Video Mapping di Monas untuk Menyemarakkan Asian Games 2018

Video Mapping di Monas untuk Menyemarakkan Asian Games 2018


Penyelenggaraan Asian Games 2018 tinggal beberapa hari lagi. Udah mau penutupan aja. Rasanya gak rela, ya. Melihat semarak pembukaan Asian Games 2018, penyelenggaraan yang lancar sampai hari ini, prestasi atlet-atlet Indonesia yang mengagumkan, serta timeline media sosial yang lumayan jadi adem. Gak pengen nih Asian Games cepat berlalu. Bakalan susah move on kali, ya.

Baidewei, keramaian Asian Games 2018 di Jakarta tidak hanya ada di lokasi-lokasi tempat pertandingan di selenggarakan. Pemprov DKI juga mempercantik Monas dengan membuat video mapping untuk menyemarakkan Asian Games 2018.


Menurut Wikipedia,  Video mapping merupakan sebuah teknik yang menggunakan pencahayaan dan proyeksi sehingga dapat menciptakan ilusi optis pada objek - objek. Objek – objek tersebut secara visual akan berubah dari bentuk biasanya menjadi bentuk baru yang berbeda dan sangat fantastis. Perubahan visual tersebut terjadi dari sebuah proyeksi yang menampilkan grafis video digital kepada suatu objek, benda, atau bidang.

Video Mapping sebagai metode baru yang menarik adalah bagian dari evolusi seni visual. Sebagai manifestasi pencitraan seni visual dan teknologi. Para seniman dapat mewujudkan ide yang mereka desain kedalam materi 3D apapun di dalam bentukan arsitektur.Video Mapping menggabungkan pemetaan film dan video sebagai strategi pertunjukkan. Disatukan dengan perjalanan visual-narasi kita dapat mempromosikan kepekaan lokal & global dari identitas sebuah tempat, orang, dan sejarahnya.


Bolak-Balik Ke Monas Demi Video Mapping


Ketika melihat video tentang video mapping yang beredar di media sosial, saya langsung mengajak suami untuk datang ke Monas. Keke dan Nai gak ada yang mau kami ajak. Awalnya perjalanan dari rumah menuju Monas sangat menyenangkan. Jalanan cukup lengang bahkan untuk ukuran Jakarta bisa dibilang kosong. Tetapi, begitu masuk jalan Menteng Raya jalanan mulai padat. Semakin mendekati Monas, jalanan semakin macet.

[Silakan baca: Staycation di Airy Rooms Menteng Wahid Hasyim, Jakarta]

Kami menggunakan motor masih bisa selap-selip walaupun sesekali harus berhenti karena macet. Tetapi, yang pakai mobil mah harus banyak sabar karena susah bergerak. Waduuuhh, segitu besarkah antusias warga untuk menonton tayangan perdana video mapping?

Kami akhirnya memilih untuk pulang. Boro-boro masuk Monas, cari parkir aja susahnya minta ampun. Area parkir semua penuh. Setelah melewati Istana Merdeka, saya baru nyadar sepertinya yang bikin macet gak hanya karena antusias warga. Tetapi, juga karena berbarengan dengan para tamu undangan istana untuk upacara penurunan bendera. Di dekat istana, sebagian jalan juga masih ditutup makanya macet banget.

Masih penasaran dengan tayangan video mapping, besoknya saya kembali mengajak suami untuk kembali ke Monas. Saya sempat agak galau karena berbarengan dengan opening ceremony Asian Games. Pengen nonton keduanya. Tetapi, setelah dipikir lagi kalau opening bakal banyak tayangan ulangnya, saya pun memilih kembali ke Monas.

Gak mau kena macet lagi kayak sebelumnya, kami berangkat lebih sore. Eh, ternyata jalanan lancar banget hingga Monas. Dengan mudah kami langsung mendapatkan parkir di dalam stasiun Gambir.



Lokasi Video Mapping di Dekat Air Mancur Menari


Salah satu kekurangan dari berlangsungnya video mapping ini adalah minim informasi. Iya, video mapping memang ada di Monas. Tetapi, di sebelah mana?

Lokasi video mapping ada di dekat air mancur menari

Saya dan suami sempat bingung di mana letak video mapping. Area Monas itu luas banget. Kami sempat berpikir kalau video mapping akan tayang di seluruh sisi Monas. Tetapi, ketika buka media sosial kami mendapatkan info kalau hanya tayang di satu sisi saja. Sayangnya tidak ada info lebih lanjut tayangnya di sisi yang mana. Bahkan di akun-akun resmi pun saya tidak melihat lokasi detilnya.

Video Mapping di Monas untuk Menyemarakkan Asian Games 2018
Sinar laser mulai menyala saat sore hari


Karena datang dari arah Gambir, kami sempat duduk lumayan lama di sisi Monas yang dekat Gambir. Suami masih cukup yakin kalau video mapping akan ada di 4 sisi. Alasannya karena laser ditayangkan di seluruh sisi Monas. Tetapi, karena masih penasaran maka saya pun keliling Monas sambil sesekali melihat media sosial.

[Silakan baca: Pengalaman Pertama ke Museum Nasional alias Museum Gajah]

Lumayan jauh juga saya berjalan baru tau kalau video mapping ada di sisi dekat air mancur menari. Yup! Sekali lagi saya katakan kalau area Monas lumayan luas. Dengan berlari kecil, saya menghampiri suami. Saya katakan kalau lokasi video mapping ada di sisi yang berseberangan dengan lokasi kami duduk.


Video Mapping di Monas untuk Menyemarakkan Asian Games 2018
Nonton lenong dulu sebelum video mapping


Kami pun segera beberes perlengkapan dan berjalan ke sisi lain. Saat itu sedang ada pertunjukkan lenong. Ada panggung lumayan besar di sana. Jadi sebelum video mapping, ada pertunjukkan lenong dulu. Tetapi, kami yang berada di sisi lain saat itu sama sekali gak mendengar  suara pertunjukkan apapun. Kami segera mencari posisi yang strategis untuk menikmati video mapping.

Video Mapping di Monas untuk Menyemarakkan Asian Games 2018

Saya kembali memilih berkeliling. Sedangkan suami tetap duduk karena tripod sudah terpasang. Sesekali saya mendekati panggung untuk menonton lenong, kemudian berkeliling lagi. Banyak juga masyarakat yang piknik di Monas. Gelar tikar atau karpet plastik di lapangan rumput.

Video Mapping di Monas untuk Menyemarakkan Asian Games 2018
Charging station bertenaga surya yang baru diresmikan tanggal 14 Agustus 2018


Untuk kebersihan lumayan terjaga dengan baik. Sepertinya masyarakat sudah mulai banyak yang paham untuk tidak membuang smapah sembarangan. Dan bisa juga penyebabnya karena mobil petugas rutin berkeliling Monas sambil menghimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan. Nah, di sini saya sempat agak heran. Kalau himbauan tentang sampah berkali-kali saya dengar, kenapa gak ada satupun woro-woro tentang posisi video mapping?


3 Segmen Video Mapping


Tepat pukul 19.00 wib video mapping diputar. Video berdurasi sekitar 25 menit ini dibagi dalam 3 segmen yaitu

  • Asian Games 1962
  • Kota Jakarta
  • Asian Games 2018

Ya, Indonesia kan pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962. Jadi di segmen pertama diceritakan sejarahnya. Segmen berikutnya adalah tentang serba-serbi kota Jakarta terutama di bidang pariwisata. Dan segmen terakhir adalah tentang semarak Asian Games 2018 di mana Indonesia kembali menjadi tuan rumah.

[Silakan baca: Menginap di Morrisey Serasa di Apartment Sendiri]

Usai video mapping, dilanjutkan dengan pertunjukkan air mancur menari. Sebetulnya ada jeda 5 menit. Tetapi, penontin sepertinya berebutan ingin mendapatkan tempat terbaik di dekat air mancur. Saya agak ngeri juga ketika harus berjalan berlawanan arah berhadapan dengan ratusan pengunjung yang ingin menonton air mancur menari. Kami memang tidak berniat menonton air mancur. Lain kali aja.



Terlepas dari kekurangan minor yang tentang minim info itu, pertunjukkan video mapping tetap layak banget. Bila Sahabat KeNai ingin menonton masih ada waktu sampai tanggal 2 September 2018. Harapan saya semoga pertunjukkan video mapping ini tetap ada secara berkala. Ya mungkin ganti tema aja. Lagipula ini karya anak bangsa. Pastinya bangga, dong. 😍

Video mapping hanya tayang setiap Sabtu dan Minggu pukul 19.00 dan 20.00 wib selama Asian Games berlangsung

FYI, buat Sahabat KeNai yang ingin sholat maghrib dulu sebelum melihat video mapping, bisa sholat di stasiun Gambir. Atau kalau mau jalan kaki sedikit bisa ke masjid Istiqlal. Monas juga tempat yang nyaman untuk piknik murah meriah. Ini saya gak bicara harga jajanan di sana karena memang gak pernah jajan, ya. Tetapi, kalau membawa anak kecil sebaiknya tetap diawasi. Terutama kalau malam hari.

[Silakan baca: Yuk, Berpartisipasi Bersih-Bersih Istiqlal]



Monas


Gambir, Jakarta Pusat