Mudik Lebaran Lagi ke Hotel Ibis Styles Braga, Bandung


Sudah 3 tahun ini, saya berlebaran hari pertama di Jakarta. Iya, memang hanya di hari pertama. Alhamdulillah masih dikasih kesempatan berlebaran di Bandung. Tetapi, tetap aja merasa ada sedikit rasa yang hilang. Saya tetap lebih suka berlebaran di Bandung.

Awalnya, kami berencana berangkat ke Bandung di hari lebaran kedua dinihari. Sekitar pukul 2 atau 3 dinihari. Tetapi, dengan beberapa pertimbangan, berangkatnya dipercepat sekitar 12 jam. Jadi sekitar pukul 3 sore di hari pertama lebaran.

Keputusan yang mendadak. Sempat bikin saya panik. Mau tidur di mana?

Orang tua sudah booking kamar untuk kami di hotel Ibis Styles Braga. Tapi, untuk tanggal 16-17 Juni saja. Hanya satu malam karena memang rencananya gak lama di Bandung. Semalam di hotel, 1-2 lagi di rumah keluarga besar. Kalau mendadak berangkat begini apa masih ada hotel yang memiliki kamar kosong.

Saya telpon ke hotel Braga, ternyata masih ada kamar kosong meskipun sudah tidak banyak. Saya pun menelpon orang tua yang memang sudah lebih dulu mudik sejak sebelum lebaran dan menginap di hotel Ibis Styles Braga. Papah langsung booking kamar untuk kami.


5 Jam Perjalanan Menuju Bandung


Sebetulnya saya agak malas berangkat ke Bandung di hari pertama. Perjalanan kali ini seperti mengulang tahun lalu. Berangkat di hari pertama sekitar pukul 3 sore. 7 jam baru sampai Bandung dan Keke langsung demam karena telat makan malam. Secara berturut-turut, lebaran 2 tahun terakhir ini, Keke sakit. Gak mau lah sampai mengalami yang ke-3 kalinya. Makanya saya agak setengah hati berangkatnya. Begitupun dengan Keke. Dia sempat cemberut di perjalanan sebelum akhirnya ketiduran.

Gak mau kejadian berulang, kali ini saya lebih persiapan. Saya membuat nasi goreng kencur buat di perjalanan. Keke memang gak boleh terlambat sarapan dan makan malam. Bisa dengan mudah sakit kalau sampai terlambat makan.

Kami berangkat hampir pukul 4 sore. Udah berencana kalau sampai macet parah kayak tahun lalu, keluar tol di Bekasi lalu lewat jalur alternatif. Kemudian masuk lagi di tol Karawang Barat. Tahun lalu, 7 jam perjalanan menuju Bandung karena lewat jalur alternatif. Kalau terus di tol sepertinya bisa lebih lama sampainya. Untungnya kali ini gak separah tahun lalu. 5 jam perjalanan tanpa lewat jalur alternatif.


Mudik Lagi ke Hotel Ibis Styles Braga, Bandung


Mungkin ada Sahabat KeNai yang bertanya mengapa selalu menginap di hotel saat lebaran padahal ada rumah keluarga besar di Bandung. Kalau gak ada yang bertanya, gak apa-apa juga, sih. πŸ˜‚

Sebetulnya saya kangen juga dengan suasana lebaran zaman dulu. Ketika saya masih kecil. Saat emak dan bapak (baca: nenek dan kakek) masih ada. Kami selalu berkumpul di satu rumah. Ramai dan heboh udah pasti. Gak semua kebagian kamar. Biasanya para krucil tidur di depan tv. Kepala ketemu kepala, kaki ketemu kaki, atau malah lebih heboh tergantung tidurnya mau diem atau enggak hehehe.

Tapi, lama kelamaan para krucil ini kan semakin besar. Malah udah pada menikah dan memiliki anak. Mulai ada generasi selanjutnya. Selain itu kedua orang tua saya juga mulai menginap di hotel dengan alasan kesehatan.

Berkumpul bersama keluarga tentu aja nikmat banget, tetapi juga melelahkan. Apalagi keluarga besar saya mah tipe yang ramai. Selalu aja seru berkumpul bersama keluarga karena pada senang becanda. Rumah jarang sepi. Nah risikonya memang jadi agak susah untuk beristirahat. Kasihan lah papah yang sampai sekarang masih menyetir sendiri, termasuk saat mudik. Pastinya capek menyetir ketika macet. Jadi memang sebaiknya antara istirahat dan berkumpul harus seimbang. Makanya, pilih hotelnya pun selalu yang dekat dengan rumah keluarga besar. Biar gampang ke rumah. Kalau perlu hanya berjalan kaki.

Hotel Ibis Styles Braga menjadi hotel pertama saya sekeluarga menginap saat lebaran. Diajakin sama orang tua yang memang lebih dulu punya kebiasaan ini. Ternyata memang asik juga. Jadi aja tiap tahun kami ikut orang tua saya menginap di hotel, kecuali tahun 2016.

[Silakan baca: 5 Hari Lebaran di Hotel Ibis Styles Braga, Bandung]

Pada tahun 2016, papah mertua mulai sakit. Sejak itulah kami mulai berlebaran di Jakarta. Sepertinya pada tahun 2016 kami tetap ke Bandung, tetapi bukan di lebaran hari pertama, tidak menginap di hotel, dan hanya mudik sebentar saja. Almarhumah mamah mertua malah sejak papah mertua sakit sudah tidak lagi berlebaran di Bandung, hingga akhir hayatnya. 😒

Setelah bergonta-ganti hotel setiap kali lebaran, papah dan mamah memutuskan untuk menginap lagi di hotel Ibis Styles Braga pada tahun ini. Pertimbangannya utamanya adalah dari beberapa hotel sekitar yang dekat dengan rumah, hotel Ibis termasuk yang memuaskan kami.


Ada Cerita Apa Aja di Hotel Ibis Styles Braga, Bandung?


Mudik Lebaran Lagi ke Hotel Ibis Styles Braga, Bandung
Nungguin yang lagi beli nasi goreng 😁


Kami sampai hotel sekitar pukul 11 karena mampir dulu ke rumah tante suami. Sampai hotel, kami bertiga (saya, suami, dan Nai) merasa lapar. Nelpon ke kamar Keke, ternyata dia udah tidur. Suami pun keluar hotel untuk membeli nasi goreng kaki lima.


Kamar

Mudik Lebaran Lagi ke Hotel Ibis Styles Braga, Bandung

Kami menginap di lantai 8. Keke sekamar dengan om-nya, Nai sekamar dengan kami, orang tua saya menginap di kamar yang lain. Nai badannya gak besar, masih muat tidur satu kasur dengan orang tuanya. Kami gak perlu memesan extra bed.

Interior kamar tidak mengalami perubahan sejak pertama kali menginap di sana sekitar 4 tahun yang lalu. WiFi lumayan kenceng. Kamar mandi dan toiletnya bersih serta ada hairdryer. Saya suka dengan hair and body gelnya. Biasanya saya dan suami sering gak cocok dengan shampoo dan conditioner hotel. Saat menginap di sana, kami lupa membawa perlengkapan mandi pribadi. Kalau di hotel ini sabun dan shampoonya menjadi satu. Model head to toe wash gitu, lah. Eh, ternyata setelah dipakai, saya merasa cocok. Mungkin ini terkesan receh, ya. Tetapi, gak apa-apalah yang penting saya bahagia. πŸ˜‚

Paling kami kurang cocok sama suhu ACnya aja. Settingan suhunya terbatas. Kayaknya hanya bisa di suhu 23-24 derajat celcius. Buat saya dan suami, suhu segitu masih terlalu dingin. Biasanya AC di rumah kami setting dengan suhu 26-27 derajat. Akhirnya selama 2 malam, sukses membuat saya meringkuk di balik selimut. Dari ujung kaki sampai kepala saya tutup dengan selimut. Padahal saya udah tidur di tengah. Di antara suami dan Nai, tetapi tetap aja kedinginan banget. πŸ˜„


Sarapan

Mudik Lebaran Lagi ke Hotel Ibis Styles Braga, Bandung
 
Untuk menu sarapan cukup beragam. Rasanya pun lumayan. Paling yang perlu diberi sedikit saran adalah coffe maker pada lebaran hari ketiga. Terlihat kurang persiapan dibandingkan station lainnya. padahal di lebaran hari kedua, gak ada masalah dengan coffee makernya.

Ada 2 coffee maker di sana. Yang satu kata salah seorang staffnya sedang tidak berfungsi. Satunya lagi berfungsi, tetapi tidak bisa otomatis dalam ukuran yang pas. Luber hingga keluar gelas. Dihentikan manual pun gak bisa. Warna air kopinya juga lebih jernih dan rasanya memang hanya seperti minum air biasa.

Padahal kalau pagi biasanya banyak tamu yang juga memilih kopi. Apalagi di hari ketiga, tamu ang sarapan terlihat semakin banyak. Begitupun antrean tamu yang ingin ngopi. Sepertinya coffee makernya salah setting. Setelah salah seorang staff setting ulang, kedua coffee maker pun berfungsi dengan baik.


Mudik Lebaran Lagi ke Hotel Ibis Styles Braga, Bandung

Ada 2 area di resto yaitu indoor dan outdoor. Kami lebih suka area outdoornya. Kalau di Bandung mah apalagi masih pagi, gak bikin kegerahan.


Kids Pool

Mudik Lebaran Lagi ke Hotel Ibis Styles Braga, Bandung

4 tahun lalu sepertinya belum ada kids pool. Atau saya yang memang gak tau, ya? Tetapi, memang hanya ada 1 kolam renang untuk anak-anak. Tidak ada kolam renang untuk dewasa. Kedalaman kolamnya hanya 0,6 meter, berukuran tidak terlalu besar, dan berada di rooftop.


Area Bermain Anak

Mudik Lebaran Lagi ke Hotel Ibis Styles Braga, Bandung
Mudik Lebaran Lagi ke Hotel Ibis Styles Braga, Bandung

Saya lupa 4 tahun yang lalu area ini sudah ada atau belum. Meskipun areanya gak luas, tetapi ada beberapa permainan. Dari beberapa permainan untuk anak balita hingga disediakan playstation. Beberapa buku cerita pun disediakan di sudut ruangan.


Nobar Piala Dunia 2018

Mudik Lebaran Lagi ke Hotel Ibis Styles Braga, Bandung

Dalam rangka memeriahkan ajang Piala Dunia 2018, hotel Ibis Styles Braga juga menyelenggarakan nobar. Lokasinya berada di parkiran depan hotel. Lumayan ramai juga saat nobar. Suami dan saya sempat ikutan meskipun gak sampai 10 menit. Kami memang bukan penggemar sepakbola. Hanya penasaran aja pengan tau seperti apa suasa nobar di hotel ini


Strategis, Tetapi Macet

Lokasi hotel ini sangat dekat dengan pusat keramaian. Berbagai cafe jadul maupun kekinian, ada banyak di jalan Braga. Mau wisata selfie? Tinggal ke Alun-Alun. Atau mau wisata kuliner jajanan kaki lima? Cukup banyak pilihan di sekitaran hotel. Kalau lagi lebaran, memang banyak yang tutup. Tapi, suami masih bisa makan siomay kaki lima yang jualan di dekat hotel.

Mendingan jalan kaki kalau mau menikmati keramaian di sekitar hotel ini. Gak usah bawa kendaraan, susah cari parkirnya dan macet. Dari persimpangan Braga menuju hotel yang jaraknya cuma selemparan batu aja bisa 10 menitan kalau pakai mobil. Bikin gregetan gak, sih? πŸ˜‚

[Silakan baca: Sepanjang Jalan Braga]


Terpaksa Check Out


Saat sarapan di hari terakhir kami menginap, papah menawarkan untuk menambah 1 hari lagi. Bukan pertama kalinya kami melakukan seperti itu saat lebaran. Awalnya booking untuk 2-3 hari, tetapi gak menutup kemungkinan bisa jadi 4-5 hari. Ternyata kali ini kami gak bisa extend stay. Status hotel fully booked! Duh, ini terpaksa check out namanya. πŸ˜„

Bandung di lebaran hari ketiga sepertinya banyak dikunjungi masyarakat dari luar kota. Setidaknya semua penginapan dari mulai motel hingga hotel semua berstatus fully booked. Kami mencari dari mulai berkeliling hingga menelpon beberapa tempat. Gak ada satupun yang kosong.

Memang gak semua kami datangi dan hubungi. Tetap lah harus disortir yang kira-kira nyaman menurut kami. Lokasinya pun hanya yang di sekitar tengah kota. Paling jauh di sekitar jalan Soekarno Hatta dan Pasir Kaliki.

Kami tidak mencari hotel di daerah atas seperti di jalan Setiabudi, Lembang, dan sebagainya. Tujuan kami ke Bandung kan untuk bersilaturahmi. Jadi tetap mencari hotel yang dekat dengan rumah keluarga.

Orang tua saya akhirnya dapat kamar di saalah satu hotel di jalan Riau. Itupun hanya tersisa 1 yaitu yang ukuran paling besar. Saya lupa nama tipe kamarnya. Sedangkan kami, sampai sore gak dapat penginapan satupun. Akhirnya kami memutuskan menginap di rumah keluarga besar saja.

Malam harinya papah telpon kalau kamar yang ditempati berukuran besar. Bisa lah menginap ramai-ramai, paling gak cucu-cucunya. Tetapi, saya menolak karena Keke sedang asik bermain dengan om-omnya. Ya udahlah tinggal 2 malam ini di Bandung. Tapi, memang baru kali ini susah banget mencari penginapan di Bandung meskipun hanya 1 kamar. Malah kami akhirnya menyerah karena gak dapat. Luar biasa nih Bandung saat lebaran kemarin. 😍


Hotel Ibis Styles Braga, Bandung