Ulang Tahun Mamah di Kedai Boboko dan The Valley

Ulang Tahun Mamah di Kedai Boboko dan The Valley


*Catatan: Ini cerita lebaran tahun 2015, 3 tahun yang lalu. Baru sempat dipublish sekarang. Kelamaan didraft, lupa dipublish 😂

Jadi ceritanya selama di Bandung, saya justru sering berduaan sama suami. Dari mulai sekamar berdua di hotel *Keke tidur sama om-nya dan Nai tidur sama kakek-neneknya*. Trus kemana-mana juga berdua. Saya dan suami ke beberapa acara halal bi halal keluarga besar suami. Sedangkan anak-anak lebih memilih ngumpul-ngumpul dengan keluarga besar saya. Saking kemana-mana berduaan melulu, pas makan bersama dengan keluar besar saya di salah satu resto pun, saya dan suami gak ikutan.

[Silakan baca: Mudik ke The Naripan Hotel by Amazing]

Nah, tanggal 19 Juli, Mamah saya ulang tahun. Kami sekeluarga sedikit memberi kejutan untuk mamah. Sehari sebelum ulang tahun, adik saya beli kue di the Harvest. Trus, pagi-pagi menghubungi Go-Jek untuk pick up cake di the Harvest. *Yeaaayy! Go-Jek udah ada di Bandung :)

Selesai sarapan, saya beserta mamah dan para krucil ngumpul di kamar saya. Adik, suami, dan papah nunggu Go-Jek datang di resto hotel Naripan. Gak lama kemudian, papah meminta kami semua untuk berkumpul di kamarnya. Sampai kamar, gak langsung kasih kejutan. Kuenya masih diumpetin sama adik saya. Perhatian mamah dialihkan dulu. Diajak main sama Fabian di balkon kamar. Gak lama kemudian baru deh kejutan kue ulang tahunnya. Selamat ulang tahun, Mamah 😘

Setelah bersenang-senang dengan kue ulang tahun, kami pun bersiap untuk check out. *Btw, saat kasih kejutan hanya saya dan suami yang emang belom pada mandi. Yang penting sarapan dulu 😂.* Seusai check out, gak langsung balik ke rumah. Mudik masih berlanjut, cuma pindah tidur aja. Kali ini tidur di rumah keluarga besar.



Masakan Sunda di Kedai Boboko


Ulang Tahun Mamah di Kedai Boboko dan The Valley

Masih dalam rangka ulang tahun, orang tua saya ingin metraktir seluruh anggota keluarga besar. Sempet bingung pengen makan dimana karena banyak kepala, banyak selera. Kalau saya sih makanan apa aja masuk. Tapi kan ada juga yang lidahnya cuma lidah Indonesia alias hanya makanan Indonesia aja cocoknya. Ada juga yang usulin di resto A karena viewnya bagus banget, tapi akses ke sananya suka macet. Pengen yang gak macet, malah bingung mau kemana.Bandung kalau suasana mudik begini memang macet di mana-mana.

Ulang Tahun Mamah di Kedai Boboko dan The Valley

Akhirnya diputuskan untuk makan di salah satu resto di daerah Dago bawah. Restoran sunda yang udah lumayan terkenal. Udah pasti suka lah ya kalau masakan sunda. Tapi, begitu sampe sana penuh banget! Waiting list. Paling enggak 30 menit lagi baru dapet tempat. Hmmm.... kelamaan, ah. Belum lagi cari parkirnya susah aja.

[Silakan baca: Nikmatnya Nasi Bancakan Abah Barna]

Suami saya menyarankan untuk lanjut jalan ke Dago atas. Yakali ada resto yang kelihatannya menarik. Bener aja, setelah kami semua berkendara sedikit ke atas, ketemu resto bernama Boboko. Keihatannya gak terlalu ramai dan parkirannya juga agak luas.


Ulang Tahun Mamah di Kedai Boboko dan The Valley

Restonya terlihat sederhana. Mirip seperti kantin. Interiornya banyak dihiasi dengan berbagai peralatan jadul dan quote yang lucu-lucu. Ruangannya tidak ber-AC, tapi gak gerah lah, ya. Bandung kan lumayan dingin apalagi di malam hari.

Saya gak sempat memotret makananannya. Udah keburu riweuh duluan kalau kumpul sama keluarga besar hehehe. Selain itu udah agak cape juga karena kena macet. Tapi, rasa makanannya lumayan enak meskipun ada beberapa menu yang kami pesan sudah habis.



Ngopi-Ngopi di The Valley


Ulang Tahun Mamah di Kedai Boboko dan The Valley

Masih belum puas kumpul di Kedai Boboko, suami mengajak ngopi-ngopi di The Valley. Mumpung lagi di daerah Dago juga, kan. Tinggal naik lagi ke atas. Sayangnya gak semua keluarga mau ikut, terutama yang udah pada sepuh 😜. Alasannya udah capek dan mengantuk. Ya udahlah, yang lanjut ke The Valley yang muda-muda aja hehehe.

The Valley rame banget! Kami sempat ke waiting list meskipun gak terlalu lama. Di sini kami gak makan berat lagi. Udah pada kenyang. Hanya ngopi dan cemal-cemil.

The Valley termasuk cafe yang berumur panjang juga. Dari zaman Chi masih lajang, The Valley sudah ada. Tepatnya sejak tahun 2001. Dulu, saat masih lajang, Chi pernah makan di sana. The Valley memang tidak hanya menawarkan view yang cantik, tetapi rasa masakannya juga enak. Makanya gak heran dari sekian banyak resto yang ada di Bandung, The Valley termasuk yang bertahan. Karena banyak juga resto atau cafe di Bandung yang hanya berusia seumur jagung.

[Silakan baca: Gak Ngopi di Kedai 170, Bandung]


Ulang Tahun Mamah di Kedai Boboko dan The Valley

Gak terlalu lama juga nongkrong di The Valley. Pada kedinginan karena gak bawa baju hangat. Ya namanya juga acara mendadak. Rencana awalnya kan memang cuma mau makan malam. Gak taunya malah jalan sampai ke The Valley. Kapan-kapan direncanakan dengan baik kalau mau ke sini, deh.

Note:


  • Gak banyak upload foto juga di postingan ini karena setelah diperhatikan ada 1 sepupu yang sekarang udah berhijab. 😊
  • Saat Chi publish ini, Kedai Boboko sudah ditutup permanen. Tetapi, The Valley masih ada.


The Valley Bistro Cafe