Samsara Pepes Ikan Patin Ungkep Garam

Samsara Pepes Ikan Patin Ungkep Garam
Samsara Pepes Ikan Patin Ungkep Garam


Sahabat KeNai suka makan ikan? Harus suka lho kalau enggak nanti 'ditenggelamkan' ๐Ÿ˜‚ Tapi, sebelum ramai ajakan untuk makan ikan, saya pernah menulis (di blog www.kekenaima.com) kalau kami sekeluarga paling menyukai menu ikan daripada menu lauk lainnya.

Keke dan Naima selalu lebih bersemangat makannya bila saya memasak ikan. Apapun ikannya, biasanya mereka akan makan dengan lebih lahap. Ikan pun bisa dimasak dengan mudah. Asalkan segar, tinggal dikasih sedikit garam kemudian digoreng. Jadilah ikan goreng yang nikmat.

Bagaimana dengan menu pepes? Ini sih Keke dan Nai juga suka banget. Tapi, saya yang suka malas membuatnya karena kurang telaten membungkus makanan ๐Ÿ˜‚ Sedangkan suami juga suka pepes, tapi suka agak malas makannya kalau durinya gak lunak. Katanya ribet makan pepes kalau durinya masih tajam. Biasanya mamah mertua saya paling pintar bikin pepes ikan mas duri lunak.

Sayangnya karena alasan kesehatan, mamah sudah tidak pernah lagi masak pepes ikan mas. Trus sekarang kalau saya kangen pepes ikan, carinya di mana?


Pepes Ikan Patin Ungkep Garam


Samsara Pepes Ikan Patin Ungkep Garam

Sahabat KeNai bisa mencobanya di Samsara. Resto ini memiliki menu pepes ikan yang enak banget. Menu ini juga jadi favorit para tamu di Samsara. Ikan yang digunakan adalah ikan patin (pangasius).

Selama ini yang saya tau proses membuat pepes adalah dengan cara mencampur seluruh bumbu dengan ikan kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus. Setelah dikukus, baru dibakar. Tetapi pepes ikan di Samsara prosesnya berbeda. Setelah dibungkus dengan daun pisang seluruh permukaan daun dilumuri dengan banyak sekali garam yang dicampur dengan putih telur. Kemudian ikan dimasukkan ke dalam oven selama lebih kurang 45 menit.


Samsara Pepes Ikan Patin Ungkep Garam 
Pepes ikan yang masih diselimuti oleh garam
Samsara Pepes Ikan Patin Ungkep Garam

Garam yang sangat banyak ini tidak akan membuat pepes menjadi sangat asin. Rasa pepesnya tetap pas. Garam tidak menyerap ke ikan karena menggunakan putih telur dan tertahan juga oleh daun pisang. Diungkep dengan garam akan membuat tekstur ikan tetap terjaga kelembutannya. Ikannya sudah tanpa duri dan tulang sehingga para tamu tingga menyantapnya tanpa merasa khawatir tersedak duri.

Samsara Pepes Ikan Patin Ungkep Garam

Masih dengan suasana hari kemerdekaan RI, pepes ikan patin ini dilengkapi dengan beberapa menu lainnya yaitu mini tumpeng merah putih, urap sayur, keripik balado, kerupuk opak, dan sambal matah. Sambal matahnya gak sekadar pedas, tapi ada rasa sedikit unik karena menggunakan kecombrang yang merupakan salah satu signature dari Samsara.

[Silakan baca:  Seventh Heaven at Samsara]


Savis Tea


Samsara Pepes Ikan Patin Ungkep Garam

Menu makan siang yang nikmat saat itu ditutup dengan minum segelas teh Savis. Samsara menawarkan berbagai menu Indonesia. Maka tepat sekali kalau tehnya pun menggunakan teh asli Indonesia. Lagipula minum teh juga sudah menjadi salah satu kebiasaan orang Indonesia bila sedang makan.

Sahabat KeNai mungkin sudah tidak asing lagi dengan brand teh Kepala Djenggot. Nah, teh Savis ini masih satu grup dengan Kepala Djenggot hanya saja untuk kelas premium. Ada 4 teh yang ditawarkan pada saat itu. 2 macam minuman teh hangat dan 2 macam minuman teh dingin. Saya memilih Bunaken Blue alasannya adalah saya sedang ingin minum teh dingin *Jakarta lagi panas cuacanya*, suka dengan teh beraroma serta rasa sereh, dan penasaran seperti apa teh berwarna biru.

Yup! Teh yang saya minum aslinya berwarna biru. Baru kali ini saya tau dan melihat ada teh berwarna biru. Ketika disajikan tehnya berwarna ungu. Itu karena teh biru ini bila diberi lemon atau sesuatu yang rasanya asam maka warnanya akan berubah menjadi ungu *Hmmm ... saya takjub juga, sih ๐Ÿ˜„

Saya makan siang dengan menu ini di Delicae. Sebuah food court di Senayan City. Jum'at, 18 Agustus 2017, Delicae mengundang Samsara untuk menyajikan menu istimewa ini selama 2 jam saja saat makan siang. Bila Sahabat KeNai ingin merasakan lezatnya pepes ikan patin ungkep garam dan menu Indonesia spesial lainnya, silakan datang langsung saja ke Samsara, ya.

[Silakan baca: An Exquisi Tea by Dilmah with Peter Kuruvita]


Samsara Indonesian Cuisine


Jl. Gunawarman no 16
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110

www.samsarajakarta.com

IG: @samsarajakarta

Open hours: 11.00 s/d 23.00 wib


Post a Comment

30 Comments

  1. Baru tahu ada pembuatan pepes ikan yang beda lagi. Ku pikir pas ke Belitung udah lain pepesnya karena dibungkus pae daun simpor, eh ini ternyata ada lagi yang beda. Jadi penasaran sama rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya seperti pepes pada umumnya. Bumbunya pas. Tapi yang bikin tambah nikmat karena dagingnya di fillet dan teksturnya tetap juicy

      Delete
  2. 1. Assalamualaikum wr.wab.
    2. Eh, metode pakai garam dan putih telur dulu pernah tau di PKMK-nya kampus., Tapi lupa dioven ato dimasukin presto
    3. Itu pasti enak, iy gak asin, karena putih telurnya buat garamnya tersolvasi
    4. Tehnya asyik, berasa lihat ion Cu+ sama Cu2+ di lab.
    5. Acaranya seru ya., semoga silaturahminya barokah
    6. Wassalamualaikum. wr.wb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa alaikum salam wr. wb

      Terima kasih sudah silaturahmi ke sini :)

      Delete
  3. Wah pepesnya enak banget nih kalo buat makan siang. Anak-anakku juga suka pepes, tapi cuma ikan tongkol, ikan lain belum pernah coba. Btw baru tau kalo ada teh biru, cantik sekali warnanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah belum pernah cobain pepes tongkol. Kapan-kapan harus cobain :)

      Delete
  4. yummy, pepes ikan patinnya bikin laper.

    ReplyDelete
  5. Gila pepesnya beneran menggoda utk dicoba mba :D. Aku penasaran krn pake dibungkus garam segala. Kalo pepes jujurnya ga begitu doyan krn masalah duri. Tp kalo lunak gitu aku suka bangetttt :D. Di sibolga mah, ikan udah kyk makanan pokok mba. Makanya keluargaku terbiasa ikan, walopun akunya lbh milih2. Kalo ikan kyk mujaer, ikan mas, aku ga terlaku doyan :p. Tp ikan laut suka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, malasnya makan pepes tuh karena suka banyak durinya. Tapi pepes di Samsara gak ada duri. Nikmat banget deh disantapnya :)

      Delete
  6. Iya mba. Penasaran..dibumbui banyak garam, tp bisa enak. Berarti putih telurnya nggak dimakan ya mba?

    Teh warna biru? Kok bisa..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Garamnya gak dimakan, Mbak. Tehnya memang berwarna biru :)

      Delete
  7. Aku mah paling seneng Pepes ikan mas dibanyakin daun kemangi plus cengek jeletot. Syedaaappp!

    ReplyDelete
  8. Pepes ikannya menggoda mbaaaak. Suamiku paling suka menu ikan ikanan kayak gini nih.

    ReplyDelete
  9. Wah menarik juga cara masak pepes ikannya ya, penasaran dengan rasanya. Ntar kalo ke jakarta lagi mau nyoba menunya, kayaknya enak enak nih mba ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  10. Wow ikan patinnya kelihatan mewah gitu. Keliatan sedap, sluuurrrrppppp!

    ReplyDelete
  11. Banyak bgt ya putih telur + garamnya...
    Lucu ih warna tehnya :D

    ReplyDelete
  12. Baru tahu kalau putih telur bisa menyerap asinnya garam...Pepes tampilan kekinian, keren Samsara!
    Tehnya juga..unik, nggak kebayang pertama kalau itu teh...TFS, Mbak!

    ReplyDelete
  13. Gak tlalu suka pepes tp penasaran pengen cobain

    ReplyDelete
  14. waaah baru kali ini saya liat ada yang masak garamnya diluar, tapi garam sebanyak itu abis dipke masak ikan patin diapain mba?

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)