Jalan-Jalan KeNai

Blog family traveling tentang adventure, kuliner, hotel, dan tips perjalanan

KL Forest Eco Park, Hutan di Tengah Kota Kuala Lumpur

"Teh, katanya mau sampai Selasa di Malaysia? Pokoknya Papah ikut Teteh."

Rencana awalnya, sehari setelah resepsi pernikahan selesai, saya sekeluarga mau jalan-jalan ke Melaka. Udah tanya-tanya ke sepupu tentang Melaka. Apalagi, keluarga besar suaminya kan katanya banyak tinggal di sana. Jadi lebih bisa kasih informasi detil tentang kota yang akan kami tuju.

kl forest eco park hutan di tengah kota kuala lumpur

KL Forest Eco Park, Hutan di Tengah Kota Kuala Lumpur


Tetapi, rencana tersebut bubar jalan setelah dapat WA dari papah. Padahal awalnya keluarga besar kami akan pulang ke Indonesia sehari setelah resepsi pernikahan. Tetapi, papah berubah pikiran.

Saya sempat bersikukuh untuk tetap ke Melaka. Tetapi, dengan berbagai pertimbangan, mendingan batal aja. Apalagi kalau perginya ala backpacker seperti rencana kami udah jelas gak memungkinkan.

Pergi sama orang tua memang harus lebih santai. Dalam satu hari, ke 1-2 destinasi aja udah cukup. Inget banget waktu kami sama-sama ke Singapore. Papah dan Mamah senang banget, tapi ya mereka juga kecapean karena itinerary lumayan padat.

[Silakan baca: Universal Studio Singapore vs Imbiah Lookout]

hutan hujan tropis di tengah kota

Saya pun langsung Googling tempat wisata menarik selama di Kuala Lumpur dan sekitarnya. KL Forest Eco Park yang langsung menarik perhatian saya. Seperti apa sih hutan yang ada di tengah kota Kuala Lumpur ini?

Pagi-pagi, saya sekeluarga bersama keponakan, sepupu, dan adik berangkat ke KL Forest Eco Park. Papah, Mamah, berserta para tante dan om gak ikut. Mau beberes homestay sebelum check out. Setelah itu, mau silaturahmi dulu ke mertua suami sepupu saya.

[Silakan baca: Siti Homestay Kelana Jaya, Penginapan Nyaman untuk Muslim]

Naik Apa ke KL Forest Eco Park?


taman eko rimba

Kami memutuskan order mobil via aplikasi Grab. Memang agak ribet kalau mau naik transportasi umum dari homestay. Sebetulnya ada stasiun, tetapi ke sananya yang bingung *Gak ada ojek online, mau pesan mobil nanggung 😂

Lagipula lumayan jauh dan lama waktu tempuhnya. Kalau pakai mobil bisa sekitar 45 menitan dalam kondisi jalanan yang lancar. Ya udahlah mending order mobil aja. Lebih pasti sampainya. Males juga kejadian lagi diputer-puter ma Google Maps hehehe.

[Silakan baca: Nyasar ke Paradigm Mall Gara-Gara Google Maps]

Taman Eko Rimba yang Rimbun


hutan simpan bukit nanas malaysia

Taman Eko Rimba nama lain dari Kuala Lumpur Eco Forest Park. Bila ada yang menyebut Hutan Simpan Bukit Nanas pun sama aja.

Menurut Wikipedia, KL Eco Forest Park atau Bukit Nanas merupakan hutan tropis tertua dan satu-satunya yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia. Kawasan ini sudah ada sejak tahun 1906 dengan luas 17,5 hektar. Sekarang, luasnya hanya tinggal 9,3 hektar.

hutan kota kuala lumpur
kuala lumpur forest eco park

Sepintas, hutan kota ini mengingatkan saya dengan Forest Walk Babakan Siliwangi, Bandung. Sama-sama hutan di tengah kota. Tetapi, Taman Eko Rimba ini buat saya lebih unik karena berbagai gedung pencakar langit terlihat mengelilingi hutan ini. Semacam hidden gem, gak menyangka ada hutan yang rimbun di sana. Pemandangan yang kontras.

[Silakan baca: Forest Walk Babakan Siliwangi, Bandung - Setengah Hari Mengelilingi 5 Taman di Bandung dengan Berjalan Kaki]

kuala lumpur tower
jalan-jalan ke hutan kota di malaysia

Hutan ini juga masih satu kawasan dengan KL Tower. Sebelum masuk ke dalam, kami melihat aksi beberapa penerjun payung terjun dari menara.

Kami langsung menuju canopy walk. Di sana ada beberapa menara yang dihubungkan dengan jembatan gantung. Gak terlalu goyang kok jembatannya. Gak seperti suspension bridge di Situ Gunung, Sukabumi. Tetapi, buat yang takut ketinggian mungkin tetap bikin deg-degan ya.

[Silakan baca: Uji Nyali di Jembatan Gantung Situ Gunung]

kondisi kl forest eco park malaysia

Beberapa papan di jembatan terlihat mengelupas. Tetapi, kondisi jembatannya masih kokoh. Suasananya juga rimbun. Lumayan gak berasa panas karena banyaknya pohon di sana.

Saat kami ke sana, suasana lumayan ramai. Ya kalau begini harus sabar dan tertib. Tidak ada satupun terlihat penjaga di canopy. Kesadaran masing-masing wisatawan aja untuk menjaga ketertiban.

bermain di taman eko rimba
Jangan kelamaan foto-fotonya di jembatan kalau suasana lagi ramai
Turun atau naik dengan tertib juga
taman eko rimba kuala lumpur malaysia
Lebar jembatan hanya segini. Jadi memang jangan sampai berdesakan

Tidak berlarian pada saat turun/naik tangga dan juga saat menyebrang. Antre dan jangan sampai menumpuk di jembatan. Selain untuk keselamatan juga kenyamanan karena gak terlalu lebar jembatannya. Kalaupun mau foto-foto di tengah jembatan juga jangan kelamaan saat suasana lagi ramai. Kasihan yang antre mau menyebrang.

hutan kota kuala lumpur malaysia
Kalau di foto kelihatan kayak datar jalanannya, padahal sebetulnya menanjak. Kami harus kembali ke tempat pintu masuk.
canopy walk kl forest eco park
Naik lagi sampai ke atas sana.

Setelah sampai bawah, kami harus berjalan kaki ke atas. Kembali ke tempat kami masuk. Jadi, Sahabat KeNai bisa memilih. Jalan kaki dulu ke bawah lalu naik tangga ke atas. Atau seperti kami yang memilih turun tangga, kemudian baru jalan kaki. Mau pulang dan pergi lewat canopy walk lagi pun gak masalah.

fasilitas di kl forest eco park malaysia

Kalau melihat papan informasinya di sana gak hanya ada canopy walk. Sahabat KeNai pun bisa berkemah. Tetapi, kami tidak terlalu berlama-lama di sana karena memang ada beberapa destinasi lain yang mau didatangi. Kami ke sana hanya ingin menikmati jalan-jalan di jembatan gantungnya.

Untuk menikmati hutan dan jembatan tidak ada biaya masuk alias GRATIS. Saya pernah baca salah satu artikel, kalau biaya parkir kendaraan itu RM10. Lumayan biaya parkirnya kalau dirupiahkan hehehe.

peraturan di taman eko rimba
Tetap harus waspada, ya

Tidak disarankan berada di hutan ini saat hujan. Dari papan pengumuman juga katanya diminta berhati-hati karena ada beberapa binatang berbisa. Tetapi, selama kami di sana, aman-aman saja. Alhamdulillah.

Menurut saya pribadi, meskipun ini hutan kota, sebaiknya tetap memakai pakaian yang nyaman untuk jalan-jalan di tempat seperti itu. Sebaiknya jangan dulu lah pakai high heels. Mendingan pakai sepatu kets atau sandal gunung.

Ada Upside Down juga di sana

Saya tidak melihat ada yang jual makanan atau minuman di kawasan hutan. Tetapi, di area sana ada restoran. Hanya di hutannya aja yang gak ada.

Sebaiknya bawa sendiri, minimal botol minum. Lumayan bikin ngos-ngosan saat nanjak ke pintu keluar. Bikin haus juga. Tetapi, kalau bawa camilan, pastikan jangan buang sampah sembarangan, ya. Dimasukin tas aja dulu sampahnya.

Berwisata di Hutan Kota Hingga yang Kekinian


KL Forest Eco Park masih satu area dengan KL Tower. Di dalam kawasan ini cukup komplit juga. Mau yang suka ketinggian dan melihat terjun payung dari dekat, bisa ke KL Tower. Mau wisata kekinian, ada Upside Down di sana. Kalau mau yang rimbun menikmati hutan, jalan-jalan kayak kami di Taman Eko Rimba. Semuanya berada dalam satu area.

Harga tiket untuk melihat aksi terjun payung dari atas menara. Bukan, htm KL Forest Eco Park

Setelah menikmati hutan kota di Kuala Lumpur, kami pun berjalan menuju KL Tower. Melihat yang terjun payung lebih dekat lagi. Kalau masih belum puas, bisa lihat dari atas KL Tower. Tapi, harganya lumayaaaaan hehehe. Kami pun menyebrang dan  lanjut ke destinasi berikutnya, kembali menggunakan Grab.

hidden gems di kuala lumpur malaysia

KL Forest Eco Park


Lot 240, Jalan Raja Chulan
50250 Kuala Lumpur, Malaysia





69 komentar:

  1. Berkali-kali ke KL tapi aku baru tau ada kaya ginian di tengah kota. Menarik ya. Lokasinya berarti deket banget sama KL tower ya kak? Kalo dari KL Sentral berarti tinggal ambil monorail yang ke KL Tower ya?
    Besok kalo ke KL lagi, aku mau nyoba juga ah..

    BalasHapus
  2. High heels? Jelas no way kalo pergi ke tempat outdoor seperti ini. Eh tapi jadi inget, ada temen saya yang mau piknik kemanapun, high heels selalu terpasang cantik. Saya yang ngilu liatnyaaa. Toh akhirnya dia gak bisa nikmatin seluruh tempat wisata dengan leluasa juga, kan sayang udah dateng ke tempat wisata bagus pemandangannya, tapi terkendala karena salah pakai alas kaki 😂

    BalasHapus
  3. Wah rame juga yang datang ke sana. Dulu masih sepi dan belum banyak orang yang tahu. Beberapa kerabat pas aku suruh ke sini, udah di sekitaran KL Tower eh bilangnya nggak nemu haaaa nggak nanya kayaknya mereka, padahal udah deket banget.

    Kalau ke KL lagi maulah balik ke sini lagi. Dulu nggak puas foto-foto soalnya hahaha.

    BalasHapus
  4. Seru banget di satu kawasan ada beberapa tempat wisatanya, dijamin nggak bakalan bosen ini mah

    BalasHapus
  5. Iya kalau bawa ortu mah mana bisa backpackeran. Pastinya cari yang nyaman dan enak. Walaupun ortunya nyantai saya mah tetep aja ga santai liat bersusah2.

    BalasHapus
  6. 9 hektar di tengah kota itu besar lho dan mencengangkannya itu gratis.

    Seru banget kayaknya bisa berkemah di KL Foreat Eco Park. Jadi pengen kemah di sana deh :)

    BalasHapus
  7. Sambil nyelam minum air ya mba, datang ke acara pernikahan ya sekalian dech manfaatin buat jalan jalan sebentar.
    Apalagi aku liat difoto yang mba bagikan saat ke Foresh Eco Part serasa ingin berada disana juga deh

    BalasHapus
  8. Di Indonesia juga sudah banyak konsep wisata seperti ini ya mba. Cuma beranya mungkin KL ini memang ada di pusat kota. Di kita, Jarang banget sih ada hutan yg cukup besar di pusat kota. Dibandung pun ada hutan kota tapi memang jaraknya agak jauh jg dari kotanya, butuh waktu 20 -30 menitan. Jadi ya gak dipusat kota juga..
    Heheheheh

    BalasHapus
  9. Aku belum pernah ke Malaysia hihihii... Boleh nih jadi petunjuk yg oke biar kalau ke sana bisa mampir. Hutan di tengah kota kayak gini memang atmosfer yg meneduhkan ya di antara hiruk pikuk kesibukan KL. Eco Park, tunggu akuuuu!

    BalasHapus
  10. Seruuu banget itu Mbak, jalan-jalan di tengah hutan kota ya. Segar ya pasti ya. Lihat hijau dimana-mana.
    Gambar kedua dari terakhir itu tiket masuknya ya Mbak? Hmm, lumayan juga ya untuk wisata seperti itu 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan, Mbak. Kalau ke KL Forest Eco Park gratis, kok. Itu harga tiket untuk melihat aksi terjun payung dari atas menara

      Hapus
  11. Senang deh lihat yang hijau-hijau begini di tengah kota, oase dari hiruk pikuk dan polusi perkotaan. Salut disana gak ada orang jualan Mbak, kalau di Jakarta pasti udah dipenuhin tukang jualan dan jadi kotor.

    BalasHapus
  12. Seru ya...
    Jalan jalan ke hutan kota..
    Pasti jadi pengalaman menarik yg susah dilupakan buat anak anak

    BalasHapus
  13. tempatnya bagus banget, cocok buat hunting foto. Aku kok pengen ya main terjun payungnya, tapi lihat harganya mundur teratur jadinya hehe.

    BalasHapus
  14. Bagus ya ecoparknya, benar-benar hutan di tengah kota
    Enak banget nih kayak gini, jadi sumber udara segar buat sekitar
    Ya ya bener kalau bareng ortu sudah deh coret itu rencana backpackeran, lain waktu aja kalau perginya bareng anak-anak

    BalasHapus
  15. wah seru sekali ya main ke city forest gitu, baru tau kalau ada tempat buat ngadem di KL. kan biasanya cuman tau wisata modernnya aja.

    BalasHapus
  16. Wuih keren ya KL, punya tempat sejuk dan hijau seperti ini. Berharap banget deh kalo Jakarta juga bisa punya yang begini. :)

    BalasHapus
  17. 178RM mayan juga yah. Tapi seru jalan-jalan di Hutan tengah kota kayak gini. Bisa seharian. Aku gempor ga ya? Coba di Bandung ada kayak ginian. Yang ada sih digusur. Kalaupun ada Taman, itu perkerasan, kurang pohon. Cuma bisa buat nongkrong atau maen skateboard...

    BalasHapus
  18. bener kata orang banyak membaca itu akan menambah wawasan, sama hal nya dengan yang barusan aku alami nih hehe, kalo nggak baca artikel in nggak akan tahu ada hutan tengah kota sebagus ini di KL. Terimakasih sudah berbagi informasi ;)

    BalasHapus
  19. eh itu ada pohon tumbang apa memang dibiarkan seperti itu? kecil sih. tapi kan menghalangi jalan. luas sekali yaa areanya, mungkin berkurang karena adanya pembangunan gedung?

    BalasHapus
  20. Belum pernah ke KL, sepertinya hutan ini menarik juga ya ada di samping gedung tinggi begitu. Mengingatkan saya sama Gunung Tidar, gunung di tengah Kota Magelang wkwk

    BalasHapus
  21. Kalo mau naik angkutan umum, bisa naik monorel ke Bukit Nanas atau LRT ke Dang Wangi. Jalannya memang lumayan, tapi karena trotoarnya lebar dan rindang, jadi enjoy. Aku ke sini Februari 2017 lalu. Meski rindang, tapi tetep gerah dong hahaha.

    Mbak, dari balkon gratis KL Tower udah bisa dapet view Petronas dan gedung-gedung sekitarnya yang cukup bagus lho.

    BalasHapus
  22. Mirip forest walk Baksil ya Teh salam kenal. Semoga saya juga bisa berkunjung kesana hihi pasti adem dehhh

    BalasHapus
  23. Aku kesini pertama kali tahun 2019 lalu padahal udah bolak ballik ke Kuala Lumpur. KL Forest Eco Park ini memang asik banget dengan suasana sejuk di dalamnya. Aku tuh suka di jembatan bisa banyak yang dilihat gitu tapi yah itu jalan yang memang lumayan lelah yah sis untuk mengelilinginya,hehehe.

    BalasHapus
  24. Kok aku agak ngeri ya ngeliat jembatan gantung sama tangga-tangganya yang muter2.. hehe.
    Tapi memang keren banget si tempatnya, jalan-jalan di hutan di tengah kota, seru banget pasti. Nanti kalo dikasih kesempatan ke Malaysia pasti ini jadi salah satu yang masuk ittenary..

    Oh iya Salam kenal Teh, sekalian mau bagi info, saya sedang adain give away kecil2an yang hadiahnya 6 buah buku di blog saya. Siapa tau ingin nambah koleksi buku baru, boleh banget ikutan. hehe Makasih banyak teh

    BalasHapus
  25. Wah kalo di Indonesia mungkin Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Hutan Kota yaah kak, cuma disana lebih keren dan lengkap fasilitasnya yah hehe. Sayang waktu aku ke KL belum sempat mampir kesana heu ~

    BalasHapus
  26. Aku pas di KL belum kesini sih, berarti nanti wajib mampir dan merasakan sensasi naik jembatan gantung 😁

    BalasHapus
  27. Indah banget ya mbaa kawasan hutan di tengah kota seperti ini. Wah penyusutan lahannya lumayan ya mbaa skrg tinggal kurang lebih setengahnya dari kondisi awal, jd pengen buat suatu saat ke KL nih. Aamiin

    BalasHapus
  28. Wah dari 17ha jadi 9ha sayang juga ya Mba.
    Padahal aku suka konsep "hutan di tengah kota" nya itu. Kayak rindang aja gitu ngebayangiinya.

    BalasHapus
  29. Waah.asyik sekali ya,hutan di dalam kota. Hm, perlu dicatat nih.. TFS, Chi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senaang lihat hutannya, meskipun deg2an juga tuh lihat jembatan gantungnya. Berani gak ya, aku naik? Hehe..

      Hapus
  30. Wow Jembatan ya tinggi banget yaah Mbak hehe. View alamnya bagus, btw. Aku paling suka Traveling ke tempat2 nature begini :D

    BalasHapus
  31. Sudah banyak melihat review tentang tempat ini. Lebih memacu lagi keinginan saya membw anak semata wayang hehe

    BalasHapus
  32. Konsepnya bagus nih hutan di KL. Sayangnya berkurang hektarnya. Semoga bisa kesana.

    BalasHapus
  33. Aku seneng banget lihat hutan kota kayak gini. Apalagi memang tertata rapi dan terawat. Itu jembatannya lumayan panjang juga ya

    BalasHapus
  34. Demi apa aku baru Tau tempat ini. Hahaha. Konsepnya keren. Hiburan buat Mata, pikiran & paru2. Ngadem di KL bisa kesini deh

    BalasHapus
  35. Sungguh sangat luar biasa di tengah gedung-gedung pencakar langit di KL ada forest eco park. Walaupun luasnya semakin berkurang, tetapi ini jadi paru2 kota ya. Semoga kota2 di Indonesia juga bisa memiliki hutan kota yang rimbun dan terawat seperti ini.

    BalasHapus
  36. Wahh kayaknya seru juga ya mbak ada hutan kota kayak gitu. Selain itu rimbun juga ternyata...
    Pas banget buat bersantai sepulang kerja nih. Hahaha

    BalasHapus
  37. taman asri di tengah kotaaa ya mba..aku ngga sempat ke sini waktu ke KL. Di US kita juga sering main ke taman sejenis..bahkan ke National Park yang sangat luas, meskipun beberapa terletak di kota seperti Muirwoods di San Fransisco yang pohonnya besar - besaaar banget

    BalasHapus
  38. Widih dekat KL Tower ya? Aku belum pernah ke hutan ini. Mungkin karena aku mageran ya, jadi nggak eksplore di luar KL Tower. Hahaaa.Bagus deh.

    BalasHapus
  39. Aku gagal fokus dengan kalimat, "jangan terlalu lama foto-foto di jembatan kalau suasana lagi ramai".
    Hahaha, aku sendiri suka foto-foto, tapi kalau suasana lagi rame, suka gak enak sama mereka yang ngantri mo foto juga. Kadang suka kesel sama orang yang gak pengertian dan suka seenaknya foto berlama-lama tanpa peduli dengan mereka yang lagi ngantri :D

    BalasHapus
  40. Wow asyik juga ya mbak bisa menikmati hijaunya pepohonan di KL, gratis lagi masuknya. Apalagi bila dikunjungi bareng keluarga pastinya lebih seru. Kapan ya aku bisa ke KL dan bisa eksplore tempat wisata disana. Jadi berkhayal deh hehehehe....

    BalasHapus
  41. Adeemm..main-main ke hutan tengah kota KL.
    Kaya di Bandung juga ga, kak Myr...hutannya banyak nyamuk.
    Uuhh...
    Dan ada kantinnya juga gak?
    hehhe...

    BalasHapus
  42. Buat pelepas penat dan dapat oksigen seger bisa langsung disini aja ya terus tempatnya juga cukup nyaman. Aku kalau kesini pasti betah banget wkwkw soale demen liat hijau hijau gitu.

    BalasHapus
  43. persiapan fisiknya juga harus kuat nih, karena jalan kaki sejauh itu, hihi Malaysia juga jadi destinasi pertama yang pengen saya kunjungi suatu saat nanti mba.

    BalasHapus
  44. Sering main ke Malaysia tapi belum pernah ke sini... Asyiknya jalan-jalan kenai adventure di alam ditengah kota lagi dengan luas yang lumayan ditelusuri ya

    BalasHapus
  45. Asri banget ya mbak, andai di tengah kota-kota besar ada Forest Eco Park ini mbak. Aku jadi pengen berkunjung kemari mbak.

    BalasHapus
  46. Kirain malay hanya ada wisata perkotaan aja mbak sambil buat belanja2.. ..ternyata ada juga wisata alam kayak eco park ini ya..
    Menarik. Terlihat segar dan sejukk gituuu..

    BalasHapus
  47. KL Forest eco park lokasinya dekat dengan KLTower ya ternyata, aku gak mampir ke sana. Stress cari jalan ke KL Tower krena nyobain naik kendaraan umum dulu :-D

    BalasHapus
  48. Kereeen !
    Pas banget nih
    Dekat dengan Batam.

    Bisa dikunjungin akhir bulan.
    Makask referensinya

    BalasHapus
  49. Keren ya ada hutan di tengah kota. Pasti sejuk banget. Bisa jadi referensi nih kalau ke KL mampir ke Forest Eco Park ini.

    BalasHapus
  50. Waaahhh aku baru tau ecopark ini mbak :D
    Noted nih kalau ada rezeki ke KL lagi mau ke sana ah, kyknya jg lebih ramah anak2 gtu ya. Haha bener ke sana pakai sepatu flat aja jangan sepatu jinjit :D

    BalasHapus
  51. tempat-tempat begini harusnya diperbanyak (khususnya di negara kita) supaya anak-anak punya tempat yang pas buat aktif main, bukan malah diajak ke mall tiap weekend. Miris banget lihat fenomena 'nggak ada tempat lagi yang bisa dikunjungi buat jalan-jalan santai selain mall' :( Eh btw saya mau ke malaysia april ini (insyaa Allah). Mau coba mampir ah ke sini. :D

    BalasHapus
  52. Kalau lihat suasana di KL Forest Eco Park seperti lihat taman kota Babakan Siliwangi di Bandung. Mirip ya, Mbak. Hutan yang dikelilingi bangunan tinggi

    BalasHapus
  53. Itu masuk ke forest eco parknya bayar atau enggak Chi? Tadi aku scroll dari atas ke bawah kayaknya belum nemu, maaf ya kalau ternyata terlewat hihii... Keren juga ya ada hutan di tengah kota gini. Berasa adeeemmm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk main ke Eco Park gratis, Mbak. Ada tulisannya di bagian-bagian bawah hehehe

      Hapus
  54. Aku sering lihat ini di film
    mupeng banget pengen juga bisa ke sana.
    barokallah sekeluarga udah sampe sana ya Mba
    Semoga kapan2 aku bisa ke forest eco park juga nih di KL

    BalasHapus
  55. Jembatan gantung nya keliatan cukup tinggi.lumayan juga ya mba sebagai alternatif saat pelesiran ke Malaysia, nilai plusnya tempat ini cukup asri di tengah kota

    BalasHapus
  56. Wah asiknya kalo dijembatan gantung pas sepi ya mbak. Jadi bs pepotoan sepuasnya. Tapi kalo rame gitu, emang kudu empati buat gak foto lama apalagi lebarnya juga gak terlalu hehe. Asiknya ya ditengah kota ada tempat seperti itu. Cocok buat liburan keluarga singkat :)

    BalasHapus
  57. Aku agak terdiam cukup lama pas di bagian, sebaiknya berhati hati kalau di sana sedang hujan karena ada hewan berbisa. Walaupun hutan di tengah kota, berarti ada ularnya dong. Hiiiyyy.

    BalasHapus
  58. Kok bagussss banget ih hutan kotanyaaaa
    aku mau banget main ke sini
    karena beberapa kali ke KL, ujung2nya ngemall dan shopping doang *ealaahhh

    BalasHapus
  59. Baru tahu juga ada Eco Forest di tengah Kota Kuala Lumpur. Hutannya sudah tua banget berarti ya Mbak. Jadi tertarik ajak keluarga ke sini.

    BalasHapus
  60. Waaahhhhh... harus dicoba ini, aku beberapa kali ke Kuala Lumpur belum pernah coba kesini. Sepertinya nanti kalau pas ke Kuala Lumpur harus dimasukkan dalam itinerary.

    BalasHapus
  61. Hm ... KL Forest Eco Park menarik ya. Apakah ada sesuatu yang dijual di sana yang bisa jadi oleh-oleh, Mbak Chi?

    BalasHapus
  62. Itu jembatannyanya tinggi juga ya mba. Tapi ini menarik nih, tar kalau pas ke KL mau deh kesini.

    BalasHapus
  63. Kayaknya sengaja ya Mbak dibikin kontras ada gedung sebelah hutan kota. Jadi benar-benar mencerminkan hutan tapi dalam kota.

    BalasHapus
  64. Asyik banget menyusuri jembatan gantung, melihat rimbun dedaunan di bawahnya.
    Tapi kalau takut ketinggian, bahaya juga ya mbak

    BalasHapus
  65. Aku belum pernah ke KL hahahha, December kemaren sempat mau kesana tapi cancel. Paling seneng kalau ketempat2 kayak gini, anak2 jadi bisa berexplorasi

    BalasHapus
  66. Makin pengen main ke KL semoga ada rezekinya tahun ini bisa ke sana, aamiin,keren ya ada hutan kota kayak New York dan Bogor hihihi..segar deh hawanya..

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)