikir makan di Terminal 3 pasti mahal, ternyata masih ada pilihan yang lebih ramah di kantong. Bisa disimpan buat bekal sebelum terbang.
ReplyDeletewah gak nyangka maksi di bandara gak sampai Rp 100 ribu
ReplyDeleteJadi inget pernah jemput kakak karena takut serba mahal jadi bawa bekel dari rumah
Ya cuma roti, lemper dll, tapi kalo ada food park dengan harga terjangkau kan mending kesini ya?
Ambu adalah saya, pernah harus jemput keluarga yang jadwal penerbangan subuh, jaga2 buat sarapan bocil sudah bawa duluan dari rumah. Tapi kalau ada yang terjangkau dan enak begini mendingan langsung ke sini ya
DeleteWah, ternyata di balik image bandara yang identik dengan makanan mahal, ada juga tempat makan yang ramah di kantong ya. 😄 selama ini makan karipap aja mikir wkwkwkkwk
ReplyDeleteYang paling saya suka justru cerita jemput Nai-nya, makan dulu sambil menunggu ternyata jadi bagian kecil dari momen perjalanan keluarga. Kadang yang bikin perjalanan berkesan memang bukan cuma destinasinya, tapi kejadian-kejadian sederhana di antaranya ya mommy Chi
Nemu food park di Terminal 3 dengan pilihan makan yang lebih ramah kantong begini memang penyelamat banget, apalagi buat yang lagi transit atau punya waktu tunggu cukup lama.
DeleteInformasi lokasinya detail banget, maakkk, ini mah ngebantu banget buat yang sering nyasar kayak lagi main petak umpet di area gedung parkir T3 wkwk. Makasih rekomendasinya, jadi tau kalau lapar pas di bandara gak harus merogoh kocek dalam-dalam! Kebayang kemarin mau beli air mineral biasanya 500 ml cuma 4 ribu, di bandara jd 10rb 😅
ReplyDeleteKonsep kantin ramah di kantong yang menyenangkan ya Myr. Selain membantu para pejalan juga menolong para pekerja bandara. Apalagi ada beberapa pilihan yang pas dengan selera orang kebanyakan plus harga yang masih reasonable. Kebetulan bulan depan ada jadwal naik pesawat lewat T3 Soetta. Ntar tak cari ah. Nyobain.
ReplyDeleteInformasi yang sangat bermanfaat! Menemukan tempat makan murah dan nyaman di area bandara seperti T3 Soetta itu harta karun banget buat para traveler. Terima kasih rekomendasi dan panduannya
ReplyDeletemembacanya satu kali sepertinya tidak cukup, setiap ulang membaca seperti ada saja informasi baru yang di simpan di memori
DeleteBalado Tongkolnya menggugah selera banget dan kalau di terminal 3-nya mana kan dapet dengan harga 28K sama nasi dan sayur ya.
ReplyDeleteMakasih rekomendasinya.. Noted juga soal bawa tisu basah sendiri karena minim wastafel info yang sangat berguna pas mau ke sana beneran, makasih Mbak!
Sepertinya sebelum pandemi, Food Park Soetta ini belum ada yaa, ka Chie..
ReplyDeleteInget banget pas anterin Ibuk.. ada tempat duduk-duduk di sini, tapi belum ada yang jualan. Alhamdulillah uda beli makan di dalem bandara. Karena saking semilir semilirnya angin ((seperti yang di foto ka Chie nomer 3)), jadi aku bahkan sempet ketiduran.
Hihihi.. anak-anak dulu masih bocil, jadi hobinya larrii ajaa.. tempatnya lumayan lega dan semua orang bisa memanfaatkannya.
Beberapa kali ke Jakarta, mampir di beberapa spot di Bandara soeta terminal 3. Lumayan enak sih makanan disitu, cuma pinter2 pilih yg makanan banyak protein, karena junk food juga merajalela, hehe.. makasih rekomendasinya kak :)
ReplyDeleteMakasih infonya Mbaaak. Alhamdulillah kalau di bandara ada yang murah jadi bisa lebih hemat kalo pas mudik sangunya ngepas. Semoga makin banyak makanan murah di bandara, karena kalau bawa nak anak gak bisa pilih-pilih harga, ngeliat apa suka diminta mereka tu. 😁
ReplyDeleteNoted nih, terutama soal fasilitas di food park Terminal 3 yang perlu diperhatikan. Kalau makan di tempat seperti ini, saya memang merasa lebih nyaman kalau selalu membawa tisu basah atau hand sanitizer sendiri. Kelihatannya sepele, tapi cukup membantu sebelum makan, apalagi kalau sedang traveling dan harus berpindah-pindah tempat. Btw, pilihan makanan ternyata cukup beragam dan harganya masih ramah di kantong. Selama ini kalau mendengar makan di bandara, yang terbayang biasanya harga mahal. Ternyata ada juga pilihan yang lebih affordable seperti ini.
ReplyDeleteBener banget sih mbak. Hand sanitizer dan tisu basah mesti dibekal apalagi pas mau bepergian atau jalan-jalan lama. Ngebantu pas mau persiapan makan dimanapun ya. Termasuk makan di area food park terminal 3 bandara Soekarno-Hatta.
DeleteIya, makanan di sana terbilang variatif. Banyak pilihan dan terpenting harganya lebih bersahabat.
Wah, makasih banyak info rahasia 'penyelamat kantong' ini, Chi! Jujurly kalau di bandara tuh emang suka emosi duluan ngeliat harga makanan yang bikin dompet menjerit, jadi tau ada Food Park murah di Terminal 3 Soetta gini rasanya kayak dapet harta karun. Penjelasannya detail banget plus lokasinya dikasih tahu secara jelas, cocok banget nih masuk bookmark buat amunisi transit atau pas nunggu penerbangan berikutnya biar tetep bisa makan kenyang tanpa bikin dompet mengkeret!
ReplyDeleteAwalnya kalau mau makan di bandara Soetta itu mikir mikir. Takut harganya kemahalan, tapi baca postingan ini, ternyata cukup terjangkau ya. Ada yang harganya 26 ribu
ReplyDeletePenasaran dengan tempatnya. Pengen coba dateng juga nanti. Sekalian healing pastinya ini mah
ReplyDeleteWah, baru tahu nih aku ternyata ada spot makan yang murah di Terminal 3 Soetta! 😍 Biasanya dengar kata “makan di bandara” langsung kebayang dompet ikut terbang, haha :D Ternyata ada Food Park yang bisa jadi penyelamat perut tanpa bikin kantong jebol. Makasih infonya ya, Mbak Myra, jadi tahu mau cari makan murah kalau lagi di Soetta! Siapa tahu kapan2 sama Rafa maksi di sini hehehe.
ReplyDeleteWah, enak banget ya ada Food Park di Terminal 3 Soetta! 😍 Jadi ga perlu repot keluar bandara atau muter-muter cari makanan, tinggal mampir, pilih menu, makan, lalu lanjut ke gate. Pilihan makanannya juga beragam, ya meskipun ga terlalu banyak. Makasih sharing-nya, Mbak Myra, jadi tahu spot praktis buat makan sebelum terbang! Duh, jadi pengen nasi Padang dan nasi ramesnya plus es teh manis :D Kalau kapan2 mau makan di bandara, panduannya baca artikel ini aja deh hehehe.
ReplyDeleteReccomended banget, nih. Pernah mampir ke sini sekali. Iya, sekali doang. Dan, bapak saya yang biasanya ngedumel dengan biaya makan di rest area tol yang kadang inflated banget tiba-tiba fine-fine aja dengan harga makanan di food park terminal ini. Once again, very reccomended place.
ReplyDeleteTadi siang saya ketemuan sama teman, eh pas banget dia cerita kalau tenant UMKM di komplek dia: "Dapur Bu Hadi" punya kios di Food Park Terminal 3 ini tapi enggak tahu ya yang internasional ini atau domestik. Kapan-kapan mau nanya ke dia. Katanya dia jual makanan lengkap kayak warteg gitu, biasa jualan berkala - kalau ada kajian dia ikut bazaar, atau terima pesanan makanan dari para tetangga. Enak sih masakannya, terjangkau pula, bisa jadi pakai nama lain di situ
ReplyDeleteBtw, saya penasaran sama cerita Mba Myra yang makan berdua dengan pilihan menu yang cukup banyak totalnya masih di bawah Rp100 ribu. Lumayan banget itu untuk makan di bandara.
Koq seru ya, bisa maksi murah meriah di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Imagenya makan di bandara tuh engga ramah di kantong. Bahkan franchise pun beda harga, antara franchise tengah kota dan bandara.
ReplyDeleteSelalu jawabnya:"Ya kan bandara, sewa tenantnya mahal". Nah itu bisa koq, di Food Park. Kayaknya harus coba nih...
Menarik banget. Ini semacam hacks dan tutorial cari makan murah, enak dan nyaman ya di Soetta. Wah harus di-save ini buat panduan ketika mbolang agar bisa neken budget.
ReplyDeletepengalaman keberun tungan emang wajib dishare
ReplyDeletekarena saya pernah apes banget
Bukan di bandara, tapi di stasiun KA Bandung
Beli segelas coklat panas gak ekspek ternyata Rp 60.000
eh sesampainya di gerbong gak sempat diminum udah kesenggol dan tumpah semua :D
Suka was-was kalo makan di tempat yang kita ga kenal trus harganya jadi waah.. hihii.. tapi di Food Park di Terminal 3 Soetta, no worries... Bisa makan nikmat dengan harga sangaattt terjangkau.
ReplyDeleteBaguuss banget sirkulasi udaranya yaa..
Tanpa sumpek dns gerah walau letaknya di dalam gedung parkir bandara Soetta.
Harga makanan di bandara biasanya identik dengan mahal, jadi menemukan pilihan makan yang masih ramah di kantong tentu menyenangkan. Food park seperti ini bisa jadi penyelamat terutama kalau punya waktu transit atau sedang menunggu penerbangan dan nggak mau mengeluarkan budget terlalu besar untuk makan
ReplyDeleteRelatable banget, kadang bapak-bapak kalau kasih patokan suka kebalik antara kiri sama kanan, ya! Tapi untung usahanya kebayar pas nyampe Food Park. Ternyata masih ada opsi makan kenyang dan hemat di T3 tanpa bikin kantong bolong, porsinya juga kelihatan melimpah banget.
ReplyDeleteAyam kemanginya kelihatan menggoda, jarang-jarang ada di kedai nasi padang. Btw, info tips bawa tisu basah dan jalur hemat naik transportasi umumnya berguna banget nih.
Mantap sekali Mbak, tampak enak banget dan porsi mengenyangkan. Jadi lapar aku pagi-pqgi ini hahaha
ReplyDeletesenang deh kalau dapat hidden gem begini pas di bandara. jadi kalau misal harus nunggu lama di bandara soeta kan kita bisa mengisi perut tanpa takut boncos ya, mbak. kalau saya ingat beberapa tahun dulu pas baru landing di soeta itu karena lapar akhirnya beli onigiri aja buat ngeganjal perut
ReplyDeleteSeru banget baca ceritanya, ternyata udah tahap aku dapat cerita Kei Hongkong dan informasi ini menjadi pegangan untuk memahami bentuknya biar nggak nyasar
ReplyDeleteemang ya kalau info dari bapak-bapak tuh suka salah, kenapa ya, tapi kalau disalahin gak mau heheh... untunglah nggak lama ya segera ngumpul deh.
ReplyDeleteKalimat pembukanya sudah mewakili pembaca banget tuh. Hahaha.
ReplyDeleteYa, kalau dengar makan atau jajan Bandara Soetta pasti mikirnya langsung mahal.
Food Park bisa jadi solusi banget nih ya kalau mau cari opsi makan murah meriah di Bandara Soetta. Terima kasih sudah kasih bocoran ya. Hehe.
Halo Mba Kenai! Baca ulasan makan siang murah di Food Park Terminal 3 Soetta ini jujur bikin dompet saya yang tipis langsung sujud syukur! 🙂
ReplyDeleteGokil banget ini! Di saat Terminal 3 identik sama harga makanan yang bikin ginjal menjerit dan jiwa meronta-ronta, Mba Kenai malah nemu suaka pangan berharga merakyat gini. Penulisan artikelnya seru, mengalir renyah, dan detail banget pembahasannya. Beneran penyelamat harkat, martabat, dan isi kantong para musafir yang pengen kenyang tanpa perlu drama ngutang pinjol cuma demi piring nasi di bandara. Top markotop liputannya! 👍
Iya banget ini, kalau nemu makanan murah langsung happy apalagi dalam perjalanan itu biaya mendadak bisa aja membengkak terutama biaya makan sih
DeleteFood Park Terminal 3 Soetta menarik nih, dulu pernah cari makanan mahal dekat bandara, jadinya beli roti aja. Nah, kalau cerita di sini murah akan jadi solusi nih kalau kelaparan mau makan di bandara deh
ReplyDeleteBisa gak yah datang ke bandara cuma buat makan doang? Kulineran gitu 😂 Makanannya menggoda iman sekali tuh. kayaknya enak bengets. Kalo saya abis makan mau milih minum kopi hitam ah
ReplyDeleteBisa banget, Mbak. Karena untuk penumpang yang berangkat nanti masuk ke dalam lagi. Kita gak bisa masuk kalau sekadar mengantar. Tapi, di area bandara banyak kulineran
DeleteBaru tahu ada Food Park ini di Bandara Soekarno-Hatta. Pastinya jadi pilihan yang lebih ramah di kantong ya. Makasih juga sudah berbagi petunjuk arah ke sana dengan sangat detail. Andai di situ disediakan tempat cuci tangan yang mudah dijangkau dan juga area bebas dari rokok tentu akan lebih nyaman lagi ya untuk para pengunjung
ReplyDeleteBetul banget. Aku pun berharap food park terminal 3 Soetta ini menyediakan wastafel, AC, dan ruangan bebas rokok. Semoga saja nanti ada perluasan area yaaa.
DeleteIn this economy kalau Nemu tempat makan ramah kantong, rasanya seneng pisan. Jadi bisa lebih hemat pengeluaran.
Nah, informasi seperti ini yang sering dicari kalau sedang di bandara: makan enak tapi nggak bikin dompet ikut terbang. Food Park di Terminal 3 ternyata bisa jadi alternatif makan yang lebih ramah di kantong. Apalagi ternyata perjalanan ke sana juga bisa dilakukan dengan transportasi umum. Lumayan banget buat dicatat!
ReplyDeleteKlo pas ke bandara dulu aku udah jarang makan didalamnya, selain harganya yang kurang bersahabat, rasa makanannya juga seadanya. Klo tau ada Food Park kaya gini, pasti aku bakalan nyobain lah. Apalagi ada gulai tunjang gitu mah hehehe
ReplyDeleteNgeh aja, mba, sama warungnya, inget waktu itu aku ke Soeta saat antar teman terbang ke luar, sempet cari makan di sana, tapi rata-rata mayan mehong .Kehadiran warung makan itu kayak Oase ya, ditambah menunya enak di lidah
ReplyDeleteWah, makasiiii banyak Mba Myra rekomendasi Food Park di T3 Soetta. Lumayan banget ini bisa jadi referensi kalau nanti suatu-waktu aku ke sana. Harganya terjangkau dibanding makan di tenant dalam Hihi.. Ramah di kantong, apalagi kalau ke bandara dari rumahku juga transport-nya lumayan. Hehe..
ReplyDeleteSemoga ada rejeki bisa main-main ke terminal 3 Soetta. Soalnya selama ini mainnya di terminal 1 dan 2 aja. Ya gimana, gak naik Garuda dan bukan ke luar negeri wkwkwk. Eh tapi terminal 3 ini tetap bisa dikunjungi ya walau bukan penumpang? Ahh solusinya berarti perlu spare waktu lebih lama saat ke bandara, biar bisa main-main ke sana.
ReplyDeleteWah iya ya, murah harga segitu mah untuk ukuran tempat makan di bandara. Tiap ke bandara, aku selalu ngejaga biar gak kepengen makan, soalnya takut mahal. Hehehe, soalnya pernah, sekali makan di bandara, aduh langsung jebol dompet. Kalo kayak gini sih, gak usah takut-takut ya. :D
ReplyDeleteBisa jadi opsi cari makanan kalau sedang di bandara T3. Nasi padangnya menggoda nih karena porsinya gede trus telurnya tebal gitu, khas nasi padang lah. Ya walau perlu jalan kaki dari lobi timur. Hmm atau kalau bawa kendaraan cocoknya cari parkiran dekat situ supaya jalan tidak terlalu jauh.
ReplyDeleteSeringnya terbang lewat Terminal 3 Soeta, saya baru tau di Terminal 3 ada Food Park. Biasanya kalau lagi transit, susahnya nyari makan murah di sekitaran bandara. Adanya tenant-tenant di dalam gedung Terminal saja yang harganya jauh lebih mahal
ReplyDeleteTerima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)