Ticker

6/recent/ticker-posts

Resepsi Pernikahan di Malaysia

Resepsi pernikahan di Malaysia merupakan acara ngunduh mantu. Alhamdulillah akad dan resepsi pernikahan di BSD berjalan dengan lancar. 2 minggu kemudian kami pun berangkat ke negeri jiran tersebut.

Acara resepsi pernikahan dilaksanakan di daerah Petaling Jaya. Dari Siti Homestay, tempat kami menginap, jaraknya tidak jauh. Masih di komplek yang sama. Pernikahan berlangsung di Dewan Pertemuan. Ya, kalau lihat bangunannya mirip seperti GOR.

resepsi pernikahan di malaysia

Resepsi Pernikahan di Malaysia


Ketika saya membuat judul 'Resepsi Pernikahan di Malaysia' itu karena pernikahannya memang di negara ini. Jadi bukan bermaksud untuk mengeneralisir. Karena saya sebetulnya tidak tau apakah resepsi pernikahan di Malaysia sama seperti di Indonesia. Di mana setiap daerah punya tradisi masing-masing.

Seperti apa resepsi pernikahan sepupu saya di Petaling Jaya? Saya ceritakan di bawah ini, ya

Semakin Banyak Keluarga Besan yang Datang, Semakin Merasa Dihargai


ngunduh mantu di malaysia
Alm Papah saya dan cucu-cucunya

Suami sepupu saya bilang kalau di Malaysia, semakin banyak keluarga besan yang datang saat resepsi, sebagai tuan rumah akan merasa semakin dihargai. Mungkin itu juga saat pernikahan di BSD, rombongan keluarga dari Malaysia datang dalam jumlah yang banyak.

tradisi pernikahan malaysia
Sehari sebeum resepsi, tangan sepupu saya dihias dulu

Sayangnya, kami tidak bisa membalas dengan jumlah yang sama. Setengahnya pun rasanya gak ada.Tentu saja kami gak ada sedikitpun maksud untuk tidak menghargai. Tetapi, ada beragam alasan yang membuat keluarga besar sepupu saya berhalangan hadir.

Dari pihak om saya, keluarga besarnya mayoritas berprofesi guru. Pada saat yang bersamaan, di Indonesia sedang masa UTS. Kalau Keke dan Nai bisa izin untuk ikut ujian susulan. Tetapi, sebagai guru tentu sulit mendapatkan izin saat ujian sekolah sedang berlangsung.

Ada juga keluarga yang anaknya autis. Sangat takut berhadapan dengan kamera sehingga selalu gagal membuat paspor. Gak mungkin juga anaknya ditinggal. Akhirnya sekeluarga batal hadir.

Kalau dari keluarga besar tante saya, juga hanya sebagian yang bisa hadir karena gak bisa terus-menerus cuti setelah usai resepsi di BSD. Masih ada pula kejadian sekeluarga paspor kerendam cucian. Jadi yang ikut pun semakin sedikit.

[Silakan baca: Drama Menuju Ngunduh Mantu di Malaysia]

Alhamdulillah, teman-teman tante dan sepupu saya pada datang. Jadi lumayan menambah rombongan dari Indonesia. Bersyukur juga keluarga Malaysia mengerti kondisi kami.

Pengaturan Waktu Undangan


resepsi pernikahan malaysia

Saya terheran-heran saat melihat waktu resepsi pernikahan. Dari pagi sampai sore! Wah, bakalan ngapain aja selama itu?

Ternyata kami gak perlu hadir sepanjang hari. Kata sepupu saya, semua waktunya sudah diatur untuk para undangan. Siapa yang datang pagi dan datang siang.

Rombongan kami diminta datang ke tempat resespsi pukul 1 siang. Uniknya lagi, pengantin pun datangnya bareng bersama kami alias gak dari pagi. 

Saya lupa tamu yang diundang pagi itu siapa. Kalau gak salah ingat yang dapat undangan pagi itu keluarga besar mempelai pria. Siangnya baru untuk tetangga dan teman.

Berarti yang diundang pagi gak ketemu dengan pengantin. Saya gak tau apa alasannya. Mungkin karena keluarga dianggap bisa ketemu kapan pun, ya. Apalagi malam sebelum resepsi, katanya seluruh keluarga besar pengantin pria pada datang ke rumah yang punya hajat.

Menerima Tamu Tidak di Pelaminan


tradisi pernikahan malaysia
Orang tua dan salah salah seorang adik suami sepupu saya sedang berbincang-bincang dengan tamu yang datang

Saya juga sempat heran ketika melihat deretan nomor telpon di undangan. Semakin heran lagi karena nama-nama contact person yang tertulis di sana adalah milik kedua orang tua dan adik-adik suami sepupu saya. Lha, memangnya selama resepsi masih bisa telponan? Terutama bagi orang tua.

Ternyata, di sana yang menjadi penerima tamu itu justru orang tua dan saudara kandung mempelai. Mereka akan menyambut para tamu dengan suasana penuh keakraban. 

Tamu yang datang saling sapa dan ngobrol dulu dengan yang punya hajat di pintu masuk. Bahkan bisa saling ngobrol juga dengan sesama tetangga atau kerabat. Tidak sekadar isi buku tamu, masukin angpau ke dalam kotak, terima souvenir, kemudian masuk ke dalam.

tradisi resepsi pernikahan malaysia
Tuan rumah menyambut kedatangan tamu undangan

Pantesan aja di undangan tertulis nomor telpon contact person. Salah satu tujuannya untuk berjaga-jaga siapa tau ada tamu yang gak tau alamatnya. Etapi, saya gak tau di sana ada tradisi kasih angpau atau enggak. Gak melihat kotaknya juga.

tradisi pernikahan di malaysia
Yang bertugas ngipasin pengantin bukan bocah-bocah, tetapi orang dewasa

Pelaminan tetap ada. Tetapi, hanya dipakai untuk sesi foto bersama. Jadi inget cerita sepupu saya kalau mertuanya yang laki-laki sempat agak gelisah begitu tau kalau beliau harus berada di atas pelaminan selama paling tidak 2 jam saat resepsi pernikahan di BSD. 

Rupanya di sana kebiasaannya gak seperti itu. Jadi mungkin merasa gak leluasa bergerak. Kalau di pelaminan 'kan paling cuma salaman. Ngobrol gak bisa lama-lama seperti kayak di Malaysia hehehe.

Jamuan Makan Sampai Kenyang


jamuan makan siang resepsi pernikahan
jamuan makan pernikahan di malaysia

"Kebalikan banget sama waktu resepsi di BSD deh, Teh. Waktu itu Ghea sampai kelaparan di atas pelaminan karena cuma sempat makan sedikit. Giliran sekarang malah kenyang banget," ujar sepupu saya.

Setelah rombongan pengantin dan keluarga kami masuk ke dalam gedung, dipersilakan duduk di tempat yang sudah disediakan. Usai sambutan dan pembacaan doa, kami menunggu MC memanggil untuk foto bersama.

Setelah selesai foto bersama, saatnya makan siang. Di meja utama untuk pengantin, orang tua sepupu saya, dan keluarga kami yang dituakan.

Akhirnya sepupu saya yang mengalah hehehe

Jumlah laki-laki yang dituakan di keluarga kami kurang 1 orang. Membiarkan kursi kosong juga rasanya gak enak dilihat. Kami sempat saling tunjuk, siapa yang mau duduk. Akhirnya sepupu saya bersedia. Tepatnya mengalah sama kakak-kakak sepupunya hehehe.

hidangan pernikahan di malaysia

Meja berikutnya adalah meja keluarga. Setelah itu baru meja untuk para tamu undangan lainnya. Orang tua dan keluarga inti tetap menjadi penerima tamu. Kalaupun ada keluarga dari pihak yang punya hajat terlihat makan bersama, bergabungnya sama meja untuk tamu lainnya.

Di sini semuanya mendapatkan tempat duduk. Jadi gak ada satupun yang makan dan minum sambil berdiri. Menyenangkan kalau bisa makan dan minum seperti ini.

Perbedaannya ada di penyajian. Di meja utama dan keluarga, makanan sudah dihidangkan di meja. Sedangkan untuk tamu undangan, mengambil makanan sendiri di meja prasmanan.

Selalu ada pramusaji yang melayani di meja utama
Hidangan ini hanya ada di meja utama

Di meja utama, juga ada pramusaji yang khusus melayani. Menyajikan makanan ke piring, jadi tinggal makan aja. Sama ada 1 hidangan spesial yang gak ada di meja lain.

Tetapi, di meja keluarga juga akhirnya kebagian karena masih ada sisanya. Makanya sepupu saya sampai bilang kekenyangan. Jumlah makanan yang disajikan memang cukup banyak.

Hidangan untuk tamu undangan lainnya berupa prasmanan

Bagaimana bila ada tamu undangan yang ingin bersalaman saat pengantin sedang makan?

Gak masalah, sih. Ada juga yang nyamperin dan tetap disambut. Tetapi, saya lihat jarang yang seperti itu. Kebanyakan ikut makan bersama. Selesai makan, pengantin yang jalan kesana-sini, menghampiri para tamu. Sesekali aja naik lagi ke pelaminan untuk sesi foto bersama.

Bunga Telur, Souvenir Tradisional yang Mulai Ditinggalkan


bunga telur pernikahan malaysia
bunga telor souvenir pernikahan malaysia

Nenek suami sepupu saya menginginkan souvenir bunga telur di pernikahan cucunya. Souvenir ini berupa telur rebus yang dihias menjadi seperti bunga. Nantinya souvenir ini akan diberikan kepada keluarga dan tamu yang dianggap spesial. Sedangkan untuk tamu lainnya mendapatkan telur rebus yang dimasukkan ke dalam tas kecil

Bunga telur melambangkan kesuburan. Harapannya, setiap tamu yang diberikan bunga telur akan mendoakan pasangan pengantin agar segera dikaruniai anak.

Bunga telur ini merupakan tradisi lama yang sudah mulai jarang. Katanya sih penyebabnya karena sulit merebus telur dalam sekali waktu tanpa ada yang pecah. Karena kalau pecah, telur rebusnya gak akan bertahan lama. Sehingga bisa langsung dianggap gagal semuanya.

"Bayangin deh, teh. Merebus 2500 butir telur sekaligus dan gak boleh ada yang pecah. Deg-degan banget!" ujar sepupu saya

souvenir pernikahan malaysia

Para tamu tidak hanya mendapatkan bunga telur. Kami juga mendapatkan permen, kue ikan (ini rasanya kayak bolu), ketan kuning, dan rambut nenek (gulali tepung). Saya lupa menanyakan apakah ada makna dari semua souvenir ini seperti bunga telur.

ranbut nenek, gulali tepung, kumis naga
Rambut nenek

Saya suka banget dengan tepung gulali. Kalau saya menyebutnya rambut nenek karena warnanya yang putih demngan tekstur halus seperti rambut nenek-nenek. Tetapi, ada juga yang bilang manisan kumis naga. Ini mengingatkan saya dengan jajanan zaman masih SD. Ada yang suka jualan dekat rumah.  Dulu, saya sering beli.

Sekarang, saya gak pernah lihat yang jualan gulali tepung. Kalau saya browsing tentang rambut nenek, selalu dapatnya gulali yang pakai kerupuk. Padahal bukan itu yang saya mau. Makanya saya seneng bisa puas banget makan camilan ini di sana.

Persamaan dengan Resepsi di Indonesia


kembang kelapa, bunga manggar

Namanya juga negara serumpun, adanya persamaan bisa saja terjadi. Saat tiba di lokasi acara, saya melihat hiasan seperti kembang kelapa (manggar) yang biasa ada di adat pernikahan Betawi.

Di sana juga disebutnya bunga manggar. Setahu saya kalau di Betawi, kembang kelapa bermakna kemakmuran. Harapannya, rumah tangga pengantin akan makmur dan mendapatkan banyak manfaat seperti pohon kelapa. Saya lupa menanyakan makna bunga manggar ini kalau di Malaysia. Bisa jadi memiliki makna yang sama.

Sepertinya tidak ada seragaman di pernikahan Malaysia. Sejak acara lamaran, akad dan resepsi di BSD, hingga acara di Kelana Jaya, pakaian dari keluarga Malaysia ya sama aja. Untuk laki-laki memakai baju Melayu. Sedangkan yang perempuan baju kurung. Warnanya pun bermacam-macam alias gak senada. Begitupun dengan motif baju kurungnya. Paling pas resepsi di Malaysia, saya melihat keluarga inti suami sepupu saya mengenakan seragam.

teluk belanga, pakaian tradisional bangka
Om saya mengenakan Teluk Belanga

Keluarga kami saat resepsi di Malaysia juga tidak menggunakan seragam. Kalaupun om saya terlihat menggunakan baju yang sama seperti keluarga besan, itu karena beliau orang Bangka. Om saya ingin mengenakan Teluk Belanga di hari pernikahan putrinya.

Sepupu saya ini anak satu-satunya yang masih hidup. Waktu acara di BSD 'kan kami menggunakan adat Sunda. Adat dari keluarga besar saya. Makanya di Malaysia, om saya ingin mengenakan pakaian khas Bangka di hari spesial putrinya.

[Silakan baca: Drama Kamar Mandi di Hotel POP, BSD City]


Para tamu yang hadir juga gak semuanya berpakaian formal. Malah saya lihat banyak yang mengenakan kaos oblong dan jeans. Memang suasananya terasa santai dan penuh kekeluargaan.

caklempong, talempong

Sepanjang acara, para tamu dihibur dengan musik caklempong. Kalau di Minangkabau ini kesenian talempong. Beberapa lagunya pun cukup familiar dengan kami.

Acara resepsi masih berlangsung hingga sore. Tetapi, kami hanya sekitar 2 jam saja di sana. Terik aja udara siang itu. Sampai homestay langsung beli air kelapa dan ngadem di rumah. Sorenya baru lanjut ngemall.

[Silakan baca: Siti Homestay Kelana Jaya, Penginapan Nyaman untuk Muslim]

Baidewei, saat resepsi diselenggarakan, ada salah seorang YouTuber Malaysia yang meminta izin untuk meliput. Oleh keluarga suami sepupu saya dizinkan dengan syarat kalau videonya sudah jadi jangan langsung dipublish untuk public. Kalau keluarga merasa sreg dengan hasilnya baru boleh dipublish. Dan inilah video resepsi pernikahan sepupu saya di Malaysia.

Posting Komentar

44 Komentar

  1. Ini keren banget si artikelnya, saya baru tau kalau di Malaysia kondangan bisa santuy pake kao oblong dan jeans. Eh gak ada kotak amplop juga yah di sana hahaha, dan hiburan musiknya gak dangdutan juga buat nyawer wkwkwk.

    BalasHapus
  2. Wah sepertinya hampir sama seperti budaya Aceh ya, elegan tapi sopan.

    BalasHapus
  3. Waah seru yaaaaa.. unik sekali, aku suka sama souvenirnya bunga telur. Suka sama suasana keakrabannya :)

    BalasHapus
  4. Suasana resepsi cukup meriah, dan lama banget ya nggak cuma 2-3 jam seperti di Indonesia. Dan unik juga ada youtuber yg meliput acara ini :)

    BalasHapus
  5. Ya Alloh serunya pernikahan di negeri Jiran, keluarga benar2 mempersiapkan sedwmikian rupa. saya cuma kebayang brp dananya 😷
    .
    Salam sehat dan sukses selalu Amin

    BalasHapus
  6. Asik banget sih resepsi kaya gini. Lebih terasa akrab dan kekeluargaan ya mbak. Jadi bisa lebih terasa sakral..

    BalasHapus
  7. Aku ko ngeliat nya jadi kaya suasana lebaran beserta keluarga besar ya..akrab aja gitu. Udah gitu yang menerima tamu didepan itu adalah keluarga sendiri (mempelai) jadi terkesan menyambut hangat tamu yang hadir sebab langsung oleh si empunya acara

    BalasHapus
  8. Punya teman juga yang nikah sama Warga negara Malaysia, seru si prosesi pernikahannya. Adat melayu kental banget, jadi nambah wawasan tentang upacara adat pernikhan dari negara lain. nah artikel ini jadi mengingatkan saya lagi kak mantul

    BalasHapus
  9. Seru banget mba Myraaa, aku baru tau kalo ga menerima tamu d pelaminan layaknya di Indonesia ini. Plus suka banget sama pelaminan yg sederhana ini yaa

    BalasHapus
  10. Walaupun aku orang Palembang, tapi impianku nikah nanti ya maunya pakai adat melayu kayak gini haha. Ntah kenapa dari dulu suka aja. Kesannya sakral, simpel namun tetap ngena. Sampe utarakan di twitter dan ada temen dari sana yang bilang, "nanti kalau nikah kabari, aku kirimin baju melayu buat kamu." Hasek!

    BalasHapus
    Balasan
    1. AAAMIIIIN

      Ikut meng-amin-ka Yayan, semoga diijabah ya
      Karena seruuu banget euy, nikahan kayak begini :D

      Hapus
  11. Acara nikahannya ada mirip-mirip tapi juga nggak mirip ya.
    Aku suka bagian keluarga inti menyambut tamu dan pengantinnya bisa bebas berjalan-jalan menyapa tamu.
    Pernikahan seperti ini juga beberapa kali aku temui di Indonesia, biasanya kalau yang punya hajat Chinese.
    Biasanya juga kita bakalan duduk bareng dan makan bareng. Bedanya sih, kalo yang di Indonesia cuma dibatasin sekitar 2 jam, nah kalo yang ini sepanjang hari. Tapi, mantennya nggak capek juga yaaa. Seru.

    BalasHapus
  12. Resepsi pernikahan di negeri Jiran asyik ya mbak, ga monoton jd pengantin nya bisa santai. Ohhh ya kl souvernir bunga telur aku pernah dapat, waktu hadir di resepsi pernikahan teman ku yg org Medan, Mereka pake adat Melayu, Jd ada beberapa tradisi yg sama ya mbak.

    BalasHapus
  13. Waah seneng sekali ya Mbak Myra bisa menghadiri acara pernikahan sepupu di Malaysia. Bisa tau adat pernikahan di sana. Ternyata di sana lebih santai ya mbak. Gak berdiri berjam-jam di pelaminan. Semua tamu pun dapat duduk saat makan.

    BalasHapus
  14. Wah...ceritanya runut dan lengkap banget smp aku engga bisa komen. Soale udh jelas. Seneng aja, kerasa akrab krn ortu yg jadi penerima tamu. Bukan among tamu yg deret² pakai seragam.

    BalasHapus
  15. Mirip-mirip ya ternyata sama di Indonesia, kekeluargaannya juga bagus sekali, tamu benar-benar disambut oleh yang punya hajatan sehingga merasa dihargai.

    BalasHapus
  16. Asyik banget bacanya. Saya suka nih acara resepsi yang model begini, lebih santai, lebih mengutamakan keluarga, dan nggak kaku. Kayaknya boleh dicoba nih :)

    Lalu yang agak membuat saya heran, souvenir pernikahannya itu barang habis pakai seperti itu? Ya bebas sih sebenarbya, tapi kalau. Sudah dimakan kan langsung hilang :)

    BalasHapus
  17. Seru ya bisa merasakan budaya negara lain. Saya juga merasa senang saat hadir di acara pernikahan , tamu yang hadir duduk semua tanpa ada yg menyantap hidangan sambil berdiri seperti di solo

    BalasHapus
  18. Selalu menarik ketika bisa mengalami atau minimal menyimak pengalaman budaya dari negara lain. Meski serumpun, pasti tetap ada perbedaan. Wong yang Jawa Barat sama Jawa Tengah aja udah beda banget. Melihat hiasan tangan seperti itu, mengingatkanku akan "mehndi" di India. Di makanannya juga ada nasi biryani. Apa budaya pernikahan di Malaysia terpengaruh budaya India ya?

    Penyajian makanannya menarik, lebih tertib. Seluruh tamu duduk di kursi dan sudah ada makanan yang tersaji di meja. Nggak rebutan bar-bar kayak resepsi di sini.

    Mbak, alm. papa kamu berkharisma sekali ya, seperti politisi atau negarawan :)

    BalasHapus
  19. Ngga terlalu jauh berbeda ya pernikahan di Indo dan Malaysia. Cuma budayanya mereka yang kental juga. Seru banget walaupun hanya datang sebagai tamu.

    BalasHapus
  20. Unik dan mengesankan tradisi pernikahan ini. Tamu dan tuan rumah enggak terlihat kerepotan ya.

    BalasHapus
  21. Banyak juga ya mbak bedanya yaa. semoga keluarga mempelai pria tetap merasa dihargai ya mbak oleh keluarga besan. Semoga juga pernikahan sepupunya sakinah mawaddah wa rahmah. Seru banget baca cerita pernikahan di Malaysia ini, jadi tau budaya sana juga

    BalasHapus
  22. Panjang namun ngalir begitu tulisannya. Alhamdulillah selesai dibaca semua haha. Nggak terasa. Enak ya Mbak pengantinnya nggak dipajang di pelaminan jadi bisa bebas gerak dan makan banyak kalau lapar. 😅

    BalasHapus
  23. Wow unik ya kak. Selalu menemukan banyak hal seru kalau ketemu tentang budaya orang ya kak. Ini seperti ada sisipan budaya india sama arab gt ya kak

    PS
    Peluk dari jauh
    lilpjourney(dot)com

    BalasHapus
  24. setiap negara punay kebiasaan sendiri , dalam suatu negara tiap daerahnya juga berbeda ya

    BalasHapus
  25. Saya suka melihat interaksi dalam pesta pernikahannya. Meskipun diadakan di gedung, ternyata keakrabannya nggak jauh beda dengan ketika pesta diadakan di rumah. :D

    BalasHapus
  26. Lain ladang lain belalang, lain tempat lain tradisinya
    Tq infonya, saat baca serasa saya ikut brada di malaysia hehe

    BalasHapus
  27. Acara pernikahan yang penuh keakraban, membaur antara yang punya hajat dan tamu. Semua menikmati suguhan makanan dan musik tradisional dengan bahagia ya.

    BalasHapus
  28. Acara pernikahan di luar negeri emang menarik untuk dipelajari ya, Mbak Chi? Itu suvenir bunga telur kalau di Brunei sudah jarang ditemui di acara pernikahan. Adanya biasanya di acara khatam Qur'an di Sekolah-Sekolah Ugama (Madrasah).

    BalasHapus
  29. Untuk beberapa hal tradisi di malaysia ini mirip dengan beberapa daerah di sumatera. Itu yang saya temukan. Mungkin karena masih serumpun, sesama melayu ya.

    BalasHapus
  30. Yang drama paasport kerendem itu aku sempet baca di status Bunda KeNai di Facebook :D

    Mau ada acara gitu adaa aja ya cerota serunya kalau ga gitu kadi ga ada yg diceritain juga, xixixixi.

    Tertarik banget sama souvenir bunga telur-nya. Kayanua konsep souvenir di sini bikin kek gitu aja lbh ada nilai filosofisnya hahaha

    BalasHapus
  31. Wah, enaknya ada makan bersama. Kalau di Indonesia makan ya tamu tinggal ambil prasmanan ya, malah kasian pengantinnya nggak bisa makan karena harus di pelaminan terus.

    Souvenirnya juga unik sekali. Kalau di Minang juga ada yang ngasih makanan gitu, nasi kuning biasanya. Tapi juga sudah mulai ditinggalkan sih

    BalasHapus
  32. Mengenal budaya dari berbagai belahan bumi, makin terasa jika Tuhan menciptakan perbedaan sebagai rakhmat agar kita saling mengenal.
    Masya Alloh.
    Pastinya penuh arti mendalam budaya lokal yang tercermin dalam resepsi pernikahan di sana ya mba

    BalasHapus
  33. Sepupuku juga beberapa ada yang jadi warga negara Malaysia karena lahir di sana . Jadi beberapa kali ibu dan ayah ke sana saat mereka nikah.
    Mungkin karena Medan itu kota Melayu, jadi masih merasa hampir sama semuanya. Termasuk bolu ikan itu .

    Oya, dari Aceh sampe Medan bolu bentuk ikan itu mudah sekali didapat

    BalasHapus
  34. Lebih asyik gini ya
    Dulu sewaktu nikah konsepnya juga gini
    Saya jalan jalan mendekati tamu dan ngobrol
    Tapi karena banyak yang pingin salaman di pelaminan ya udah nurut

    BalasHapus
  35. Waww baca ini prngetabuanku soal pernikahan ala melayu makin luas. Berasa imut disana karena tiap detilnya diceritakan dan visualnya cukup menarik. Aku sukka bacanya. Thank you kaka sharingnya

    BalasHapus
  36. Di Sumatera rata-rata resepsinya begini, dari pagi sampai siang atau malahan pagi sampai jam 8 malam. Tamu yg datang ada jam-jamnya. Cume bedanya gak ada kotak buat amplop aja. Hehehe. Semoga sakinah mawadah warahmah ya mba.

    BalasHapus
  37. Nyimak cerita ini, kerasa banget kesederhanaan acaranya y mbaaa. Kesan intimate ke para tamu dari pihak keluarga dan mempelai juga terasaaaa banget

    BalasHapus
  38. Wuiih unik ya banyak perbedaan dgn pernikahan.di.Indonesia. Yg asyik itu beneran ga ada tpt angpau ya jd tamu gak bawa apa2 mba?

    BalasHapus
  39. loh terus kalau yg datang pagi, tamunya ketemu siapa donk? kan pengantinnya datang siang. hihi... unik yaaa. jadi makin tau acara nikah di negeri seberang

    BalasHapus
  40. Seru juga ya bertandang ke negri tetangga. Melihat budaya lain itu selalu menarik. Aku salfok sama menu makanannya mbak, kurang penjelasannya hahaha selalu tertarik sama makanan kalo saya wkwk

    BalasHapus
  41. Jadi dapat gambaran bagaimana resepsi yang dilakukan di Malaysia. Pelaminannya nggak terlalu waw kayak di Indonesia tapi menarik sekali. Saya suka nih pelaminan yang kayak gitu. Senangnya lagi di gedung acara resepsi ini semua tamu dapat tempat duduk ya, beda sekali dengan resepsi di Indonesia yang mungkin dengan terpengaruh budaya luar jadi sengaja kali nggak disediakan banyak tempat duduk jadi banyak tamu yang terpaksa harus berdiri.

    BalasHapus
  42. Pengantin perempuan terlihat santai ya, bisa ngobrol bareng tamu dan keluarga. Kalo di Indonesia kebanyakan memang model standing party, dan nggak nyaman. Tapi ada juga yang masih menggunakan model meja seperti ini, kayak warga Chinese, Solo, Kudus, dan Jogja. Semarang juga ada, biasanya permintaan keluarga yang ingin lebih dekat dengan tamu dan undangan juga dibatasi

    BalasHapus
  43. Mbak ... Seketika aku ingin kondangan ke Malaysia. Sakralnya acara pernikahan rasanya lebih terasa karena baik tamu maupun yang punya acara tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengurus penampilan selama tetap sopan. Apalagi membayangkan mempelai yang mengunjungi para tamu, rasanya hangat sekali suasananya, ya. Belum lagi, saat semua yang hadir bisa menikmati hidangan sambil duduk.

    Eh tapi aku penasaran, Mbak. Resepsi seperti ini mewakili suku apa gitu nggak sih di Malaysia?

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)